
“Aceelll.. jangan pergi, kamu tidak boleh pergi. Kamu tidak boleh mati Acel.. jangan tinggalkan aku.”
Tania mendengar suara Cella berteriak dan menangis, dia langsung menghapus airmatanya lalu dia berdiri dan pergi ke kamar Cella. Tania membuka pintu, dia melihat Cella lagi duduk di sisi tempat tidur dan menangis.
Tania menghampiri Cella
“Kamu kenapa Cella? Mengapa kamu menangis?” Tanya Tania sambil duduk di sisi tempat tidur dan membelai rambut Cella.
“Tania Acel meninggal.” Kata Cella sambil menangis.
Tania terkejut
“Siapa yang mengatakannya padamu Cella” Tanya Tania dengan heran
“Aku harus kerumah sakit sekarang.” Kata Cella lalu dia berdiri dan langsung berlari keluar dari kamarnya.
“Cella tunggu sebentar.” Panggil Tania tapi Cella tetap berlari dan dia memaniggil Hank
“Hank, cepat antar aku kerumah sakit.” Kata Cella.
Cella langsung masuk ke dalam mobil di ikuti Hank.
“Ayo cepat Hank.” Kata Cella lagi.
Hank menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit. Sepanjang jalan Cella menangis terus.
“Kamu tidak boleh mati Acel.” Kata Cella sambil menangis
Hank memperhatikan Cella dari kaca spion dan dia menjadi bingung
“Ada apa dengan Cella? Mengapa dia menangis?” Tanya hank dalam hati.
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Cella langsung turun dari mobil lalu dia berlari masuk ke dalam rumah sakit. Cella langsung menuju ke ruang perawatan, Cella membuka pintu lau dia masuk
“Mama Acel.” Kata Cella sambil memeluk Jessica lalu dia menangis.
Jessica dan Carlos saling pandang
“Ada apa denganmu sayang?” Tanya Jessica sambil membelai rambut Cella.
“Mama Acel meninggal.” Kata Cella sambil menangis lalu Jessica tertawa
“Sayang, siapa bilang Acel meninggal? Kamu lihat Acel sampai tersenyum melihatmu.” Kata Jessica lalu Cella melihat Acel.
“Acel kamu sudah siuman?” Kata Cella sambil menghampiri Acel dan memegang pipi Acel. “Berarti aku hanya bermimpi.”
Carlos menghampiri Cella lalu dia memeluk Cella
“Kamu mimpi apa sayang?” Tanya Carlos sambil membelai rambut Acel
__ADS_1
“Papa aku bermimpi Acel meninggal, makanya aku langsung kesini.” Kata Cella dan Carlos tertawa
“Sayang itu tandanya Acel akan berumur panjang.” Canda Carlos
Acel hanya bisa tersenyum dia belum bisa menggerakkan kepalanya. Lalu Dokter masuk kedalam ruangan untuk memeriksa Acel
“Dok berapa lama Leher anakku akan sembuh.” Tanya Jessica kepada Dokter
“Ehmm.. Sekitar 12 minggu sampai 14 minggu.” Jawab Dokter sambil tersenyum kepada Acel. “kamu terlihat senang ya karena alat bantu pernapasan sudah di lepas.” Kata Dokter dan Acel tersenyum.
Jessica tersenyum lalu dia membelai pipi Acel dan memegang tangan Acel.
“Kamu bisa gerakkan kakimu Acel?” Tanya Dokter lagi.
Acel hanya memberi kode dengan menggerakkan jarinya. Dokter mengambil pulpen yang di selipkan di saku kemejanya kemudian dia menggerakan di telapak kaki Acel tapi kaki Acel tidak bergerak.
Dokter menatap Jessica dan Carlos kemudian dia menggelengkan kepala.
“Bersyukur anak Anda selamat. Karena kalau mengalami patah tulang leher resikonya antara mati atau dia tetap hidup tapi mengalami kelumpuhan. Tapi kalian bisa terapy fisik kepada anak Anda. Kalau rajin terapy pasti dia bisa berjalan lagi.” Kata Dokter kepada Carlos dan Jessica.
“Terima kasih Dok.” Ucap Carlos, lalu Dokter meninggalkan mereka.
Sementara di kediaman Jessica terlihat Tania masih menangis di dalam kamar. Kairos masuk dan melihat Tania yang sedang duduk di sisi tempat tidur. Kairos hanya diam lalu dia membuka lemari pakaiannya kemudian dia mengambil tas punggung dan memasukan pakaiannya ke dalam tas punggung
Tania memperhatikan Kairos memasukan pakaian ke dalam tas punggung
Kairos menatap Tania lalu dia menghampiri Tania
“Besok aku akan pergi ke Indonesia.” Kata Kairos kepada Tania. “ Aku kesini hanya ingin mengambil pakaianku.” Kata Kairos lagi.
“Dia pasti akan tinggal bersama perempuan itu.” Kata Tania dalam hati, dia mengusap airmatanya.
“Kamu akan tinggal dengan Angel?” Tanya Tania
“Iya Tania, aku harus bersamanya sampai dia melahirkan. Lagipula kamu tidak ingin melihatku lagi, jadi lebih baik aku kembali ke Indonesia. “ Kata Kairos kepada Tania
Tania berdiri lalu memukul dada Kairos.
“Kamu tega menyakitiku Kairos, kamu tega Kairos.” Kata Tania sambil menangis dan memukul dada Kairos
Kairos menarik Tania ke dalam pelukannya kemudian dia mencium bibir Tania. Tania berusaha mendorong Kairos, tapi Kairos menahan Tania sambil tetap mencium Tania. Dia menghempaskan tubuh Tania di tempat tidur lalu Kairos langsung menindih Tania dan kembali mencium bibir Tania.
Tania meronta Tapi Kairos menahan Tania kemudian dia mencium leher Tania. Tania merasakan milik Kairos sudah keras, walaupun dia masih menggunakan cd tapi dia bisa merasakan milik Kairos menyentuh miliknya.
Kairos mencium leher Tania sambil jarinya menyelinap masuk ke dalam cd Tania. Tania menahan tangan Kairos. Kairos berhenti kemudian dia melepas paksa cd Tania, Tania menendang Kairos tapi Kairos menahan kedua kaki Tania.
Kairos menarik kedua kaki Tania dan membuka paha Tania. Kairos langsung menerjang milik Tania dengan lidahnya.
Tania mendorong kepala Kairos tapi dia tidak bisa karena Kairos memegang erat kedua paha Tania.
__ADS_1
Kairos terus memainkan lidahnya di milik Tania, dan akhirnya mulai terdengar desahan dari bibir Tania. Dia membelai rambut Kairos.
Merasakan belaian dari Tania Kairos berhenti menjilat milik Tania kemudian dia mencium bibir Tania. Mereka saling berciuam dan memainkan lidah. Tania melepaskan Kaos Kairos dan membuka resleting celana Kairos kemudian dia mengeluarkan milik Kairos.
Tania langsung mengisap milik Kairos, dia memainkan milik Kairos di dalam mulutmutnya. Kairos memejamkan matanya.
“Aouhh.. sayang… “ desah Kairos sambil membelai rambut Tania.
Tania mengeluarkan milik Kairos lalu dia mengocoknya, dia melihat cairan putih bening di ujung milik Kairos kemudian dia menjilatnya bagaikan menjilat ice cream yang suda mulai meleleh.
“Ahh… aku suka sayang.” Kata Kairos sambil memperhatikan Tania yang sedang menjilat miliknya.
Kairos menarik Tania lalu dia melepaskan pakaiannya. Dia membuka paha Tania lalu dia langsung memasukkan miliknya ke dalam lubang kenikmatan milik Tania.
“Ahh… honey lebih dalam lagi.” Pinta Tania.
Kairos menekan lebih dalam miliknya kemudian dia menggerakkan pinggangnya dengan cepat. Dia melingkarkan tangannya di punggung Tania lalu dia memacu gerakannya begitu cepat dan kasar.
“oUghhh… aku suka honey.” Desah Tania
Kairos lebih memacu lagi gerakannya. dia ingin segera mencapai titik kenikmatana itu, tiba tiba dia merasakan badan Tania tersentak, tapi Kairos tidak berhenti. Dia tetap memacu dan akhirnya dia mengalami pelepasan. Dia menekan pinggangnya sampi menempel di daerah kewanitaan Tania. Kairos menyentak pinggangnya kemudian dia memeluk Tania.
“Maafkan aku sayang.” Bisik Kairos di kuping Tania
“Jangan pergi.” Kata Tania
Kairos mengangkat kepalanya lalu dia menatap Tania
“Aku sangat mencintaimu, Maafkan aku.” Kata Kairos lagi sambil membelai wajah Tania.
“Aku akan memaafkanmu asalkan, kamu batalkan ke Indonesia.” Kata Tania sambil membelai wajah Kairos
“Iya, aku tidak akan ke Indonesia. kecuali pergi bersama denganmu.” Kata Kairos kemudian dia mencium bibir Tania.
Tania membalas ciuman Kairos. Mereka kembali berciuman dengan liar. Kairos menggesek gesekkan miliknya di antara paha Tania.
Dan akhirnya mereka berdua melakukannya kembali
NB :
Sebenarnya disini Acel meninggal tapi akhirnya aku merubahnya karena gak tega juga sama readers.
Iccchhhh.. aku harus mengalah sama readers. Bikin kesel aja. Tapi aku sayang sama kalian. sudah 2 kali aku merubah alur karena permintaan readers
Pertama, awalnya Jessica dan Carlos tidak pernah bersatu kembali. Mereka berpisah untuk selamanya. Carlos menikah dengan Vania. sampai mati dia bersama Vania. tapi karena keinginan readers akhirnya aku membuat mereka bersatu kembali.
Kedua. Ya acel meninggal. Tapi semua pada sedih, aku jadi gak tega.. iiiccchhhhhh aku geregetan.
Terus buat readers yang nanya End of love. cerita ini bukan SS dua End of love. SS2 End of love juga sementara berlangsung dan sudah di UP sampai 21 episode. So Please donk aku sudah capek jelasinnya, padahal sudah jelas banget di pemberitahuan kalau Alurnya berbeda di 121. Tolong baca lagi donk pemberitahuannya. Capek kalau aku harus jelasin terus. Maaf ya kalau aku kesal.
__ADS_1