
Cella tidak pernah menyapa kembarnya lagi, dia lebih memilih menghindar dari pada berdebat dengan Acel. Sedangkan Logan dia memilih bersikap biasa kepada Acel, walaupun Acel memandang sebelah mata kepadanya tapi dia tetap bersikap ramah kepada pria itu. Kekasih Cella tidak ingin mencari masalah dengannya.
Sebulan berada di Spanyol Akhirnya orang tua Cella berserta adik dan keponakannya kembali ke Amerika, pengawal pribadi menjemput mereka di landasan.
Gadis itu sudah berpikir pasti kembarnya akan mengadu kepada kedua orang tuanya tentang hubungan dia dan Logan. Cella mengajak Logan ke condominium dia ingin berbincang dengan pria itu, Cella tidak ingin Acel menguping pembicaraanya dengan sang kekasih.
Cella dan Logan tiba di condominium, mereka masuk lalu Cella mengajak Logan masuk ke kamar. Dia langsung duduk di sisi tempat tidur sedangkan Logan dia menarik kursi dan duduk di hadapan gadis itu.
“Apa yang ingin kamu bicarakan.” Logan membuka pembicaraan karena dia melihat gadis itu terlihat bingung.
“Logan, aku ingin di depan papa kita bersandiwara seolah-olah tidak ada hubungan apa-apa. Hubungan kita hanya sebatas rekan kerja, kamu hanya bodyguardku. Aku berpikir Acel akan mengadu kepada papa dan mama. Untuk mematahkan aduan Acel, kita biasa-biasa saja di depan kedua orang tuaku.” Logan hanya menganggukkan kepala, walau sebenarnya dia ingin sang kekasih berterus terang kepada papa dan mamanya tapi pria itu tidak ingin memaksa Cella.
“Aku akan mencari waktu untuk mengatakan kepada mama tentang hubungan kita.” Logan tersenyum kemudian mengecup kening gadis itu.
“Aku akan mengikuti apapun yang kamu inginkan, yang penting aku masih melihatmu dan kamu masih bisa datang ke sini,” ujar Logan kemudian menarik sang kekasih ke dalam pelukannya.
“Terima kasih, kamu mau mengerti aku. Nanti aku akan mencari waktu yang tepat untuk memberi tahu mereka, kamu bersabar ya.” Cella menatap mata Logan kemudian melepaskan pelukan Logan dan membelai pipi pria itu.
“Aku sangat mencintaimu, kamu jangan ragukan itu.” Logan membelai rambut Cella dan berbisik.
“Aku percaya padamu.” Cella tersenyum kemudian dia memegang tangan Logan dan menarik pria itu naik ke ranjang.
Logan berbaring di samping Cella dan menarik gadis itu untuk tidur di atas tubuhnya, dia meletakan tangan satunyanya di pinggang Cella sementara lainnya membelai bibir merah itu.
“Aku berjanji akan membahagiakanmu, walaupun aku tidak sekaya seperti orang tuamu.” Dia melingkarkan tangan yang kekar itu ke tubuh mungil yang sedang berbaring di atas tubuhnya dan mengecup ubun kepala gadis itu.
“Aku tidak ingin kemewahan, bersamamu saja aku sudah bahagia. Aku hanya menginginkan dirimu,” ucap Cella lirih sambil membelai dada bidang itu.
“Terima kasih,” sahut Logan kemudian dia memutar tubuhnya sehingga gadis itu terbaring di sampingnya. Dia naik ke atas tubuh Cella lalu mengecup bibir gadis itu.
“Apakah kamu lagi ingin?” tanya Logan sambil membelai wajah yang halus itu.
“Iya, tapi kamu jangan keluarkan di dalam ya. Aku lagi masa subur dan belum ingin hamil. Kamu tahu sendirikan kuliahku belum selesai.” Logan tersenyum lalu dia turun dari atas tubuh gadis itu.
“Kamu tidak usah khawatir, aku akan mengeluarkan di mulutmu,” canda Logan dengan mengedipkan sebelah matanya lalu Cella tertawa dan melemparkan bantal ke tubuh pria itu. Logan menangkap bantal itu kemudian kembali menindih tubuh Cella sehingga gadis itu tidak bisa bergerak.
“Setiap kali bersamamu, milikku selalu menjadi keras. Kamu selalu membuat aku bergairah,” canda Logan lagi lalu Cella mencubit kedua pipi pria itu.
“Oh ya?” sahut Cella dengan membelai lembut wajah Logan yang tertutup dengan jenggot dan kumis itu.
“Iya, kamu selalu membuatku bergairah, desahaanmu, rintihanmu membuat aku ingin selalu melakukan denganmu.” Kembali Logan lalu Cella tertawa dan mendorong tubuh sang kekasih sehingga pria itu terbaring di sampingnya kemudian Cella langsung duduk di atas perut sixpack itu.
“Kamu ingin melakukannya atau masih ingin terus bercanda sampai orang tuaku tiba di rumah.” Cella memainkan kedua alis naik turun menggoda pria itu.
Logan tertawa kemudian dia meremas kedua bukit yang tidak terlalu besar itu. dia melepaskan kaos yang dikenakan Cella juga kaitan bra yang melilit kedua bukit itu lalu dia melemparnya ke lantai. Mereka berdua melakukan hubungan itu lagi.
Cella bangung kemudian pergi ke kamar mandi dan membersihkan daerah kewanitaannya lalu keluar dan memakai pakaian. Cella melihat kekasihnya kemudian tersenyum, dia duduk di sisi tempat tidur dan mengecup kening pria itu.
“Aku pulang sendiri saja,” ujar Cella sambil berdiri dan mengambil kunci mobil.
“Tidak, Sayang. Aku akan mengantarmu.” Dia bangun dan pergi ke kamar mandi, Logan membersihkan tubuhnya kemudian keluar dan memakai pakaian, “Ayo, aku akan mengantarmu.”
“Logan. Aku bisa pulang sendiri, aku tidak ingin mereka curiga kalau aku sedang bersamamu. Besok datang lebih cepat karena aku masuk pagi.” Cella tersenyum melihat Logan yang melengkungkan bibirnya kemudian dia mencium bibir itu. Mereka kembali berciuman, Cella menghentikan ciumannya dan menatap mata pria itu.
“Aku selalu mencintaimu,” ucap Cella
__ADS_1
“Aku juga mencintaimu,” balas Logan sambil memegang pipi yang tidak tebal itu.
“Hmm ….” Cella menarik napas kemudian dia tersenyum, “Baiklah aku pergi sekarang, mungkin papa dan mama sudah di rumah.”
“Iya, hati-hati ya!” Logan kembali mengecup kening gadis itu lalu mereka berdua keluar dari condominium.
Logan mengantar Cella sampai di parkiran, dia menungu gadis itu sampai tidak terlihat olehnya kemudian dia kembali kedalam.
Sementara itu Cella tiba di rumah, dia melihat mobil yang menjemput orang tuanya sudah terpakir. Gadis itu turun dari mobil kemudian masuk ke dalam, dia langsung menemui kedua orang tuanya.
Dia melihat papa dan mamanya sedang duduk-duduk di ruang santai sambil berbincang-bincang dengan Acel dan Sheren. Cella menghampiri kedua orang tuanya dan menyapa mereka.
“Hi. Mam, Pap, bagaiamana liburan kalian. Apakah menyenangkan?” tanya Cella sambil duduk di antara kedua orang tuanya dan mencium kedua pipi papa dan mamanya.
“Tentu saja, Sayang. Papa dan mama sangat menikmati liburan kami,” canda Carlos sambil meremas hidung putrinya.
“Kamu dari mana, Sayang?” tanya Jessica dengan suara yang lembut dan membelai rambut putri kesayang suaminya.
“Um … aku baru saja mengantar Logan pulang, karena dia tidak membawa motor jadi tidak ada salahnya mengantarnya.” Cella menjawab tanpa melihat wajah kembarnya, dia dan Acel masih saling diam.
“Oh … begitu,” gumam Jessica lalu Cella menganggukan kepala. Cella melingkarkan tangannya di pinggang Carlos dan bermanja.
“Pap, aku ingin berlibur ke Mexico. Aku ingin ke tempat Kairos,” ujar Cella sambil merayu Carlos dengan membelai jenggot papanya. Cella tersenyum sendiri mengingat Logan.
“Kamu sudah libur?” tanya Carlos dengan memicingkan mata menatap putrinya.
“Iya, aku sudah libur. Aku bosan di rumah terus, aku ingin pergi ke tempat Kairos. Lagipula aku rindu dengan kedua keponakanku juga Kairos dan Tania. Oh ya bukannya bulan ini Kairos dan Tania akan menikah?” Cella mengingatkan Carlos dan Jessica.
“Iya benar, Mama sampai lupa, untung kamu mengingatkannya,” ujar Jessica sambil tertawa dan mencubit pipi Cella. Sedangkan Acel dia hanya diam dan memperhatikan kembarnya yang bermanja-manja kepada Carlos dan Jessica.
“Baiklah, kamu pergi lebih dulu ke Mexico nanti kami menyusul. Kapan kamu akan pergi?” tanya Carlos dengan meletakkan tangan satunya di punggung gadis itu.
“Ok, apakah Logan akan ikut denganmu?” tanya Carlos lagi.
“Tidak, Pap. Untuk apa Logan ikut, di sana banyak pengawal Kairos yang bisa menjagaku,” canda Cella, dia tidak ingin Carlos curiga padanya.
“Baiklah kalau begitu,” ujar Carlos lalu dia berdiri, “Papa dan mama istirahat dulu.” Carlos dan Jessica pergi ke kamarnya.
Di ruang santai tinggal Acel, Sheren dan Cella. Tanpa bicara gadis itu berdiri dan meninggalkan Acel, dia tidak masih marah kepada kembarnya. Sedangkan Acel, dia hanya bisa melihat Cella berlalu dari hadapanya,
‘Dia berpura-pura di depan papa dan mama, lihat saja aku akan beri tahu papa hubunganmu dengan Logan dan pasti papa akan memecatnya. Dia pasti ke Mexico bersama Logan, tidak mungkin dia pergi sendiri,’ kata Acel dalam hati kemudian dia mengajak Sheren pergi ke kamar.
Cella masuk ke kamar kemudian membuka laptop dan membeli tiket untuk dia dan Logan, gadis itu ingin ke Mexico bersama kekasihnya. Cella berbohong kepada orang tuanya.
Mexico
Nampak Kairos sedang berada di kantor, dia terlihat sangat sibuk memeriksa laporan yang baru saja diberikan oleh asistennya. Terdengar ruangan di ketuk, Kairos menyuruhnya masuk lalu pintu terbuka.
Kairos mengangkat kepalanya dan melihat sang asisten sedang berjalan menghampirinya dengan wajah tersenyum.
“Ada apa, Inigo?” tanya Kairos seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
“Seseorang ingin bertemu dengan Anda, Tuan.” Kaiors mengernyitkan dahi menatap sang asisten, dia melihat jam di pergelangan tangan sudah menunjukkan pukul 14:45pm.
“Siapa?” Kembali Kairos bertanya sambil mata tertuju ke pintu.
__ADS_1
“Dia hanya memberitahukan namanya Lola.” Kembali pria itu mengernyitkan dahinya, Kairos tidak mengenal wanita ini.
“Baiklah, suruh saja dia masuk.” Inigo keluar menemui wanita itu dan menyuruhnya masuk.
Sementara itu, Kairos merapikan pekerjaannya dan menunggu orang yang ingin bertemu dengannya. Pintu terbuka, pandangan Kairos langsung tertuju kepada wanita yang baru saja masuk.
Seorang wanita dengan paras yang sangat cantik, tapi di mata Kairos dia hanya biasa saja. Pria itu sama sekali tidak tertarik, baginya Tanialah yang paling cantik.
“Tuan, ini nyonya Lola.” Kairos berdiri dan menyambut wanita itu lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman.
“Kairos.” Lola tersenyum dan menyambut tangan Kairos dia terlihat sangat mengagumi ketampanan kekasih sekaligus calon suami Tania.
“Lola.” Kairos melepaskan tangannya lalu menyuruh Lola untuk duduk. “Terima kasih,” ucap Lola seraya duduk.
“Ada yang bisa aku bantu?” tanya Kairos seraya ikut duduk di depan Lola.
“Um, aku datang kesini ingin menawarkan kerja sama dengan Anda,” jawab Lola seraya tak hentinya menatap wajah Kairos dan mengaguminya.
“Oh, kerja sama di bidang apa?” Tidak menjawab pertanyaan Kairos, Lola menyodorkan sebuah map yang berisikan proposal dan summary project kepada pria itu.
Kairos membuka map itu lalu melihat lembar demi lembar, dia memperhatikan beberapa foto peroject disana dan mengerutkan dahi. Kairos menatap sang asisten dan memberikan map itu kepadanya.
“Aku akan pelajari terlebih dahulu.” Lola tersenyum dan menganggukkan kepala, walau’pun belum mendapat jawaban tapi wanita itu sangat senang bisa berjumpa dengan pria yang baginya sangatlah tampan.
“Baiklah, kalau begitu aku permisi. Terima kasih.” Lola bangkit berdiri kemudian kembali bersalaman dengan kekasih Tania.
“Sama-sama.” Kairos meminta sang asisten untuk mengantar Lola kemudian pria itu kembali duduk di balik meja kerjanya dan melanjutkan memeriksa laporan perusahan.
Di luar kantor terlihat Lola masuk ke dalam mobil, dia tersenyum sendiri mengingat wajah tampan Kairos. Ya, walau’pun pria itu bersikap dingin tapi tidak menghilangkan rasa suka wanita itu kepada kekasih Tania.
Lola berpikir Kairos belum menikah sehingga dia ingin mendekati pria itu dan ingin memilikinya, dia sangat percaya dengan kecantikannya bisa membuat kekasih Tania akan jatuh cinta padanya.
Wanita itu meninggalkan parkiran dan kembali ke kantornya, sepanjang jalan dia memikirkan bagaimana cara untuk bisa bertemu dengan Kairos lagi.
Di kediaman Kairos dan Tania nampak wanita itu sedang bermain bersama kedua anaknya, yaitu Clau dan chantiq. Tania memberikan kasih sayang yang sama kepada Chantiq walau’pun dia bukan putrinya. Bahkan putri Kairos bersama Angel sangat manja kepada Tania.
Berbanding terbalik, Clau malah lebih dekat degan Kairos. Kekasih Tania sangat sayang kepada putra Tania bersama Reagen.
Berbicara Reagen, setiap bulan pria itu pergi ke Mexico untuk menemui putranya. Dia juga memberikan kasih sayang kepada Clau, bahkan beberapa kali dia meminta ijin kepada Tania untuk membawa Clau ke negaranya tapi tidak diijinkan oleh Kairos.
Reagen tidak pernah memaksa pikirnya mungkin karena Clau masih kecil jadi Kairos belum mengijinkan dia untuk membawa sang putra ke negaranya.
Sementara Angel dia hanya bisa melihat putrinya lewat video call, Kairos tidak pernah ingin bicara dengan wanita itu. Dia selalu meminta Tania untuk mendampingi Chantiq kalau sedang melakukan panggilan video bersama mamanya.
Tania tidak pernah membatasi Chantiq bersama mamanya, karena pikir kekasih Kairos, Angela berhak tahu perkembangan sang putri bersama mereka.
Pengalaman mereka membuat hubungan pasangan kekasih itu semakin erat, Kairos bahkan ingin Tania kuliah sambil bekerja tapi wanita itu lebih memilih mengurus anak-anaknya. Sedangkan putra Kairos dan Tania berada di Amerika bersama Carlos dan Jessica.
Amerika
Acel sedang duduk di halaman belakang bersama Sheren, mereka berdua berbincang-bincang soal program memiliki anak. Kembar Cella itu tidak sabar lagi untuk menggendong bayi, dia menyarankan sang istri untuk memeriksakan kandungannya kepada dokter.
“Besok kita ke dokter untuk periksa kandunganmu, aku ingin kamu segera hamil agar kita punya alasan untuk pindah ke rumah yang sudah aku beli.” Sebelum menikah Acel sudah menyiapkan tempat untuk dia dan Sheren tinggal setelah mereka menikah, tapi Carlos dan Jessica belum mengijinkan Acel dan istrinya untuk tinggal sendiri.
“Justru kalau aku hamil dan punya anak kedua orang tuamu tidak akan mengijinkan kita pindah rumah.” Apa yang dikatakan Sheren sudah pasti benar, mana mungkin Carlos akan mengijinkan mereka pindah. Suami Jessica itu sangat menyukai anak kecil.
__ADS_1
“Tidak masalah, nanti lama-kelamaan papa dan mama pasti akan mengijinkan kita tinggal sendiri. Yang terpenting kamu hamil saja dulu,” ujar Acel dengan mengecup ubun kepala Sheren.
“Baiklah, besok kita ke dokter kandungan.”Sambil berucap Sheren bangkit berdiri dan menarik tangan Acel untuk pergi ke kamar.