SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Finally


__ADS_3

Maurent mulai mencium leher Logan dan merabah dada bidang itu, sedangkan Logan dia hanya terpaku. Suami Cella tetap mengulur waktu sampai dia mendapatkan kode dari Colby. Dia membiarkan tubunya digerayangi oleh wanita itu.


Tangan Maurent mulai membuka resleting celana pria itu kemudian menyelipkan jemarinya dan mengelus suatu benda yang sudah mulai keras itu lalu dia berbisik di telinga Logan .


“Aku sangat rindu padanya.” Logan hanya diam, tapi wanita itu terus membelai benda itu sehingga membuat suami Cella mulai merasakan kenikmatan dan mendesah dengan pelan.


Dia merasakan miliknya semakin keras dengan elusan jemari yang lembut itu. Logan memejamkan mata dan mengepal tangannya, dia berusaha untuk menahan nafsunya. Saat benda keras itu akan masuk ke dalam mulut wanita itu, Logan melangkah mundur mencoba menghindar.


“Kenapa? Kamu tidak ingin memuaskanku?” Logan hanya diam lalu kembali jemari lembut itu mengelus benda yang sudah semakin keras itu.


Logan memejamkan mata saat dia merasakan hangatnya saliva membasahi benda keras itu, dia berusaha menahan diri agar tidak keluar.  Tiba-tiba terdengar bunyi klatson mobil sebanyak dua kali.


Logan langsung tahu kalau itu kode dari Colby. Dia langsung mendorong tubuh Maurent sehingga tubuh wanita itu terjatuh di tempat tidur.


“Aku tidak bisa melayani nafsumu,” ujar Logan seraya menaikan resleting celananya. Maurent berdiri kemudian menghampiri Logan dan menatap mata pria itu.


“Kalau begitu, aku akan mengirim video itu kepada orang tua istrimu,” ancam Maurent dengan tersenyum sinis.


“Silahkan saja, aku tidak perduli.” Logan menatap Maurent kemudian dia keluar dari kamar wanita itu.


“Kita lihat saja, Logan. Cella akan membencimu!” teriak Maurent kepada Logan tapi pria itu tidak perduli, dia keluar dari rumah itu dan pergi menemui Colby yang sudah berada di dalam mobil. Dia masuk dengan napas terengah-engah.


“Apakah kamu menemukan rekaman itu, Colby?” tanya Logan dengan perasaan masih khawatir lalu Colby tersenyum dan menghidupkan mesin mobil.


“Tentu saja, Logan. Aku menemukannya di belakang bingkai foto yang tergantung di ruang kerjanya, dan kamu jangan khawatir. Aku sudah mencari mentahnya di rekaman-rekaman yang lain tapi tidak ada,” tutur Colby sambil memberikan rekaman itu kepada Logan.


Terlihat wajah Logan langsung berseri, dia mengambil rekaman itu dari tangan Colby dan memasukkan ke dalam tas.


“Terima kasih, Colby. Kalau tidak ada kamu, aku pasti akan dibenci Carlos lagi.” Colby tertawa dan menepuk punggung Logan.


“Bukan membenci lagi, tapi dia akan membunuhmu,” canda Colby lalu Logan tertawa

__ADS_1


“Iya kamu benar, kalau begitu kita kembali ke kota Torrance sekarang. aku harus pulang ke Brazil.” Setelah mendapat rekaman itu dia terlihat sangat tenang.


“Baiklah,” ujar Colby kemudian dia menjalankan mobilnya ke kota Torrance di ikuti rekannya dari belakang.


Sedangkan Maurent dia merasa kesal kepada Logan, dia berniat akan mengirim video dia dan Logan kepada Cella juga orang tuanya, tapi dia tidak tahu kalau rekaman itu sudah berada di tangan Logan.


***


Kini Logan sedang bersiap-siap, hari ini dia akan kembali ke Brazil, perasaannya menjadi tenang karena dia berhasil mendapatkan video itu tanpa harus menyentuh si wanita  ular.


‘Sekarang tidak ada lagi yang akan mengusik aku dan Cella  gumam Logan kemudian menarik koper dan meminta Colby untuk mengantarnya ke Airport.


Colby mengantar Logan ke Airport, mereka tiba lalu Logan turun dan mengambil koper di bagasi. Dia tersenyum kepada Colby dan memeluk pria itu.


“Terima kasih banyak, Colby. Kamu sudah banyak membantuku,” ucap Logan seraya melepaskan pelukkannya.


“Sama-sama, Logan. Jaga baik-baik istrimu, dia sangat baik,” pesan Colby lalu Logan menganggukan kepala.


Logan masuk ke dalam kemudian dia Check in. Sedangkan Colby, dia langsung meninggalkan Airport dan kembali ke rumahnya.


Logan tiba di Brazil pada malam hari, dari Rio de Janeiro dia langsung menuju ke perkebunan. Tengah malam pria itu tiba di kedimanannya, Logan masuk perlahan-lahan  menuju ke kamar dia dan istrinya.


Logan sengaja tidak memberi kabar kepada Cella kalau dia akan kembali, pria itu membuka perlahan-lahan pintu kamar dan melihat istrinya sudah tertidur pulas.


Dia menghampiri Cella kemudian duduk di sisi tempat tidur  memperhatikan istrinya sambil  tersenyum, Logan membelai wajah cantik itu dan mengelus perut Cella yang sudah terlihat membesar itu.


Merasa wajahnya di sentuh, Cella membuka matanya. Dia terkejut melihat suaminya yang duduk di sisi tempat tidur. Cella bangun dan memeluk Logan dengan erat. Logan tertawa dan membalas pelukan Cella, serta mencium keningnya.


“Maaf sudah membangunkanmu,” ucap Logan dengan membelai perut istrinya dan menciumnya.


“Tidak apa-apa, aku senang kamu sudah pulang. Mengapa tidak memberitahuku kalau kamu pulang hari ini?” Logan kembali tersenyum dan membelai rambut Cella.

__ADS_1


“Aku ingin memberi kejutan padamu,” sahut Logan kemudian  mengecup bibir istrinya. Cella merasa bahagia lalu kembali memeluk tubuh sang suami.


“Aku sangat rindu padamu,” bisik Cella di telinga Logan.


“Aku juga,” balas Logan kemudian dia melepaskan pelukan istrinya. “Sudah larut malam, lebih baik kita tidur ya.” Cella menganggukan kepala kemudian kembali berbaring dan memperhatikan Logan yang sedang melepaskan pakaiannya dan pergi ke kamar mandi. Cella tersenyum lalu memejamkan mata.


Selesai mandi Logan berbaring di samping Cella kemudian menarik sang istri  untuk tidur di pelukkannya. Akhirnya Cella tertidur di dada Logan.


***


Setelah Logan kembali akhirnya kedua orang tua Cella kembali ke Amerika, sedangkan Logan dan Cella kembali tinggal di Rio de Janeiro. Logan kembali bekerja di perusahaan, sedangkan Cella hanya tinggal di rumah saja.


Terlihat Cella dan Logan sedang sarapan bersama, selesai makan mereka berdua kembali ke kamar. Cella sudah menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh Logan, dia membantu sang suami merapikan kemejanya.


“Apakah kamu akan makan siang di rumah?” tanya Cella seraya merapikan kerak kemeja suaminya.


“Tentu saja, Sayang. Aku akan selalu menemani istriku makan siang,” canda Logan dengan mencubit pipi Cella.


Cella tersenyum dan mengecup bibir Logan, mereka berdua saling bertatap mata kemudian Logan mencium bibir Cella.


Mereka saling berciuman dan memainkan lidah, Logan meremas dada Cella tapi sang istri menahan tangan pria itu.


“Kamu sudah rapi, nanti saja sebentar kalau kamu sudah pulang dari kantor.” Logan tertawa kemudian  memeluk istrinya dengan erat.


“Kamu selalu membuatku bergairah walau dalam keadaan hamil.” Cella tertawa dan mencubit perut sang suami.


“Sudah, nanti kamu terlambat ke kantor.” Logan ikut tertawa kemudian  mengecup kening dan perut buncit Cella.


“Aku pergi ya,” pamit Logan kemudian mereka berdua keluar dari kamar. Cella mengantar Logan sampai di depan.


Kembali mereka berdua berciuman kemudian Logan masuk ke dalam mobil dan pergi ke kantor.

__ADS_1


Cella kembali masuk ke dalam kemudian  pergi ke dapur menemui pelayan dan meminta juru masak untuk memasak makanan kesukaan suaminya lalu dia pergi ke kamar dan berbaring, Cella sangat bahagia bersama dengan Logan.


__ADS_2