
Akhirnya Jessica mampu membuat perusahaan Well’s Group maju, Jessica membuat beberapa anak perusahaan untuk Well’s Group. Kiprah Jessica di perusahaan Well’s Group membuat Tuan Jeremmy sangat mengagumi Jessica. Dan sesibuk apapun Jessica tetap memberikan waktunya untuk Carlos dan anak anak, bagi Jessica Carlos dan anak anak adalah hidupnya. Cinta mereka berdua tak pernah padam.
Dan sudah setahun lebih mereka menempati rumah yang di beli oleh Carlos, hari hari yang mereka lalui penuh dengan kebahagiaan dan tak terasa Kairos sudah berumur dua belas tahun sedangkan si kembar berumur delapan tahun. Hari ini Jessica dan Carlos tidak ke kantor karena libur. Carlos dan Jessica menghabiskan waktu bersama dengan anak anak mereka, Carlos bermain ps bersama Acel dan Kairos sedangkan Cella selalu di kamar dengan bukunya.
Terdengar tawa Carlos, Acel dan Kairos, Jessica masuk ke kamar Kairos dan melihat Carlos lagi serius bermain game bersama Kairos dan Acel selalu menganggu Carlos. Acel melihat Jessica.
“Mama suruh papa berhenti bermain! Papa seperti anak kecil saja.”
Kairos dan Carlos langsung tertawa.
“Papa kenapa sayang?”
“Mama papa selalu bermain curang padaku, aku selalu kalah.”
Jessica tertawa melihat mimik wajah Acel.
“Beb biarkan mereka bermain.” Dan Acel bercanda pada Carlos.
“Ayo beb, berikan padaku stick nya! Kalau tidak mama akan marah pada Beb.”
Carlos dan Jessica langsung tertawa, Carlos menarik Acel kepelukannya dan menggelitik pinggang Acel.
“Kamu bilang apa sayang?’
“Papa Beb ampun, aku hanya bercanda papa beb.”
Jessica tertawa melihat Acel dan Carlos, Acel yang selalu membuat Jessica dan Carlos tertawa.
Carlos melepaskan Acel dan membiarkan mereka bermain. Jessica dan Carlos pergi ke halaman belakang dan duduk duduk disana.
“Sayang seminggu lagi anak anak akan liburan sekolah, bagaimana kalau kita berlibur ke Indonesia?”
“Boleh juga beb, lagipula aku sudah lama tidak pulang ke Indonesia. Aku rindu orang tuaku.”
“Iya sayang sekaligus berkunjung pada orang tuamu.”
“Kamu atur saja beb!”
“Baiklah sayang, ayo kita istirahat sekarang!”
“Iya beb.”
Mereka berdua pergi ke kamar lalu Carlos mengunci kamar dan berbaring di tempat tidur, Jessica juga ikut berbaring di tempat tidur.
“Sayang, melihat Kairos yang sudah besar aku merasa sudah tua.”
“Beb, umur kamu baru empat tiga, itu belum tua kalau sudah tuju puluh itu baru di sebut tua.”
Carlos tertawa dan dia memutar badannya menghadap Jessica, dia membelai wajah Jessica.
“Sayang umur kamu sekarang dua puluh delapan tapi terlihat seperti umur dua puluh lima, kamu pintar merawat wajah dan tubuhmu. Sayang aku bahagia memilikimu.”
Carlos menarik Jessica dan memeluknya. “Terkadang aku berpikir di saat umurku lima puluh tahun dan kamu tiga puluh lima, apakah aku masih bisa memuaskanmu di ranjang. Aku takut kalau aku tidak bisa dan kamu meninggalkan aku.
“Beb i never thinking about that, you know why?” Carlos menatap Jessica. “Because sex its not number one for me, Beb aku menikah denganmu bukan karena sex. Aku menikah denganmu karena aku mencintaimu.”
Carlos memeluk erat Jessica. “Beb buanglah pikiran seperti itu! Kamu dan anak anak adalah hidupku.”
“Iya sayang, Terima kasih. Aku sangat mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu beb, sudah istirahat ya!”
“Baik sayang.” Mereka berdua berpelukan dan tidur.
__ADS_1
Keesokan paginya Jessica bangun dan menyiapkan sarapan untuk Carlos dan anak anak. Carlos datang dan memeluk Jessica dari belakang.
“Beb kamu sudah bangun?”
“Iya sayang, kamu sedang membuat apa?”
“Aku sedang membuat sarapan untuk kalian. Beb kamu bangunkan anak anak, nanti mereka terlambat kesekolah!”
“Sayang mereka sudah terbiasa denganmu, kalau aku yang membangunkan mereka pasti mereka akan menyuruhku memanggilmu. Kamu tahukan sayang mereka begitu manja padamu.”
“Baiklah beb, aku akan membangunkan mereka.”
“Iya sayang, nanti sarapan aku yang buat.”
Jessica pergi dan naik ke atas dan dia membangunkan ketiga anaknya. Setelah itu dia turun pergi ke kamarnya dan menyiapkan pakain untuk Carlos. selesai menyiapka pakain, Jessica keluar dari kamar dan pergi keruang makan. Dia tersenyum melihat Carlos yang sedang mengatur sarapan mereka.
“Sayang sarapan sudah siap, ayo kita mandi! kamu mau ke kantorkan?”
“Iya beb, selesai mengantar anak anak aku ke kantor.”
Jessica dan Carlos pergi ke kamar dan bersiap siap untuk pergi ke kantor. Selesai bersiap siap mereka pergi keruang makan. Mereka berdua duduk di meja makan dan menunggu ketiga anak mereka.
Terlihat Cella berjalan menuju ke ruang makan.
“Good morning papa.”
“Good morning sayang.” Carlos menarik Cella dan Cella duduk di pangkuan Carlos. “Putri papa semakin cantik.” Carlos mencium pipi Cella.
“Tentu saja papa, mamaku cantik dan papa juga tampan berartikan aku harus cantik papa.”
Carlos tertawa dan memeluk Cella dengan erat.
”Ayo duduk sana!”
Acel dan Kairos berlari ke meja makan.
“Acel, Kairos jangan lari lari.”
“Supaya cepat sampai mama.” Acel melihat Carlos dan tersenyum. “Good morning papa.”
“Good morning Acel, duduk yang benar Acel nanti kamu jatuh!”
“Good morning papa.”
“Good morning Kairos.” Carlos berdiri dan memeluk kairos. “Kamu semakin besar sayang.” Carlos mencium kening Kairos.
“Mama, papa tidak adil.”
“Kenapa Acel.” Jessica tersenyum melihat wajah Acel.
“Mama lihat, papa memeluk Kairos tapi aku tidak di peluk sama papa.”
Carlos melepaskan pelukannya pada Kairos dan mengangkat Acel lalu memeluknya.
“Ini papa peluk dengan erat.” Carlos juga mencium pipi Acel dan mendudukan Acel kembali.
“Thank you papa.”
“Ayo sarapan nanti kalian terlambat ke sekolah.”
Jessica mengambilkan makanan untuk ketiga anaknya dan mengambilkan makanan untuk Carlos. Selesai sarapan Jessica siap siap mengantar anak anak.
“Mama tunggu aku lupa bukuku.” Kairos berlari keatas.
__ADS_1
“Cepat Kairos nanti kalian terlambat! Acel Cella masuk saja kedalam mobil!”
“Iya mama.” Acel dan Cella masuk ke dalam mobil dan Kairos datang langsung masuk ke dalam mobil, dia duduk di samping Jessica.
“Acel Cella sudah pasang safety beltnya?”
“Sudah mama.”
“Baiklah kita berangkat sekarang.”
Jessica mengantar ketiga anaknya ke sekolah, sampai disekolah mereka turun dan mencium Jessica lalu mereka masuk ke dalam sekolah. Jessica langsung kembali ke rumah.
Sampai dirumah dia melihat mobil Carlos masih ada. “Carlos belum berangkat juga?”
Dia masuk ke dalam dan Carlos keluar dari kamar.
“Beb, kamu belum berangkat juga?”
Carlos mendekat dan memeluk Jessica.
“Belum sayang, aku menunggumu.” Carlos mengatur rambut Jessica ke belakang telinga.
“Baiklah beb, aku ganti pakaian dulu.”
“Iya sayang.”
Carlos melepaskan pelukannya dan Jessica masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya. Selesai mengganti pakaian Jessica keluar dari kamar.
“Sudah selesai sayang.”
“Iya beb, aku sudah selesai.”
Mereka keluar bersama sama, sebelum Jessica masuk ke dalam mobil mereka berciuman. Carlos membelai pipi Jessica.
“Aku mencintaimu sayang.” Carlos memeluk Jessica dengan erat.
“Aku juga mencintamu beb.” Jessica melepaskan pelukan Carlos dan masuk ke dalam mobil. Begitu juga Carlos, dia pergi masuk ke dalam mobilnya
“Carlos menurunkan kaca jendelanya dan melihat Jessica yang lagi memakai safety beltnya. Jessica menatap Carlos dan tersenyum.
“Hati hati ya sayang!”
“Iya, kamu juga beb!”
“Ayo kamu jalan lebih dulu, aku di belakangmu.”
“Ok beb.”
Jessica menjalankan mobilnya keluar dari halam rumah di ikuti oleh Carlos. Jessica melihat dari spion Carlos melambaikan tangan padanya, dia memperlambat mobilnya dan menurunkan Kaca jendelanya.
Carlos menyusul dan mensejajarkan mobil mereka.
“Sayang jangan lupa makan siang di rumah ya!”
“Iya beb, aku duluan ya.”
“Iya sayang.”
Jessica melajukan mobilnya menuju ke kantor, begitu juga dengan Carlos.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1