SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 5


__ADS_3

Indonesia


Vania dan Pedro duduk di pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda.


“Vania aku harus ke Philipin, empat hari lagi masa berlaku visaku habis.”


“Ok, kapan kamu akan berangkat ke Philipin?”


“Dua hari lagi. Tapi aku ingin kamu ikut denganku.”


“Untuk apa aku ikut denganmu?”


“Vania aku tidak ingin kamu tinggal sendiri disini.”


Vania menatap Pedro


“Kenapa?”


“Aku tidak ingin kamu menjadi milik laki laki lain.”


“Sudah pergi saja Pedro, tidak ada yang akan memilikiku disini.”


“Ah.., tidak Vania aku ingin kamu ikut denganku ke Philipin.”


“Hmm... Terserah kamu saja Pedro.” Kata Vania sambil menyedot air kelapa. “Ayo Pedro kita kembali ke villa, aku merasa lelah.


“Baiklah Vania, ayo!”


Mereka berdua berdiri dan berjalan kaki kembali ke villa. Pedro memegang tangan Vania dan mereka berjalan di bibir pantai menuju ke villa.


Sampai di villa mereka mereka berdua masuk ke dalam, Vania langsung menuju ke kamar. dia masuk lalu menyalakan Ac kemudian dia berbaring di tempat tidur.


Pedro masuk kedalam kamar kemudian dia mengambil laptop dan menyalakannya.


Pedro menatap Vania


"Vania Id Card kamu mana? Aku ingin membeli tiket."


Vania bangun kemudian dia mengambil Id Cardnya di dalam tas dan memberikannya kepada Pedro


"Ini Pedro sayaaang.." Kata Vania sambil mencubit pipi Pedro dan Pedro tertawa


Saat Vania membalikkan badannya Pedro berdiri dan memeluk Vania dari belakang dan mencium leher Vania.


"Pedro geliii..!!"


Pedro memeluk erat Vania dan terus mencium leher Vania.


"Pedrooo.... Please lepasin!! Vania meronta tapi tangan Pedro begitu kuat menahannya.


Vania tertawa, dia merasa geli Pedro mencium lehernya, dia berteriak


"Pedro lepaskan!!


"Aku tidak akan melepaskanmu, aku akan memperkosamu." Kata Pedro lalu dia mencium kembali leher Vania.


Vania tertawa terpingkal pingkal.


"Pedro please lepaskan!"


"Aku akan melepaskanmu tapi dengan syarat."


"Apa syaratnya?"


"Umm..., kamu harus mencium bibirku dengan lama!"


"Hemm... ,baiklah. Kalau begitu lepaskan aku!"


Pedro melepaskan Vania lalu Vania membalikkan badannya menghadap Pedro dan mengecup bibir Pedro kemudian dia berbalik dan Pedro menahan tangan Vania.


"Hei.. aku tidak meminta kamu mengecup bibirku. Aku meminta kamu mencium bibirku." Kata Pedro sambil melingkarkan tangannya di pinggang Vania dengan erat.


Vania menarik nafas panjangn dan menatap Pedro.


"Baiklah."


Vania mencium bibir Pedro dan Pedro membalas ciuman Vania. Vania ingin berhenti tapi Pedro menahannya dan akhirnya mereka berciuman.


Pedro meremas dada Vania dan Vania menahan tangan Pedro. Pedro tidak berhenti, tangannya turun kebawa dan merabah milik Vania. Vania mencoba menahannya.


"Aku tidak akan memasukkannya Vania, hanya di kuar saja." Bisik Pedro di kuping Vania.


Akhirnya Vania membiarkan Pedro merabah miliknya. Pedro membaringkan Vania di tempat tidur kenudian dia mencium kembali bibir Vania. Mereka kembali saling berciuman.

__ADS_1


Pedro mencoba memasukan jarinya ke dalam celana Vania tapi Vania menahannya.


"Sayang aku janji, tidak akan memasukan jariku ke milikmu."


Vania menatap mata Pedro, dia teringat saat Carlos membuatnya merasakan kenikmatan itu.


"Kamu janji Pedro?"


"Iya sayang, aku janji."


Akhirnya Vania membiarkan Pedro memainkan miliknya dengan jarinya.


Pedro menurunkan celana Vania setengah paha dan dia merabah milik Vania.


"Hmm.. so wet sayang." Bisik Pedro


Vania melingkarkan tangannya di punggung Pedro. Mereka saling berciuman dan saling memainkan lidah. Jari Pedro masih bermain di sana dan tiba tiba Vania memeluk Pedro dengan erat. Pedro menindih tubuh Vania dan mengeluarkan miliknya.


Vania melihat Pedro mengeluarkan miliknya dia langsung mendorong tubuh Pedro tapi Pedro menahannya.


"Pedro apa yang akan kamu lakukan?"


"Sayang aku tidak akan memasukan milikku. Aku janji." Bisik Pedro sambil mengapit kedua kaki Vania dengan kakinya."


"Tapi Pedro...


"Sayang aku janji."


Akhirnya Vania pasrah.


Pedro membuka paha Vania dan dia menempelkan miliknya di milik Vania lalu dia mengapit kedua kaki Vania. Pedro menggerakan pinggangnya naik turun.


"Ahh... Vania milikmu sudah basah. Aku suka." bisik Pedro sambil terus menggerakan pinggangnya.


Vania mulai merasakan kenikmatan itu. Dia mencium bibir Pedro.


Pedro menatap Vania


"Kamu mulai merasakan kembali kenikmatan itu?" Goda Pedro pada Vania.


Vania mencubit pinggang Pedro dan Pedro tertawa.


"Ah..., sayang so wet." Kata Pedro sambil menggerakkan pinggangnya dengan cepat.


"Ah... Pedro berhenti." Vania memeluk Pedro begitu erat. Pedro memacu gerakannya dan dia memeluk erat Vania. Terdengar erangannya di kuping Vania.


Vania mendorong tubuh Pedro dan Pedro berbaring di samping Vania. Vania merasakan banyak cairan di miliknya.


"Pedro mengapa kamu keluarkan disitu.. ichh." Kata Vania kepada Pedro dan Pedro tertawa.


"Ehmm.. tidak ada tempat jadi aku keluarkan saja disitu." Canda Pedro dan Vania mengambil bantal dan memukulkan ke badan Pedro.


Pedro tertawa dan menarik Vania kedalam pelukannya lalu dia mencium kening Vania. Vania melepaskan pelukan Pedro.


Dia bangun dan langsung pergi ke kamar mandi.


Pedro tersenyum melihat Vania.


"Ah.. Vania aku sangat menyukaimu."


Pedro tersenyum melihat Vania, saat Vania keluar dari kamar mandi. Dia berdiri dan menghampiri Vania yang sedang mengambil pakain di lemari. Dia memeluk Vania dari belakang.


"Bagaimana rasanya? Nikmatkan?" Bisik Pedro di kuping Vania.


"Kamu gila Pedro." Kata Vania pada Pedro dan Pedro tertawa.


"Tapi kamu sukakan?" Goda Pedro


" Sudah Pedro, jangan menggodaku."


Pedro tertawa lalu dia melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi.


Vania memakai celananya kemudia dia duduk di sofa.


"Hmm.., aku sudah menyukai Pedro." Kata Vania dalam hati.


Tiba tiba Handphone Vania berbunyi dia melihat Carlos yang menelepon. Vania menjawab telepon Carlos lalu dia pergi keluar.


"Hi Carlos apa kabar?"


"Hi Vania aku baik baik saja. Kamu masih di Bali?"


Vania melihat Jam di dinding

__ADS_1


"Iya Carlos, aku masih di Bali. Mengapa jam begini kamu meneleponku? Disanakan masih jam empat subuh."


"Aku tadi terbangun dan entah mengapa pikiranku langsung tertuju padamu. Apakah kamu baik baik saja disana? "


"Iya Carlos aku baik baik saja disini, kamu tidak usah khawatir. Bagaimana kabar Jessi dan anak Anak?"


"Ehmm..., mereka baik baik saja Vania. Baiklah Vania, kalau begitu aku tidur kembali."


"Baiklah Carlos." kata Vania lalu dia menutup teleponnya.


Vania kembali ke kamar dan dia melihay Pedro lagi di depan laptop. Vania berjalan menghampiri Pedro dan dia berdiri di samping Pedro sambil tangannya di letakkan di punggung Pedro.


"Kamu sudah membeli tiketnya Pedro?"


Pedro menatap Vania dan tersenyum.


"Sudah Vania sayang." Kata Pedrod sambil mensrik Vania duduk di pangkuannya. " Vania bagaimana kalau kita ke Portugal dan menikah?"


Vania menatap Pedro.


"Pedro, aku sudah katakan padamu aku akan menikah denganmu kalau kamu sudah mencintaiku."


"Tapi Vania aku sudah menyukaimu."


"Baru suka belum mencintai."


Vania menatap mata Pedro


"Pedro bagiku pernikahan itu sangat sakral, aku tidak ingin menikah lalu cerai, bagiku pernikahan hanya sekali seumur hidup. Kecuali pasangan kita meninggal.


Pedro memegang pipi Vania


"Sayang aku berjanji padamu, kalau kita menikah hanya maut yang akan memisahkan kita berdua. Aku sangat menyukaimu Vania. Ayolah!"


"Kalau begitu tunggu dua bulan lagi."


"Kenapa tunggu dua bulan lagi Vania?"


"Pedro 2 bulan itu tidak lama. kamu mau menunggu atau tidak?"


Pedro menarik nafas panjang


"Baiklah aku akan menunggumu."


Vania tersenyum dan mencubit pipi Pedro


"Umm.... Pedro pintar." Kata Vania dan Pedro tertawa.


Amerika


Selesai menelepon Vania Carlos kembali ke kamar.


"Kenapa tiba tiba aku memikirkan Vania? mudah mudahan dia baik baik saja." Kata Carlos dalam hati kemudian dia berbaring di samping Jessica.


Jessica terbangun dan menatap Carlos


"Beb, are you ok?" Tanya Jessica dengan suara serak


Carlos menatap Jessica dan tersenyum.


"Iya sayang, aku baik baik saja." Jawab Carlos lalu dia memeluk Jessica. " Aku baru saja menelepon Vania."


"Ada apa dengan Vania?"


"Tidak ada apa apa, dia baik baik saja. Tadi aku terbangun dan entah mengapa aku teringat Vania, jadi aku meneleponnya. Tapi dia baik baik saja di Bali."


Carlos memiringkan badannya menghadap Jessica dan membelai wajah Jessica. Jessica tersenyum dan mengecup bibir Carlos.


Carlos menindih tubuh Jessica dan mencium bibir Jessica. Mereka berdua saling berciuman dan memainkan lidah. Carlos melepaskan kimono Jessica dan kembali mereka berdua berciuman. Carlos melepaskan celananya dan memutar tubuh Jessica dan menindih belakang Jessica. Carlos tahu Jessica sangat suka dengan posisi seperti itu dan Carlos melakukannya.


Terdengar desahan Jessica.


"Ahh... beb aku suka."


Carlos memegang pinggang Jessica dan dia menggerakan pinggangnya dengan cepat Terdengar rintihan kenikmatan dari bibir Jessica. Carlos semakin memacu gerakkannya dan tiba tiba tubuh jessica tersentak. Carlos memutar tubuh Jessica dan menindihnya, dia mencium bibir Jessica dan melakukannya lagi dan akhirnya dia terkulai lemas di atas tubuh Jessica.


Jessica memeluk Carlos dan membelai rambut Carlos.


Selamat Membaca


Jangan Lupa like dan Komentar ya.


Terima kasih.. 😘😘❤❤

__ADS_1


__ADS_2