SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 14


__ADS_3

Carlos terbangun dari tidurnya lalu dia melihat kesamping.


“Ahh.. shit.” Umpat Carlos. “Ternyata hanya mimpi, Ahh.. syukurlah. Tapi mimpi ini seperti nyata.” Kata Carlos dalam hati. “Mimpi ini benar benar gila. Aku tidak pernah bermimipi seperti ini.”


Dia merasakan underwear boxernya basah, dia merabahnya ada cairan.


“Shit, mengapa mimpiku seperti itu?” Kata Carlos sambil turun dari tempat tidur lalu dia pergi ke kamar mandi. Dia melepaskan underwear boxernya kemudian dia membersihkannya. Lalu Carlos keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya.


Terdengar pintu kamar di ketuk


Tok…Tok..Tok..


Carlos berjalan ke arah pintu, dia membuka pintu dan melihat Vania sedang berdiri di depan pintu kamar. Carlos langsung keluar dari kamar dan menutup pintunya kembali. Dia tidak ingin Vania masuk kedalam kamar karena dia takut terjadi seperti di mimpinya barusan.


“Ada apa Vania?” Tanya Carlos


“Ayo sarapan Carlos.” Kata Vania sambil menarik tangan Carlos


Carlos mengikuti Vania, mereka menuju ke ruang makan. Disana sudah duduk Pedro dan Tuan Hector, Carlos menyapa mereka berdua


“Selamat pagi Tuan Hector, Pedro.”


“Selamat pagi Carlos.” Balas Tuan Hector sambil tersenyum.


Carlos menarik kursi lalu dia duduk. Begitu juga dengan Vania dia duduk dekat Pedro


Mereka sarapan bersama, sambil sarapan mereka berbincang bincang.


“Oh ya calon mertua, Carlos ini hampir saja menjadi suamiku.” Kata Vania kepada Tuan Hector


Carlos hampir tersedak mendengar Vania berkata begitu. Sedangkaan Pedro dia langsung tertawa


Tuan Hectro menatap Vania.


“Benarkah Vania?” Tanya Tuan Hector


“Iya benar, tanyakan saja kepada Pedro.” Jawab Vania sambil tersenyum.


Carlos hanya menggeleng gelengkan kepala sambil tersenyum


“Iyad dadd, Carlos hampir saja menjadi suami Vania.” Kata Pedro sambil tertawa


Carlos menyudahi sarapannya dan membersihkan mulutnya dengan tissue kemudian dia bersandar di sandaran kursi.


“Iya Tuan Hector. Kalau mau di ceritakan terlalu panjang, nanti saja Pedro yang menceritakannya.” Canda Carlos


Vania dan Pedro langsung tertawa.


Selesai sarapan Pedro mengajak Carlos duduk di halaman. Disana mereka berbincang bincang.


“Oh ya Vania, sebenarnya Jessi ingin sekali datang tapi dia tidak bisa meninggalkan anak anak. Apalagi Kairos, dia lagi ada masalah.” Kata Carlos


Pedro menatap Carlos


“Ada apa dengan Kairos? Apakah dia baik baik saja?” Tanya Pedro dengan nada khawatir.


“Kairos baik baik saja, dia hanya merasa sedih saja Tania meniggalkannya.”


Pedro dan Vania terkejut


“Tania meninggalkan Kairos? Mengapa Tania meninggalkan Kairos? Bukankah mereka berdua saling mencintai?” Tanya Pedro lagi

__ADS_1


Carlos menarik nafas panjang


“Hemm…, ini sebenarnya hanya salah paham saja. Kairos di jebak sama teman kampusnya.” Kata Carlos kemudian dia menceritakan kepada Vania dan Pedro tentang apa yang terjadi kepada Kairos


Vania dan Pedro terkejut.


“Jadi Tania sudah meninggalkan Kairos?” Tanya Vania


“Iya Vania, makanya Kairos sangat sedih dan dia pergi.” Jawab Kairos.


“Ahh.. mudah mudahan masalah mereka cepat selesai.” Kata Pedro.


“Iya Pedro, aku berharap begitu.” Sahut Carlos


Seattle


Tania masih mengurung diri dikamar, dia mengelus perutnya


“Kairos tidak akan pernah tahu kalau aku hamil, begitu juga keluarganya. Aku akan menyembunyikan kehamilanku.” Kata Tania dalam hati sambil mengelus perutnya.


Tiba tiba pintu kamar di ketuk


“Masuk saja.” Kata Tania


Kemudian pintu terbuka dan Tania terkejut


“Nancy, kapan kamu datang.” Tanya Tania sambil berdiri dan memeluk Nancy


“Aku baru saja sampai, aku mendengar dari mommy dan papi kalau kamu disini makanya aku langsung datang.” Kata Nancy sambil memeluk Tania dengan erat.


“Lama kita tidak bertemu Nancy.” Kata Tania lalu dia melepaskan pelukannya kemudian mereka berdua duduk di tempat tidur.


“Iya kamu benar Nancy.”


Note:


Nancy adalah teman bermain semasa kecil Tania. Dari Elementary School sampai High School mereka berdua selalu bersama sama. Selesai High School mereka berpisah. Nancy kuliah di Philadelphia dan Tania pindah ke Santa Barbara.


Portugal


Akhirnya tiba hari pernikahan Vania. Terlihat Vania gelisah di dalam kamar, Pedro masuk ke dalam kamar menemui Vania.


“Sayang, mengapa kamu terlihat gelisah begitu?” Tanya Pedro sambil melingkarkan tangannya di pinggang Vania.


“Ahh.. Pedro aku sangat gugup.” Kata Vania sambil mengibas ngibaskan kedua tangannya


“Vania sayang, kamu jangan gugup. Lagipula Carlos akan berjalan bersamamu.” Kata Pedro sambil mengecup bibir Vania. “Baiklah sayang aku akan mengganti pakaianku.”


Pedro melepaskan pakaiannya, Vania memperhatikan Pedro lalu dia tersenyum. Pedro memakai jasnya, Vania berdiri dan membantu Pedro merapikan Pakaiannya. Pedro tersenyum dan mencubit pipi Vania


“Terima kasih Vania sayang.” Ucap Pedro dan Vania tersenyum


Pintu kamar di ketuk lalu Pedro membukakan pintu.


“Sayang dari bridal.” Kata Pedro kepada Vania. “Ayo masuk saja. Calon pengantin sudah menunggu kalian.” Canda Pedro dengan menggunakan Bahasa Portuguese.


Mereka masuk dan meletakkan peralatan make dan baju pengantin Vania di tepat tidur.


Vania duduk di depan Cermin dan mereka mulai merias wajah Vania. Mereka begitu cekatan merias wajah Vania.


Sementara di luar terlihat Carlos sedang duduk di taman. Dia menunggu Vania yang sedang di make up. Carlos yang akan mendampingi Vania. Carlos melihat Pedro sedang berjalan menuju ke arahnya

__ADS_1


Carlos tersenyum melihat Pedro.


“Kamu terlihat sangat bahagia.” Canda Carlos


Pedro duduk di samping Carlos


“Tentu saja Carlos, aku sangat bahagia karena akhirnya Vania mencintaiku.” Jawab Pedro sambil tersenyum.


“Aku senang Vania menikah denganmu, karena kamu laki laki yang baik.” Kata Carlos dan Pedro tertawa


“Ahh.. Carlos, jangan memujiku.” Kata Pedro sambil tertawa.


“Oh ya, mungkin Vania sudah selesai. Dan itu para undangan sudah datang Pedro.” Kata Carlos sambil bangkit berdiri.


“Iya Carlos, Pastornya juga sudah datang.”


“Baiklah Pedro kalau begitu aku kedalam dulu. Aku ingin melhat Vania sudah selesai atau belum.” Kata Carlos lalu dia masuk kedalam. Dia langsung menuju ke kamar Vania.


Carlos mengetuk pintu dan terdengar suara Vania dari dalam menyuruhnya masuk. Carlos membuka pintu dan melihat Vania dengan gaun pengantin di badannya. Carlos menghampiri Vania dan tersenyum.


“Kamu Sangat cantik sayang. Pedro sangat beruntung memilikimu.” Kata Carlos dan Vania tersenyum.


“Terima kasih papa Carlos.” Canda Vania sambil tertawa.


“Kamu sudah siap sayang?” Tanya Carlos.


“Iya aku sudah siap. Oh ya Pedro di mana?”


“Pedro sudah menunggumu di luar.” Jawab Carlos


“Baiklah, apakah kita akan keluar sekarang?” Tanya Vania, dia terlihat sangat gugup. “Ah.. papa Carlos aku sangat gugup.”


Carlos tertawa.


“Jangan gugup sayang, lagipula misa ini tidak akan lama. Ayo Pedro sudah menunggumu.” Kata Carlos


“Baiklah.”


Vania menggandeng tangan Carlos lalu mereka menuju ke halaman tempat Pedro dan Vania di berkati. Pedro sudah berdiri di depan, dia melihat Vania dan Carlos sedang berjalan menuju kepadanya. Dia tersenyum melihat Vania.


“Ahh… Sayang kamu cantik sekali.” Kata Pedro dalam hati


Vania melihat Pedro suda berdiri di depan


“Papa Carlos, aku sangat gugup.” Kata Vania sambil berjalan dengan perlahan lahan.”


“Sayang, tenangkan dirimu.” Kata Carlos sambil memegang tangan Vania, dia tersenyum melihat.


Tuan Hector menjemput Vania lalu Vania menggandeng tangan Tuan Hector. Mereka berdua berjalan ke depan lalu Pedro menyambut Vania. mereka berdua bediri di hadapan Pastor.


Lalu misa pemberkatan di laksanakan


Pedro dan Vania terlihat sangat bahagia. Tante sonya duduk dekat dengan Carlos, dia hanya tersenyum kepada Carlos karena dia tidak bisa berbahasa Inggris.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya.


Readers jangan marah marah ya..


Love you

__ADS_1


__ADS_2