SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Akhirnya terjadi


__ADS_3

Akhirnya gugatan cerai Jessica terhadap Carlos di terima oleh pengadilan dan pengadilan memberikan surat kepada Carlos lewat pengacara yang sudah di sewa oleh Carlos. Dan Carlos meminta pengacaranya untuk bertemu dengan pengacara Jessica. Dia meminta pengacaranya untuk membicarakan soal anak anak mereka dan Carlos juga meminta untuk bertemu dengan Jessica.


Sementara di kantor, Jessica menerima telepon dari pengacaranya. Jessica langsung menjawab telepon tersebut.


“Bagaimana Abram? Apakah sudah ada kabar dari pengadilan?”


“Sudah Nyonya, mereka sudah layangkan surat kepada Carlos dan sekarang mereka lagi mengatur jadwal sidang perceraian Nyonya.” Jawab Abram dari seberang telepon.


“Baiklah Abram. Beri aku kabar terus!”


“Nyonya, pengacara dari Carlos menyampaikan pesan dari carlos. Dia meminta untuk bertemu dengan Nyonya.


“Untuk apa bertemu dengannya lagi. Kamu saja yang mewakilinya, tanyakan apa yang dia inginkan. Aku tidak ingin bertemu dengannya.”


“Nyonya, aku sarankan Nyonya bertemu saja dengan Carlos, Nyonya bisa bertemu di kantorku. Mungkin ada hal penting yang ingin disampaikan.” Kata Abram lagi.


Jessica terdiam sejenak dan berpikir.


“Baiklah Abram atur saja pertemuanku dengan Carlos di kantormu.” Kata Jessica dan dia langsung menutup teleponnya.


Abram langsung menghubungi pengacara Carlos dan memberitahukannya kalau Jessica setuju untuk bertemu dengan Carlos dan Abram meminta untuk bertemu di kantornya.


Jessica pulang kerumahnya ke Santa Barbara, sampai di rumah dia langsung masuk kedalam kamar. Dia berbaring di tempat tidur dan memikirkan pertemuannya nanti dengan Carlos.


“Apakah aku akan kuat bertemu dengannya? Aku akui sampai saat ini aku masih mencintainya. Tapi aku juga tidak bisa melupakan perbuatannya padaku.” Kata Jessica dalam hati.


Pintu kamar Jessica di ketuk, Jessica berdiri dan pergi membuka pintu. Dia terkejut melihat Acel berdiri di depan pintu kamar .


“Sayang kalian sudah pulang? Cella mana?” Tanya Jessica.


“Iya mama aku baru saja sampai, Cella ada di kamarnya. Aku dan cella di antar oleh orang tua teman Cella mam.”


“Sayang, maafkan mama ya. Mama lupa menjemput kalian.” Kata Jessica sambil memeluk Acel.


“Tidak apa apa mam, lagipula aku dan cellakan sudah besar mam. Umur kami sudah tiga belas tahun. Mama lihat badan aku sekarang hampir sama tinggi dengan mama.” Kata Acel sambil berdiri sejajar dengan Jessica dan menyamaratakan badannya dengan Jessica. Jessica langsung tertawa.


“Iya sedikit lagi kamu melewati tinggi badan mama.” Kata Jessica sambil mengacak rambut Acel.


Jessica kembali berbaring di tempat tidur dan Acel mengikuti jessica, dia juga berbaring di samping Jessica dan Jessica memeluk Acel. Mereka berdua bercanda di tempat tidur dan Kairos masuk kedalam kamar, dia langsung berbaring di samping Jessica dan memeluk Jessica dengan erat.


“Kairos jangan memeluk mama seperti itu, mama tidak bisa bernafas.” Kata Jessica pada Kairos dan kairos tertawa.


“Ayo kita makan dulu, mama sudah lapar. Acel panggil cella untuk makan!”


“Iya mama.” Mereka keluar dari kamar Jessica dan pergi keruang makan. Acel pergi memanggil Cella.


Mereka makan siang bersama setelah selesai makan Jessica membereskan meja makan dan Cella membantu Jessica mencuci piring.


Jessica memanggil ketiga anaknya duduk di ruang santai, dia ingin membicarakan perceraiannya dengan Carlos. Mereka berkumpul di ruang santai dan Jessica membuka pembicaraan.


“Sayang kalian tahukan papa dan mama akan bercerai. Mama ingin menanyakan pada kalian, apakah kalian akan tinggal dengan mama atau dengan papa?”


“Mam, yang pastinya aku akan tinggal dengan mama. Aku tidak ingin tinggal dengan papa.”


“Aku juga mam, aku ingin tinggal dengan mama.” Kata Acel

__ADS_1


Jessica menatap Cella. “Cella bagaimana denganmu?” Jessica tahu Cella sangat menyayangi Carlos. “Apakah kamu ingin tinggal dengan papa?”


Cella hanya menggelengkan kepala, dia berdiri dan pergi masuk kedalam kamarnya kemudian dia berbaring di tempat tidur. Jessica mengikuti Cella masuk kedalam kamar dan duduk disisi tempat tidur.


“Sayang kamu kenapa?” Tanya Jessica.


“Aku tidak apa apa mam. Aku hanya sedih saja mama dan papa akan berpisah.” Kata Cella dengan wajah yang sedih.


Jessica menundukkan kepalanya kemudian di menatap Cella lagi.


“Sayang besok mama akan bertemu dengan papa, kamu mau ikut mama bertemu dengan papa?”


Cella hanya menggelengkan kepala.


Jessica juga tidak ingin memisahkan anak anak dengan Carlos, dia ingin bercerai dengan baik baik


“Kenapa sayang, bukannya Cella menyayangi papa?” Tanya Jessica lagi.


“Mama aku memang menyayangi papa, tapi aku belum ingin bertemu dengannya.”


Jessica membelai rambut Cella.


“Baiklah sayang, mama tidak akan memaksamu. Kalau begitu istirahatlah.” Kata Jessica sambil berdiri dan meninggalkan kamar Cella. Kemudian dia masuk kedalam kamarnya dan berbaring di tempat tidur.


Keesokan harinya Jessica pergi ke kota Torrance, dia langsung mengarahkan mobilnya ke kantor Abram. Sampai di kantor Abram Jessica langsung menuju keruangan Abram, dia mengetuk pintu dan Abram membukakan pintu pada Jessica, Jessica masuk dan melihat Carlos bersama pengacaranya sudah berada di dalam ruangan dan Jessica menyapa Carlos.


“Hi, apa kabarmu?” Tanya Jessica sambil duduk di sofa tepat berhadapan dengan Carlos.


“Iya aku baik baik saja,” Jawab Carlos dengan pelan.


“Sebaiknya Carlos saja yang menjelaskannya, bukankah begitu Carlos?” Kata Abram pada Carlos.


“Oh iya, aku ingin membicarakan tentang anak anak kita.” Kata Carlos pada Jessica tapi dia tidak berani menatap mata Jessica.


“Apa yang kamu inginkan terhadap anak anak kita.” Tanya Jessica.


“Aku hanya ingin bertanya, siapa yang akan mengurus mereka setelah kita bercerai. Aku sudah menyetujui gugatan ceraimu, aku tidak ingin memaksamu untuk terus bersamaku.” Kata Carlos dengan suara yang berat, seperti lagi menahan tangis.


“Kalau kamu ijinkan, aku akan mengurus mereka.” Kata Jessica lagi.


Jessica menahan dirinya agar tidak menangis di depan Carlos.


“Aku mengijinkanmu untuk mengurus mereka, aku tahu kamu sangat menyayangi mereka. Tapi setelah perceraian ini, ijinkan aku untuk selalu menemui mereka.”


“Tentu saja kamu boleh menemui mereka, kamu papa mereka juga. Kapan saja kamu bisa menemui mereka.” Kata Jessica dan dadanya terasa sesak.


“Terima kasih.” Ucap Carlos pada Jessica. “Oh ya.. Aku juga sudah mengalihkan seluruh harta kekayaanku untuk kamu dan anak anakku.” Kata Carlos lagi.


Dada Carlos juga terasa sesak.


“Tidak perlu Carlos, aku masih bisa memenuhi kebutuhan mereka.”


“Tidak Jessica mereka juga tanggung jawabku, walaupun kita akan berpisah tapi kita bisa sama sama mengurus mereka.” Setiap keluar kata berpisah dada Carlos terasa sesak. “Oh ya, satu hal lagi. Perusahaan di Indonesia aku sudah merubahnya, 100% saham sudah atas namamu. Itu juga untuk anak anakku, aku percaya kamu sanggup mengelolahnya.”


“Carlos tidak perlu kamu melakukan itu.”

__ADS_1


“Tidak Jessi, itu juga untuk anak anakku.” Kata Carlos lagi.


Kedua pengacara berdiri dan meninggalkan Jessica dan Carlos di dalam ruangan. Carlos berdiri dan menghampiri Jessica, dia berdiri tepat di depan Jessica.


“Bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kali?” Tanya Carlos pada Jessica.


Jessica berdiri dan menatap mata Carlos, dan Carlos langsung memeluk Jessica dengan erat. Mereka saling berpelukan dan air mata Jessica tumpah di dada Carlos.


“Kenapa kamu lakukan ini padaku Carlos? Apa salahku padamu? Kenapa kamu mengkhianatiku?” Tanya Jessica sambil menangis di pelukan Carlos dan Carlos meneteskan air mata.


“Maafkan aku, maafkan aku.” Kata Carlos sambil menangis, dia memeluk erat tubuh Jessica.


“Kalau aku sudah berbuat salah padamu, kenapa kamu tidak katakan padaku. Biasanya kita selalu berdiskusi, tapi ini kamu malah melakukan hal itu padaku. Kenapa Carlos? Kenapa? Katakan padaku!”


Carlos hanya menangis, dia melepaskan pelukannya dan langsung pergi meninggalkan Jessica di ruangan. Dia pergi dan masuk kedalam mobil, dia menangis di dalam mobil. “Aku mencintaimu sayang, maafkan aku.” Carlos menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan kantor Abram, dia langsung menuju Aiport dan pergi ke Spanyol. Dia tidak ingin mendengar keputusan pengadilan karena dia sendiri sudah menyetujui gugatan Jessica.


Di dalam ruangan Abram Jessica duduk dan menangis. “Kenapa kamu tidak mau menjelaskan padaku Carlos.” Kata Jessica dalam hati.


Jessica keluar dan masuk kedalam mobil, dia menangis dalam mobil. Dia menjalankan mobilnya ke arah Santa Barbara. Sepanjang jalan air matanya tak henti hentinya menetes.


{ ahh gila gak sanggup author nulisnya, nyesek banget nulisnya, bener bener nyesek.}


Tiba saatnya pengadilan akan memutuskan perceraian Carlos dan Jessica. Jessica membawa anak anaknya kekediaman Federico. Sampai di kediaman Federico anak anaknya turun dan Jessica pergi kembali. Dia mengarahkan mobilnya kerumah Tuan Jeremmy.


Sampai di rumah Tuan Jeremmy, dia bertemu dengan pelayan rumah.


“Tuan Jeremmy ada di rumah?” Tanya Jessica.


“Iya Nyonya, Tuan Jeremmy ada di kamarnya. Mau aku panggilkan Tuan Jeremmy?” Tanya pelayan pada Jessica.


“Ah.. Tidak usah, biar aku saja yang akan menemuinya.”


Jessica pergi ke kamar Tuan Jeremmy kemudian dia masuk, dia melihat Tuan Jeremmy lagi berbaring di tempat tidur. Jessica menghampiri Tuan Jeremmy dan berbaring di samping Tuan Jeremmy, dia meletakkan kepalanya di dada Tuan Jeremmy dan Tuan Jeremmy memeluknya.


“Terima kasih sayang, papi sangat senang kamu datang kesini. Papi sangat bahagia.” Kata Tuan Jeremmy sambil memeluk erat Jessica.


Air mata Jessica menetes.


“Papi, hari ini pengadilan akan memutuskan perceraian jessi.” Kata Jessica dengan rasa sesak di dadanya.


“Iya sayang, papi mendengarnya dari Dixon dan Pedro. Kamu sudah siap bercerai dengan Carlos?”


Jessica tidak menjawabnya dia hanya menangis. Dan dixon masuk kedalam kamar, dia sangat bahagia melihat jessica sudah mengakui Tuan Jeremmy sebagai orang tuanya. Dixon berbaring di samping Tuan Jeremmy dan tangannya menghapus air mata Jessica. Mereka bertiga saling berpelukan tapi air mata Jessica tak henti menetes.


Dan handphone Jessica berbunyi, dia melihat telepon dari abram. Jessica memberikan handphonenya pada Dixon dan Dixon menjawab telepon dari Abram. Abram mengabarkan kalau hakim sudah mengetuk palu. Jessica sudah sah bercerai dari Carlos. Dixon menutup telepon itu. Dia menatap Jessica dan menganggukan kepalanya.


Tangis Jessica langsung pecah, dia menangis di pelukan Tuan Jeremmy. Dixon dan tuan Jeremmy langsung memeluk Jessica.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komennya ya.


Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan komen.


Salam

__ADS_1


Author.


__ADS_2