
Saat berada di depan ruang kerja Logan, ponsel Cella berbunyi, dia melihat panggilan dari kembarnya. Cella memberi isyarat kepada kedua pria itu lalu menerima telepon dari Acel.
Di dalam ruangan Logan mendengar suara Cella, dia langsung berhenti dan menyuruh Dylla untuk turun. Logan langsung berlari ke kamar mandi sedangkan Dylla dia merapikan pakaiannya dan pergi membuka kunci pintu.
Dylla berpura-pura duduk di sofa sambil membuka dokumen. Di luar Cella masih menerima telepon dari Acel.
“Acel, aku senang mendengarnya, akhirnya kamu akan memilik anak. Selamat ya,” ucap Cella. Wajahnya terlihat gembira mendengar kabar dari Acel kalau Sheren sedang hamil.
“Terima kasih, Cella,” balas Acel dari seberang telepon.
“Baiklah, Acel. Nanti aku telepon kamu lagi. Aku lagi di kantor Logan,”
“Baiklah, kembarku. Nanti aku telepon kamu lagi. Bye.”
Cella menutup telepon lalu mengajak kedua pria untuk ikut bersamanya. Tanpa mengetuk pintu, Cella langsung masuk dan melihat Dylla dengan pakaian **** sedang duduk di sofa sedangkan suaminya berada di depan komputer.
Melihat Cella masuk Logan langsung berdiri menyambur san istri dan memeluknya. Mata Cella sempat melirik kepada Dylla, lalu dia mengenalkan Leo kepada suaminya.
“Oh ya, Logan kenalkan ini Leo. Dia teman Frank dan sering mengeksport produknya ke Eropa.” Logan menghilangkan rasa gugupnya lalu dia bersalaman dengan Leo.
“Senang bertemu denganmu,” ucap Logan kemudian dia mengajak mereka pergi ke ruang meeting dan berbicara tentang bisnis.
Mata Leo sering memperhatikan Dylla yang terus menatap suami dari Cella, dia mencurigai ada sesuatu antara Dylla dan Logan. Sebagai pria Leo tahu apa yang terjadi di ruang kerja sebelum mereka masuk.
Melihat napas Logan dan Dylla yang tidak teratur saat mereka masuk pikirnya pasti mereka berdua sedang melakukan hubungan terlarang. Saat Logan berdiri pergi memanggil manager, Leo berbisik kepada Cella.
__ADS_1
“Tidak baik membiarkan suami berdua di kantor dengan wanita cantik.” Cella menatap Leo kemudian dia tersenyum.
“Aku percaya kepada suamiku, dia tidak mungkin mengkhianatiku.” Cella balas berbisik kepada Leo lalu Logan masuk bersama manager.
Mereka kembali berbincang-bincang. Selesai, Cella mengajak mereka kembali ke kantornya, Leo dan Frank berjalan lebih dulu sedangkan Logan dan Cella masih berada di ruang meeting.
“Aku ingi bicara berdua denganmu.” Logan menatap Cella kemudian mengajak sang istri pergi ke ruang kerja, mereka masuk lalu Cella langsung duduk di sofa.
“Mengapa wanita itu selalu berada di ruanganmu?” Logan duduk dekat Cella dan memegang tangan sang istri.
“Sayang, dia rekan bisnisku. Makanya aku selalu terima dia di ruanganku.” Cella mengerutkan dahi menatap suaminya.
“Tapi tidak setiap hari harus bertemu denganmu, memang dia tidak punya pekerjaan di kantornya dan apakah managermu tidak bisa melakukan perkerjaan itu sehingga kamu yang harus turun tangan?” Logan terdiam kemudian dia membelai rambut Cella.
Dia tidak mau berbantah dengan Cella, dia tidak ingin istrinya mencurigai hubungan dia dengan Dylla. Logan memeluk istrinya dan mencium ubun kepala wanita itu.
“Aku tidak melarang kamu berbisnis dengan wanita manapun, aku sangat percaya padamu. Pegang kepercayaan itu karena kalau kamu mengkhianatinya, kamu tidak akan pernah melihat aku dan anak-anakmu.” Cella berdiri kemudian mencium kedua pipi suaminya.
“Baiklah, Leo dan Frank sudah menungguku di mobil.” Logan berdiri kemudian mengantar sang istri sampai ke parkiran.
Setelah istrinya pergi dia pergi ke ruang meeting menemui Dylla, dia masuk dan melihat wanita itu sedang berdiri di depan jendela kaca.
Logan menghampirinya, lalu Dylla memutar tubuhnya menghadap Logan dan melingkarkan tangan di punggung pria itu.
Suami Cella melepaskan tangan Dylla dari punggungnya kemudian menyuruh wanita itu duduk, dia ingin menyampaikan sesuatu kepada Dylla.
__ADS_1
“Tolong jangan tiap hari kamu datang ke kantorku, istriku mulai curiga padamu.” Dylla berdiri dan duduk di pangkuan Logan tapi pria itu menolaknya.
“Tolong tinggalkan aku sekarang, aku ingin sendiri.” Wajah wanita itu berubah kesal, dia berharap dia bisa berduaan bersama Logan.
Tanpa sepata kata pun dia meraih tas dan meninggalkan Logan sendiri, sementara pria itu duduk termenung. Terngiang di telinga perkataan istrinya, ada ketakutan dalam dirinya akan kehilangan mommy Sabrina.
Cella, Leo dan Frank iiba di kantor, Cella langsung mengajak kedua pria itu ke ruang kerjanya. Mereka bertiga duduk dan kembali berbincang-bincang.
“Oh ya, apakah Dylla sudah lama menjadi rekan bisnis suamimu?” tanya Leo dia sangat penasaran kepada wanita itu dan heran mengapa Cella begitu percaya kepada suaminya.
“Iya, sudah cukup lama. Kenapa?” Cella balik bertanya kepada Leo.
“Seperti yang aku katakan tadi saat di kantor suamimu, tidak baik membiarkan dia dengan wanita canti hanya berdua di ruanagn.” Frank menatap Leo, dia berpikir sama dengan temannya itu.
“Apa yang dikatakan Leo sangat benar, kami laki-laki jadi tahu apa yang terjadi di kantor suamimu sebelum kita masuk. Bukan memanasi kamu tapi hanya mengingatkan saja.” Frank mengutarakan pendapatnya tentang suami Cella kepada wanita itu.
Dia curiga kepada suami Cella dan Dylla, karena saat mereka masuk tadi nampak wajah pria dan wanita itu sangat lain.
Cella mengkerutkan dahinya dan menatap Leo juga Frank, walau’pun sudah menikah tapi wanita itu terlihat masih polos dan mudah di bohongi. Mungkin karena tidak punya pengalaman berpacaran, sekali memiliki kekasih langsung percaya.
“Mengapa kamu bertanya begitu? Apa kamu berpikir Logan mempunyai hubungan spesial dengan Dylla?” tanya Cella dengan menatap kedua pria itu.
“Bisa saja,” celetuk Frank.
“Aku percaya kepada Logan, dia tidak mungkin mengkhianatiku. Perjuangan kami berdua untuk mendapat restu dari papa itu sangat sulit. Jadi tidak mungkin dia mengkhianatiku,” sahut Cella dengan tersenyum. Kemudian mereka bertiga kembali berbincang-bincang soal pekerjaan.
__ADS_1
Sebenarnya Cella juga mulai curiga tapi sebelum dia melihat dengan matanya sendiri dia masih percaya kepada suaminya.
Sementara di kantor Logan nampak pria itu masih termenung di kursi kerja memikirkan perkataan sang istri, dia tahu Cella mulai curiga hubungannya dengan Dylla. Tapi dia belum bisa menghentikannya sebelum tujuannya tercapai, kini dia akan lebih berhati-hati lagi bertemu dengan wanita itu.