
Logan menjadi putus asah, dia tidak tahu kemana lagi akan mencari mereka. Segala cara sudah di lakukan, tapi semua usahanya tidak membuahkan hasil.
Pria itu menyerah dan meninggalkan Rio de Janeiro, Logan tinggal di perkebunan. Dia memikirkan istri dan anak-anak, airmata menetes saat melihat foto-foto mereka.
“Aku sangat rindu kalian, kemana lagi mencari mereka.” Logan menyeka air mata kemudian berdiri dan meletakkan bingkai foto di meja.
Logan keluar dari kamar dan pergi berjalan-jalan di perkebunan. Kembali pria itu teringat istrinya, lalu berteriak memanggil nama wanita itu seraya bersujud di tanah dan menangis.
“Maafkan aku sudah salah mengkhianatimu. Kamu dimana Cella? Aku sangat rindu kepada kalian.” Logan menunduk dan menangis sambil tangan memukul-mukul tanah.
Sementara di Philipin, terlihat Cella sedang menangis. Dia memegang foto Logan bersama Lucio dan Sabrina.
“Semua pengorbanan tidak kamu hargai, semua yang ku lakukan sama sekali tidak berharga di matamu. Tega sekali kamu khianati aku.” Cella meletakkan foto itu kemudian berbaring.
Lalu terdengar pintu di ketuk, Cella menghapus air matanya dan pergi membukakan pintu. Dia berusaha tersenyum di depan Sabrina.
“Sayang, kamu kemana?” tanya Cella seraya mengambil Lucio dari Charlotte.
“Mommy, aku dan Charlotte bermain di pantai,” jawab Sabrina sambil masuk ke kamar mengikuti ibunya.
Cella meletakkan Lucio di tempat tidur, dia duduk lalu mengangkat Sabrina dan meletakkan di pangkuannya.
“Mengapa tidak mengajak mommy?” tanya Cella dengan bercanda.
“Aku pikir Mommy sedang sibuk,” sahut Sabrina kemudian memeluk Cella. “Mommy kenapa papi belum datang juga?” Cella memeluk Sabrina dan membelai rambutnya, dia tidak ingin menangis di depan Sabrina.
“Sayang, papi masih sibuk. Nanti juga dia akan menyusul kita.” Cella berusaha menahan air mata, wanita itu memeluk erat tubuh Sabrina kemudian mencium ubun kepala putrinya.
‘Sampai kapan aku harus berbohong kepada Sabrina,’ batin Cella kemudian dia melepaskan pelukannya dan kembali mencium kedua pipi Sabrina.
Anak itu turun dari pangkuan ibunya, dia naik ke tempat tidur dan bermain bersama adiknya. Cella tersenyum melihat Lucio yang tertawa di gelitik oleh kakaknya.
__ADS_1
Cella ikut duduk dan bermain dengan Sabrina juga Lucio, dia berusaha menyembunyikan kesedihannya di depan Sabrina.
****
Sementara di Amerika orang tua Cella sedang bersiap-siap untuk ke Brazil, mereka ingin memberikan kejutan kepada putrinya. Carlos dan Jessica tidak tahu kalau Cella dan Logan sudah berpisah.
Carlos dan Jessica tiba di Brazil mereka langsung menuju ke kediaman Cella dan Logan, Carlos dan Jessica memperhatikan keadaan rumah Cella begitu sepi.
“Sepertinya mereka tidak di rumah,” ujar Carlos seraya berjalan pergi mengetuk pintu.
“Iya, rumahnya sepi. Jangan-jangan mereka lagi pergi berlibur?” Jessica mencoba mengintip dari jendela, di dalam tidak ada siapa-siapa.
“Bisa saja, coba aku telepon Logan.” Carlos mengeluarkan ponsel dari saku celana kemudian menghubungi menantunya.
Sementara di perkebunan terlihat Logan lagi menyendiri di kamar, dia memikirkan nasib pernikahannya dengan Cella. Lalu ponsel berbunyi.
Logan berdiri dan mengambil ponsel yang ada di atas meja lalu dia melihat panggilan dari Carlos.
“Kalau Carlos tahu aku sudah mengkhianati Cella dia pasti akan membunuhku,” gumam Logan seraya mondar-mandir di kamar.
Sedangkan Carlos dia mengerutkan dahi seraya melihat ponsel. Dia mencoba menghubungi Logan kembali tapi tetap sama, tidak ada jawaban dari pria itu.
“Logan tidak menjawabnya, coba aku telepon Cella.” Carlos menghubungi Cella tapi ponsel putrinya tidak aktif.
“Bagaimana, Babe?” tanya Jessica dengan heran.
“Ponsel Cella tidak aktif.” Carlos menarik napas panjang kemudian dia menatap istrinya.
“Kita menginap saja dulu di hotel, nanti aku akan terus mencoba menghubungi Logan dan Cella.” Carlos dan Jessica kembali masuk ke mobil kemudian pergi ke hotel.
Di mobil Jessica memikirkan Cella, dia khawatir kepada putrinya. Sebagai seorang ibu dia merasakan firasat yang tidak baik.
__ADS_1
Jangan-jangan dia lagi ada masalah. Ah, mudah-mudahan saja tidak. Jessica membuang jauh-jauh pikirannya kemudian menatap keluar jendela.
Mereka tiba di hotel lalu Carlos langsung chek in. Petugas mengantar Carlos dan Jessica ke kamar kemudian Carlos duduk di sofa dan mengirim pesan kepada Logan, dia memberitahukan kepada pria itu kalau mereka berada di Brazil.
Di perkebunan Logan mengambil ponsel kemudian mengirim pesan kepada Leo. Sebenarnya kamu dan Frank tahu keberadaan Cella dimana, tapi tidak apa-apa. Aku hanya ingin kalian katakan kepada Cella kalau orang tuanya meneleponku tapi tidakku jawab, Carlos mengirim pesan dan memberitahukan kalau mereka sedang berada di Brazil.
Leo menerima pesan Logan tapi dia tidak membalasnya, dia lebih memilih meneruskan pesan pria itu kepada Cella.
Sementara di Philipin Cella menerima pesan dari Leo, dia terkejut kemudian langsung menghubungi Carlos. Dia tidak ingin Carlos dan Jessica tahu permasalahan rumah tangganya. Panggilan terhubung lalu terdengar suara Carlos dari seberang telepon.
“Hallo, ini siapa?” tanya Carlos, dia tidak kenal dengan nomor putrinya.
“Hallo, Pap. Ini aku, papa dan mama lagi dimana?” jawab Cella dengan berdiri di depan jendela.
“Sayang, jadi ini nomor kamu? Papa dan mama sedang di Brazil, kalian dimana?” tanya Carlos dari seberang telepon.
“Iya, Pap. Ini nomorku, ponselku hilang jadi aku ganti. Oh ya, aku dan Logan juga anak-anak sedang berlibur. Kenapa tidak memberi kabar kalau mau ke Brazil?” tanya Cella seraya melayangkan pandangannya keluar jendela.
“Kami ingin membuat kejutan, papa dan mama rindu kalian semua,” sahut Carlos dengan tertawa. “Apakah kalian baik-baik saja?”
“Iya, Pap. kami baik-baik saja, nanti aku akan ambil waktu untuk pergi ke Amerika.” sahut Cella, terdengar suara Jessica dari seberang telepon.
“Sayang, mama rindu kalian semua.” Cella tersenyum kemudian kembali duduk.
“Aku juga rindu kalian, Mam. Nanti kami akan berkunjung ke Amerika.” Dia memindahkan ponsel ke telinga satunya lagi dan memperhatikan Lucio yang sedang bermain di tempat tidur.
“Baiklah kalau begitu, hati-hati di sana ya. nanti kabari papa dan mama,” pesan Carlos dari ujung telepon.
“Iya, Pap. Aku sayang kalian semua.” Cella menutup telepon kemudian berbaring di tempat tidur.
‘Aku tidak ingin mereka tahu kalau Logan sudah mengkhianatiku, aku tahu sifat papa dan Acel,’ gumamnya kemudian dia memejamkan mata.
__ADS_1
Tidak berhasil memberikan kejutan kepada sang putri mereka, akhirnya Carlos dan Jessica kembali ke Amerika.