
Jessica sedang duduk di kursi kerjanya sambil memejamkan matanya, dia memikirkan nasib pernikahannya dengan Carlos dan tiba tiba pintu di ketuk. Jessica menyuruhnya masuk, pintu terbuka dan ternyata Pedro yang datang. Pedro tersenyum pada Jessica.
“Apakah aku menggangumu?” Tanya Pedro sambil tersenyum.
“Ah.. Tidak Pedro kamu tidak menggangguku, ayo duduk!”
Pedro masuk dan langsung duduk di depan meja kerja Jessica.
“Kamu sudah makan siang Jessi?” Tanya Pedro lagi.
“Belum Pedro, aku belum makan siang. Kenapa Pedro? Kamu ingin mengajakku makan siang di luar?” Canda Jessica.
“Hmmmm.... Kalau kamu mau, dengan senang hati.” Jawab pedro sambil tersenyum.
“Siapa yang tidak ingin makan siang dengan wanita cantik sepertimu. semua pria juga mau.” Kata Pedro dalam hati.
“Ok.., kalau begitu. Bagaimana kalau kita pergi sekarang?” Kata Jessica sambil berdiri dari duduknya.
“Ok.., kita pergi sekarang.”
Jessica dan Pedro keluar dari kantor. Ketika berada di pintu keluar, Jessica sempat melihat mobil Carlos. Jessica langsung melingkarkan tangannya di pinggang Pedro dan Pedro menatap Jessica dengan heran. Tapi Jessica hanya tersenyum pada Pedro.
“Aku boleh melingkarkan tanganku di pinggangmu kan?” Canda Jessica pada Pedro.
“Tentu saja, peluk juga lebih bagus.” Canda Pedro pada Jessica dan mereka berdua tertawa.
Mereka berdua menuju keparkiran dan tangan Pedro dia lingkarkan di punggung Jessica sambil tangan yang satu lagi memegang tangan Jessica yang melingkar di pingganya. Sampai di dekat mobil Jessica bersandar di mobil dan melingkarkan tanganya di leher Pedro. Dan tiba tiba Jessica mencium bibir Pedro dan Pedro terkejut. Tapi akhirnya Pedro membalas ciuman Jessica, mereka saling berciuman dan memainkan lidah. Kaki Pedro dimasukan di antara kaki Jessica.
Jessica menghentikan ciuamannya pada Pedro dan Pedro menatap Jessica.
“Kenapa kamu menciumku?” Tanya Pedro dengan heran.
“Kenapa juga kamu membalas ciumanku dengan nafsu?” Kata Jessica pada Pedro dan Pedro langsung tertawa.
“Siapa yang tidak ingin dicium wanita cantik sepertimu. Oh ya kamu belum menjawab pertanyaanku, kenapa kamu mencium bibirku?”
Jessica mendekatkan wajahnya ke telinga Pedro dan berbisik. “Carlos lagi mengikutiku Pedro. Dia lagi mengawasiku.” Bisik Jessica.
Pedro menatap Jessica. “Berarti aku boleh menciummu sekali lagi.” Canda Pedro pada Jessica.
“Tidak boleh, kamu menciumku penuh dengan nafsu.”
Pedro langsung tertawa. “Tapi aku suka caramu mencium aku, sampai sampai milikku bereaksi.” Canda Pedro lagi dan jessica membelalakan matanya pada Pedro. Dan Pedro tertawa
“Aku hanya bercanda Jessi, jangan menanggapinya dengan serius!”
Sementara di mobil, Carlos mengawasi Jessica. Dia melihat Pedro dan Jessica berciuman, hatinya terasa sakit seperti di iris. Dia menundukan kepalanya di stir mobil, dadanya terasa sesak. Dia menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan parkiran, dia kembali kerumah. Sampai di rumah dia langsung masuk ke dalam dan menghancurkan barang yang ada di dalam rumah, dia melempar botol ke kaca jendela dan kaca jendela pecah.
Sementara di parkiran, Jessica melihat mobil Carlos sudah pergi. “Ayo pedro aku sudah lapar, kita akan makan dimana?”
“Terserah kamu Jessi, kamu maunya makan dimana? Tanya Pedro
“Pedro cari saja restoran yang dekat, aku benar benar lapar. Beberapa hari ini aku tidak makan benar.”
__ADS_1
“Baiklah Jessi kita cari restoran yang dekat saja.”
Jessica dan Pedro masuk kedalam mobil dan pergi mencari restoran. Sampai di restoran mereka turun dan masuk kedalam, Jesica dan Pedro langsung memesan makanan.
Sambil menunggu pesanan mereka berdua berbincang bincang.
“Jessi kenapa Carlos bisa berubah seperti itu. Padahal waktu aku pertama kali melihatnya, dia seperti suami yang baik. Sayang padamu juga anak anakmu.”
Jessica bersandar di kursi dan menarik nafas panjang.
“Hmm... Aku juga tidak tahu Pedro, kenapa dia berubah seperti itu. Aku juga tidak menyangka dia mengkhianatiku, kalau dia melakukannya dengan orang yang tidak aku kenal mungkin aku tidak akan sesakit ini. Tapi dia melakukannya dengan temanku. Itu sakit sekali Pedro.” Kata Jessica sambil melayangkan pandangannya keluar.
Pedro memegang tangan Jessica.
“Jadi kamu sementara mengurus perceraianmu dengan Carlos?”
“Iya Pedro, aku sudah serahkan semuanya pada pengacaraku. Aku juga tidak ingin hadir di persidangan.”
“Apakah sudah tidak ada kesempatan lagi untuk Carlos?” Tanya Pedro lagi.
“Sudah sukup Pedro, tidak ada kesempatan lagi bagi laki laki pengkhianat. Kalau aku tidak menceraikannya dan memaafkannya, dia akan mengulanginya lagi. Mungkin dengan perceraian ini dia bisa berubah.
“Iya dia bisa berubah tapi sudah terlambat, karena kamu sudah menceraikannya.” Pedro menatap mata jessica. “Bodoh sekali kamu Carlos, wanita secantik Jessica malah kamu sia siakan.” Kata pedro dalam hati.
Jessica tertawa. “Iya Pedro sudah terlambat. Tapi setidaknya kalau dia menikah lagi, dia tidak mengulanginya. Kita makan dulu itu pesanannya sudah datang.”
Pedro dan Jessica menghentikan perbincangan mereka dan makan. Selesai makan mereka kembali kekantor. Tapi Jessica tidak lama di kantor karena dia ingin menjemput kedua anaknya di sekolah.
“Oh ya Pedro aku harus kembali kerumah, sebentar lagi aku akan menjemput anak anakku di sekolah. Kamu tahukan perjalanan ke Santa Barbara sangat jauh.
Jessica tertawa. “Pedro cukup ya. Aku melakukannya karena aku melihat mobil Carlos. Kalau tidak ada Carlos tidak mungkin aku akan menciummu.”
Pedro tertawa. “Ahhh… Mudah mudahan Carlos masih mengawasimu supaya aku bisa merasakan ciumanmu lagi.” Canda Pedro pada Jessica. Pedro mulai menyukai Jessica.
Jessica melototkan matanya kepada Pedro dan mendorong Pedro keluar dari ruangannya. Pedro menertawai Jessica.
“Ok sayang aku pergi dulu ya. Besok aku akan kesini lagi menemui.” Canda Pedro
Jessica menutup pintu dan duduk di kursi kerjanya. “Kenapa Carlos mengawasiku?” Tanya Jessica dalam hati. “Hmm.. Sebenarnya aku tidak tega menyakitinya, tapi aku harus lakukan itu supaya dia bisa merasakan apa yang aku rasakan saat dia selingkuh dengan teman temanku.
Jessica berdiri dan meninggalkan kantornya dan pergi ke Santa Barbara, dia langsung mengarahkan mobilnya ke sekolahan Acel dan Cella. Sampai di sekolah Jessica menunggu kedua anaknya di mobil. Dan handphonenya berbunyi, dia melihat pengacaranya yang menghubunginya. Jessica langsung menjawab telepon itu.
“Hallo Abram. Bagaimana? Apakah kamu sudah mengurus perceraianku?”
“Sudah Nyonya, aku sudah mendaftarkannya di pengadilan dan mereka akan segera mengirim surat gugatan cerai kepada Carlos.” Jawab Abram dari seberang telepon.
“Bagus Abram, aku senang mendengarnya. Oh ya Abram nanti besok kamu kekantorku ya, aku ingin kamu mengurus kewarganegaraan ketiga anakku di kedutaan Indonesia.
“Baik Nyonya, besok aku akan kekantor.”
“Baiklah Abram. Terima kasih ya.” Jessica menutup teleponnya dan melihat Acel dan Cella keluar dari sekolah, Jessica turun dari mobilnya dan menyambut kedua anaknya. Dia memeluk Acel dan Cella dan menciumnya.
“Bagaimana tadi, kalian sudah dapat teman baru di sekolah?” Tanya Jessica sambil membukakan pintu mobil kepada Acel dan Cella.
__ADS_1
“Iya mama aku sudah mendapat teman baru, mam nanti mereka ingin main kerumah. Boleh ya mam?” Kata Cella pada Jessica.
“Tentu saja sayang.” Kata Jessica sambil menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya.
“Mama aku sudah tidak punya komputer lagi. Mama belikan aku komputer untuk game ya ma!”
Jessica melihat acel dari spion. “Iya sayang mama akan belikan komputer untukmu, tapi jangan lupa belajar ya.”
“Tentu saja mama, mama lihat sendirikan nilai aku bagus semua.” Kata Acel.
“Baiklah sayang, besok mama belikan kamu komputer.” Kata Jessica. “Cella kamu mau beli apa sayang?”
“Mama belikan saja aku lemari untuk tempat koleksi buku bukuku. Buku buku yang aku sudah selesai baca sudah tidak ada tempatnya.”
“Ok sayang nanti mama belikan.” Kata Jessica pada Cella.
Mereka sampai di rumah dan jessica langsung menyiapkan makan siang mereka. Jessica pergi kekamar Kairos tapi Kairos belum pulang. Jessica menelpon Kairos dan Kairos langsung menjawab telepon Jessica.
“Hallo mam. Aku masih di sekolah, sebentar lagi aku pulang.” Kata Kairos dari seberang telepon.
“Baik sayang, langsung pulang ya! Mama sudah siapkan makan siang.”
“Iya mama, aku akan langsung pulang.”
Jessica menutup teleponnya dan pergi ke kamar Acel. Dia melihat Acel lagi berbaring di tempat tidur, Jessica menghampiri Acel dan duduk di sisi tempat tidur. Acel melihat Jessica dan dia duduk, kemudian dia memeluk Jessica.
“Mama kenapa papa berbuat seperti itu? Papa tidak sayang lagi pada kami.”
Jessica memeluk acel dengan erat. Dia menahan air matanya, dia tidak ingin menangis di depan acel.
“Sayang mama juga tidak tahu kenapa papa seperti itu, sekarang tidak usah memikirkannya lagi. Mama ingin kalian fokus sekolah saja, suatu waktu papa kalian akan berubah dan akan menyayangi kalian lagi.”
“Iya mama, aku akan sekolah dengan baik. Aku ingin seperti mama.”
Jesica melepaskan pelukannya dan memegang wajah Acel .
“Bagus sayang, itu baru anak mama. Kalian yang akan meneruskan usaha mama ok.” Kata Jessica sambil mencubit kedua pipi Acel. “Nanti sebentar lagi kita makan siang ya.”
“Iya mama. Kairos belum pulang mam?” Tanya Acel.
“Iya sayang, sebentar lagi dia pulang. Kalau dia sudah pulang kita makan siang bersama.”
“Baiklah mam, kalau begitu aku tidur sebentar. Nanti kalau Kairos sudah pulang mama bangunkan aku ya!”
“Iya sayang. Nanti mama bangunkan kamu.” Jessica mencium kening Acel dan meninggalkan kamar Acel.
Jessica pergi kekolam renang dan dia duduk disana. “Apakah aku sudah siap untuk berpisah dengan Carlos?” Tanya Jessica dalam hati. “Hmmm... Tapi aku harus melakukannya.”
Selamat membaca
Terima kasih atas like dan komennya
Jangan bosan bosan membaca ya.
__ADS_1
Salam Author