SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 11


__ADS_3

Jessica dan Carlos tiba di lokasi perkemahan. Mereka berdua turun dari mobil lalu berjalan kaki menuju ke perkemahan. Carlos memegang tangan Jessica karena jalanan berbatu batu dan sedikit becek.


Akhirnya mereka sampai, Jessica melihat Paul, Ralph dan Jose. Jessica menghampiri mereka dan menyapa mereka.


‘Hi Paul.”


Paul menoleh dan dia terkejut melihat Jessica.


“Nyonya Jessica? Mengapa Anda disini?” Paul juga melihat Carlos dan menyapanya. “Tuan Carlos, apakah kalian mencari Kairos?”


“Tidak Paul, Kairos sudah di rumah. Aku kesini ingin mencari yang Namanya Celline, bisa kamu tunjukan padaku? Tanya Jessica pada Paul


“Oh…Celline? Nyonya, itu yang bernama Celline.” Kata Paul sambil menunjuk Celline yang lagi berbincang bincang dengan teman temannya.


“Ohh… dia? Sebentar Paul, aku akan beri dia pelajaran.” Kata Jessica kemudian dia berjalan menghampiri Celline di ikuti Carlos. Jessica berdiri di depan Celline. “Kamu yang bernama Celline? Tanya Jessica kepada Celline


“Benar sekali Nyonya, maaf Anda siapa?” Tanya Celline dengan angkuh


Jessica menatap marah kepada Celline dan dia menampar Celline


Plaaaakkkk…!! “Berani sekali kamu melakukan hal itu pada anakku.” Kata Jessica dengan emosi


Celline terkejut Jessica menamparnya.


“Hei.. mengapa Anda menamparku? Tanya Celline dengan heran


“Plaaakkkk..!!” Jessica menampar kembali wajah Celline


“Kamu tidak menyadari perbuatanmu? Berani sekali kamu mencampur minuman Kairos dengan obat tidur.”


Ralp, Paul dan Jose terkejut mendengar apa yang di katakan Jessica kepada Celline. Jose menghampiri Celline dan menarik tangan Celline dengan kasar.


“Kamu memang perempuan murahan, tidak tahu malu.” Kata Jose kepada Celline


Celline hanya terdiam


Carlos menghampiri Celline


“Kamu beruntung hanya di tampar oleh istriku, kalau kamu berurusan denganku nyawamu sudah melayang.” Bisik Carlos di kuping Celline. “Kamu tidak tahu siapa papanya Kairos bukan, kamu hanya melihat Kairos anak yang baik. Seandainya istriku tidak disini aku sudah menghabisimu.” Kata Carlos lagi kepada Celline.


“Apakah orang tuamu mendidik kamu seperti ini?” Tanya Jessica pada Celline tapi Celline hanya menunduk. “Aku akan menemui orang tuamu.” Kata Jessica lagi. “Ayo beb kita pergi dari sini.” Ajak Jessica pada Carlos.


“Nyonya, aku ingin ikut dengan Nyonya. Aku ingin bertemu dengan Kairos.” Kata Paul


“Baiklah Paul.”


“Ralph, Jose aku duluan ya.”


“Baiklah Paul, aku akan menyusulmu.” Kata Jose


Jessica Carlos Paul dan pacar Paul meninggalkan perkemahan, mereka langsung menuju ke Kota Torrance. Tiba di rumah Jessica langsung turun dari mobil di ikuti Paul dan pacarnya. Mereka langsung menuju ke kamar Kairos. Jessica membuka pintu kamar Kairos dan melihat Kairos lagi berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Jessica menghampiri Kairos dan duduk disisi tempat tidur, dia melihat kesedihan di wajah Kairos.


“Sayang, kamu sudah makan?” Tanya Jessica sambil membelai rambut Kairos


“Belum mam, aku tidak lapar.” Kata Kairos sambil menyeka air matanya


“Sayang itu ada Paul dan pacarnya, kamu ingin menemui mereka?”


“Iya mam, mama tadi ke perkemahan?” Tanya Kairos


“Iya sayang, mama menemui Celline.”


“Mam, kenapa mama pergi kesana? Aku malu mam.”


“Sayang, Celline itu harus di beri pelajaran. Mama juga akan menemui orang tuanya.”


“Mam sudahlah.” Ujar Kairos.


“Sayang, mama harus menyelesaikan semua ini! Ini bukan masalah sepele, Sekarang temui Paul dan pacarnya!”


“Suruh saja mereka masuk ke kamar mam!” Kata Kairos


“Baiklah.” Jessica berdiri dan menemui Paul dan pacarnya. “Paul masuk saja Kairos menunggumu di kamar.” Kata Jessica kepada Paul.


Paul dan pacarnya masuk ke dalam kamar Kairos dan langsung menghampiri Kairos yang lagi berbaring di tempat tidur.


Kairos tersenyum melihat Paul.


“Hi Paul, Maaf aku meninggalkan kalian.” Kata Kairos sambil duduk di tempat tidur


“Iya Paul, dan kamu akan lebih terkejut lagi kalau kamu melihat apa yang di lakukan Celline padaku.”


Paul duduk di sisi tempat tidur,


“Apa yang Celline lakukan padamu Kairos?” Tanya Paul


“Paul tolong ambilkan handphoneku di meja.” Pinta Kairos kepada Paul


Paul berdiri dan mengambil handphone Kairos dan memberikannya kepada Kairos kemudian dia duduk kembali di sisi tempat tidur. Kairos membuka foto dan video yang di kirim Tania kepadanya.


“Paul ini yang di lakukan Celline padaku.” Kata Kairos sambil menunjukkan foto dan video kepada Paul.


Paul terkejut melihat video video dan foto foto yang di lakukan Celline kepada Kairos.


“Kamu tahu Paul, Celline mengirim semua foto dan video kepada Tania. Tania sangat marah padaku, dia sudah meninggalkanku Paul.” Kata Kairos sambil menyeka air matanya.”


“Jadi Tania sudah meninggalkanmu?” Kairos menganggukan kepala. “Benar benar perempuan bangsaat Celline itu, tadi mama kamu menamparnya Kairos.”


Kairos terkejut.


“Apa? Mama menampar Celline?” Tanya Kairos

__ADS_1


“Iya Kairos, Celline pantas menerimanya. Dia sudah keterlaluan.” Kata Paul dengan geram


Tiba tiba pintu kamar Kairos terbuka. Kairos melihat Ralph dan Jose yang datang, mereka masuk lalu duduk di tempat tidur.


“Kairos aku ikut prihatin atas apa yang terjadi padamu. Semestinya kami tidak meninggalkanmu sendiri.” Kata Jose


“Sudahlah Jos tidak perlu minta maaf, itu bukan salah kalian.” Kata Kairos


Mereka berbincang bincang di kamar Kairos


Sementara itu di kediaman Tania


Terlihat Tania dan papinya sedang memasukan barang mereka kedalam bagasi. Mereka akan berangkat ke Airport, mereka menggunakan taxi ke Airport. Di dalam taxi air mata Tania menetes terus, dia tidak percaya Kairos bisa mengkhianatinya.


“Sayang, sudah jangan menangis terus.” Kata papi Tania sambil membelai rambut Tania.


Tania memeluk papinya dan menyandarkan kepalanya di dada papinya.


“Papi, aku tidak percaya Kairos bisa setega itu mengkhianatiku.” Kata Tania sambil menangis.


“Sabar sayang.”


Akhirnya mereka tiba di Airport. Tania dan papinya turun dari taxi lalu mengambil barang barang mereka di bagasi. Mereka masuk kedalam dan check in. Selesai check in mereka boarding dan masuk ke dalam pesawat lalu pesawat take off.


Sore hari mereka tiba di Seattle Airport. Mereka keluar dan memanggil taxi, taxi berhenti tepat di depan mereka. Mereka masuk kedalam taxi lalu meninggalkan Aiport.


Mereka tiba di rumah kakak dari papi Tania. Tania langsung turun dari taxi lalu masuk kedalam rumah dia memeluk auntynya dan menangis.


“Sayang sudah jangan menangis, kamu istirahat dulu ya.”


“Iya aunty Joly.” Kata Tania lalu dia masuk kedalam kamar. Tania berbaring di tempat tidur lalu memikirkan Kairos, dia menangis kembali.


Papi Tania masuk kedalam kamar lalu dia duduk di sisi tempat tidur, dia membelai rambut Tania. Dia merasakan kesedihan putrinya.


“Sayang istirahat ya!”


“Iya papi.” Ujar Tania lalu dia memejamkan mata.


Papi Tania meninggakan kamar Tania lalu menemui kakaknya.


Sementara di kamar Tania tidak bias tidur, setiap kali di memejamkan mata dia terbayang video Kairos dan Celline


“Aku harus melupakan Kairos.” Kata Tania dalam hati sambil menyeka air matanya.


Sementara di kediaman Jessica, terlihat Kairos sedang mengurung diri di kamar. Dia memegang foto Tania, dia mengusap foto Tania


“Mengapa kamu tidak beri aku kesempatan untuk menjelaskannya Tania?” Kata Kairos sambil mengusap foto Tania. “Seandainya kamu ikut denganku, pasti hal ini tidak akan terjadi.” Kata Kairos lagi kemudian dia menyeka air matanya. “Aku sangat mencintaimu Tania, aku tidak pernah mengkhinatimu.”


Kairos berdiri kemudian dia keluar kamar dan masuk kedalam mobil, dia menjalankan mobil menuju ke Santa Barbara.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya.


Terima kasih


__ADS_2