
Akhirnya jasad palsu Tania di kuburkan, Kairos belum ingin menemui Tania. Dia tidak ingin mereka curiga padanya, dia berpura pura berduka dengan mengurung diri di kamar.
Jessica dan Carlos jadi memikirkan Kairos
“Sayang aku merasa kasihan melihat Kairos, dia mengurung diri terus di kamar. Temuilah dia dan kamu bicara padanya.” Kata Carlos kepada Jessica
“Beb, biarkan saja dulu dia sendiri.” Ujar Jessica kepada Carlos sambil berdiri. “Aku akan menyiapkan makan malam.” Kata Jessica kepada Carlos lalu Carlos menganggukan kepala.
Jessica meninggalkan Carlos di kamar kemudian dia pergi ke dapur dan menyiapkan makanan.
Sementara itu terlihat Tania dan Jack berbincang bincang di teras rumah.
“Selanjutnya bagaimana Jack?” Tanya kepada Jack
“Um.. sekarang kita harus mengatur kematian Kairos agar kamu dan Kairos bisa bersatu kembali.” Jawab Jack kepada Tania.
“Iya Jack, aku ingin segera meninggalkan negara ini. Aku tidak ingin mereka tahu kalau aku masih hidup.” Ujar Tania
“Kalian rencananya akan kemana?” Tanya Jack lagi
“Aku belum tahu, Kairos belum mengatakannya padaku.”
“Ohh… ehm nanti aku akan membantu kalian berdua untuk mencari tempat untuk kalian tinggal.”
“Terima kasih Jack, kamu sudah banyak membantu aku dan Kairos.” Ucap Tania kepada Jack.
“Sama sama Tania, kalian berdua sudah ku anggap anakku sendiri. Anak anak Carlos sangat baik, aku suka dengan mereka.” Kata Jack sambil tersenyum
Sementara berbincang dengan Tania, handphone Jack berbunyi. Jack melihat panggilan dari Kairos lalu Jack menjawabnya.
“Hallo Kairos, bagaimana keadaan disana?” Tanya Jack
“Keadaan disini baik baik saja, mereka tidak curiga dengan kematian Tania. Tadi aku mendengar papa menanyakanmu kepada Charlie.”
“Oh ya? Lalu apa jawab Charlie?” Tanya Jack lagi
“Aku mendengar Charlie mengatakan pada papa kalau kamu sedang pergi berkunjung keluargamu.” Jawab Kairos dari seberang telepon. “Oh ya Jack aku ingin bicara dengan Tania.” Pinta Kairos
“Baiklah Kairos, aku akan berikan handphoneku kepada Tania.” Kata Jack lalu dia memberikan handphonenya kepada Tania. “Tania, Kairos ingin bicara denganmu.
Tania tersenyum lalu dia mengambil handphone dari tangan Jack
__ADS_1
“Hallo honey, kapan kamu akan kesini?” Tanya Tania kepada Kairos
“Mungkin besok atau lusa aku akan kesana.” Jawab Kairos. “Ezer selalu mencari kamu.”
“Ah honey, aku rindu padanya. Apakah kamu bisa datang membawa Ezer?” Tanya Tania lagi
“Sayang itu tidak mungkin, kamu tahukan Ezer sudah bisa bicara. Bagaimana kalau ia mengatakan kepada papa dan mama kalau dia bertemu denganmu.” Ujar Kairos
“Oh iya ya. Baiklah kalau begitu.”
“Sudah ya sayang, kamu sabar saja disana. Nanti disana saja kita menyusun rencana lagi.”
“Baiklah kalau begitu, kamu hati hati disana ya. Aku sangat mencintaimu.” Kata Tania
“Iya sayang, aku juga mencintaimu.” Kata Kairos lalu handphone di tutup.
Tania memberikan kembali handphone kepada Jack.
Di kediaman Mike terlihat Reagen Mike dan Sonia sedang berbincang bincang.
“Untung saja Tania meninggal, kalau tidak aku akan merasa di hantui terus karena dia mendengar percakapan kita.” Kata Mike kepada Sonia.
“Percakapan yang mana?” Tanya Reagen
“Ohh begitu. Terus rencana selanjutnya apa?” Tanya Reagen lagi
“Kita tunggu saja semuanya menjadi normal kembali, baru kita atur rencana lagi.”
“Baiklah kalau begitu aku ke kamar dulu.” Pamit Reagen sambil berdiri kemudian dia keluar dari ruang kerja Mike dan pergi ke kamarnya
Mike berdiri dan duduk di samping Sonia lalu dia membelai wajah nyonya Sonia. Mike mencium bibir
Sonia, dia memasukan lidahnya kedalam mulut Sonia dan Sonia membalasnya. Mereka saling berciuman dan memainkan lidah. Sonia menghentikan ciumannya, dia menatap Mike dan tersenyum
“Kita lanjutkan di kamar.” Kata Sonia sambil berdiri dan menarik tangan Mike
Mike berdiri dan mengikuti Sonia dari belakang, mereka berdua masuk kedalam kamar. Mike langsung melepaskan pakaiannya, begitu juga dengan Sonia. Dia melepaskan pakaiannya kemudian mereka berdua berciuman kembali.
Mike membaringkan Sonia kemudian dia mencium setiap lekuk tubuh Sonia. Dia mencium dada Sonia sambil jari jemarinya menyelinap di antara paha Sonia.
Terdengar desahan dari bibir Sonia saat jari Mike bermain di miliknya, dia membuka pahanya dan membiarkan jari Mike bermain disana. Sonia tidak tinggal diam, dia memegang milik Mike dan mengelusnya
__ADS_1
“Ahh… sayang aku suka.” Desah Mike, dia merasakan tangan lembut Sonia memainkan miliknya.
Mike membuka paha Sonia lalu dia memegang miliknya dan menuntun masuk kedalam milik Sonia.
“Humm… lebih dalam lagi.” Bisik Sonia di kuping Mike
Mike lebih menekan pinggangnya dan menggerakan dengan perlahan lahan, kemudian dia mencium bibir Sonia. Mereka saling berciuman dan memainkan lidah, terdengar nafas mereka berdua semakin memburuhh
“Ohhh… lebih cepat lagi!” Pinta Sonia kepada Mike.
Mike menarik kedua paha Sonia sampai naik dia atas pahanya kemudian dia menyanggah kedua tangannya di atas tempat tidur kemudian Mike memacu gerakannya.
“Ohh.. yes.. aku suka sayang.” Rintih Sonia saat Mike memacu gerakannya.
Sonia melingkarkan kedua kakinya di pinggang Mike dia merasakan milik Mike masuk keluar di miliknya. Mike lebih memacu gerakannya sesekali dia menyentak pinggangnya, tiba tiba badan Sonia tersentak. Dia dia menarik Mike dan memeluk tubuh Mike dengan erat. Mike tidak berhenti, dia semakin memacu dan akhirnya dia mengalami pelepasan.
Mereka berdua saling berpelukan dengan erat kemudian Mike berbaring di samping Sonia. Sonia meletakkan kepalanya di dada Mike.
“Sayang, bagaimana kalau Federico juga kamu lenyapkan. Kamu sudah bekerja sekian lama di perusahaannya tapi dia dan Carlos yang menikmati hasilnya.
“Iya, tapi aku harus mendapatkan tanda tangan Federico untuk perusahaan yang ada di German. Aku ingin merebut perusahaan itu.” Jawab Mike kepada Sonia.
“Caranta bagaimana? Bukankah sekarang Carlos yang mengambil alih semua perusahaan milik Federico, apalagi sekarang ada Kairos.”
“Iya kamu benar, aku akan mencari cara untuk mendapatkan tanda tangan Federico.”
“Kamu harus berhati hati sayang, Carlos dan Kairos mereka itu sangat pintar apalagi di belakang mereka ada Jessica.”
“Iya, Jessica bukan orang sembarangan. Dia sangat jeli.” Kata Mike sambil melepaskan pelukan Sonia lalu turun dari tempat tidur. “Aku harus melenyapkan salah satu anggota keluarga Carlos, di saat mereka terpukul di situ kesempatan aku untuk mendapatkan tanda tangan Carlos atau Federico. Kata Mike lagi sambil memakai kembali kaosnya.
“Kamu benar sayang, itu rencana yang sangat bagus.” Kata Sonia sambil tersenyum
“Baiklah sayang, aku akan ke ruang kerjaku. Ada yang ingin aku kerjakan.” Kata Mike kepada Sonia kemudian di keluar dari kamarnya dan pergi keruang kerjanya.
Mike masuk kemudian dia duduk di kursi kerjanya.
“Ya, aku harus melenyapkan Acel untuk mendapatkan kilang minyak yang ada di Ecuador, dan aku juga harus mendapatkan tanda tangan Carlos atau Federico. Dengan kematian Acel akan memudahkan aku untuk mendapatkannya.” Kata Mike dalam hati sambil memainkan pulpen yang ada di tangannya.
Selamat membaca
Maaf beberapa hari ini aku tidak up karena lagi drop, dan sampai saat ini kepala masih terasa pusing tapi aku tidak ingin kalian kecewa jadi aku berusaha untuk up.
__ADS_1
Dan buat readers yang tangannya jahil terima kasih sudah menurunkan rate bintangku menjadi 4.5 semoga kalian tidak merasakan posisi seperti aku saat ini.
Terima kasih bagi yang masih setia menanti cerita ini. Nanti malam aku akan berusaha up lagi untuk menebus beberapa hari kosong.