
“Carlos ayo bangun! Sudah jam delapan, waktunya untuk sarapan.” Kata Vania pada Carlos sambil menepuk pelan pipi Carlos.
Carlos membuka matanya
“Sayang aku masih mengantuk, nanti saja sarapannya.”
“Baiklah kalau begitu.” Kata Vania kemudian dia pergi duduk di sofa. Dia melihat Carlos tertidur pulas kembali, dia mengambil handphone Carlos yang ada di meja kemudian dia mencari nomor Jessica, lalu dia menyimpan di handphonenya.
Sementara di kediaman Jessica, terlihat Jessica dan Pedro sedang bediri di luar rumah. Pedro sedang menggendong Isabell. Mereka sedang menunggu Teresa datang, dan tidak lama kemudian terlihat Teresa berlari lari masuk ke pekarangan rumah Jessica.
“Maaf Nyonya Jessi aku terlambat.” Kata Teresa pada Jessica sambil mengambil Isabell dari Pedro.
“Tidak apa apa Teresa. Kami pergi ya.”
“Terima kasih Nyonya.”
Jessica tersenyum pada Teresa kemudian dia dan Pedro naik ke mobil dan Pedro langsung menjalankan mobilnya ke kantor Jessica.
“Sweetheart selesai mengantarmu aku akan langsung menemui Dixon.”
“Baiklah Pedro. Oh ya, kamu akan makan siang denganku atau dengan Dixon?”
“Ehm… Mungkin dengan Dixon.”
“Baiklah Pedro.” Kata Jessica dan akhirnya mereka tiba di kantor Jessica. Jessica turun dari mobil dan Pedro langsung pergi. Jessica masuk ke kantor dan langsung menuju keruangannya.
Di masuk dan meletakkan tasnya di atas meja kemudian dia duduk di kursi kerja dan menyalakan komputer. Jessica bersandar di kursi kerjanya dan memikirkan Carlos.
“Carlos pasti sangat kecewa, tapi aku harus bagaimana? Aku tidak bisa meniggalkan Pedro. Pedro sangat mencintaiku.” Kata Jessica dalam hati. “Ahh… Kenapa harus jadi begini?”
Sementara di hotel Carlos sudah bangun. Dia pergi mandi, selesai mandi dia mengajak Vania sarapan di hotel. Selesai sarapan mereka berdua kembali ke kamar.
“Sayang kita akan pegi ke tempat Ron.”
“Ah Carlos aku tidak ingin kemana mana, kamu saja yang pergi!”
“Sayang kamu mau tinggal sendiri di hotel.” Kata Carlos pada Vania sambil membelai rambut Vania.
“Carlos aku tidak apa apa sendiri di hotel. Kamu pergi saja, ok!” Kata Vania sambil mengecup bibir Carlos.
“Baiklah sayang.” Carlos memeluk Vania dan mencium kening Vania. “Aku pergi ya sayang.”
“Iya Carlos hati hati ya.” Kata Vania pada Carlos
Carlos berdiri dan meninggalkan Vania, Carlos langsung menuju ke tempat Ron. Sedangkan Vania, begitu Carlos pergi dia langsung menelepon Jessica.
Ada nada panggil dan terdengar suara Jessica dari seberang.
“Hello, I’m sorry who is it?”
“Hei Jessi ini aku Vania.”
“Hi Vania sorry, aku pikir siapa. Ini nomor kamu?” Tanya Jessica dari seberang telepon.
“Iya Jessi ini nomor aku. Oh ya Jess, kamu lagi di kantor?”
“Iya aku lagi dikantor. Kamu dimana Vania?”
“Aku lagi di hotel, sendiri and bt banget.”
“Lah, Carlos kemana?” Tanya Jessica lagi.
“Carlos lagi pergi ketempat temannya. Jess jemput aku dong, bt aku di hotel gak tau mo ngapain.”
“Ya sudah kamu di hotel mana?”
“Uumm… Hotel Miyako Hybrid.” Jawab Vania pada Jessica.
“Baiklah Vania aku jemput kamu sekarang, kamu tunggu saja aku di lobby ya!”
“Ok Jess, aku turun ke lobby sekarang.” Kata Vania kemudian dia langsung menuju ke lobby.
Sampai di lobby Vania duduk di sofa.
Sementara di kantor, Jessica mematikan komputernya dan pergi menuju keruangan Mason. dia masuk dan langsung duduk di depan meja kerja Mason.
“Mason aku akan pergi sebentar. Boleh aku meminjam mobilmu?”
__ADS_1
“Tentu saja Nyonya Jessica. Pakai saja.” Kata Mason sambil tersenyum kemudian dia memberikan kunci mobilnya pada Jessica.
Jessica mengambil kunci mobil dari tangan Mason.
“Terima kasih Mason, kamu sangat baik sekali.” Kata Jessica sambil mencubit pipi Mason dan Mason tertawa.
“Boss ku ini memang baik sekali, tidak ada batasan dengannya, dia tidak pernah menganggap dirinya pimpinan. Makanya semua karyawan sangat senang padanya.” Kata Mason dalam hati sambil memperhatikan Jessica keluar dari ruangannya.
Jessica meninggalkan ruangan mason dan pergi ke parkiran. Dia masuk ke dalam mobil dan langsung meluncur ke hotel. Tiba di hotel dia mengirim pesan pada Vania.
“Hi vania aku sudah di depan, mobil BMW warna hitam.”
Dan pesan terkirim, terlihat Vania keluar dari hotel dan Jessica membuka pintu kemudian Vania masuk kedalam mobil. Mereka saling cipika cipiki.
“Kita kemana Vania?”
“Ke kantor kamu aja Jess, eh Jess tapi bener ya kamu nggak sibuk?”
“Iya aku gak sibuk Vania.” Jawab Jessica sambil tersenyum.
“Ah syukurlah, kalau kamu gak sibuk. Aku bt banget di hotel.”
“Kenapa kamu tidak ikut dengan Carlos?”
“Males Jess, lagian ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Oh… Apa yang ingin kamu bicarakan Vania?”
“Nanti saja kalau sudah di kantor baru aku bicara.” Kata Vania lagi.
“Ehm.. Begini saja, kita gak usah ke kantor. Kalau di kantor nanti ada yang menganggu, kita ke villaku saja.” kata Jessica pada Vania lalu dia mengarahkan mobil ke villa miliknya.
“Oh ya Jess, kamu masih mencintai Carlos?” Tanya Vania.
Jessica tersenyum pada Vania.
“Kenapa kamu bertanya begitu?”
“Uumm… Nggak Jess, nanya aja.”
Vania menatap Jessica.
“Iya Jessi aku mencintai Carlos.”
Jessica tersenyum.
“Hmm.. Baguslah Vania.” Kata Jessica dan vania menatap heran pada Jessica. “Hei kenapa kamu menatapku seperti itu?” Kata Jessica sambil tertawa.
“Jessi kamu memang aneh ya.”
Jessica tertawa.
“Aneh bagaimana Vania? Oh ya kita sudah sampai Vania, ayo turun!” Kata Jessica pada Vania dan mereka turun. Mereka berdua masuk kedalam villa dan Jessica mengajak Vania duduk di teras.
“Kamu mau minum apa Vania?”
“Terserah kamu aja Jess, yang penting bukan racun.” Canda Vania dan Jessica tertawa.
“Kamu gila juga ya vania.” Kata Jessica pada Vania lalu dia pergi mengambil soft drink di kulkas dan kembali ke teras. “Ini buatmu vania, aku campur racun sedikit.” Canda Jessica dan vania tertawa.
“Gak apa apa Jess, paling hanya berbusa sedikit.” Vania balik bercanda dan mereka berdua tertawa. Oh ya Jess, kamu sukses juga disini ya, jarang loh orang Indonesia sukses di negeri orang.”
Jessica tersenyum .
“Aku sukses karena Carlos, aku tidak pungkiri itu Vania. Kalau aku tidak bertemu Carlos mana mungkin akan sesukses ini, Carlos yang membuat aku berhasil. Dukungannya, cintanya.” Kata Jessica sambil melayangkan pandangannya ke bukit.”
Vania berdiri dan menghampiri Jessica.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku Jess. Apakah kamu masih mencintai Carlos?”
Jessica menatap Vania dan tersenyum.
“Iya Vania aku masih mencintai Carlos dan sampai kapanpun cintaku padanya tidak akan pernah padam, dia cinta pertamaku Vania.” Jawab Jessica dan raut wajahnya berubah.
“Kalau kamu masih mencintainya, kenapa kamu tidak datang saat dia minta bertemu denganmu di villa?”
Jessica terkejut dan menatap vania. “Kenapa Vania tahu kalau Carlos mengajak aku bertemu dengannya di danau? Apakah Carlos yang mengatakannya?” Tanya Jessica dalam hati.
__ADS_1
“Vania kenapa kamu tahu kalau Carlos megajakku bertemu dengannya?”
“Hemm.. Jess aku membaca semua pesan wa yang dikirim Carlos padamu. Jess kenapa kamu tidak menemui Carlos?”
“Vania, untuk apalagi aku bertemu dengan Carlos, kita sudah bercerai dan aku sudah menikah dengan pedro. Aku sudah punya kehidupan sendiri vania.”
“Jess tapi kalian berdua masih saling mencintai, Carlos sangat mencintaimu Jess.”
“Tapi Vania aku sudah menikah. Dan Pedro sangat mencintaiku.”
“Tapi kamu tidak mencintai Pedro Jessi.” Sela Vania dan Jessica terdiam.
“Vania, kalau aku kembali pada Carlos lalu kamu bagaimana? Bukankah kamu juga mencintai Carlos?” Kata Jessica pada Vania dan Vania tersenyum.
“Jess Carlos belum menyentuhku dan ya, aku mencintai Carlos tapi untuk apa aku menikah dengan laki laki yang tidak mencintaiku? Aku tidak mau Jess.”
“Vania tapi aku tidak bisa meninggalkan Pedro, aku tidak ingin menyakitinya.”
“hemmm…, baiklah Jess aku tidak akan memaksamu untuk kembali pada Carlos aku sudah memberimu kesempatan. Oh ya Jess aku dan Carlos akan menikah tanggal 28 bulan depan dan besok kami akan kembali ke Indonesia. Ingat Jess! Kalau aku dan Carlos sudah menikah sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Carlos.” Kata Vania pada Jessica dan Jessica terdiam.
“Jess kembalilah pada Carlos!”
Jessica memeluk Vania.
“Vania aku sangat mencintai Carlos, tapi bagaimana dengan Pedro?”
Vania juga memeluk Jessica.
“Jess ceraikan Pedro dan kamu kembali pada Carlos.” Kata Vania
“Vania aku tidak bisa, aku tidak tega melakukan itu pada pedro. Aku tidak ingin menyakitinya.”
“Jess kalau Pedro yang meninggalkanmu atau menceraikanmu, apakah kamu akan kembali pada Carlos?”
“Tapi Vania apa nanti kata orang?”
Vania melepaskan pelukannya dan memegang pipi Jessica.
“Helloooo… Jessi you not live in Indonesia you live in here, in America Jess. Sejak kapan orang America mengurusi privacy seserorang? kamu lihat banyak suami istri berpisah di america, mereka belum bercerai tapi mereka sudah hidup bersama pasangan mereka. Apakah tetangga mereka membicarakannya? Kamu tinggal di america bukan di Indonesia, jadi bodoh amat!”
“Tapi Vania yang membaca novel inikan orang Indonesia bukan America!”
“Hei Jess.. Kamu gak usah khawatir, banyak readers yang ingin kamu kembali hidup bersama dengan Carlos. Kalau masalah readers serahkan pada Author!” wkwkwkwkwk..
“Ahh.. Vania aku jadi bingung. Aku minta maaf.”
“Hei jawab pertanyaanku, kalau seandainya Pedro yang meninggalkanmu atau menceraikanmu apakah kamu akan kembali pada Carlos?”
Jessica menatap Vania dan dia menganggukan kepala.
“iya Vania.” Jawab Jessica dengan suara pelan
“hemm.. Kalau begitu berikan nomor Pedro padaku aku akan meneleponnya.”
“Untuk apa kamu menelepon Pedro?” Tanya Jessica
“Jess, aku akan meminta Pedro untuk meninggalkanmu atau menceraikanmu.” Kata Vania
“Apaa?? Kamu gila Vania.”
“Iya, aku memang gila Jessi.” Kata Vania pada Jessica dengan kesal.
“Sudahlah Vania. Jangan paksa aku untuk kembali pada Carlos.”
“Hemm…. Baiklah Jessi aku tidak akan memaksamu untuk kembali pada Carlos. Tapi seperti yang aku sudah katakan padamu. Kalau aku sudah menikah dengan Carlos, aku tidak akan pernah melepaskannya.” Kata Vania lagi. “Kalau begitu aku kembali ke hotel saja Jess.”
“Baiklah Vania aku akan mengantarmu.”
“Iya tentu saja kamu harus mengantarku, masa aku pulang sendiri.” Kata vania dan Jessica tertawa.
“Vania orangnya lucu juga ya.” Kata Jessica dalam hati. Dan akhirnya Jessica mengantar Vania kembali ke hotel.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen ya.
Terima kasih.
__ADS_1