SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 63


__ADS_3

Akhirnya mereka semua kembali ke America, Kairos memilih tinggal di Santa Barbara dan dia tetap bekerja di perusahaan milik Carlos di Kota Torrance. Kairos memilih tinggal di Santa Barbara agar dia bisa jauh dari Tania.


Sedangkan Tania dan Reagen, mereka berdua tinggal bersama Mike dan Nyonya Sonia. Tania banyak mengurung diri di kamar, dia selalu berpura pura terlihat bahagia di depan Mike dan Reagen. Bahkan setiap kali berhubungan dengan Reagen Tania selalu berpura pura menikmatinya.


Mike sangat menyayangi Tania, dia sangat memanjakan Tania begitu juga dengan Nyonya Sonia. Dia sangat menyayangi Tania.


Tania sedang duduk di taman lalu Mike datang menghampiri Tania, dia duduk dekat Tania dan memegang tangan Tania.


“Bagaimana dengan kandunganmu?” Tanya Mike


Tania menatap Mike dan tersenyum


“Kandunganku baik baik saja paman Mike.”


“Apakah kamu dan Reagen sudah memeriksa jenis kelaminnya?” Tanya Mike lagi


“Sudah paman, jenis kelaminnya laki laki.” Jawab Tania sambil tersenyum.


Mike memeluk Tania


“Aku senang mendengarnya.” Kata Mike sambil melepaskan pelukannya. “Tania aku tahu kamu dan Kairos saling mencintai. Tapi sekarang kamu sudah menikah dengan Reagen, belajarlah untuk mencintai Reagen. Jangan sakiti Reagen


Tania tersenyum kepada Mike


“Paman jangan khawatir, Reagen sekarang sudah menjadi suamiku tidak mungkin aku menyakitinya. Aku tidak akan pernah meninggalkan Reagen. Kata Tania kepada Mike. “Sekalipun aku tidak bahagia bersama Reagen.” Kata Tania dalam hati.


“Terima kasih Tania.” Kata Mike kemudian dia berdiri dan meninggalkan Tania.


Tania berdiri kemudian dia pergi ke kamarnya dia masuk dan melihat Reagen sedang berbaring. Tania menghampiri Reagen


“Honey aku ingin kerumah papa, aku ingin melihat Ezer. Aku sangat rindua padanya.” Kata Tania sambil duduk di sisi tempat tidur.


Reagen memegang tangan Tania


“Baik sayang, aku akan mengantarmu.” Kata Reagen kemudian dia berdiri dan memakai kaosnya. “Ayo sayang kita pergi!”


Tania dan Reagen keluar dari kamar kemudian masuk ke dalam mobil. Reagen mengantar Tania pergi ke kediaman Carlos.


Mereka tiba di kediaman Carlos, Tania dan Reagen turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah. Tania menyapa Carlos dan Jessica yang sedang duduk di ruang santai.


“Selamat sore mam pap.” Sapa Tania


Carlos dan Jessica berdiri dan menyambut Tania dan Reagen


“Selamat Sore Tania.” Balas Jessica kemudian dia memeluk dan Mencium kedua pipi Tania


Reagen juga menyapa Carlos dan Jessica lalu mereka duduk di sofa.


Tania mengajak Reagen keluar


“Honey tidak perlu menungguku, aku ingin berlama lama disini.” Kata Tania kepada Reagen


“Tapi sayang..


“Kamu tidak usah khawatir, Kairos tidak tinggal disini. Sekalipun Kairos ada disini aku tidak akan mengkhianatimu.” Bisik Tania


Reagen memegang tangan Tania


“Maafkan aku, baiklah nanti aku jemput kamu.” Kata Reagen sambil memegang pipi Tania


“Tidak usah honey, nanti Acel yang akan mengantarku pulang.”


“Baiklah kalau begitu, aku pergi ya.” Pamit Reagen lalu dia mengecup kening Tania. “Aku sangat mencintaimu.” Bisik Reagen lalu Tania menganggukan kepala


Reagen masuk kedalam mobil kemudian dia meninggalkan kediaman Carlos. Tania kembali masuk kedalam, dia menemui Carlos dan Jessica.


“Mam Ezer mana?” Tanya Tania sambil duduk di sofa


“Dia ada di kamar Acel.” Jawab Jessica. “Bagaimana dengan kandunganmu Tania?”


“Kandunganku baik baik saja mom.”


“Bagus kalau begitu.” Kata Jessica lalu dia berdiri dan duduk di samping Tania, dia membelai rambut Tania. “Tania tenangkan dirimu, jangan terlalu banyak berpikir.”


“Iya mam.” Kata Tania sambil menganggukan kepala


“Kamu rutin memeriksakan kandunganmu?” Tanya Carlos


“Iya pap, aku rutin memeriksakan kandunganku.” Jawab Tania sambil berusaha tersenyum


“Oh ya jenis kelaminnya apa?” Tanya Carlos lagi


“Laki laki pap.” Jawab Tania lalu Carlos tersenyum


“Ezer pasti senang, dia akan memiliki adik laki laki.”


Tania tersenyum


“Oh ya mam, aku ingin ke kamar Acel. Aku ingin melihat Ezer.” Kata Tania sambil berdiri.


“Iya Tania, hati hati naik tangga ya.”


“Iya mam.”


Tania meninggalkan Carlos dan Jessica di ruang santai dan pergi ke kamar Acel.


Carlo dan Jessica saling bertatapan dan Carlos mengangkat kedua bahunya.


“Sayang ia terlihat tidak bahagia dengan Reagen.” Kata Carlos sambil bersandar di sandaran sofa.


“Iya beb, aku kasihan melihatnya.” Kata Jessica sambil bersandar di dada Carlos.


Tania membuka pintu kamar Acel lalu dia masuk. Dia menghampiri Acel dan Sheren yang sedang bermain dengan Ezer di lantai.


“Kalian sedang main apa?” Tanya Tania sambil duduk di kursi.


“Mommy main ini.” Jawab Ezer sambil menunjukan sebuah mainan balok susun kepada Tania.


Sheren tersenyum melihat Ezer kemudian dia berdiri dan duduk di dekat Tania.


“Hei.. kenapa wajahmu kusut begitu.” Canda Sheren lalu Tania tertawa.


“Kamu bisa saja Sheren.” Kata Tania

__ADS_1


"Tania, aku melihat kamu tidak bahagia bersama Reagen."


"Kenapa kamu bisa berkata begitu Sheren?"


Sheren tertawa


"Aku bisa lihat dari raut wajahmu, kamu tidak bahagia." Kata Sheren sambil mencubit pipi Tania.


Tania tersenyum kemudian dia berdiri dan duduk dekat Ezer


"Kamu tidak mencium mommy?" Tanya Tania lalu Ezer berdiri dan memeluk Tania. Dia mencium kedua pipi Tania kemudian dia kembali bermain dengan Acel menyusun balok.


Terdengar suara Kairos memanggil Ezer. Ezer menatap Tania lalu dia tersenyum


"Mommy papi come." Kata Ezer kemudian dia berdiri lalu dia mencari tempat untuk bersembunyi.


"Ezer ayo bersembunyi disini." Kata Acel sambil mengangkat Ezer dan menyembuntikannya di balik sofa


"Mommy ssttsss.." Kata Ezer dengan meletakkan jari telunjuk di bibirnya.


Tania tertawa melihat Ezer. Kairos masuk ke dalam kamar Acel dia melihat ada Tania.


"Hi, sudah lama disini?" Tanya Kairos sambil memeluk Tania dan mencium kedua pipi Tania.


"Aku belum lama sampai." Jawab Tania sambil tersenyum


"Oh.. "Gumam Kairos. " Oh ya kesayanganku mana?" Tanya Kairos.


Lalu terdengar suara Ezer


"I"m here papi." Kata Ezer sambil duduk di belakang sofa.


Kairos melihat di balik sofa lalu dia tertawa


"Kamu sedang apa disitu sayang?" Tanya Kairos sambil mengangkat Ezer. "Kamu mau bersembunyi dari papi?"


"Yes papi." Jawab Ezer sambil tertawa.


Kairos menurunkan Ezer kemudian dia duduk dekat Tania dan ikut bermain dengan Ezer.


Acel dan Sheren tersenyum melihat Tania dan Kairos.


"Seandainya mereka berdua bersatu, mereka pasti akan bahagia." Kata Acel kepada Sheren dengan suara pelan.


"Iya. Aku kasihan melihat Tania, dia seperti tidak bahagia bersama Reagen."


Tania Kairos bermain bersama Ezer. Mereka bertiga menyusun balok satu persatu lalu Ezer merobohkan susunan balok kemudian dia tertawa terpingkal pingkal.


Kairos dan Tania ikut tertawa.


Jessica dan Carlos sedang bersiap siap, mereka akan berangkat ke Indonesia.


"Sayang jangan lupa dokoumennya ya." Kata Carlos sambil memakai kemejanya.


"Iya, sudah aku masukan ke dalam tas kerja kamu." Jawab Jessica sambil merapikan kemeja Carlos.


"Terima kasih sayang." Ucap Carlos kemudian dia mengecup bibir Jessica.


Jessica tersenyum kemudian dia mengambil tasnya.


"Iya sayang, sebentar aku pakai sepatu dulu. Oh ya apakah Isabell sudah selesai?"


"Iya, dia sudah menunggu di luar bersama Teresa dan Ezer." Jawab Jessica kemudian dia keluar menemui Teresa.


Jessica melihat Ezer sedang duduk di sofa lalu dia tersenyum. Jessica duduk di dekat Ezer.


"Ezer mau jemput siapa?" Tanya Jessica sambil membelai ranbut Ezer.


"Adik Gema." Jawab Ezer sambil memeluk Jessica. "Ayo gema" Ajak Ezer.


"Iya sabar sayang, granpa belum selesai." Kata Jessica kemudian dia mencium pipi Ezer.


"Mama kenapa papa lama sekali?" Tanya Isabell sambil duduk di sofa


"Papa sudah selesai sayang." Kata Carlos kemudian dia memeluk Isabell dan menciumnya. "Ayo kita pergi."


Mereka masuk ke dalam mobil lalu menuju ke landasan. Tidak lama kemudian mereka tiba di landasan. Mereka masuk ke dalam pesawat lalu pesawat take off.


Isabell dan Ezer bermain main di dalam pesawat.


Di Torrance terlihat Tania sedang duduk di taman, Reagen datang lalu duduk di dekat Tania.


"Apakah Ezer ikut juga dengan paman Carlos ke Indonesia?"


"Iya, Ezer juga ikut. Mereka tidak bisa jauh dari Ezer." Jawab Tania sambil berusaha tersenyum kepada Reagen.


"Kita ke Dokter sayang?"


"Iya." Jawab Tania sambil mengangguk kemudian dia berdiri dan masuk ke dalam di ikuti Reagen


Tania mengambil tasnya


"Kita pergi sekarang?"


"Iya." Jawab Reagen sambil menganggukan kepala.


Reagen mengantar Tania ke Dokter.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Akhirnya Jessica dan Carlos tiba di Indonesia, Mereka di jemput oleh sopir perusahaan. Sopir mengantar mereka ke apartemen. Tiba di apartemen Jessica menggendong Ezer lalu mereka masuk ke dalam lift.


Sampai di lantai 18 jessica membiarkan Ezer dan Isabell berlari di lorong apartemen.


Carlos membuka pintu lalu mereka masuk. Ezer langsung berlari menuju ke jendela kaca, dia memandang keluar dan melompat lompat di depan kaca.


Jessica dan Carlos tersenyum melihat Ezer.


"Beb, aku akan kekantor."


"Kamu tidak lelah sayang?" Tanya Carlos sambil membelai rambut Jessica.


"Tidak beb, aku tidak lelah."

__ADS_1


"Baiklah, aku ikut denganmu." Kata Carlos sambil berdiri.


Jessica menemui Teresa di kamar.


"Teresa aku titip mereka berdua ya." Kata Jessica.


Ezer melihat Jessica akan pergi dia langsung berdiri minta di gendong.


"Ezer mau ikut?"


"Yes gema." Kata Ezer sambil menganggukan kepala.


"Baiklah kalau begitu. Isabell mau ikut juga?"


"Tidak mama, aku disini saja bersama Teresa." Jawab Isabell sambil bermain.


"Baiklah kalau begitu. Mama pergi ya."


Jessica menemui Carlos lalu mereka pergi ke kantor.


Akhirnya Carlos dan Jessica selesai mengurus surat surat untuk Chantiq. Carlos dan Jessica pergi ke Manado.


Mereka tiba di Manado siang hari. Angel menjemput mereka di Airport. Angel langsung membawa mereka ke Citraland. Mereka tiba di rumah lalu mama Jessica menyambut mereka.


"Hallo ma, apa kabar?" Tanya Jessica sambil memeluk mamanya.


"Mama baik baik saja."


"Senang mendengarnya. Oh ya titin mana?"


"Dia sedang bekerja." Jawab mama Jessica.


Carlos mencium kedua pipi mama Jessica. Lalu mereka masuk ke dalam.


Ezer dan Isabell langsung berlari masuk ke dalam kamar Angel di ikuti Jessica dan Carlos. Mereka melihat Chantiq masih tidur.


Ezer langsung naik ke tempat tidiur dan memegang pipi Chantiq.


Jessica duduk disisi tempat tidur lalu melepaskan sepatu Ezer. Isabell juga naik ke atas tempat tidur dan membelai pipi Chantiq.


Carlos duduk di tempat tidur lalu mencium pipi Chantiq.


"Dia cantik sekali." Kata Carlos sambil memegang tangan Chantiq.


Jessica menggendong Chantiq kemudian dia mencium pipi Chantiq.


Angel tersenyum melihat Jessica dan Carlos menyayangi Chantiq.


Seminggu Jessica dan Carlos berada di Manado kemudian mereka kembali ke Jakarta.


Jessica dan Carlos kembali tinggal di apartemen.


Jessica menghubungi Andrew, panggilan terhubung lalu terdengar suara Andrew dari seberang telepon


"Hi Jessi, apa kabar? Lama tidak mendengar suaramu.


Jessica tertawa.


"Aku baik baik saja, kamu dimana sekarang?" Tanya Jessica


"Aku masih di Jakarta." Jawab Andrew


"Kalau begitu kamu bisa datang di apartemen? Aku dan Carlos lagi di apartemen.


"Oh.. Kalian lagi di Jakarta? Baiklah aku kesana sekarang." Kata Andrew dari seberang telepon.


"Ok.. Aku tunggu ya." Kata Jessica lalu dia menutup teleponnya.


Jessica duduk di samping Carlos lalu dia bermain dengan Ezer dan Chantiq.


Sedikit sedikit Ezer mencium pipi Chantiq.


"Ezer sayang sama Chantiq?"


"Yes gema." Jawab Ezer sambil menganggukan kepala.


Terdengar pintu di ketuk. Jessica berdiri lalu membuka pintu. Dia melihat Andrew dan Fanya bersama anak kecil berumur sekita 2 tahun


Jessica langsung memeluk Fanya.


"Fanya???


Mereka berdua saling berpelukan. Jessica juga memeluk Andrew


"Apakah ini anakmu?" Tanya Jessica sambil berjalan ke ruang Tamu


"Iya Jess, ini anakku bersama Andrew." Jawab Fanya sambil tersenyum


"Anakmu bersama Andrew?" Tanya Jessica sambil menatap Andrew lalu Andrew tertawa.


"Iya Jess, ini anakku. Aku dan Fanya sudah menikah."


"Benarkah?"


Fanya tertawa


"Iya Jess." Jawab Fanya


Carlos menggendong Chantiq lalu dia berdiri.


"Hi Ndrew Fanya, apa kabar?" Tanya Carlos sambil bersalaman dengan Andrew dan Fanya.


"Baik baik saja Carlos. Ini pasti Isabell ya?" Kata Andrew


"Iya Ndrew dia Isabell." Jawab Jessica sambil tersenyum


"Tidak terasa dia sudah besar ya." Kata Andrew sambil membelai rambut Isabell.


"Kalau ini anak Kairos." Kata Jessica


Lalu mereka duduk dan berbincang bincang.


Selamat membaca

__ADS_1


Beberapa Episode lagi tamat.


__ADS_2