SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Sadar


__ADS_3

Sudah beberapa hari Jessica dan Carlos berada di rumah sakit dan sampai saat ini Carlos belum siuman juga. Kecintaan Jessica pada Carlos membuat Jessica selalu setia ada disamping Carlos, bahkan dia tak perduli dengan rasa sakitnya. Dia terus menanti Carlos siuman.


Hari sudah larut malam Jessica tidak bisa tidur, dia selalu memperhatikan kondisi Carlos. Dia begitu takut kehilangan Carlos. Air matanya jatuh saat dia mengingat disaat saat dia dan Carlos bermesraan, disaat Carlos memanjakan dirinya. Dia sangat merindukan moment itu. Jessica berdiri dan mencium kening Carlos. “Aku selalu mencintaimu dan sampai kapanpun aku tetap milikmu.” Bisik Jessica di kuping Carlos.


Dia melihat Mike sedang tertidur di sofa, dia keluar dari ruangan dan berjalan di lorong rumah sakit. dia tidak tahu arah langkah kaki akan kemana dia berjalan terus dan akhirnya dia terhenti di satu ruangan tempat doa. Dia masuk dan dia tersungkur di dalam ruangan itu.


Dia menangis dan berdoa. “Engkau yang maha pengasih dan penyayang, aku percaya Engkau menghendaki umat-Mu bahagia tetapi seringkali kami tidak sadar bahwa kebahagiaan harus diraih lewat perjuangan berat, bahkan lewat penderitaan.


Air mata Jessica tidak berhenti mengalir di pipinya. Dia mengangkat kepalanya dan terus berdoa. “Didalam kemelut ini aku tidak ingin menuntut hidup mulus tanpa gelombang, Namun di saat saat aku tidak mengerti jalanMu, tunjukkanlah jalanku ke arah rencanaMu. Waktu kebingungan dan kekhawatiran melanda diriku, jangan lepaskan tanganku. Mampukan aku berdiri tegap.


Saat ini aku datang padaMu dalam kesedihan yang mendalam, setiap malam air mataku mengalir membasahi tempat tidurku, tiada lagi rasa malu untuk menangis. Dalam melihat kondisi suamiku aku tidak sanggup, aku ingin sekali menggantikan penderitaannya. Engkau tahu betapa aku sangat mencintainya, kalau bisa aku ingin memberikan nyawaku asalkan suamiku bisa sembuh. Ambil saja nyawaku, aku tidak sanggup melihatnya seperti itu. Aku tidak sanggup, aku sungguh tidak sanggup. Ambil saja aku, jangan suamiku.” Dia tertunduk dan menangis.


Sementara di kamar Mike terbangun dan melihat Jessica tidak ada di tempat tidur. Dia memeriksa kamar mandi tapi Jessica juga tidak ada, dia keluar dan bertanya pada anak buahnya.


“Kemana Jessica?” Tanya Mike


“Nyonya Jessica berjalan kearah sana tuan.” Sambil menunjukan lorong rumah sakit pada Mike.


“Kenapa kalian tidak mengikutinya, dasar bodoh.” Mike pergi mencari Jessica dan dia terhenti di ruangan doa, dia masuk dan melihat Jessica lagi tersungkur di lantai. Mike menghampiri Jessica dan memegang punggung Jessica.


“Jessi sedang apa kamu disini? Ini sudah larut malam.”


Jessica menatap Mike, dia hanya menggelengkan kepala. Dia hanya bisa menangis.


Mike melihat kesedihan yang mendalam di mata Jessica. Mike memeluk erat Jessica dan air matanya juga menetes. “Kita kembali ke ruangan ya.” Kata Mike sambil mengangkat Jessica dan membawanya ke ruangan dan membaringkannya di samping Carlos.


Jessica memegang tangan Carlos dan dia memejamkan matanya dan akhirnya dia tertidur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ketiga anak Jessica dan Carlos duduk di meja makan bersama Liliana dan Federico. Ketiga anak mereka tidak bersemangat untuk sarapan. Hampir dua minggu mereka tidak mendengar kabar dari Jessica dan Carlos.

__ADS_1


“Oma kenapa mama dan papa tidak pernah menelpon?” Tanya Kairos dengan wajah yang sedih.


“Iya oma, papa dan mama tidak ada kabar sama sekali. Mereka tidak sayang pada kami.” Kata Cella.


Liliana menatap ketiga cucunya, dia juga tidak mendengar kabar dari Jessica dan Carlos.


“Sayang papa dan mama kalian mungkin lagi sibuk dan mungkin di tempat mereka tidak ada jaringan untuk menelepon.” Kata Liliana.


“Iya apa yang oma katakan itu benar. Papa dan mama kalian lagi sibuk.” Sambung Federico. “Ayo sarapan nanti kalian terlambat kesekolah!”


Mereka sarapan dan setelah sarapan Marco mengantar mereka kesekolah, seperginya mereka kesekolah Liliana berbincang bincang dengan Federico.


“Federico hampir dua minggu Jessica dan Carlos tidak ada kabar berita, aku takut terjadi sesuatu pada mereka berdua.”


“Sayang jangan berpikiran seperti itu, mungkin saja mereka lagi sibuk.” Kata Federico.


“Semoga saja Federico.” Kata Liliana dan dia pergi masuk kekamar.


Dia tidak menyadari kalau Jessica ada di sampingnya, Jessica menggerakkan badannya dan Carlos melirik kesampingnya.


Dia melihat Jessica lagi tertidur di sampingnya, dia memejamkan matanya dan air mata mengalir dari sudut matanya. “Akhirnya aku bisa melihatnya.” Katanya dalam hati, ingin sekali dia memeluk Jessica tapi dia tidak bisa bergerak. Rasa sakit di dadanya membuat dia tidak bisa berbuat apa apa.


Dia hanya bisa memandang Jessica. Saat Jessica menggerakkan badannya kembali, carlos menutup matanya. Dia merasakan tangan Jessica menggenggam tangannya.


Jessica bangun dan dia menatap Carlos, dia menghapus air mata carlos. Dia tidak tahu kalau Carlos sudah siuman, dia mengusap pipi Carlos dan mengecup pipi dan kening Carlos.


“Aku sangat mencintaimu beb. Cepat sadarlah, anak anak menunggu kita di rumah.” Bisik Jessica si kuping Carlos dan dia kembali mencium kening Carlos.


Jessica turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi dan Carlos membuka matanya. “Aku sangat bahagia dia baik baik saja. Aku ingin sekali memelukmu, melepaskan rinduku di pelukanmu.” Kata Carlos dalam hati.


Jessica keluar dari kamar mandi dan Carlos menutup matanya kembali. Jessica naik di tempat tidur dan mengecup kening Carlos, kemudian dia berbaring sambil memeluk lengan Carlos dan dia kembali tertidur.

__ADS_1


Dokter dan perawat masuk kedalam ruangan untuk memeriksa Carlos dan Carlos membuka matanya, dia langsung memberi isyarat pada Dokter dan Dokter langsung mendekat pada Carlos dan Carlos berbisik pada Dokter, dia meminta agar selang makanan yang dimasukkan lewat hidungnya, agar di lepaskan.


Dan Dokter meminta perawat untuk melepaskan selang itu, kemudian Carlos berbisik pada perawat dan perawat itu menganggukkan kepala.


Jessica terbangun dan melihat perawat sedang memegang selang dan dia melihat Carlos masih belum siuman dan masih menggunakan alat bantu pernapasan. Jessica menatap perawat dengan heran.


“Kenapa selangnya di lepaskan?” Tanya Jessica.


“Maaf Nyonya kami harus menggantinya, karena selang ini sudah banyak udara di dalam, makanya makanan tidak bisa kami suntikan lagi lewat selang ini.”


“Oh.. Begitu ya.”


Perawat meninggalkan ruangan dan Jessica duduk memperhatikan Carlos. “Beb cepat sadarlah, aku sangat tersiksa melihatmu seperti ini. Aku sangat merindukan pelukanmu, aku ingin bermanja padamu.” Kata Jessica sambil mengusap pipi Carlos.


Carlos mendengarnya tapi dia menahan senyumnya. Dia ingin mengerjai Jessica.


“Beb aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu. Kamu tahu aku tidak bisa hidup tanpamu.” Kata Jessica dengan suara manja


Carlos mendengar semua yang di ucapkan jessica. “Aku juga sangat mencintaimu sayang. aku juga sangat merindukanmu. Aku rindu suara manjamu itu.” Kata Carlos dalam hati. "Melihatmu disini semua rasa sakitku hilang, aku sangat bahagia.”


“Aku sangat bahagia sayang.”


Selamat Membaca


Terima kasih atas like dan komennya ya.


Jangan bosan membaca dan jangan lupa untuk like juga komen


Salam


Author

__ADS_1


__ADS_2