SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 6


__ADS_3

“Sayang kamu sudah selesai?”


“Sebentar beb, aku lagi memakai sepatu kets ku.”


“Cepat sayang, aku lagi ada janjian dengan temanku. Dia sudah menunggu di Kota Torrance.”


“Aku sudah selesai beb.” Jessica menatap Carlos dan tersenyum lalu dia merapikan kemeja Carlos


Carlos tersenyum dan mengecup bibir Jessica


“Terima kasih sayang.”


“Sama sama beb. Oh ya Kairos sudah pergi?”


“Aku tidak tahu sayang, mungkin masih di kamarnya.”


“Oh.., kalau begitu ayo kita berangkat sekarang.”


Jessica dan Carlos keluar dari kamar


“Beb, aku ke kamar Kairos sebentar. Kamu tunggu saja aku di mobil.”


“Baiklah sayang.”


Carlos keluar dan langsung masuk ke dalam mobil. Sedangkan Jessica, dia naik ke atas dan pergi ke kamar Kairos. Jessica mengetuk pintu dan terdengar suara Kairos dari dalam menyuruh Jessica masuk.


Jessica membuka pintu dan melihat Kairos lagi berbaring di tempat tidur.


“Sayang kamu tidak kuliah?” Tanya Jessica sambil berjalan menghampiri Kairos.


“Tidak mam, hari ini tidak ada kuliah tapi aku akan kerumah Tania.” Jawab Kairos sambil duduk di tempata tidur.


Jessica duduk disisi tempat tidur dan mencium kening Kairos


“Baiklah sayang, kamu akan pulang?”


“Umm.., tidak mam. Aku akan tidur di rumah Tania.”


Jessica menarik nafas panjang


“Hemmm…, baiklah.” Jessica berdiri dan menatap Kairos. “Oh ya sayang, kalau melakukan hubungan jangan lupa pakai pengaman ya.


Kairos tertawa lalu dia berdiri dan memeluk Jessica.


“Iya mama kusayang, aku akan pakai pengaman. Mama belum ingin punya cucu?” Canda Kairos dan Jessica tertawa.


“Bukan begitu sayang, mama ingin kamu selesaikan dulu kuliahmu. Setelah itu terserah kamu mau menikah atau masih ingin bebas.” Kata Jessica sambil memeluk Kairos. “Sudah sayang, mama harus pergi. Papa sudah menunggu mama di mobil.”


“Baiklah mam, hati hati ya! I love you.”


“I love you too.”


Jessica meninggalkan Kairos lalu dia pergi dan masuk ke dalam mobil.


“Ayo beb.”


Carlos menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah. Dia langsung mengarahkan mobilnya ke Kota Torrance.


“Sayang Kairos tidak kuliah hari ini?”


“Tidak beb, dia akan ke rumah Tania.”


“Ohh…, sayang kita nikahkan saja Kairos dengan Tania. Aku ingin sekali memiliki cucu.” Kata Carlos sambil memegang tangan Jessica


Jessica menatap Carlos


“Beb, Kairos masih kuliah. Nanti saja kalau dia sudah lulu kuliah baru kita nikahkan dia dan Tania.”


“Hmm… baiklah.”


Jessica dan Carlos tiba di kantor. Jessica mencium bibir Carlos dan Carlos membalas ciuman Jessica.


Mereka saling berciuman dan Jessica menghentikan ciumannnya


“Aku turun ya beb.”


“Iya sayang, aku langsung pergi saja ya?”


“Baiklah, hati hati ya! Aku mencintaimu.”


“Iya sayang, aku juga mencintaimu.”


Jessica mengecup bibir Carlos kemudian dia turun dari mobil dan masuk kedalam Kantor.


Carlos langsung menjalankan mobilnya dia ingin bertemu dengan Osvaldo


Sementara itu Vania dan Pedro tiba di Philipin mereka langsung menuju ke Cebu. Mereka menginap di resort. Vania masuk kedalam kamr dan langsung merbahkan tubuhnya di atas Kasur.


Pedro tersenyum melihat Vania.


“Dia sangat cantik.” Kata Pedro dalam hati. Di duduk di sisi tempt tidur dan membelai wajah Vania. “Kamu lelah sayang?”


“Iya Pedro aku lelah, aku ingin tidur. Semalam kamu membuatku tidak tidur.”


Pedro tertawa dan memeluk Vania.


“Baiklah kalau begitu, aku mau duduk di pantai.”


Vania membuka matanya


“Kamu tidak istirahat?”

__ADS_1


“Aku tidak lelah Vania sayang.” Kata Pedro sambil mencubit pipi Vania.


“Ohh.. ya sudah. Pergi saja!”


Pedro tertawa dan mengecup kening Vania. Dia berdiri dan pergi duduk di pantai.


“Hmm… Jessica pasti sangat bahagia sekarang.” Kata Pedro sambil menatap pantai di kegelapan malam. “Aku juga senang kalau dia bahagia. Ya cinta memang tidak harus memiliki, lebih baik aku melupakannya dan menjalani hidup dengan Vania. Lagipula Vania itu cantik dan dia wanita baik baik.”


Tiba tiba Pedro merasakan ada tangan di punggunya. Pedro menoleh kebekalang


“Ah…, sayang kamu mengejutkanku. Aku pikir siapa.” Kata Pedro sambil menari Vania duduk di pangkuannya.


Vania duduk di pangkuan Pedro dan dia melingkarkan tangannya di punggung Pedro


“Apa yang kamu pikirkan Pedro?”


“Tidak ada sayang. Aku hanya berpikir kapan kita berdua akan menikah dan memiliki anak.” Canda Pedro


Vania mendorong wajah Pedro dengan pelan dan Pedro tertawa. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Vania.


“Sayang aku tidak sabar lagi ingin menikahimu. Aku ingin merasakan Virginmu.” Canda Pedro dan Vania mencubit lengan Pedro dan Pedro tertawa.


“Sayang aku tidak pernah tidur dengan wanita yang masih Virgin, jadi kalau aku menikah denganmu, aku sangat beruntung.”


Vania menatap Pedro


“Kamu tidak pernah tidur dengan wanita yang masih virgin? Serius?”


“Iya sayang, aku tidak pernah. Aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya tidur dengan wanita masih virgin. Makanya sayang, bagaimana kalau malam ini kamu membuat aku merasakan virginmu?” Canda Pedro


“Tidak Pedro. Aku sudah katakan padamu, aku akan melakukkannya kalau kita sudah menikah.”


Pedro menarik nafas panjang


“Baiklah sayang. Ayo kita ke kamar!”


Pedro dan Vania berdiri dan kembali ke kamar.


America


Terlihat Kairos keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil. Kairos menjalankan mobilnya menuju ke rumah Tania. Sepanjang jalan dia mendengar music dan ikut bernyanyi. Tiba di rumah Tania, di turun dan mengetuk pintu rumah Tania. Pintu terbuka dan Kairos menyapa Vania.


“Hi kamu sudah selesai?” Tanya Kairos sambil memeluk Tania dan mengecup bibir Tania.


“Masuk dulu honey, aku belum selesai.”


Kairos masuk dan mengikuti Tania dari belakang. Mereka berdua masuk ke dalam kamar. Tania melepaskan pakaiannya dan Kairos memeluk Tania dari belakang lalu mencium leher Tania.


“Sayang aku lagi ingin.” Bisik Kairos di kuping Tania.


Tania memutar tubuhnya dan melingkarkan tangannya di pinggang Kairos.


“Honey, aku lagi period.”


Tania menatap Kairos dan tersenyum


“Kamu bisa menahannya?”


“Iya sayang aku bisa menahannya.” Jawab Kairos sambil tesenyum.


Tania menghampiri Kairos dan mengecup bibir Kairos. Dia mendorong tubuh Kairos dan Kairos terbaring di tempat tidur. Tania membuka ikat pinggang dan kancing celana Kairos. kemudian dia menurunkan resleting celana Kairos.


“Sayang tidak apa apa, kamu tidak perlu melakukan itu.” Kata Kairos sambil memegang pipi Tania


“Tidak apa apa honey.” Kata Tania sambil mengeluarkan milik Kairos dan dia melakukannya.


Tania berdiri dan mengambil tissue lalu membersihkan mulutnya. Kairos tersenyum melihat Tania, dia berdiri dan pergi ke kamar mandi. Tania juga pergi ke kamar mandi dan membersihkan mulutnya kemudian dia kembali ke kamar dan memakai pakaiannya.


Mereka berdua keluar dan masuk kedalam mobil. Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke mall. Kairos memegang tangan Tania lalu menciumnya.


“Aku mencintaimu sayang.”


“Aku juga mencintaimu honey.”


“Oh ya.. selesai kuliah aku akan menikahimu.”


“Tapi Kairos, bagaimana dengan orang tuamu?”


Kairos tersenyum dan menatap Tania.


“Sayang kamu tidak perlu khawatir, orang tuaku tidak menentang hubungan kita berdua. Papa dan mamaku menyukaimu Tania.”


“Hmm… baiklah.” Kata Tania sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kairos.


Mereka sampai di mall dan Kairos memarkirkan mobilnya kemudian mereka berdua turun lalu masuk kedalama mall.


Kairos mengajak Tania masuk di salah satu toko pakaian wanita


“Kenapa masuk di toko ini honey?”


“Sayang aku ingin membelikanmu pakaian. Pilih saja pakaian yang kamu inginkan.” Kata Kairos sambil menarik tangan Tania masuk ke dalam toko.


“Ahh… honey tidak usah.”


“Sayang please, pilih saja pakaian yang kamu suka pakai. Atau kamu mau aku pilihkan?”


“Honey untuk apa?”


“Sayang, kamu nanti akan menjadi istriku. Aku ingin kamu selalu terlihat cantik.” Bisik Kairos di kuping Tania. “Ayo sayang!”


Akhirnya Tania mengikuti keinginan Kairos. Dia memilih pakaian dan di bantu oleh Kairos.

__ADS_1


“Sayang ini juga bagus.” Kata Kairos sambil menunjukan pakaian yang di pajang.


Tania melihat Pakaian itu.


“Terserah kamu saja honey.”


Kairos memanggil pelayan tokoh dan meminta pakain yag ada di pajangan. Pelaya tokoh pergi mencari dan tidak lama kemudian dia kembali dan memberikan pakaian seperti yang Kairos minta.


“Sayang kamu coba dulu.”


Tania mengambil pakaian itu dan pergi ke kamar pas. Dia mencoba pakaian itu dan Kairos masuk kedalam kamar.


“Sayang, ini sangat bagus.”


“Benarkah honey?”


“Iya sayang.”


“Baiklah kalau begitu.”


Tania melepaskan pakain itu dan memakai pakaiannya kembali kemudian dia keluar. Kairos mengambil pakaian itu dan menyatukan dengan pakaian yang sudah dia dan Tania pilih kemudian dia pergi ke kasir. Kairos memberikan Credit Card kepada kasir. Selesai membayar mereka berdua keluar dari toko pakaian dan Kairos mengajak Tania masuk ke tokoh sepatu. Baru saja mau masuk kedalam tokoh, seorang wanita menepuk punggung Kairos. Kairos menoleh ke belakang


“Hi celline, kamu juga disini?”


“Iya Kairos, aku lagi suntuk saja di rumah makanya aku datang ke mall.” Celline melihat Tania dan menyapanya.


“Hi Tania, apa kabar?”


“Hi Celline, aku baik baik saja.” Jawab Tania sambil tersenyum.


“Oh ya Celline kalau begitu kami masuk dulu ya.” Pamit Kairos.


“Ok, Kairos.”


Kairos memegang tangan Tania lalu mereka berdua masuk kedalam tokoh.


Celline menatap Kairos dan Tania.


“Aku akan memisahkan kalian berdua.” Kata Celline dalam hati. “Aku akan merebut Kairos darinya.” Kata celline lagi dalam hati. Celline sangat menyukai Kairos tapi Kairos hanya menganggap Celline temannya.


Kairos dan Tania melihat lihat sepatu. Kairos memilihkan Tania bebrapa pasang sepatu kemudian dia pergi ke kasir dan membayarnya.


Sementar itu,


Terlihat Carlos sedang berbincang bincang dengan Osvaldo di café dan tidak lama kemudian datang enam orang laki laki berbadan besar. Osvaldo berdiri dan menyambut mereka.


Mereka saling berpelukan dan Osvaldo memperkenalkan mereka kepada Carlos.


“Carlos ini yang aku ceritakan barusan padamu.”


Carlos berdiri dan bersalaman dengan mereka.


“Senang bertemu dengan kalian.” Ucap Carlos


Lalu mereka duduk dan berbincang bincang.


Sepasang mata terus mengawasi Carlos


“Oh ya Carlos ini Namanya Dennis, dia sama sepertiku sniper dan yang ini Jack.” sambil menepuk pungguk Jack. “Dia bukan sniper tapi kalau soal menembak dia itu hebat.” Kata Osvaldo dan Jack tertawa.


“Ahh.. Osvaldo jangan terlalu berlebihan.”


Mereka tertawa.


‘Oh ya, yang di samping kamu itu Carlos dia itu sniper juga selain sniper dia itu hebat bela diri. Namya Marcus.”


Carlos tersenyum


“Yang itu Clay, Harry dan Simon. Mereka bertiga juga sniper. Terserah kamu Carlos.”


“Itu bagus Osvaldo, aku sangat suka. Bagaimana kalau kalian mulai bekrja besok.”


“Baiklah Carlos, besok kami akan mulai bekerja.” Kata Jack


“Bagus Jack. Terima kasih. Berarti besok kalian harus datang kerumahku, nanti aku akan memberikan alamat rumah kepada kalian. Di rumahku juga sudah ada beberapa pengawal pribadi, mereka juga ex tantara dan polisi. Nanti kalian saling kenal di rumah.


“Itu sangat bagus Carlos, anak anakmu sekarang umur berapa Carlos?” Tanya Osvaldo


“Umm.. yang tertua umurnya 21 dan yang kembar sekarang umur mereka 17 tahun dan yang paling kecil 2.5 tahun.”


“Ehmm… Carlos bagaimana kalau anak anakmu di ajarkan cara menembak.”


Carlos tertawa,


“Nanti aku tanyakan kepada anak anakku.” Jawab Carlos sambil tersenyum.


“Baiklah Carlos kalau begitu kami pamit dulu, nanti besok kami ke rumahmu.” Kata Osvaldo


“Ok Osvaldo, sampai bertemu besok.”


“Iya Carlos, jangan lupa kirim alamat rumahmu.”


“Tentu saja Osvaldo.”


Akhirnya mereka berpisah. Carlos masuk kedalam mobil dan langsung pergi ke kantor Jessica.


Selamat Membaca


Jangan bosan ya menanti cerita ini.


"Oh ya yang ingin ad fb ku ini ya 👇👇👇

__ADS_1


Jeane Elisabeth Anes


Terima kasih


__ADS_2