
Jessica tiba di perusahaan Well's Group, dia langsung menuju keruangan Mason dan duduk di depan meja kerja Mason.
“Mason aku ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini.”
Mason terkejut mendengar jessica bicara begitu.
“Nyonya kenapa anda ingin mengundurkan diri, susah paya Nyonya membangun perusahaan ini terus Nyonya ingin mundur?”
“Aku ingin istirahat mason, aku lelah.” Kata Jessica sambil berdiri dan keluar dari ruangan mason.
Mason berdiri dan mengejar Jessica.
“Tapi Nyonya, anda tidak bisa mengundurkan diri.” Kata Mason sambil berjalan di samping Jessica.
Jessica berhenti dan menatap Mason.
“Kenapa aku tidak bisa mengundurkan diri Mason?”
“Begini Nyonya, saham Well's Group sebesar 60% itu sudah menjadi milik Nyonya.”
Jessica menatap Mason dengan heran sambil mengkerutkan keningnya.
“Milikku Mason? siapa yang memberinya?” Tanya Jessica.
“Nyonya sudah dua tahun Tuan Jeremmy memberikan saham itu kepada Nyonya. Aku minta maaf Nyonya, aku tidak mengatakannya pada nyonya karena pesan Tuan Jeremmy jangan sampai Nyonya tahu.”
“Baiklah Mason, kalau begitu kembalikan saham itu kepada Tuan Jeremmy. “Kata Jessica sambil meninggalkan Mason dan pergi keluar kantor, kemudian di masuk kedalam mobil. Jessica langsung menuju ke perusahaan Global Investment miliknya.
Sampai di kantor dia langsung masuk kedalam ruangannya, dia duduk dan memejamkan matanya. Dia masih tak percaya dengan perbuatan Carlos, dia merasakan sakit yang begitu mendalam di hatinya. Dan dia bertekad untuk tidak kembali lagi pada Carlos.
“Aku akan meninggalkanmu Carlos, selama ini aku terlalu lemah padamu. Aku selalu memaafkanmu setiap kali kamu berbuat salah. Tapi untuk kali ini, aku tidak akan pernah memaafkanmu.” Kata Jessica dalam hati, dia menyeka air matanya.
“Selama ini aku terlalu menunjukkan rasa cintaku padanya, makanya dia meremehkanku. Aku terlalu bodoh, sekarang akan aku tunjukan siapa aku Carlos. Kita lihat saja nanti, aku bukan anak kecil lagi yang selalu bermanja padamu. Jessica yang mencintaimu sudah mati.
“Kamu membuat aku berubah Carlos, sekarang kita lihat siapa yang akan tersakiti.” Kata Jessica dalam hati.
Baru saja dia akan berdiri tiba tiba handphonenya berbunyi, dia melihat papanya yang menelepon. Jessica melihat jam di ruangannya menunjukan pukul 11, di Indonesia berarti sudah jam sebelas malam. Ada apa papa menelpon tanyanya dalam hati. Jessica menjawab telepon itu dan terdengar suara mama Jessica di sebarang teleon.
“Jessi, papa Jessi.” Ucap mama Jessica sambil menangis, Jessica menjadi khawatir.
“Ma, ada apa dengan papa? Kenapa mama menangis?”
“Jessi papamu sudah pergi.” Kata mama Jessica dari seberang telepon sambil menangis.
“Ma, maksud mama papa meninggal?” Tanya Jessica dengan penuh khawatir.
“Iya Jessi papamu meninggal.”
__ADS_1
Handphone Jessica jatuh saat mendengar papanya meninggal. Jessica tertunduk di meja kerjanya dan menangis.
“Ya Tuhan ujian apalagi ini, belum hilang kesedihanku kini Kau tambah lagi kesedihan dengan mengambil orang yang aku sayangi.” Kata Jessica sambil menangis, kenapa Engkau memberikan ujian begitu berat padaku?”
Jessica berdiri dan meninggalkan kantornya, dia menyetir mobil sambil menangis. Tidak habis habisnya penderitaanku, suamiku mengkhianatiku dan sekarang papa pergi meninggalkanku. Aku memang terlahir untuk menderita.”
Jessica mengarahkan mobilnya kerumah Carlos, dia ingin menemui anak anaknya dan memberitahukan kalau opa mereka meninggal. Sampai di kediaman Carlos Jessica langsung masuk kedalam rumah dan dia berpapasan dengan Carlos. Carlos menatapnya tapi Jessica memilih diam dan langsung naik keatas.
Jessica menemui Kairos di kamarnya, terlihat Kairos sedang berbaring di tempat tidur. Melihat Jessica masuk Kairos langsung bangun dan memeluk Jessica. Kairos melihat mata Jessica sembab seperti baru habis menangis.
“Mama menangis lagi? Sudahlah ma untuk apa mama menangis. Tinggalkan saja papa ma!”
Jessica memegang pipi Kairos.
“Sayang panggil kedua adikmu, suruh mereka kesini.”
“Baik mam.” Kairos bangkit berdiri dan memanggil kedua adiknya dan kembali kekamarnya. Acel dan Cella melihat Jessica, mereka berdua langsung memeluk Jessica.
“Mama kenapa menangis?” Tanya Acel sambil memegang pipi Jessica.
“Sayang mama harus pergi ke Indonesia, opa kalian meninggal.”
Kairos terkejut. “Apa opa meninggal ma? Kalau begitu aku juga ikut mama!”
“Mama aku juga mau ikut.” Kata Cella sambil menangis.
Sementara di luar kamar Carlos mendengar percakapan Jessica dan ketiga anaknya. “Papa Jessica meninggal?” Kata Carlos dalam hati kemudian dia turun dan duduk di ruang tamu.
Di kamar Jessica membujuk Acel dan Cella, mereka berdua bersih keras ingin ikut dengan Jessica.
“Sayang mama mohon ya, mama tidak ingin kalian berdua tidak naik kelas.”
Cella dan Acel memeluk Jessica. “Baiklah mama, tapi mama harus telepon kami terus ya!” Kata Cella pada Jessica.
“Iya sayang, setiap hari mama akan telepon kalian.” Jessica menatap Kairos dan memeluk nya.
“Sayang jaga kedua adikmu ya, kamu dan kedua adikmu kekuatan mama saat ini.”
Kairos memeluk erat Jessica. “Iya mama, aku janji akan menjaga kedua adikku. Mama jangan menangis lagi.”
Jessica menganggukan kepala dan mencium ketiga anaknya. “Sayang mama pergi dulu ya.”
Ketiga anaknya mengantar Jessica. Saat akan keluar Jessica berpapasan lagi dengan Carlos.
“Aku turut berduka atas kepergian papamu.” Kata Carlos pada Jessica sambil menundukkan kepalanya.
“Terima kasih.” Kata Jessica pada Carlos.
__ADS_1
Saat Jessica akan keluar, Carlos memegang tangan Jessica.
“Kenapa kamu tidak pernah pulang lagi? Ini rumahmu juga.” Kata Carlos pada Jessica dengan suara yang lembut.
Jessica hanya diam dan menatap dingin pada Carlos, dia melepaskan tangan carlos kemudian dia keluar dan memeluk serta mencium kembali satu persatu anak anaknya lalu dia masuk kedalam mobil.
Carlos melihat Jessica meninggalkan rumahnya. “Matanya penuh kebencian padaku.” Kata Carlos sambil berjalam masuk kedalam kamarnya. Dia duduk disofa dan menyalakan rokoknya.
Jessica meninggalkan kediaman Carlos dan pergi ke rumahnya di Santa Barbara. Sampai di rumah dia langsung memesan tiket ke Jakarta dan Jakarta Manado. Dia membereskan pakaianya ke dalam koper dan dia duduk disisi tempat tidur sambil memandang keluar. Air matanya kembali menetes dipipinya.
Dia berbaring di tempat tidur dan handphonenya berbunyi, dia melihat Dixon yang menelepon. Jessica tidak ingin menjawab telepon dari Dixon, dia kembali memejamkan matanya. “Papa kenapa begitu cepat pergi, sekarang aku tidak punya siapa siapa lagi. Hanya papa yang mengerti aku, papa yang sering memberi aku semangat.”
Pukul 21 :00 Jessica pergi ke Airport. Sampai di Airport dia masuk lalu check in dan dia langsung menuju Imigrasi. Setelah itu dia masuk keruang tunggu dan tidak lama kemudian dia masuk kedalam pesawat.
Pesawat take off dan Jessica memejamkan matanya, dia ingin segera sampai di Indonesia. “Hmm perjalanan yang jauh.” Katanya dalam hati.
Sementara di ruangan Tuan Jeremmy, Dixon berbincang bincang dengan tuan Jeremmy.
“Papi, kenapa papi tinggalkan mama jessica dalam keadaan hamil?”
“Dixon papi tidak tahu kalau mama Jessica sedang hamil, karena perjanjian kontrak dia tidak boleh hamil.”
“Waktu papi bercerai dengan mommy kenapa papi tidak mencarinya kembali, papi bilang papi mencintainya.?
“Papi pergi mencarinya tapi papi tidak menemukannya.”
“Lalu kenapa papi tahu kalau Jessica anak papi?” Tanya Dixon penasaran.
“Begini Dixon, pertama kali Jessica datang ke kantor ini, papi merasa ada kontak batin dengannya saat papi bersalaman dengannya. Lalu papi bertanya padanya dia berasal darimana dan dia menjawab dari Indonesia.
Dan papi lebih terkejut lagi saat bertemu dengannya di mall, dia bersama suami dan anaknya dan suaminya itu papi mengenalnya. Karena waktu itu suaminya kebingungan mencari golongan darah AB dan kebetulan papi mendengarnya dan papi mendonorkan darah papi. Tapi waktu itu papi tidak tahu kalau itu Jessica. Nanti bertemu di mall baru papi tahu ternyata papi mendonorkan darah papi kepada Jessica.” Kata Tuan Jeremmy.
“Lalu papi?” Tanya Dixon penasaran
“Setelah bertemu dengan Jessica bersama suaminya, ada sesuatu yang mendorong papi untuk mengetahui Jessica dan kebetulan sekali Jessica bekerja di Well's Group milik papi dan diam diam papi masuk ke toilet di dalam ruangan Jessica dan mengambil rambut Jessica yang ada disisir. Kemudian papi membawanya ke Laboratorium untuk mengetahui DNA jessica. Dan dua minggu kemudian papi mendapat hasil tes DNA itu dan papi terkejut kalau dia anak papi. Dan papi yakin dia anak Sisca.
“Apalgi Tuan Hector mengatakan kalau wajah papi dan Jessica sangat mirip sekali.”
Cukup lama papi menyimpan ini dan pada akhirnya papi menunjukan surat itu pada Jessica sebelum Jessica berlibur ke indonesia, tapi Jessica tidak percaya.” Kata Tuan Jeremmy dengan wajah sedih.
Dixon memegang tangan Tuan Jeremmy. “Papi sabar saja, suatu waktu Jessica pasti akan menerima papi. Saat ini masih dalam keadaan emosi karena merasa di khianati oleh Carlos, jadi dia melampiaskan semuanya pada papi.”
“Dixon apakah kamu sudah menelpon Jessica? Papi khawatir padanya.”
“Sudah pi, tapi Jessica tidak menjawabnya. Biarkan saja dulu pi, mungkin dia ingin menyendiri dulu.”
Mereka tidak tahu kalau Jessica pulang ke Indonesia.
__ADS_1
Selamat membaca