SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Jangan sakiti aku


__ADS_3

Seminggu sudah Cella dan Logan tidak bertemu, dia tidak tahu lagi harus mencari pria itu di mana. Putri Carlos menjadi putus asah, dia mengurung diri dan menangis di condominium.


Gadis itu berpikir hubungan dengan kekasihnya sudah berakhir, Cella membuka ponsel dan melihat video-video saat dia bersama Logan. Airmata mengalir di sudut matanya dia sangat merindukan pria itu.


Sementara itu, Logan masih berada di suatu tempat, dia masih terus mabuk-mabukkan. Dia mencoba untuk melupakan gadis itu tapi dia tidak bisa, bayangan Cella membuat dia tersiksa.


Sedangkan di condominium, terlihat Cella mengambil kunci dan keluar. Dia pergi ke parkiran dan masuk ke dalam mobil, Cella mencoba pergi kembali ke tempat tinggal Logan yang lama.


Dia tiba kemudian Cella masuk dan pergi ke ruang milik Logan. Dia mencoba mengetuk pintu lalu seorang pria menyapanya.


“Hi, kamu pasti Cella,” ujar Pria itu. “Um, pasti kamu sedang mencari Logan,” sambungnya lagi sambil tersenyum kepada Cella dan berjalan menghampiri gadis itu. Cella menatap pria itu dan menjawab.


“Iya benar, aku Cella. Apakah kamu tahu dimana Logan tinggal?” tanya Cella dengan mengkerutkan dahinya.


“Iya, aku tahu,” jawab pria itu di ikuti anggukan kepala. Raut wajah yang tadinya terlihat sedih nampak berubah ceria.


“Bisakah kamu mengantarku kepadanya?” tanya Cella lagi, dia berharap Pria itu bisa membantunya bertemu dengan sang kekasih.


“Tentu saja bisa, asalkan ….” Pria itu terhenti, Cella mengerti apa yang dimaskud pria itu.


“Aku akan membayarmu,” sela Cella lalu pria itu tersenyum.


“Baiklah, aku akan mengantarmu,” ujar pria itu lalu dia mengajak Cella untuk ikut dengannya.


Cella masuk ke dalam mobil diikuti pria itu, kemudian dia menunjukkan jalan kepada Cella. Gadis itu mengikuti petunjuk pria itu dan akhirnya mereka tiba disebuah rumah yang besar. Cella memperhatikan tempat itu lalu dia menatap pria yang mengantarnya.


“Apakah Logan ada di dalam?” tanya Cella dengan wajah ragu.


“Iya, dia ada di dalam dan dia hanya sendiri,” jawab pria itu dengan tersenyum dan menunggu bayaran dari Cella.


“Baiklah, terima kasih ya.” Cella memberikan sejumlah uang kepadanya kemudian pria itu meninggalkan Cella.


Gadis itu berjalan masuk ke rumah itu, dia melihat sekeliling rumah sangat sepi. Perlahan Cella melangkahkan kakinya dan mencari keberadaan kekasihnya.


“Apakah benar Logan ada di sini?” tanya Cella dalam hati kemudian dia mecoba membuka pintu, dan ternyata tidak di kunci. Dia masuk dan mencari Logan matanya melihat sana-sini, ruangannya terlalu besar lalu gadis itu mendengar teriakan Logan.


“Cella … aku mencintaimu, mengapa kamu sakiti aku.” Cella langsung pergi ke arah suara itu, dia berlari naik tangga Cella  sampai di lantai dua dan melihat kekasihnya sedang terbaring di lantai dalam keadaan mabuk. Dia menghampirinya kemudian Cella memeluk tubuh itu dan menangis.


“Mengapa kamu jadi seperti ini? Mengapap kamu tidak mendengar penjelasakanku terlebih dahulu?” Cella memegang wajah Logan dan mencium kening kekasihnya.

__ADS_1


“Cella … jangan sakiti aku, aku sangat mencintaimu.” Suara Logan dengan pelan, samar-samar dia melihat wajah gadis itu.


Cella membantu Logan berdiri kemudian mereka berdua pergi ke kamar. Dia membaringkan kekasihnya di tempat tidur dan melepaskan kaos yang sudah berbauh alkohol itu. Logan melihat Cella kemudian dia menarik gadis itu kedalam pelukkannya.


“Jangan khianati aku,” pinta Logan sambil memeluk tubuh Cella dengan erat.


“Aku tidak mengkhianatimu, hanya kamu yang aku cintai,” bisik Cella di kuping kekasihnya. Dia duduk di tempat tidur dan mengatur bantal kepala untuk Logan lalu Logan menatap mata Cella, dia memegang pipi gadis itu.


“Cium aku,” pinta Logan dengan suara pelan. Cella mencium bibir Logan kemudian Logan memutar tubuhnya dan menindih tubuh mungil itu, dia mencium leher jenjang gadis itu dan berbisik.


“Aku sangat merindukanmu.” Logan kembali mencium leher itu lalu dia pindah ke bibir Cella.


Mereka berdua saling melumaat bibir, sesekali Logan memasukan lidahnya ke dalam mulut Cella. Gadis itu tidak tahan dengan bau Alkohol lalu dia mendorong Logan sehingga tubuh kekar itu terbaring di sampingnya.


“Cella, aku sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku.” Perkataan itu terus terulang-ulang di bibir pria itu.


Cella membelai wajah Logan dan membiarkan kekasihnya tertidur. Hari semakin larut malam akhirnya Cella juga tidur di rumah itu.


Dia tidur di samping kekasihnya, Cella membiarkan Logan melingkarkan tangan di atas perutnya.


Subuh Logan terbangun, dia terkejut melihat Cella ada di sampingnya. Dia berdiri kemudian  bergegas ke kamar mandi lalu menyalakan Shower. Logan tidak mau sang kekasih mencium bau Alkohol di tubuhnya.


“Dari mana dia tahu aku di sini? Dia pasti marah melihat aku mabuk.” Logan merapikan ruangan itu kemudian dia kembali ke kamar.


Logan mengambil kaos yang dia gunakan semalam kemudian membawanya keluar dan kembali ke kamar. Logan menyemprokan parfum ruangan agar sisa-sisa bau alkohol hilang.


Dia melepaskan kaos kemudian Logan berbaring di samping gadis itu, dia membelai wajah lembut itu dan mencium keningnya. Logan meletakkan kepala Cella di dadanya dan memeluk tubuh mungil itu dengan erat. Akhirnya dia tertidur kembali.


Cella terbangun dan melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 08:15am dia berdiri dan memperhatikan kekasihnya yang masih tertidur pulas.


“Kenapa sekarang dia memakai celana pendek juga tubuhnya bau harum, apakah dia bangun dan mandi lalu  tidur lagi?” Cella mengangkat kedua keningnya kemudian gadis itu pergi ke kamar mandi.


Cella keluar dari kamar mandi dan melihat Logan sedang bersandar di sandaran tempat tidur, dia berjalan menghampiri kekasihnya lalu gadis itu memukul tubuh Logan.


“Ada apa denganmu? Tanpa bertanya padaku langsung meninggalkanku.” Dia begitu marah kepada Logan, gadis itu terus memukul tubuh kekasihnya.


“Kamu benar-benar ingin meninggalkanku? Baiklah sekarang aku pergi,” ujar Cella, baru saja akan melangkahkan kakinya, Logan sudah menariknya dan menghempaskan tubuh itu di atas ranjang.


Dia langsung menindih tubuh gadis itu dan menyerang bibir mungil Cella dengan bibirnya, mereka berdua saling berciuman, terdengar napas mereka saling memburu. Logan menghentikan ciumannya kemudian dia menatap mata kekasihnya.

__ADS_1


“Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilangan dirimu,” ucap Logan. Belum sempat gadis itu  bicara dia sudah menerjang kembali bibir mungil itu, Cella tidak bisa bernapas dengan serangan-serangan yang di lancarkan sang kekasih di bibirnya. Seminggu tidak melihat orang yang dicintainya membuat Logan begitu liar mencium Cella.


Cella dan Logan berhenti saling cium dan melepaskan pakaian mereka masing-masing kemudian kembali berciuman, Logan mencium leher gadis itu dan melepaskan kaitan bra lalu melemparnya di lantai.


Dia begitu liar mencium tubuh gadis itu, Cella meremas rambut kekasihnya dan mendesah. Dia menikmati permainan kekasihnya. Seminggu tidak bertemu membuat mereka berdua bermain dengan liar.


Mereka saling ganti posisi dan gaya. Desahaan-desahaan kenikmatan keluar dari bibir mereka pasangan kekasih itu.


Cella meremas tangan Logan dan menikmati gerakan-gerakan yang dilakukan pria itu. Dia mengkerutkan dahi dan memejamkan matanya, rintihan-rintihan kenikmatan keluar dari bibir merah delima itu. Dia menarik leher kekasihnya dan mencium bibir yang  terbungkus dengan kumis dan jenggot.


Cella tidak tahan lagi, dia menarik bantal dan menggigitnya. permainan yang dilakukan sang kekasih membuat dia mengalami pelepasan, Cella memejamkan mata dan meremas bantal.


Pria itu tidak berhenti, dia lebih cepat melakukan aksinya, dia ingin membuat gadis itu merasakan kenikmatan itu, Logan ingin kekasihnya merasa puas atas permainannya.


Tiba-tiba tubuh gadis itu tersentak, dia merasakan kenikmatan yang luar biasa Cella tidak percaya dengan kenikmatan yang baru saja dia rasakan. Napasnya masih tidak teratur lalu pria itu tersenyum, kembali dia melakukan aksinya.


Dia bermain dengan cepat, Logan juga ingin mencapai titik kenikmatan itu, dia ingin mencapai puncak kenikmatan bersama dengan sang kekasih.


Dia semakin bermain dengan liar, kembali terdengar rintihan kenikmatan dari bibir gadis itu. Napas keduanya semakin memburu, mereka saling ******* bibir lalu tiba-tiba pasangan kekasih itu saling berpelukan dengan erat,


Erangan kenikmatan terdengar dari bibir mereka berdua. Cella dan Logan mengalami pelepasan bersama, pria itu  terbaring di atas tubuh Cella.


Napas keduanya masih tidak beraturan, lambat laun pelukan mereka merenggang. Logan mengangkat kepalanya kemudian dia membelai wajah sang kekasih.


“Aku sangat mencintaimu, maafkan aku,” ucap Logan sambil menatap mata gadis itu.


“Aku juga mencintaimu, berikut kalau ada apa-apa, langsung bicarakan denganku. Jangan mengambil keputusan sendiri yang akhirnya merugikan dirimu sendiri.” Cella memeluk kembali tubuh itu dengan erat.


“Iya. Aku minta maaf,” ucap Logan lalu gadis itu menganggukan kepala.


Mereka berdua kembali melakukan hubungan itu, seminggu tidak bertemu membuat mereka melakukan hubungan berulang kali.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Oh ya mampir di karya terbaruku dengan judul


AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG)

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2