
Sudah seminggu Federico mengajak Jessica dan papanya berkeliling di kota-kota yang ada di Spanyol. Mereka sudah berkunjung ke tempat-tempat wisata yang sangat indah.
Kini saatnya papa Jessica akan pulang ke Indonesia, Jessica dan Carlos mengantar papanya di Airport, begitu tiba Jessica dan papanya turun terlebih dahulu kemudian Carlos pergi memarkirkan mobilnya lalu menyusul menemui Jessica serta papanya yang sedang duduk di kursi.
Papa Jessica berdiri kemudian berpamitan kepada Carlos, dia juga memeluk Jessica dengan erat dan berbisik.
“Sering-seringlah kabari papa ya dan jangan lupa kalau cucu papa lahir kirim fotonya pada papa.” Jessica tertawa dan membalas pelukan papanya.
“Tentu saja, aku akan selalu mengabari papa.” Jessica meleraikan pelukannya kemudian mencium kedua pipi papanya.
Papa Jessica memeluk Carlos dan berpesan kepada pria itu. “Aku titip Jessica padamu, aku yakin kamu bisa membahagiakannya.”
“Tentu saja, Anda jangan khawatir,” sahut Carlos dengan tersenyum.
Akhirnya papa Jessica masuk ke dalam, kemudian Jessica dan Carlos pulang ke rumah. Sampai tiba Jessica masuk ke dalam lalu berpapasan dengan Liliana.
“Sayang besok kita sudah harus kembali ke America,” ujar Liliana seraya menghampiri Jessica dan membelai perut yang sudah membesar itu.
“Iya, Mom.”
“Carlos mana, Sayang?” tanya Liliana sambil mata mencari putranya.
“Sudah pergi ke kamar,” sahut Jessica dengan mengusap perutnya.
“Baiklah, kamu istirahat ya.” Jessica menganggukan kepala kemudian meninggalkan Liliana dan pergi ke kamar.
Melihat Jessica yang masuk, Carlos mengulurkan tangan kepada wanitanya agar menghampirinya. Jessica tersenyum kemudian berbaring di samping Carlos.
“Istirahat, Sayang. Besok kita akan kembali ke Amerika.”
“Iya, Babe. Tapi kamu belum menceritakan padaku bagaimana kamu bisa menemukan papaku, setiap kali aku bertanya selalu bilang nanti. aku ingin mendengarnya sekarang.” Carlos terkekeh kemudian menarik Jessica tidur di dadanya.
“Baiklah, Sayang aku akan menceritakan padamu,” ujar Carlos kemudian bangun dan bersandar di sandaran tempat tidur lalu Jessica meletakan kepalanya di perut pria itu. Sambil membelai rambut Jessica Carlos mulai bercerita.
“Jadi begini, Sayang. Waktu kita memutuskan untuk menikah aku mengambil keputusan untuk menghadirkan orang tuamu di pernikahan kita nanti. Aku ingin membuat kejutan padamu, kebetulan di perusahaanku ada karyawan yang berasal dari daerah kamu tapi berbeda kota.” Jessica mendongakan kepala ke atas menatap Carlos dengan mengerutkan dahi.
“Benarkah?” Carlos menganggukan kepala kemudian melanjutkan ceritanya.
“Kemudian aku memberikan copy surat yang kamu bawah dari rumah, dikertas itu ada nama seluruh anggota keluargamu disitu juga tertera kota asal kamu sampai districtsnya. Karyawanku tahu daerah orang tuamu tinggal, aku meminta dia untuk pergi bertemu dengan orang tuamu. juga mengurus paspor papa dan mamaku, dia berhasil.” Carlos masih melanjutkan ceritanya.
“Saat kita tiba di Amerika aku meminta daddy untuk mengurus visa bagi orang tuamu. Sebenarnya mama kamu juga akan datang, tapi mendengar kamu tidak menginginkannya maka daddy membatalkan kedatangannya. Begitu, Sayang. Sekarang sudah jelas.” tanya Carlos kemudian mencium kening Jessica dan kembali berbaring.
“Iya,” jawab Jessica sambil memeluknya.
“Masih penasaran lagi?” Jessica menggeleng-gelengkan kepala kemudian meletakan kepalanya di dada berbulu itu.
__ADS_1
“Terima kasih sudah membuat kejutan padaku,” ucap Jessica dengan membela bulu-bulu halus yang tumbuh lebat di dada Carlos.
“Iy, Sayang.” Sambil memutar badannya menghadap Jessica dia menatap mata Jessica kemudian tersenyum. Carlos memegang pipinya dan mencium bibir Jessica.
Mereka berdua saling berciuman, sambil tangan Carlos mengelus perut buncit itu tapi lama kelamaan menyingkap gaun tidur sang istri kemudian menyelipkan jemari di antara paha wanita itu.
“Hm, kamu mulai nakal, Babe.” Carlos terkekeh kemudian berbisik.
“Aku lagi ingin, Sayang. Kamu selalu membuatku bergairaah.”
Jessica tersenyum dan mencium bibir Carlos, mereka saling berbalas-balasan memainkan lidah di dalam mulut sambil jemari Carlos bermain di bawah sana. Jessica tidak tahan lagi karena ulah nakal sang suami lalu meminta untuk melakukannya.
Carlos melepaskan underwear boxernya kemudian memposisikan tubuhnya di antara paha Jessica, mengurut sedikit benda yang sudah keras itu lalu menuntunya masuk.
“Ah, milikmu sangat sempit padahal setiap hari aku masuki.” Sambil berucap dia menggerakan pinggulnya maju mundur.
Jessica meremas kedua lengan Carlos yang sedang bertumpuh di masin-masing sisi tubuhnya dan memejamkan mata menikmati benda itu menerobos masuk ke intinya. Walau ada rasa sakit sedikit setiap kali dimasuki tapi Jessica sangat suka.
Carlos tidak ingin bermain lama, mengingat kandungan Jessica juga tidak ingin membuat sang istri lelah karena besok subuh mereka sudah harus kembali ke Amerika, cukup sepuluh menit saja mereka berdua mengalami pelepasan.
Kini pria itu terbaring di samping sang istri dengan napas yang belum teratur.
“Aku mencintaimu, Sayang,” ucap Carlos dengan memiringkan tubuhnya menghadap Jessica.
“Sudah, Babe nanti dia minta lagi.” Carlos tertawa dan menarik pinggang Jessica sehingga menempel di tubuhnya.
“Tidak apa-apa, Sayang kalau dia minta lagi.”
“Dasar rakus.” Carlos langsung tertawa kemudian mengecup kening Jessica. Carlos bangun dan menggendong Jessica pergi ke kamar mandi kemudian menyalakan shower.
Selesai mandi Carlos serta Jessica berbaring di tempat tidur kemudian Carlos memeluknya dan tidur.
****
Akhirnya Carlos dan Jessica serta kedua orang tuanya kembali ke America, mereka tiba di negeri Paman Sam pada siang hari. Jessica meminta Carlos untuk pergi ke villa di pinggir danau, dari landasan dia dan Carlos langsung pergi kesana.
Sampai di villa Jessica langsung masuk ke kamar kemudian membuka gorden juga pintu arah ke teras. Dia memejamkan mata dan menarik nafas panjang.
“Hm, udaranya sanga sejuk.” Jessica membuka mata dan melayangkan pandangannya ke danau menikmati keindahannya lewat teras kamar.
Jessica duduk kemudin kembali memejamkan mata dan merasakan desiran angin yang berhembus, serta bunyi kicauan burung. Suasana hening jauh dari kebisingan kota, tak ada hiruk pikuk.
Hanya ada suara desiran angin dan kicau burung serta suara tonggeret bak terompet di sekitar hutan. Carlos datang kemudian mengajak Jessica pergi ketempat dia dan sang istri mengambil foto prewedding waktu itu.
Jessica sangat suka dengan tempat itu sambil bergandengan tangan mereka masuk ke dalam hutan. Mereka tiba di taman itu dan melihat bunganya mulai mekar dan sangat indah.
__ADS_1
Wanita itu melepaskan tangan Carlos kemudian berjalan di antara bunga-bunga yang beraneka ragam warna. Carlos tersenyum melihat Jessica lalu memeluk wanitanya dari belakang.
“Sayang, bunga-bunganya semakin indah,” bisik Carlos sambil tangan tak lupa mengelus perut sang istri.
Carlos membaringkan Jessica di atas rumput yang tertata rapi, kemudian dia berbaring di samping sang istri sambil menggenggam tangan wanitanya.
Mereka berdua memandang langit yang begitu cerah, dan indah. Memberikan kesejukan dan kenyamanan. ‘Ah … langit’pun tahu kalau aku sedang berbahagia,” gumam Jessica dalam hati.
Carlos tersenyum melihat Jessica, dia memiringkan badannya sambil tangan menyanggah kepalanya menatap sang istri.
“Aku senang melihatmu bahagia, Sayang,” ucap Carlos dengan membelai bibir Jessica.
“Terima kasih, sudah memberikan kebahagiaan padaku.” Jessica memegang rahang Carlos dan membelainya.
“Kamu juga sudah memberikan kebahagiaan padaku, Sayang.” Kembali Carlos berucap sambil tangan membelai perut Jessica dan semakin turun ke bawah.
Jessica tahu Carlos ingin melakukan di alam terbuka, dan dia’pun menikmatinya. Ada sensasi yang berbeda sehingga membuat Jessica juga ingin bercinta seperti fantasi Carlos.
Mereka berdua melepaskan pakaiannya satu persatu, kini Jessica dan Carlos tidak memakai apa-apa lagi. Kemudian Carlos membaringkan Jessica di atas rumput yang sudah dialas dengan kemejanya dan mencium bibir wanita itu.
Fantasi Carlos kini tersalurkan, walau'pun dia bermain kasar tapi kalau tidak ada keluhan dari bibir sang istri dia tidak berhenti. Mereka bermain dengan liar di alam terbuka, membuat penghuni hutan terusik dengan rintihan-rintihan kenikmatan yang keluar dari bibir Jessica.
Saling mengganti posisi dan gaya, yang terpenting sang istri nyaman tapi beruntung Jessica mampu mengimbangi permainan suaminya yang kini terbaring lemas di sampingnya setelah mengalami pelepasan.
Kini pasangan suami istri itu terbaring di atas rumput Jessica langsung merapatkan tubuhnya ke Carlos dan memeluk pria itu. Jantung mereka berdetak dengan cepat.
“Apakah perutmu sakit.” Jessica menggelengkan kepala sambil meletakan kepalanya di dada Carlos. “Tadi kamu mengeluh saki.”
“Bukan perutku tapi miliku, itu terjadi setiap kali kamu mau keluar.” Carlos terkekeh dan membelai rambut wanitanya.
“Semakin sore, lebih baik kita kembali ke villa.” Carlos berdiri kemudian menggendong Jessica pergi ke villa.
Mereka berdua langsung masuk kamar mandi membersihkan sisa-sisa percintaan mereka. Selesai, Jessica duduk di depan cermin dan mengeringkan rambut dengan hair dryer. Carlos menghampiri Jessica dan mengambil alat pengering itu dan membantu wanitanya.
Setelah rambutnya kering Jessica berbaring di tempat tidur. Carlos membiarkan pintu teras kamar terbuka, hingga Jessica bisa merasakan angin masuk kedalam kamar, dia memejamkan mata.
Rasa dingin tak menggubris rasa damai yang dia rasakan saat angin berhembus masuk ke dalam kamar. Suara desiran angin, gesekan pohon serta wangi hutan dapat Jessica rasakan.
“Hm, aku tak akan pernah bosan tinggal disini, Babe,” gumam Jessica seraya membuka matanya dan menatap sang suami sedang berjalan menghampirinya.
“Aku senang kamu menyukainya.” Carlos berbaring di samping Jessica dan mengecup keningnya.
Selamat membaca
Thank you yang masih setia memberi like dan komentar.
__ADS_1