
Celline terbangun dan melihat Kairos tidak ada di sampingnya, dia bangun lalu memakai pakaiannya. Celline keluar dari tendanya, teman temannya langsung menghampiri Celline.
“Celline bagaiaman semalam, apakah kamu berhasil?”
Celline tersenyum
“Tentu saja aku berhasil Cathy.” Jawab Celline
Mereka semua tertawa. Celline mencoba mencari Kairos tapi dia tidak menemukan Kairos.
Sementar itu teman teman Kairos juga mencari Kairos, mereka masuk ke tenda milik Kairos tapi Kairos tidak ada.
“Ralph, kemana Kairos? Tanya Paul
“Aku juga tidak tahu.” Jawab Ralph
“Coba kamu telepon saja Paul.” Ujar Jose
“Baiklah Aku akan menelepon Kairos.”
Paul mengeluarkan Handphone dari saku celananya dan menghubungi Kairos tapi Handphone Kairos tidak aktif.
“Hmm.. tidak aktif Jose.”
“Kemana dia?” Tanya Ralph.
Sementara itu Kairos sampai di rumah. Dia turun dari mobil dan langsung menuju ke kamarnya. Dia masuk lalu dia berbaring di tempat tidur.
“Celline pasti ingin menjebakku.” Kata Kairos dalam hati “Aku harus segera memberi tahu Tania, aku tidak ingin Tania salah paham denganku.” Kata Kairos kemudian dia berdiri dan langsung keluar dari kamarnya. Kairos masuk kedalam mobil lalu dia langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah Tania. Tiba di rumah Tania Kairos langsung turun dari mobilnya, dia melihat keadaan rumah Tania sepi. Kairos mencoba mengetuk pintu dan menunggu pintu di buka, Kairos mengetuk pintu kembali tapi tidak ada yang membukakan pintu.
Kairos mengambil handphone yang ada di saku celananya lalu dia menghubungi Tania. Ada nada panggil tapi Tania tidak menjawabnya.
Sementara di dalam rumah Tania sedang menangis, dia melihat Kairos meneleponnya tapi dia tidak mau menjawab telepon Kairos dia membiarkan teleponnya bergetar terus.
“Aku tidak ingin melihatmu lagi, kamu sudah mengkhinatiku.” Kata Tania sambil memeluk bantal dan menangis.”
Dia melihat lagi Kairos meneleponnya tapi dia tidak ingin menjawab telepon Kairos.
Dia mengambil handphonenya lalu dia mengirim pesa kepada Kairos.
“Lupakan aku Kairos. Aku tidak tinggal lagi di Santa barbara, aku sudah tinggal di rumah Aunty di Seattle. Pergi saja kamu dengan temanmu itu dan jangan ganggu aku lagi. Bye Kairos.” Tania mengirim pesan itu kemudian dia menangis.
Sementara di luar rumah Tania, Kairos sedang membaca pesan dari Tania. Dia masuk ke dalam mobil dan membalas pesan Tania.
“Kenapa kamu tidak mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu?” Kairos mengirim pesan itu.
“Tidak ada yang perlu di jelaskan, semuanya sudah jelas.” Balas Tania
Dan masuk beberapa pesan di wa Kairos berupa Video dan foto. Tania mengirim semua foto foto dan video yang di kirimkan Celline kepadanya.
Kairos melihat foto foto dirinya yang sedang telanjang serta video Celline sedang memainkan miliknya di dalam mulut Celline.
“Bangsaaatttt!!! Celline kamu benar benar keterlaluan.” Teriak Kairos di dalam mobil, Kairos menangis di dalam mobil. Dia menjalankan mobilnya kembali ke rumah. Sampai di rumah dia langsung masuk ke dalam kamar.
Kairos duduk di tempat tidur dan membalas pesan Tania
"Sayang itu semua bohong, tolong jangan percaya sayang." Kairos mengirim pesan itu kepada Tania dan tidak lama kemudian masuk pesan dari Tania.
"Kalau hanya sebuah foto mungkin aku tidak akan percaya. Tapi ini beberapa video kamu dan dia. Apakah itu bohong?" Lupakan aku Kairos dan jangan pernah ganggu aku lagi!"
Baru saja Kairos akan membalas pesan Tania, dia melihat Tania sudah memblockir nomornya. Kairos menjadi marah dan dia melempar handphonenya ke dinding.
"Kenapa kamu tidak beri aku kesempatan untuk menjelaskannya?" Teriak Kairos di dalam kamar. "Aku sangat mencintaimu Tania, aku tidak mungkin melakukan hal itu. Aku tidak mungkin mengkhianatimu.
Kairos duduk di lantai dan menangis.
Sementara di rumah Tania
Terlihat Tania sedang menangis di kamarnya. Papi Tania masuk dan duduk di sisi tempat tidur. Dia membelai rambut Tania, Tania duduk dan memeluk papinya.
"Papi aku ingin ke rumah aunty di Seattle, aku ingin tinggal di sana."
Papi Tania memeluk Tania
"Kamu benar benar ingin meniggalkan Kairos? "
"Iya pi, aku tidak bisa memaafkannya. Pi aku ingin pergi hari ini ke seattle." Kata Tania sambil menangis.
"Baiklah sayang papi akan membeli tiket."
Dia melepaskan pelukannya dari Tania lalu dia keluar. Papi Tania membeli tiket untuk Tania dan dia, Kemudian dia menelepon Mike dan terdengar suara Mike dari seberang telepon
"Hallo, selamat pagi." Ucap Mike
__ADS_1
"Selamat pagi Tuan Mike."
"Iya, ada apa meneleponku?"
"Begini Tuan Mike, emm... aku ingin mengundurkan diri."
"Kenapa anda ingin mengundurkan diri? Ada apa?" Tanya Mike dari seberang telepon.
"Begini Tuan, kami harus pindah ke Seattle. Kakak perempuanku ingin kami tinggal disana."
"Ah..., sayang sekali. Pekerjaanmu sangat bagus. Tapi aku tidak bisa memaksamu. Baiklah aku akan mengirim sisa gajimu." Kata Mike lagi.
"Terima kasih Tuan."
Papi Tania menutup teleponnya dan masuk ke kamar Tania. Dia duduk di sisi tempat tidur dan melihat Tania masih menangis.
"Sayang, papi sudah membeli tiket untuk kita berdua. Ayo siap siap, pesawatnya siang nanti."
Tania memeluk papinya.
"Terima kasih pi." Ucap Tania sambil menangis.
Papi Tania membelai rambut Tania.
"Sudah jangan menangis sayang. Atur semua pakaianmu."
"Iya pi."
Tania melepaskan pelukannya kemudian dia turun dari tempat tidur. Dia mengeluarkan pakaiannya dari dalam lemari kemudian memasukkannya ke dalam koper. Semua pakaian yang di belikan Kairos di tinggalkan Tania. semua pemberian Kairos dia letakkan di atas meja.
Sementara itu Kairos masih mencoba menghubungi Tania. Dia menelepon Tania Tapi Tani juga sudah memblockir nomor Kairos.
Kairos menjadi putus asah, dia keluar dari kamarnya dan masuk ke dalam mobil. Dia mengarahkan mobilnya menuju ke Kota Torrance. Sampai di rumah Kairos langsung masuk ke dalam dia berpapasan dengan Teresa.
"Teresa papa dan mama di mana?"
"Mereka sudah pergi ke kantor Kairos." Jawab Teresa
Kairos melihat jam di dinding menujukan 10:30. Kairos kembali keluar dan masuk ke dalam mobil. Dia menuju ke kantor Jessica, Sepanjang jalan dia menangis.
"Kamu tega Tania meninggalkanku tanpa mendengar penjelasanku." Kata Kairos sambil menangis.
Kairos tiba di kantor Jessica, dia menyeka air matanya kemudian di turun lalu masuk ke dalan kantor.
"Sayang, kenapa? "
Kairos memeluk Jessica dan menangis. Jessica menjadi bingung
"Sayang kamu kenapa? Katakan pada mama!"
" Mam, Tania meninggalkan aku." Kata Kairos sambil menangis.
Jessica memegang pipi Kairos
"Tania meninggalkanmu?" Kairos menganggukan kepala. "mengapa Tania meninggalkanmu? Apa yang sudah kamu perbuat?"
"Mam, Tania sudah salah paham padaku."
"Salah paham bagaimana sayang?" Tanya Jessica
Kairos mengeluarkan Handphone dan membuka pesan wa yang dikirim oleh Tania dan dia menunjukannya kepada Jessica.
Jessica mengambil handpone dari tangan Kairos dan melihat foto foto Kairos dan Celline lagi telanjang serta video Kairos dan Celline.
Jessica terkejut dan menatap Kairos
"Kamu mengkhianati Tania Kairos?" Tanya Jessica dengan wajah marah
"Mama sama saja dengan Tania, belum mendengar penjelasanku sudah marah."
"Lalu video ini apa Kairos?" Kata Jessica dengan suara meninggi.
"Makanya mama dengarkan aku dulu. Video iti benar aku, tapi aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Di dalam video itu aku sama sekali tidak sadar mam. Celline mencampur minuman dengan obat tidur mam. Mam aku sangat mencintai Tania, aku tidak mungkin mengkhianati Tania." Kata Kairos sambil menyeka air matanya.
Jessica membelai rambut Kairos. Siapa Celline?"
"Mam, Celline temanku di kampus. Celline memang menyukaiku tapi aku hanya menganggap Celline sebagai teman.
"Mengapa kamu tidak menemui Tania?"
"Aku sudah pergi ke rumah Tania mam, tapi Tania sudah pergi ke Seattle. Dia sudah meninggalkanku mam, Bahkan dia sudah memblockir nomorku." Kata Kairos lalu dia memeluk Jessica sambil menangis.
"Kamu tahu di mana rumah Celline?"
__ADS_1
"Aku tahu tapi sekarang dia tidak ada di rumah. Dia masih di perkemahan?" Jawab Kairos.
"Perkemahannya di mana sayang?"
Kairos memberitahu tempat mereka berkemah.
"Baiklah sayang kamu pulang kerumah, mama akan pergi ke kantor papa."
"Mam, jangan pergi ke perkemahan." Pinta Kairos pada Jessica
"Iya sayang mama tidak akan pergi, mama hanya ingin bertemu dengan papa. Kamu pulang saja, nanti dari kantor papa mama langsung pulang ke rumah."
"Baiklah mam."
Kairos berdiri dan memeluk Jessica. Jessica juga memeluk Kairos dengan erat kemudian dia menyeka air mata Kairos dan mencium kedua pipi Kairos
"Hati hati ya sayang!"
"Iya mam."
Jessica dan Kairos sama sama keluar dari kantor, Jessica mengantar Kairos sampai di mobil.
"Langsung pulang ya sayang!" Kata Jessica pada Kairos.
"Iya mam." Kata Kairos kemudian dia meninggalkan kantor Jessica.
Begitu Kairos pergi Jessica langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke kantor Carlos, sepanjang jalan ke kantor Jessica memikirkan Kairos.
Dia merasakan kesedihan Kairos
"Aku harus memberi pelajaran kepada perempuan itu, berani sekali di melakukan itu terhadap anakku." Kata Jessica dengan geram.
Tiba di kantor Carlos Jessica memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dan masuk ke dalam kantor. Jessica langsung menuju ke ruangan Carlos.
Jessica membuka pintu dan langsung masuk ke dalam. Carlos terkejut melihat Jessica, dia berdiri dan memeluk Jessica.
"Ada apa sayang?"
"Beb, tadi Kairos datang ke kantorku dan menangis."
"Kairos menangis? Kenapa dia menangis sayang?" Tanya Carlos dengan heran
"Tania meninggalkan dia beb."
Carlos terkejut
"Tapi kenapa Tania meninggalkan Kairos? Apa yang sudah di lakukan Kairos sampai Tania meninggalkannya?"
"Beb, Kairos di jebak."
"Di jebak? Maksudnya apa sayang? Aku tidak mengerti."
Jessica menunjukan kepada Carlos video dan foto foto Kairos dan Celline
Carlos terkejut melihat video dan foto foto Kairos lagi telanjang.
"Beb, Kairos tidak sadar. Perempuan yang ada di video itu mencampur minuman Kairos dengan obat tidur." Kata Jessica pada Carlos
Wajah Carlos berubah menjadi marah,
"Aku akan memberi pelajaran kepada perempuan itu." Kata Carlos dengan emosi, dia menatap Jessica. "Apakah Kairos tahu dimana perempuan ini tinggal? "
"Iya Kairos tahu, tapi saat ini perempuan itu tidak di rumah. Dia masih di perkemahan, aku ingin kesana beb."
"Kalau begitu ayo kita kesana! Kamu tahu lokasi perkemahannya?"
"Iya, tapi biar aku saja yang mengurusnya!" Kata Jessica.
"Iya sayang. Ayo kita pergi!"
Jessica dan Carlos keluar dari kantor dan masuk kedalam mobil.
Kairos & Tania
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komentar ya. biar tambah semangat aku dalam membuat cerita.
salam
Author
__ADS_1