
Tania menemui Carlos dan Jessica di kamar mereka. Tania mengetuk pintu.
Tok.. Tok… Tok…
Jessica membuka pintu lalu dia tersenyum kepada Tania, Tania membalas senyuman Jessica.
“Mam, papi saat ini ada di Santa Barbara dan aku ingin bertemu dengan papiku.” Kata Tania kepada Jessica.
“Apakah kamu akan membawa Ezer?”
“Iya mam, papi ingin melihat Ezer.”
“Ohh… baiklah tapi biarkan Hank mengantar kamu ke Santa Barbara.” Kata Jessica kepada Tania
“Tapi mam, aku akan menginap di Santa Barbara.” Kata Tania lagi
“Baiklah, tapi jangan lama lama.” Kata Jessica lalu Tania menganggukan kepala.
“Iya mam, pap aku pergi dulu ya.” Pamit Tania kepada Carlos.
Carlos berdiri lalu menghampiri Tania kemudian dia memeluk dan mencium pipi Tania
“Hati hati ya!.” Kata Carlos
“Iya pap, Terima kasih.
Jessica dan Carlos keluar dari kamar mengikuti Tania. Tania mengambil Ezer dari Sheren.
“Tania jangan lama lama ya. Kalau tidak ada Ezer nanti aku kesepian.” Kata Acel sambil tersenyum
“Iya Acel, aku tidak lama di Santa Barbara.” Kata Tania kemudian dia mecium kedua pipi Acel
Jessica dan Carlos mencium Ezer dan mengantar Tania sampai depan mobil. Tania mendudukan Ezer di booster seat dan memakaikan safety belt kepada Ezer. Hank mengantar Tania pergi ke Santa Barbara.
Jessica dan Carlos masuk lagi ke dalam kemudian mereka berdua naik ke atas menuju kamar. Jessica sempat mendengar percakapan Kairos dengan Angel, lalu dia menggeleng gelengkan kepala. Jessica tidak suka dengan sikap Kairos terhadap dia dan Carlos.
Selama kembali dari Indonesia Kairos memperlihatkan sikap diam kepada Carlos dan Jessica, tapi Carlos tidak memperdulikannya. Carlos malah menunjukan rasa sayangnya kepada Tania.
Saat makan siang Kairos turun dan pergi ke meja makan. Disana sudah ada Acel, Cella, Jessica dan Carlos, juga Sheren. Kairos menarik kursi dan duduk, dia tidak mau menyapa Carlos dan Jessica.
Carlos mengambil makanan, begitu Juga Jessica. Mereka makan sambil berbincang bincang.
“Oh ya sayang, sekembalinya Tania dari Santa Barbara, aku ingin membelikan dia mobil.” Kata Carlos kepada Jessica.
“Iya pap, belikan Tania mobil yang bagus.” Sela Acel lalu Carlos tersenyum.
“Tentu saja Acel, papa pasti membelikan Tania mobil yang bagus.” Kata Cella. “Bukankan begitu pap?”
Jessica tersenyum melihat mereka
“Oh ya, sebentar lagi ulang tahun Ezer. Bagusnya kita rayakan dimana?” Tanya Jessica
“Mam rayakan saja di Panti Asuhan.” Kata Acel.
“Iya benar Acel, lebih bagus di Panti Asuhan.” Sela Carlos. “AKu ingin merayakan Ulang Tahun cucu kesayanganku dengan meriah.” Kata Carlos lagi. Dia ingin mendengarkan kepada Kairos hanya Ezerlah cucunya.
Kairos hanya diam di meja makan. Mereka tidak memperdulikan Kairos, selesai makan Kairos langsung berdiri dan masuk kedalam kamar.
Jessica dan Cella merapikan meja makan, sedangkan Sheren pergi dengan Acel ke teras belakang. Carlos masuk keruang kerjanya.
Santa Barbara
Tania sedang bermain main dengan Ezer di kamar, lalu handphone Tania berbunyi. Dia melihat panggilan dari Jessica. Tania langsung menjawabnya
“Hallo mam, apakabar?” Tanya Tania
“Baik Tania, Ezer mana?” Tanya Jessica
“Lagi di sampingku mam, dia sedang bermain mobil mobilan.”
“Ohh.. Kapan kamu kembali? Mama sangat merindukan Ezer papa juga.” Kata Jessica
“Suruh saja Hank jemput sekarang mam.” Jawab Tania.
Terdengar suara Jessica begitu senang.
“Baiklah Tania, mama akan menyuruh Hank menjemput kamu sekarang.” Kata Jessica dari seberang telepon.
“Iya mam.”
Tania menutup telepon kemudian dia menggantikan pakaian kepada Ezer.
“Sayang untuk sementara Ezer tinggal dengan grandma, mama akan mencari pekerjaan disini. Mama tidak ingin bergantung kepada mereka.” Kata Tania sambil memakaikan kaos kepada Ezer. Kemudian dia duduk di sisi tempat tidur.
“Aku harus mencari pekerjaan, aku tidak mau berharap kepada mereka. Apalagi sikap Kairos seperti itu padaku.” Kata Tania kemudian dia menarik nafas panjang. “Dia pikir aku akan merengek rengek kepadanya. Lihat saja, kamu akan berlutut padaku untuk meminta kembali padamu.” Kata Tania lagi.
Tidak lama kemudian terdengar pintu di ketuk.
“Itu pasti Hank.” Kata Tania kemudian dia menggendong Ezer lalu pergi membuka pintu. “Hi Hank bisa kamu gendong Ezer sebentar? Aku ingin mengambil perlengkapan dan tas Ezer.” Kata Tania.
“Tentu saja Tania, berikan Ezer kepadaku.” Kata Hank kemudian dia mengambil Ezer dari Tania lalu menggendongnya.
Tania masuk kedalam lalu mengambil Tas dan perlengkapan Ezer. Tania kembali keluar dan mengunci pintu kemudian dia mengambil Ezer dari Hank. Hank mengangkat Tas dan perlengkapan Ezer lalu memasukkan kedalam bagasi.
Tania masuk ke dalam mobil dan mendudukan Ezer di booster seat. Hank langsung menjalankan mobilnya menuju ke Kota Torrance. Akhirnya mereka tiba di kediaman Carlos, Tania turun dari mobil lalu menggendong Ezer.
Terlihat dari dalam rumah Cella berlari keluar menyambut Tania dan Ezer. Cella langsung mengambil Ezer dari Tania lalu menggendognya. Cella mencium pipi Ezer
__ADS_1
“Aku sangat merindukanmu sayang.” Kata Cella sambil memeluk Ezer dengan erat.
Jessica dan Carlo menyambut Tania. Mereka berdua memeluk Tania dan mencium kedua pipi Tania.
“Sayang ayo berikan Ezer kepada papa.” Kata Carlos kepada Cella
“Sebentar papa, aku baru saja menggendongnya.” Kata Cella sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
“Sayang berikan dia padaku.” Kata Carlos lagi, akhirnya Cella memberikan Ezer kepada Carlos.
Carlos langsung membawa Ezer ke kamarnya, Jessica juga ikut masuk kedalam kamar.
Tania menghampiri Acel kemudian dia mencium pipi Acel.
“Bagaimana kabarmu?” Tanya Tania sambil mendorong Acel dan kursinya.
“Seperti yang kamu lihat Tania, aku masih ikut terapy.” Kata Acel, “Tania ayo kita ke halama belakang.” Kata Acel kepada Tania lalu Tania membawa Acel ke halaman belakang.
Sementara Acel dan Tania bebincang bincang, Kairos datang lalu dia duduk di teras. Dia tidak menyapa Tania dan Acel, Kairos duduk lalu dia menelepon Angel. Panggilan terhubung
“Hallo sayang, bagaimana kabarmu?” Tanya Kairos. Acel melirik Tania tapi Tania hanya tersenyum kepada Acel
Kairos menyalakan speaker lalu terdengar suara Angel.
“Hallo Kairos, aku baik baik saja.” Jawab Angel
“Bagus sayang, aku senang mendengarnya. Oh ya mana putriku yang cantik?” Tanya Kairos lagi, dia sengaja ingin mendengarkan percakapan dia dan Angel kepada Tania.
“Video call saja Kairos.” Kata Angel
“Baiklah sayang, sebentar aku ganti video Call.” Kata Kairos kemudian dia menutup telepon dan mengganti panggilan dengan video call. Terlihat di layar handphone Angel dan Chantiq sedang berbaring di tempat tidur. Kairos tersenyum melihat mereka berdua. “Putri papi yang cantik masih tidur ya.” Kata Kairos
“Iya Kairos, dari tadi dia menangis dan akhirnya dia tertidur.” Kata Angle
“Kenapa dia menangis sayang?" Tanya Kairos sambil matanya melirik Tania.
"Tidak tahu Kairos mungkin dia rindu papinya." Jawab Amgel.
Tania dan Acel saling pandang lalu mereka berdua tersenyum.
"Ehmm... Tania aku ingin ke kamar." Kata Acel kepada Tania
"Baiklah Acel, aku akan mengantarmu ke kamar." Kata Tania sambil berdiri. "Oh ya, hari ini Sheren tidak datang?"
Tania memperlihatkan sikap biasa saja kepada Kairos. Dia tahu Kairos hanya ingin menyakitinya.
Tania memgantar Acel ke kamarnya, sampai di kamar Acel tersenyum kepada Tania.
"Biarkan saja dia Tania, dia sudah dewasa tapi masih sifat ke kanak kanakan." Kata Acel lalu Tania tertawa.
"Aku tahu Acel, dia hanya ingin menyakitiku." Kata Tania sambil tersenyum.
"Aku tidak sakit hati Acel. Oh ya aku ingin mencari pekerjaan."
"Mengapa kamu tidak bekerja saja di perusahaan mama atau papa?"
"Ahh.. Acel, aku ingin mandiri. "
"Bagus Tania. Aku mendukungmu." Kata Acel sambil memegang tangan Tania.
"Baiklah Acel, aku mau ke kamarku." Kata Tania kemudian dia keluar dari kamar Acel.
Keesokan paginya mereka sarapan bersama. Seperti biasa, Kairos masih tetap diam.
"Oh ya mam pap, aku ingin mencari pekerjaan." Kata Tania membuka pembicaraan
"Tania untuk apa kamu mencari pekerjaan, kamu bisa bekerja di perusahaan mama atau papa." Kata Jessica
"Ah.. Mam, aku ingin mandiri." Kata Tania sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.
"Itu bagus Tania. Papa mendukungmu, carilah pekerjaan. Jangan hanya berharap dari kekayaan orang tua." Sindir Carlos kepada Kairos.
Kairos berhenti sarapan kemudian dia berdiri dan pergi ke kamarnya.
"Kamu lihat sayang, anak masih hidup dari hasil orang tua tapi tidak tahu diri." Kata Carlos dengan kesal. "Jangan sampai aku blokir Credit card dan rekeningnya." Kata Carlos lagi kepada Jessica.
Jessica memegang tangan Carlos dan menenangkan Carlos.
"Sudahlah beb, biarkan saja dia."
"Katakan padanya, jangan sampai aku memgusir Angel dari rumah itu." Kata Carlos kemudian dia berdiri dan pergi ke kamar.
Tania menjadi serba salah.
"Mam maafkan aku, karena aku papa sampai marah."
"Tania, itu bukan salahmu. Kairos saja yang tidak tahu diri." Kata Cella.
"Iya Tania, itu bukan salahmu." Kata Jessica sambil tersenyum.
Tania berdiri dan membantu Jessica membersihkan meja makan lalu dia mencuci piring.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhirnya Tania mendapatkan pekerjaan. Dia bekerja di salah satu perusahaan Export Import. Setiap pagi dia mengurus Ezer sebelum berangkat kerja.
"Sayang nanti Ezer bersama Debora ya." Kata Tania sambil menggosok sabun di badan Ezer. Kemudian dia membersihkan sabun di badan Ezer. Ezer tersenyum, tangannya menepuk nepuk air.
__ADS_1
Tania membalutkan handuk di badan Ezer kemudian dia mengangkat Ezer. Lalu terdengar pintu di ketuk.
Tok... Tok.. Tok..
"Masuk saja." Kata Tania lalu pintu terbuka. Tania melihat Jessica dan Carlos lalu dia tersenyum
Jessica dan Carlos masuk lalu menghampiri Ezer yang lagi duduk di tempat tidur.
"Hemm.. Cucu grandpa sudah wangi." Kata Carlos sambil mencium pipi Ezer. Ezer tersenyum dan menepuk pipi Carlos.
Jessica mengangkat Ezer lalu memangkunya. Dia mencium kedua pipi Ezer.
"Cucu grandma tampan sekali." Kata Jessica sambil memggelitik perut Ezer.
"Oh ya mam, apakah Debora sudah datang?" Tanya Tania
"Iya Tania, Debora sudah datang." Kata Jessica kemudian dia menggendong Ezer dan membawanya keluar. Carlos mengikuti Jessiva dari belakang.
Jessica menyewa pengasuh untuk menjaga Ezer selama Tania bekerja.
Tania bersiap siap untuk pergi kekantor. Dia mengambil sepatunya kemudian dia memakainya. Tania keluar dari kamar lalu menemui Debora.
"Debora, apakah mama dan papa sudah pergi ke kantor?"
"Iya Tania mereka sudah pergi." Jawab Debora.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ya. Aku titip Ezer padamu.
"Iya Tania, aku akan menjaga Ezer." Kata Debora.
"Terima kasih Debora." Ucap Tania kemudian dia mencium kedua pipi Ezer. "Sayang mommy pergi dulu ya."
Tania keluat dan menemui Hank.
"Hank, kita pergi sekarang?"
Hank berdiri lalu dia tersenyum kepada Tania.
"Iya Tania." Jawab Hank kemudian dia masuk ke dalam mobil di ikuti Tania. Kemudian Hank mengantar Tania sampai di kantor.
Tania turun dari mobil kemudian dia masuk ke dalam kantor. Dia langsung menemui manager
"Selamat pagi Tuan, apakah aku terlambat?"
Manager tersenyum kepada Tania.
"Umm.. Kamu tidak terlambat Tania. Oh ya kamu pergi ke ruangan Dirut, dia lagi menunggumu." Kata manager kepada Tania.
"Baik Tuan." Kata Tania lalu dia langsung bergegas pergi keruangan Dirut. Tania mengetuk pintu lalu terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk.
Tania membuka pintu lalu dia masuk. Tania terkejut melihat Dirut, Dirutnya masih mudah dan sangat tampan, dia berpikir Dirutnya sudah Tua.
"Selamat pagi Tuan, apakah Tuan memanggilku?" Tanya Tania
Dirut menatap Tania
"Dia sangat cantik." Kata Dirut dalam hati. Dia terpesona dengan kecantikan Tania.
"Tuan???
"Oh... Iya benar." Kata Dirur dengan suara gugup. "Kenapa aku jadi nervous?" Kata Dirut lagi.
"Ada apa Tuan memanggilku?" Tanya Tania sambil tersenyum.
"Umm.. Begini, aku ingin kamu menjadi asistenku." Kata Dirut. "Kemanapun aku pergi, kamu harus ada di sampingku." Kata Dirut lagi.
"Baik Tuan." Jawab Tania
"Jangan panggil aku Tuan. Panggil saja Reagen."
Tania tersenyum
"Baik Tuan Reagen." Jawab Tania.
"Tania, aku sudah katakan padamu jangan panggil aku Tuan."
"Oh.. Maaf aku lupa." Kata Tania sambil tertawa.
"Oh ya ruanganmu nanti di sebelah ruanganku." Kata Reagen lagi
"Baik Reagen. Masih ada lagi?" Tanya Tania.
"Ehem.. Itu saja Tania. Silahkan kamu ke tempatmu." Kata Reagen kemudian Tania keluar dari ruangan dan masuk ke dalam ruangan yang sudah di sediakan untuk Tania gunakan.
Reagen termenung di kursi kerjanya.
"Dia cantik sekali, apakah dia sudah punya pacar?" Tanya Reagen dalam hati. "Mudah mudahan dia masih sendiri.
Tania masuk ke dalam ruang kerjanya lalu dia meletakkan tasnya di atas meja kemudian dia duduk.
"Aku mendapatkan boss yang sangat tampan." Kata Tania sambil bersandar di sandaran kursi.
Dia tersenyum sendiri di dalam ruangan.
Reagen
__ADS_1
Selamat membaca