SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Cintamu tidak akan mengecewakan


__ADS_3

Sudah dua hari Cella dan Logan berada di villa, terlihat mereka berdua sedang duduk-duduk di ruang santai sambil menonton tv, Logan terus memeluk Cella. Sesekali dia mencium ubun kepala gadis itu.


Cella duduk di pangkuan Logan kemudian dia memegang jenggot tipis itu dan mencium pipi Logan, dia meletakkan kepala di dada bidang itu dan memejamkan mata.


Logan membelai rambut Cella kemudian dia memeluk tubuh mungil dengan erat, ada perasaan takut dalam dirinya akan kehilangan gadis itu.


“Aku takut ….” Logan terhenti bicara.


“Taku kenapa?” tanya Cella dengan penasaran kemudian dia mengangkat kepalanya dan menatap mata Logan.


“Aku takut orang tuamu memisahkan kita. Aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu, pertama kali melihatmu aku sudah menyukai kamu. Makanya aku menyelamatkanmu,” ungkap Logan dengan suara memelas.


“Tidak ada yang dapat memisahkan aku dan kamu, kalau mama atau papa melarang hubungan kita aku akan lebih memilihmu, aku akan meninggalkan rumah orang tuaku,” ujar Cella meyakinkan Logan sambil memegang kedua pipi pria itu.


“Apakah kamu siap hidup susah bersamaku? Kamu tahu sendiri aku tidak punya apa-apa dan aku bukan orang yang baik. Kamu lihat sendiri, badanku banyak tato dan pernah membunuh.” Cella menatap mata Logan, dia membelai wajah pria itu lalu dia melingkarkan tanganya di leher Logan.


“Aku siap tinggalkan segalah kemewahan yang orang tua berikan, dan aku tidak perduli sekalipun badanmu penuh dengan tato. Kalau kamu pernah membunuh, itu masa lalumu, kamu bisa berubah bersamaku,” ucap Cella dengan menatap mata pria itu.


“Benarkah?” tanya Logan sambil menatap mata Cella, dia ingin melihat apakah Cella serius dengan perkataanya


“Iya, Logan. Aku siap hidup susah asalkan bersama denganmu, aku sangat mencintaimu,” jawab cella dengan kembali memegang pipi Logan dan membelainya.


Wajah Loga terlihat berubah tenang setelah mendengar perkataan Cella. Dia melingkarkan tangannya di pinggang sang kekasih dan mengecup bibir merah delima itu.


“Terima kasih, Sayang. aku juga sangat mencintaimu, aku janji tidak akan pernah menyakitimu atau mengkhianatimu,” bisik Logan di kuping Cella


“Iya. Tapi aku sudah lapar, Logan.” Pria itu tertawa kemudian dia melepaskan tangannya dari pinggang Cella.


“Aku juga sudah lapar, kalau begitu kita  memasak sekarang,” ujar Logan kemudian mereka berdua pergi ke dapur dan memasak.


Pasangan kekasih itu memasak sambil bersenda gurau. Sesekali Logan menggangu Cella dengan mencolek pinggang kekasihnya. Begitu juga dengan Cella, dia tidak tinggal diam kalau Logan menganggunya. Dia mencubit pinggang sang kekasih dan terkadang menggigit punggung pria itu.


 Selesai memasak mereka mengaturnya di meja makan. Logan dan Cella duduk berdampingan lalu Cella mengambilkan makanan untuk Logan.


Mereka makan sepiring berdua,  Logan mengambil makanan dengan sendok kemudian dia menyuapi Cella. Begitu juga dengan Cella, dia membalas apa yang di lakukan sang kekasih kepadanya.


Cella meletakkan tangannya di punggung Logan kemudian dia kembali menyuapi sang kekasih dan mengecup bibir pria itu. Begitu juga dengan Logan, mereka berdua saling berbalas-balasan.

__ADS_1


Cella tertawa dan mendorong dengan pelan wajah Logan, pria itu’pun ikut tertawa dan menarik Cella ke dalam pelukannya.


“Apakah kamu bahagia bersamaku?” tanya Logan sambil meremas hidung Cella


“Tentu saja, aku tidak pernah merasa sebahagia ini,” jawab Cella dengan mencubit pipi Logan dan membelai jenggot tipis itu.


“Apakah kamu suka dengan jenggotku ini,” tanya Logan sambil menggesekkan di tangan Cella lalu gadis itu tertawa.


“Iya, aku sangat suka,” jawab Cella dengan suara manja. Logan tersenyum kemudian dia mengajak Cella duduk di pinggir danau. Logan menarik Cella untuk duduk di antara pahanya.


Cella duduk dan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu, Sedangkan Logan, dia melingkarkan tanganya di perut Cella dan meletakkan dagu di punggung gadis itu. Mereka duduk di pinggir danau sambil memandang bulan yang mulai tertutup dengan awan.


Hari sudah larut malam, udara di danau semakin dingin. Logan berdiri dan mengajak Cella untuk pergi ke dalam villa. Cella berdiri di bantu Logan, kemudian dia melingkarkan tangan satunya di pinggang sang kekasih lalu mereka berdua meninggalkan danau dan masuk ke kamar.


Cella mengganti pakaiannya dengan baju tidur kemudian dia berbaring di tempat tidur, begitu juga dengan Logan dia melepaskan kaos dan celana pendek lalu dia berbaring di samping Cella. Mereka berdua tidur saling berpelukan.


****


Cella dan Logan meninggalkan danau, mereka berdua kembali ke kediaman orang tua Cella. Sepanjang jalan pasagan kekasih itu terus bercanda di mobil, terdengar tawa gadis itu saat Logan mencolek pinggangnya, dia memukul lengan Logan lalu dia  kembali tertawa.


“Mengapa kamu tertawa?” Logan memegang tangan Cella lalu dia mencium dengan lembut.


“Iya, kamu akan merasakan sakit. Apalagi milikku besar,” canda Logan di sertai tawa lalu Cella mencubit pinggang Logan. Pria itu kembali tertawa dan bercanda.


 “Iya benar, Sayang. Tapi tidak lama kemudian kamu akan merasakan kenikmatan dan kamu akan mulai mendesah, Ah … Logan, aku suka oh … teruskan jangan berhenti.” Cella langsung tertawa kembali mendengar Logan bercanda kemudian dia memukul lengan pria itu lagi.


“Benar, Sayang. Nanti aku buktikan ucapanku, dan setelah melakukan hubungan itu kamu pasti akan ketagihan.” Logan menatap Cella dan tersenyum, “Baru digesek-gesek saja kamu sudah mendesah dan ketagihan, apalagi kalau milikku masuk di sini,” ujar Logan sambil tangannya meraba milik gadis itu.


Cella menepuk tangan Logan lalu pria itu tertawa dan mencubit pipi Cella. Dia terus menggoda  gadis itu.


 “Nanti suatu waktu kamu akan merasakan kenikmatan itu kalau milikku masuk di situ,” ujar Logan lagi sambil mengisyaratkan matanya ke milik Cella lalu gadis itu mendorong wajah Logan dengan pelan sambil tertawa.


“Dasar kamu gila,” kata Cella kemudian Logan tertawa terpingkal-pingkal. Cella menyandarkan kepalanya di lengan pria itu.


Akhirnya mereka tiba di kediaman orang tua Cella, mereka turun dari mobil lalu masuk ke rumah. Cella langsung menuju kamarnya diikuti Logan, dia melirik sana sini sambil berjalan di belakang gadis itu.


Mereka berdua masuk ke kamar kemudian Cella mengambil handuk dan pergi mandi, sedangkan Logan dia berbaring di ranjang menunggu Cella selesai mandi. Tidak lama kemudian Cella keluar dengan hanya menggunakan handuk, dia duduk di sisi tempat tidur dan mengecup bibir pria itu.

__ADS_1


“Kamu tidak mandi?” tanya Cella sambil membelai jenggot Logan.


“Aku akan mandi, tapi nanti. Oh ya kapan kamu ke Spain?” tanya Logan sambil membelai lengan Cella dengan jemarinya.


“Um, dua hari lagi. Aku ingin kamu ke Spain juga,” pinta Cella


“Aku di sini saja, kalau aku ikut kamu ke sana orang tuamu bisa curiga padaku.” Cella memegang tangan Logan dan menggelengkan kepala.


“Aku ingin kamu ikut ke Spain, aku tidak mau jauh darimu,” ujar Cella kemudian dia berbaring di samping pria itu.


 “Nanti kalau aku sudah di Spain kamu menyusul, aku akan sewa hotel untukmu.”


Logan menindih tubuh Cella yang masih menggunakan handuk kemudian dia mengecup bibir gadis itu. Dia tidak bisa menolak permintaan Cella.


 “Baiklah kalau itu maumu, aku akan ke Spain kalau kamu sudah di sana,” sahut Logan kemudian dia mencium bibir Cella. Logan berhenti mencium gadis itu kemudian dia menatap mata indah Cella.


“Kamu sudah membuatku jatuh cinta padamu,” ucap Logan dengan suara pelan lalu dia kembali mengecup bibir Cella.


“Kamu juga sudah membuatku jatuh cinta padamu,” ujar Cella sambil membelai wajah Logan, “Ini pertama kalinya aku merasakan jatuh cinta, semoga cinta itu tidak mengecewakanku.”


Logan tersenyum kemudian turun dari atas tubuh Cella, dia menarik nafas panjang dan memegang tangan gadis itu.


“Cintamu ini tidak akan pernah mengecewakanmu, dia akan terus membuatmu merasa nyaman di sampingnya, membuatmu tersenyum, dan akan terus berusaha untuk membuatmu bahagia.” Logan memutar tubuhnya menghadap Cella dan menopang kepala dengan tangannya.


“Apakah kamu percaya dengan cintamu?” tanya Logan sambil jemarinya kembali membelai lengan Cella yang putih mulus dan lembut itu


Cella memutar badannya menghadap Logan, dia menyanggah kepala dengan tangannya dan menatap mata Logan.


“Aku percaya kepada cintaku,” jawab Cella sambil tersenyum kemudian dia menarik Logan naik ke atas tubuhnya lalu mereka berdua berciuman.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya.


Oh ya, baca novel terbaruku yang berjudul:


AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG )

__ADS_1


__ADS_2