
Kairos pergi ke Santa Barbara, dia ingin menemui Paul, Ralph dan Jose. Kairos tiba di rumah Paul, dia turun dari mobilnya lalu pergi mengetuk pintu rumah Paul. Pintu terbuka lalu Kairos masuk, dia dan Paul langsung menuju ke kamar Paul.
Kairos duduk di kursi lalu dia berbincang-bincang dengan Paul, Ralp dan Jose
“Bagaimana Kairos? Apakah kamu sudah punya rencana untuk kematianmu?” Tanya Ralph
“Iya Kairos, kamu sudah mendapat cara?” Tanya Paul
“Iya Paul, Ralph. Aku akan berpura pura bunuh diri, hanya it cara satu satunya.” Jawab Kairos
“Lalu bagaimana dengan Ezer? Tanya Paul
“Em … itu yang ingin aku bicarakan dengan kalian. Aku ingin minta tolong kepada kalian.” Ujar Kairos
“Apa yang bisa kami lakukan untukmu Kairos.” Tanya Jose
“Begini, aku ingin kalian menculik Ezer.” Kata Kiaros kepada Ralph, Paul dan Jose
Mereka bertiga saling pandang
“Caranya?” Tanya mereka bertiga serempak
“Kalian ke rumah papaku, nanti aku akan meminta Hank untuk berpura pura di rumah. Aku akan mengatakan kepada Hank rencana kalian akan mengambil Ezer.”
“Kalau papa dan mama kamu tahu bagaimana?” Tanya Paul
“Papa dan mama tidak akan tahu, di rumah ada cctv kalian pakai topeng supaya tidak ketahuan.”
“Nanti kamu kabari kami saja kapan Ezer akan di ambil. Lalu rencananya kamu dan Tania akan kemana?” Tanya Jose
“Aku dan Tania akan pergi ke Mexico. Tolong kalian bawa Ezer ke Mexico.” Pinta Kairos kepada mereka bertiga
“Baiklah Kairos, kami akan membantumu.” Kata Paul
Kairos memeluk Paul, Ralph dan Jose
“Terima kasih, kalian bertiga sangat baik.”
“Hei … kamu teman kami, kita harus saling membantu.” Kata Paul kepada Kairos
“Benar apa yang di katakan oleh Paul. Kamu teman kami Kairos, jadi sudah seharusnya kita saling membantu.” Sela Jose
“Terima kasih, kalau begitu aku pergi dulu.” Pamit Kairos kepada mereka bertiga
“Baiklah Kairos, hati hati ya!” Kata Jose kepada Kairos lalu Kairos menganggukan kepala
Kairos meninggalkan kediaman Paul kemudian dia kembali ke rumah.
Keesokan harinya Kairos pergi ke kantor dia akan menjalankan rencana yang mereka sudah atur. Di kantor dia duduk-duduk di kursi kerjanya sambil memandang foto dia Tania dan Ezer.
“Sebentar lagi kita akan bersatu.” Kata Kairos sambil mengusap foto Tania dan Ezer
Tiba tiba pintu di buka, Kairos melihat Carlos yang masuk. Kairos berdiri lalu dia menyambut Carlos, dia memeluk Carlos dan mencium kedua pipi Carlos. Mereka berdua berbincang bincang lalu tidak lama kemudian Carlos meninggalkan ruang kerja Kairos.
__ADS_1
Jack masuk lalu memberikan satu kantong darah buatan kepada Kairos dia juga membuat lubang di kemeja Kairos.
“Jack aku pikir darahnya di buka saja sekarang, terus kantongnya langsung kamu buang.” Kata Kairos kepada Jack
“Iya Kairos tapi kamu akan tergelatak di mana?”
“Di samping meja kerja saja.” Jawab Kairos
“Kalua begitu buka saja kantongnya, tapi pelan-pelan. Percikan juga di meja darahnya.” Kata Jack kepada Kairos
“Iya Jack.” Ujar Kairos kemudian dia membuka kantong darah itu dan mengoles di dada dan kemejanya dan menumpahkan di lantai samping meja, dia juga memercikan darahnya di meja. Kemudian dia memberikan kantong kosong itu kepada Jack.
Jack memakai sarung tangan kemudian dia mengambil kantong itu dan memasukannya ke dalam tas.
“Baiklah Kairos aku keluar sekarang, oh ya pistol itu isinya peluru karet.” Kata Jack kepada Kairos
“Ok Jack, terima kasih. Sekarang kamu pergi saja.”
Jack keluar dari ruang kerja Kairos kemudian dia berpapasan dengan Carlos dan Colby
“Hei Jack ayo temani aku ke kantor ku.” Pinta Carlos kepada Jack
“Baiklah Carlos.” Ujar Jack kemudian dia mengikuti Carlos dari belakang
Saat di parkiran terdengar bunyi letusan pistol dari dalam kantor. Carlos berhenti kemudian dia menatap Jack dan Colby
“Itu seperti suara tembakan Colby.” Kata Carlos kemudian dia berlari masuk kedalam kantor
Dia bertanya kepada karyawan suara tembakan itu lalu mereka menunjuk lantai empat. Carlos, Jack dan Colby langsung berlari menuju ke lift. Mereka masuk lalu Carlos menekan angka empat. Mereka tiba di lantai empat, Carlos langsung berlari keluar dan dia melihat karyawan berkumpul depan ruang kerja Kairos.
Carlos langsung berteriak histeris, dia memeluk Kairos dan menangis. Colby langsung menghubungi ambulance sedangkan Jack, dia langsung menghubungi Charlie.
Tidak lama kemudian Charlie juga ambulance datang, petugas langsung mengangkat Kairos dan memasukan kedalam Ambulance. Charlie langsung mengambil pistol yang di gunakan Kairos.
Carlos terlihat bingung lalu Charlie mengajak Carlos ke rumah sakit. Sedangkan Jack dia ikut masuk ke dalam ambulance.
“Jack, aku tidak tega melihat papa seperti itu.” Kata Kairos sambil menangis
“Aku mengerti Kairos, tapi kalau tidak seperti itu bagaimana kamu dan Tania akan bersatu? Nanti kalau masalah ini sudah selesai, kamu dan Tania bisa kembali lagi kesini.”
“Iya Jack.” Ujar Kairos sambil mengusap air matanya.
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Kairos dan Jack langsung turun, kairos langsung masuk kedalam mobil sedangkan Jack dia masuk ke dalam rumah sakit dan pergi ke ruang mayat. Disana sudah ada Dirk
Jack melihat Dirk sedang memoles jasad itu dengan darah sedangkan Martin teman Jack dari Forensik sedang menyuntikkan cairan ke tubuh jasad itu.
Jack menghampiri mereka berdua
“Bagaimana Dirk, Martin?” Tanya Jack
“Sudah selesai Jack, aku juga sudah menyuntikan cairan ke tubuh jasad ini agar jasadnya tidak dingin.” Jawab Martin kepada Jack
Jack memperhatikan topeng yang temannya pakaikan pada jasad itu lalu dia tersenyum.
__ADS_1
“Mirip sekali.” Kata Jack dalam hati
Lalu beberapa Dokter masuk dan menyapa Jack
“Hi Jack, Charlie mana?” Tanya Dokter
“Sebentar lagi mereka sampai.” Jawab Jack sambil tersenyum
“Oh … begitu, temanmu sangat hebat Jack. Dia sangat professional sekali, lihat jasad ini seperti tidak memakai topeng.” Kata Dokter kemudian mereka tertawa
Carlos dan Charlie tiba di rumah sakit, mereka masuk kedalam. Carlos langsung masuk ke dalam ruangan lalu dia berdiri di samping jasad palsu Kairos kemudian dia menangis. Dia membelai rambut Kairos dan mencium kening Kairos.
Charlie menghampiri Carlos
“Carlos, aku akan menjemput Jessi dan anak-anak.”
“Iya Charlie, terima kasih.” Ucap Carlos sambil mengusap airmatanya
Charlie meniggalkan Carlos, dia menjemput Jessica dan anak anak.
Sementara itu Carlos keluar dari ruangan, dia mondar mandir di lorong rumah sakit sesekali dia duduk dan menyeka airmatanya. Dia tidak percaya dengan kepergian Kairos.
Tidak lama kemudian Charlie, Jessica dan anak anak datang. Jessica langsung berlari menghampiri Carlos.
Melihat Jessica Carlos langsung berdiri dan memeluk Jessica, dia juga memeluk Acel dan Cella. Carlos menjelaskan kepada Jessica kalau Kairos sudah meninggal.
Jessica masuk ke dalam ruangan lalu dia memeluk jasad palsu Kairos, dia menangisi jasad palsu itu. Begitu juga Acel dan Cella mereka manangisi jasad palsu itu.
Sementara itu Kairos langsung menjalankan mobilnya ke tempat persembuyian Tani. Kairos tiba di tempat itu kemudian dia masuk menemui Tania. Dia melihat Tania sedang berdiri di halaman belakang, Kairos memeluk Tania dari belakang.
“Sayang, apakah kamu baik baik saja?” Tanya Kairos
Tania memuta tubuhnya menghadap Kairos lalu dia tersenyum
“Iya honey, aku baik baik saja.” Jawab Tania kemudian dia melingkarkan tangannya di pinggang Kairos dan menyandarkan kepalanya di dada Kairos.
“Sekarang kita bersiap siap untuk pergi ke Mexico. Aku akan membeli tiket untuk kita berdua.” Kata Kairos sambil melepaskan pelukannya.
Kairos dan Tania masuk ke dalam kamar, Kairos mengambil laptopnya dan mencari tiket.
“Honey, apakah kita akan berangkat hari ini juga?” Tanya Tani sambil melingkarkan tangannya di lehe Kairos.
Kairos memegang tangan Tania yang melingkar di lehernya.
“Iya sayang, malam ini kita berangkat ke Mexico. Teman Osvaldo akan menjemput kita berdua.” Kata Kairos sambil memutar tubuhnya dan menarik Tania duduk di pangkuannya.
“Lalu Ezer bagaimana honey?”
“Sayang, aku sudah merencanakan semuanya. Ezer akan bersama kita tapi tidak sekarang, tunggu sampai satu bulan.”
“Baiklah honey.” Ujar Tania kemudian dia berdiri dan berbaring di tempat tidur.
Kairos kembali menghadap laptopnya dan membeli tiket.
__ADS_1
Selamat membaca