
Indonesia
Akhirnya Kairos dan Tania tiba di Aiport Samratulangi, Kairos bernegosiasi dengan pemilik taxi.
“Maaf Pak, kalau ke kompleks Citraland berapa? Tanya Kairos sambil menunjukan alamat kepada Driver
“Ohh.. 125ribu saja Mr.”
“Ok.. baiklah kalau begitu, antarkan kami kesana.” Kata Kairos lagi kemudian pemilik taxi pergi mengambil mobilnya.
Mobil berhenti di tepat di depan Kairos dan Tania.
“Ayo naik sayang.” Kata Kairos kepada Tania lalu Tania masuk ke dalam mobil. Kairos mamasukan koper ke dalam bagasi kemudian dia masuk dan duduk disamping Tania.
Taxi mengantar mereka ke kompleks Citraland, akhirnya mereka tiba di Citraland. Kairos dan Tania turun dari mobil kemudian Kairos mengambil koper di bagasi dan membayar taxi.
Kairos mengangkat koper milik Tania kemudian dia membuka pintu dan menyuruh Tania masuk. Angel keluar dari kamar, dia melihat Kairos dan Tania.
“Siapa perempuan yang di bawah Kairos?” Tanya Angel dalam hati. “Apakah itu Tania? Tapi bukankan Tania sudah meninggalkan dia?” Tanya Angel lagi dalam hati.
Kairos melihat Angel lalu dia berjalan menghampiri Angel.
“Bagaimana kedaanmu? Apakah kamu baik baik saja?” Tanya Kairos.
“Iya Kairos aku baik baik saja.” Jawab Angel sambil melirik Tania
“Oh ya Angel, kenalkan ini Tania. Dia calon istriku.” Kata Kairos kepada Angel kemudian Angel bersalaman dengan Tania
“Hi Tania, senang bertemu denganmu.” Kata Angel kepada Tania. “Oh ternyata Tania sudah kembali kepada Kiros.” Kata Angel dalam hati.
“Terima kasih Angel.” Kata Tania sambil bersalaman dengan Angel
“Oh ya Angel, apakah oma ada?” Tanya Kairos
“Iya, oma kamu lagi di kamar.” Jawab Angel sambil memperhatikan Tania.
“Baiklah, ayo sayang ikut aku.” Kata Kairos sambil menarik tangan Tania kemudian dia mengetuk pintu kamar mama Jessica.
Pintu kamar terbuka, Kairos langsung menyapa mama Jessica.
“Hi oma, apa kabar?” Tanya Kairos sambil memeluk mama Jessica.
“Kairos kamu sudah datang?” Tanya mama Jessica sambil membalas pelukan Kairos.
“Iya oma, apakah oma baik baik saja?” Tanya Kairos lagi.
“Iya Kairos oma baik baik saja.”
“Oh ya oma ini Tania, calon istriku.” Kata Kairos sambil memperkenalkan Tania kepada mama Jessica. “Sayang ini omaku.” Kata Kairos kepada Tania lalu Tania memeluk dan mencium kedua pipi mama Jessica.
“Kairos apakah kalian sudah makan?” Tanya mama Jessica.
“Sudah oma, tadi aku dan Tania makan di pesawat.” Jawab Kairos. “Baiklah oma, aku dan Tania mau istirahat dulu.”
“Iya Kairos, istrihat saja.” Kata mama Jessica lalu Kairos dan Tania meninggalkan mama Jessica.
Kairos terlihat cuek kepada Angel.
“Kamu mentang mentang ada Tania kamu tidak perduli padaku. Lihat saja nanti.” Kata Angel dalam hati kemudian dia masuk ke dalam kamar.
Kairos dan Tania masuk ke dalam kamar, kemudian Kairos mengganti pakaiannya.
“Sayang kalau kamu lelah istirahat saja.” Kata Kairos sambil membelai rambut Tania
__ADS_1
“Aku tidak lelah honey.” Kata Tania kemudian dia melepaskan pakaiannya lalu mengambil pakaian di dalam koper.
“Sayang nanti malam kita makan di luar saja, kamu tidak terbiasa dengan masakan omaku.” Kata Kairos kemudian dia merebahkan diri di tempat tidur.
“Iya, oh ya honey kenapa Angel menatapku seperti itu?” Tanya Tania sambil memakai pakaiannya.
“Biarkan saja dia sayang, lagipula kita hanya 2 bulan disini.” Kata Kairos sambil duduk di tempat tidur dan memperhatikan Tania yang lagi memakai pakaiannya.
Sementara di kamar Angel
Terlihat Angel sedang duduk di kursi
“Lihat saja Kairos, aku akan membuat kamu dan Tania berpisah.” Kata Angel dalam hati. “Aku akan membuat Tania tidak betah tinggal disini.” Kata Angel lagi kemudian dia berdiri dan berbaring di tempat tidur.
Menjelang malam Kairos mengajak Tania untuk makan di luar.
“Sayang ayo siap siap, kita makan malam di luar.” Kata Kairos sambil memakai t’shirtnya.
“Iya honey, aku begini saja.” Kata Tania.
Kairos menatap Tania lalu dia tersenyum.
‘Ya sudah, kalau begitu ayo kita pergi.” Kata Kairos kemudian mereka berdua keluar dari kamar.
Kairos dan Tania berpapasan dengan Angel.
“Oh ya Angel aku dan Tania akan makan di luar.” Kata Kairos sambil memegang tangan Tania
“kamu tidak mengajakku Kairos?” Tanya Angel dengan wajah cemberut.
“Angel, kamu bisa makan masakan omaku. Kalau Tania dia tidak bisa, jadi kamu tidak perlu ikut.” Kata Kairos dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
Angel menjadi kesal lalu dia masuk ke dalam kamar dan membanting pintu kamarnya. Tania menatap Kairos
“Aku tidak mengatakan apa apa. Dia marah karena aku tidak mengajaknya untuk makan malam bersama kita.”
“Mengapa kamu tidak mengajaknya? Biarkan saja dia ikut.” Kata Tania kepada Kairos.
“Untuk apa dia ikut sayang. dia bisa makan masakan omaku.” Kata Kairos lagi
Tania melepaskan tangan Kairos kemudian dia pergi mengetuk pintu kamar Angel, pintu terbuka lalu Tania tersenyum kepada Angel.
“Ayo Angel ikutlah makan malam bersama aku dan Kairos.” Ajak Tania kepada Angel.
“Ahh.. tidak usah Tania, aku makan di rumah saja.” Kata Angel kepada Tania.
“Kamu benar benar tidak mau ikut?” Tanya Tania
“Iya Tania, pergi saja.”
“Baiklah kalau begitu.”
Tania meninggalkan Angel lalu dia menghampiri Kairos.
“Ayo honey kita pergi.”
“Mengapa kamu mengajak Angel untuk ikut dengan kita.” Kata Kairos agak kesal
“Honey dia lagi mengandung anakmu, perlakukan dia dengan baik.” Kata Tania lalu Kairos terdiam. “Kita akan pergi makan atau tidak?” Tanya Tania
“Iya, kita pergi makan.” Kata Kairos kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil.
Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke mall. Dia melihat jam di tangannya sudah pukul 7 malam.
__ADS_1
“sayang selesai makan kita langsung pulang saja ya, aku ingin menelepon mama. Aku kangen sama Ezer.” Kata Kairos sambil menyetir
“Iya honey, aku juga sangat kangen sama Ezer.”
Kairos dan Tania tiba di Manado Town Square. Kairos memarkirkan mobilnya kemudian mereka berdua turun dan masuk ke dalam mall. Mereka berdua naik ke lantai 2 dan mencari restoran, mereka masuk di salah satu restoran Jepang. Pelayan menyambut Kairos dan Tania lalu mengantar mereka ke dalam. Kairos dan Tania duduk kemudian pelayan memberikan buku menu kepada mereka berdua.
Kairos dan Tania memesan makanan.
“Honey apakah kamu sudah tahu jenis kelamin anakmu dengan Angel?” Tanya Tania
“Aku belum tahu sayang, besok aku akan mengantarnya ke Dokter sekalian aku ingin tahu jenis kelamin anak Angel.” Kata Kairos
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang, lalu mereka berdua makan bersama.
Torrance
Terlihat Jessica sedang memakaikan safety belt kepada Ezer. Dia ingin membawa Ezer kekantor.
"Sebentar sayang grandma pakaikan safety belt untukmu." Kata Jessica sambil mengatur booster seat dan memakaikan safety belt kepada Ezer. "Selesai sayang, sekarang kita kekantor ya." Kata Jessica lagi sambil mengecup kening Ezer. Ezer tersenyum dan menepuk nepuk tangannya.
Jessica masuk ke dalam mobil, dia langsung meluncur ke kantornya.
Tidak lama kemudian Sheren datang. Dia langsung menuju ke kamar Jessica. Sheren membuka pintu kamar dan melihat Acel sedang mengutak atik handphone. Sheren masuk lalu dia menyapa Acel
"Selamat pagi Acel." Sapa Sheren sambil duduk di sisi tempat tidur dan mengecup kening Acel.
"Selamat pagi Sheren, aku pikir kamu tidak akan datang." Kata Acel sambil memegang tangan Sheren
Sheren tersenyun lalu mencubit pipi Acel.
"Aku sudah berjanji padamu, jadi aku harus datang."
Acel tersenyum lalu dia menarik tangan Sheren.
"Kiss my lips." Pinta Acel kepada Sheren
Sheren mendekatkan wajahnya kemudian dia mencium bibir Acel. Acel membalas ciuman Sheren, mereka berciuman begitu lama. Lalu sheren menghentikan ciumannya.
"Oh ya Acel minggu depan aku akan kembali ke Indonesia." Kata Sheren sambil membersihkan bibir Acel
Acel menatap Sheren
"Mengapa kamu kembali ke Indonesia? Kamu ingin meninggalkanku?" Tanya Acel dengan heran.
"Acel mengapa kamu bicara seperti itu, Aku tidak akan meninggalkanmu. Tapi aku harus kembali ke Indonesia karena Visaku masa berlaku sudah akan habis." Kamu tahu aku sangat mencintaimu, Acel aku pasti kembali."
"Sheren kamu tidak perlu kembali ke Indonesia, aku akan meminta papaku untuk mengurus visamu." Kata Acel sambil membelai wajah Sheren.
"Tapi Acel, aku sudah membeli ticket."
"Lalu kenapa? Kamu bisa Cancel ticketmu. Sheren aku membutuhkanmu disini." Kata Acel dengan wajah memohon.
"Baiklah Acel, aku tidak akan pulang. Tapi ingat visaku."
"Kamu tenang saja, aku akan meminta papa untuk mengurus visamu." Kata Acel sambil tersenyum kepada Sheren.
Dia merasa senang karena Sheren tidak jadi kembali ke Indonesia.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Terima kasih
__ADS_1