SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Aku bukan anak kecil lagi


__ADS_3

Cella turun pergi ke ruang makan, di sana sudah duduk semua anggota keluarga. Dia menyapa kedua orang tuanya dan mencium kedua pipi mereka. Cella juga menyapa Sheren kemudian duduk di antara adik serta keponakannya. Dia mencium kedua pipi Isabell dan Ezer lalu membuka piring dan mengambil makanan.


Sedangkan Carlos, dia memperhatikan Cella dan Acel, ‘Mereka berdua tidak saling bicara, ada apa dengan kedua anakku ini?’ tanya Carlos dalam hati sambil menyuap makanan ke dalam mulut.


“Kamu berangkat jam berapa, Sayang?” tanya Jessica kepada Cella seraya memasukkan makanan ke dalam mulut.


“Em. aku berangkat siang, Mam,” jawab Cella dengan cuek. “Oh ya, Mam. Nanti kembali dari Mexico ada yang ingin aku bicarakan dengan Mama.


“Apa itu, Sayang?” tanya Jessica penasaran.


“Nanti saja, Mam. Aku ke kamar dulu,” ujar Cella setelah menelan makanannya. Dia hanya makan sedikir, selesai gadis itu langsung berdiri dan kembali ke kamar tanpa melihat kembarnya.


Acel menatap Cella dengan sinis. ‘Aku akan mengikutinya ke Airport, dia pasti pergi bersama Logan. Aku akan memotretnya dan menunjukkan kepada papa,’ gumamnya dalam hati.


Diamnya Cella membuat Acel lebih membenci Logan. Dia mengajak Sheren untuk pergi ke kamar karena dia akan bersiap-siap ke kantor.


Sementara di kamar, Cella mengirim pesan kepada Logan agar tidak menunggunya di luar, dia meminta kekasihnya agar boarding lebih dulu dan menunggunya di ruang tunggu. Cella mencurigai sang kembar akan menguntitnya.


Siangnya Bane mengantar Cella ke Airport, mereka tiba lalu Cella turun dan mengambil kopernya.


“Terima kasih, Bane,” ucap Cella sambil tersenyum.


“Sama-sama, Cella,” Balas Bane kemudian dia masuk ke dalam mobil.


Cella langsung pergi check in kemudian dia menuju ke Imigrasi untuk stamp paspor. Selesai mendapatkan stamp, dia langsung pergi ke ruang tunggu.


Dia melihat kekasihnya sedang duduk sambil mengutak-atik ponsel, Cella berjalan perlaha-lahan kemudian dia menutup mata pria itu dengan kedua tangannya. Logan tersenyum kemudian dia memegang tangan Cella dan menarik gadis itu untuk duduk, dia memeluk dan mengecup kening Cella.


Sementara itu Acel kembali ke kantor, dia tidak berhasil mendapatkan foto Cella bersama Logan.


“Tidak mungkin dia pergi sendiri ke Mexico, dia pasti bersama Logan,” ujar Acel dengan kesal, dia memukul gagang stir kemudian  meninggalkan Airport.


Sementara di airport terlihat Cella dan Logan masuk ke dalam pesawat, mereka mencari nomor kursi kemudian Cella dan Logan duduk. Cella duduk dekat jendela sedangkan Logan di tengah.


Dia  menatap Logan lalu  tersenyum, dan menyandarkan kepalanya di bahu Logan lalu pria itu memegang tangan kekasihnya dan mencium punggung tangan itu.


“Aku sangat bahagia setiap kali berada di sisimu,” ucap Logan dengan suara setengah berbisik.


“Aku juga,” balas Cella dengan tersenyum kepada pria itu.


Logan melingkarkan tangannya ke punggung Cella dan mencium ubun kepala gadis itu lalu pesawat take off, Cella memejamkan mata dan menggenggam tangan kekasihnya.


Dua jam kemudian mereka tiba di Airport, Cella dan Logan mengambil koper mereka dan berjalan keluar. Cella melihat kakaknya sudah menunggu di pintu kedatangan, dia berlari dan memeluk Kairos.


“Aku sangat rindu padamu,” ucap Cella dengan mencium kedua pipi sang Kakak.

__ADS_1


Kairos membalas pelukan Cella, dia juga mencium kedua pipi adiknya kemudian dia tersenyum dan menyapa Logan.


“Ok, kalian berdua tunggu di sini saja, aku akan mengambil mobil,” ujar Kairos.


“Kita pergi bersama saja ke parkiran,” sahut Cella kemudian mereka bertiga berjalan pergi ke parkiran. Cella masuk ke dalam mobil diikuti Kairos dan Logan.


“Oh ya Kairos, tolong antar Logan ke hotel dulu ya,” pinta Cella seraya memakai sabuk pengamanan


“Kenapa tidak di tempatku saja?” tanya Kairos dengan heran menatap Cella lewat spion.


“Tidak apa-apa, Kairos. Aku ingin menginap di hotel saja,” sela Logan sambil tersenyum lalu Kairos mengangkat kedua alisnya.


“Baiklah kalau begitu,” uja Kairos kemudian dia mengantar Logan ke hotel yang sudah di booking oleh Cella.


Ketiganya tiba kemudian Logan dan Cella turun, begitu juga Kairos lalu mereka masuk ke dalam hotel. Kairos langsung duduk di lobby sedangkan Cella serta Logan pergi check in.


Setelah check in pasangan kekasih itu pergi ke kamar. Cella meletakan kopernya kemudian dia memeluk pria itu.


“Aku akan pergi bersama Kairos, apakah kamu akan ikut?” tanya Cella sambil membelai jenggot sang kekasih.


“Aku di sini saja, ingin istirahat,” jawab Logan dengan membelai rambut gadis itu. “Oh ya, apakah kamu akan tidur bersamaku di sini?”


“Tentu saja, selama di Mexico aku akan terus tidur bersamamu. Kecuali kalau papa dan mamaku datang aku tidak bisa,” kata Cella kemudian dia melepaskan tangannya dari punggung Logan.


“Baiklah kalau begitu, pergilah. Kairos sedang menunggumu di lobby,” ujar Logan kemudian dia mengecup bibir Cella.


Cella turun menemui Kairos dan mengajak Kakaknya untuk pergi. Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu Kairos langsung menjalankan kendaraan roda empat menuju ke kediamannya.


Kakak beradik itu tiba lalu Cella dan Kairos turun kemudian masuk ke dalam rumah. Cella melihat Tania lalu dia berteriak.


“Tania aku sangat rindu padamu,” teriak Cella sambil berlari dan memeluk Tania dengan erat. Kairos tertawa melihat adiknya, sedangkan Tania dia memeluk dan mencium kedua pipi Cella.


“Aku juga sangat rindu padamu,” ujar Tania lalu  menarik Cella duduk.


“Oh ya, kedua keponakanku mana?” tanya Cella sambil memperhatikan rumah Kairos.


“Mereka sedang di kamar,” jawab Tania kemudian dia berdiri dan pergi ke kamar putrinya diikuti Cella.


Cella melihat Chantiq yang sedang bermain di dalam box, dia langsung menggendong keponakannya itu dan mencium kedua pipi Chantiq.


“Aku sangat rindu padamu, Sayang,” ujar Cella dengan suara yang gemas. Dia mencubit pipi Chantiq, “Kamu sangat cantik, Sayang.” Cella meletakkan Chantiq kembali di box kemudian dia melihat Clau dan menggendongnya. Dia juga mencium kedua pipi Clau dan meletakkannya.


Cella dan Tania kembali ke ruang santai, lalu berbincang-bincang disana. Kairos datang  ikut bergabung dengan sang adik juga calon istrinya. Mereka membicarakan sikap Acel, Kairos juga merasa heran kenapa Acel seperti itu. dia tidak percaya kembar Cella bisa berubah.


“Mungkin dia ingin kamu mendapatkan lelaki seumuran denganmu dan mempunyai masa depan yang lebih bagus, itu menurutku kenapa Acel seperti itu,” kata Tania, dia tidak ingin Cella dan Acel saling bermusuhan.

__ADS_1


“Ya aku rasa begitu, tapi bukan dengan cara seperti itu. Tidak juga bisa memaksakan kehendak kita, kalau Cella merasa nyaman dengan Logan, apa salahnya?” Kairos menarik napas panjang dan menggeleng-gelengkan kepala.


“Aku hanya mencintai Logan, dan aku hanya ingin menikah dengan dia. Aku tidak perduli Logan jauh lebih tua dariku, atau dia tidak memiliki apa-apa. Aku dan dia bisa berjuang bersama untuk sukses. Bukannya mama dan papa juga umurnya berbeda jau tapi lihat mereka sangat bahagia.” Cella memandang keluar jendela dia masih tidak habis pikir dengan Acel yang suka mencampuri urusan pribadinya.


“Kalau kamu dan Logan saling mencintai, berjuanglah untuk cintamu dan aku pikir kamu jujur kepada papa dan mama,” nasehat Tania kepada Cella, dia juga tidak mau melihat Cella dan Logan terus bersembunyi.


“Iya, sekembali dari sini aku akan bicara kepada mama,” ujar Cella dengan memegang tangan Tania.


Mereka terus membicarakan sikap Acel, Kairos dan Tania memberikan nasehat kepada Cella. Terlihat Cella tersenyum dan mengangguk-anggukan kepala. Tanpa terasa hari sudah larut malam, akhirnya Cella meminta Kairos untuk mengantarnya ke hotel.


“Kamu tidak menginap di sini?” tanya Kairos dengan heran.


“Aku menginap di hotel saja, aku kasihan Logan tidur sendiri di sana,” jawab Cella dengan manja.


“Baiklah, tapi aku ingatkan jangan melakukan hubungan itu nanti kamu bisa hamil. Kamu masih kuliah.” Kairos mengingatkan Cella lalu Cella tersenyum dan menggandeng lengan Kakaknya dan  tertawa.


“Aku sudah melakukannya dengan Logan, kamu jangan khawatir aku tidak akan hamil,” canda Cella lalu Kairos membelalakan mata.


“Benarkah, Cella? Kamu sudah melakukan hubungan itu dengan Logan?” Kairos tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Cella yang selama ini dia tahu seorang yang kutu buku bisa melakukan hubungan sejauh itu.


“Iya, Kairos. Aku dan Logan sudah sering melakukannya, tapi kamu jangan khawatir dia selalu mengeluarkanya di luar,” kata Cella lagi kembali Kairos  membelalakan matanya. Tak disangka adiknya bisa seperti itu.


“Cella? Ternyata kamu semakin pintar ya,” ujar Kairos sambil tertawa dan meremas hidung adiknya.


“Ah … Kairos aku bukan anak kecil lagi.” Cella kembali bercanda kemudian dia melepaskan tangannya dari lengan Kairos. “Ayo antar aku ke hotel,” pinta gadis itu.


“Baiklah, ayo!” Cella berpamitan kepada Tania kemudian dia dan Kairos masuk ke dalam mobil. Kairos langsung mengantar Cella pergi ke hotel.


Mereka tiba kemudian Cella memeluk dan mencium Kakaknya, begitu Kairos pergi dia  masuk ke dalam hotel langsung menuju ke kamar. Cella mengetuk pintu lalu pintu terbuka, Cella tersenyum dan memeluk kekasihnya.


Logan mengangkat gadis itu dan menghempaskan tubuh mungil itu ke ranjang. Cella tertawa lalu dia duduk di atas tempat tidur dan memperhatikan pria itu sedang melepaskan kaos dan celana pendeknya.


Logan naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Cella lalu dia berbisik di kuping gadis itu.


“Aku lagi ingin.” Cella langsung tertawa dan mencubit perut pria itu.


Logan memegang tangan Cella kemudian dia melepaskan satu persatu pakaian gadis itu. Mereka berdua melakukan lagi olahraga yang mendatangkan kenikmatan itu, semenjak merasakan nikmatnya bercinta Cella menjadi ketagihan. Bahkan dia terlihat sangat lihai di atas ranjang.


Selamat membaca


Jangan Lupa Like dan Komentar ya.


Oh ya, mampir di karya terbaruku dengan judul


AMOR PRIHIBIDO ( CINTA TERLARANG )

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2