SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 9


__ADS_3

Hari ini kampus Kairos mengadakan Acara perkemahan dan mereka di ijinkan untuk membawa pasangan mereka. Kairos ingin mengajak Tania ikut dengannya.


“Sayang kamu ikut denganku ya di acara perkemahan.” Pinta Kairos pada Tania.


“Ahh.., honey kamu saja. akut tidak ingin ikut.”


“Tapi sayang semua teman temanku membawa pasangan mereka. Ayolah sayang.”


“Honey aku tidak mau. Kamu saja ya?”


Kairos menarik nafas panjang, dia kecewa Tania tidak mau ikut.


“Baiklah sayang, aku tidak akan memaksamu.” Kata Kairos lalu dia memasukkan beberapa potong pakaian di tas punggungnya. “Ayo sayang aku akan mengantarmu pulang.”


“Baik honey.”


Mereka berdua keluar dari kamar lalu masuk ke dalam mobil. Kairos mengantar pulang Tania kemudian dia kembali kerumahnya. Sampai di rumah dia langsung memanggil Bane.


“Bane tolong kamu antar aku ke kampus.” Pinta Kairos pada Bane.”


“Baik Kairos.”


Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu Bane mengantar Kairos ke kampus, sampai di kampus Kairos turun dari mobil


“Oh ya Bane, kamu tidak perlu menungguku karena hari ini kami akan berkemah selama 2 hari. Kamu pulang saja.”


“Tapi Kairos kata papa kamu, kami harus tetap mengawasi kalian.”


“Bane tidak apa apa. Pulang saja.” Kata Kairos lagi dan akhirnya Bane pulang.


Kairos menghampiri Jose, Ralph dan Paul


“Hi kita akan berangkat sekarang?" Tanya Kairos


“Iya Kairos tapi busnya belum datang. Oh ya mana pacar kamu Kairos?” Tanya Paul


“Aku mengajaknya tapi dia tidak mau ikut.” Kata Kairos


“Ohh.. begitu. Eh.. itu busnya sudah datang.”


“Kalau begitu ayo kita naik.” Ajak Ralph


Mereka naik kedalam bus, Kairos duduk sendiri sedangkan teman temannya duduk bersama pasangan mereka. Dan Celline datang, dia langsung duduk di samping Kairos.


“Kairos kenapa kamu tidak membawa pacar kamu?”


“Emm… dia sedang sibuk Celline.” Jawab Kairos


“Ohh…” Gumam Celline


Akhirnya Bus berangkat dan mengantar mereka ke tempat perkemahan. Mereka tiba di tempat perkemahan lalu mereka turun dari bus. Kairos langsung bergabung dengan teman temannya. Mereka mengangkat barang barang dan membawa ke tempat pekemahan.


Mereka mendirikan tenda, selesai mendirikan tenda Kairos dan teman temannya duduk duduk sambil bersenda gurau. Celline tidak ingin bergabung dengan mereka karena dia tahu teman teman Kairos tidak suka padanya. Dia hanya memperhatikan Kairos dari jauh.

__ADS_1


Hari menjelang malam mereka membuat api unggun dan duduk berkeliling. Kairos duduk dekat Jose dan pacarnya.


“Kairos sayang sekali pacarmu tidak ikut.” Kata Jose


“Iya Jose tapi tidak apa apa.” Jawab Kairos sambil tersenyum


Hari semaki larut malam teman teman Kairos pergi menyendiri bersama dengan pasangan mereka. Tinggal Kairos sendiri di depan api unggun dia mengambil handphonenya dan mengiim pesan kepada Tania.


“Sayang, kamu sudah tidur?” Pesan terkirim dan tidak lama kemudian masuk pesan dari Tania


“Belum honey, kamu sedang apa?”


Kairos membalas pesan Tania


“Aku sedang duduk di depan api unggun sambil memikirkanmu.”


Pesan masuk lagi di hanphone Kairos.


“Aku juga sedang memikirkanmu” Pesan Tania


Kairos membacanya dan tersenyum


Celline dan teman temannya datang menghampiri Kairos dan duduk di dekat Kairos


“Hi Kairos, kemana teman temanmu?” Tanya Celline


“Ohh.. mereka lagi lagi jalan jalan kedalam hutan.” Jawab Kairos.


“Ohh…, oh ya Kairos ini minuman untumu.”


“Terima kasih Celline.” Ucap Kairos


Teman teman Celline meninggalkan Kairos dan Celline


Kairos dan Celline berbincang bincang di depan api unggun


“Kenapa kamu tidak mengajak pacarmu Celline?” Tanya Kairos


Celline tertawa


“Kairos aku tidak punya pacar, makanya aku datang sendiri.” Kata Celline sambil tersenyum


“Ohh begitu.” Gumam Kairos sambil meminum minuman yang di berikan Celline padanya.


Kairos dan Celline masih berbincang bincang di depan api unggun dan tiba tiba Kairos merasa pusing pandangannya menjadi buram dan akhirnya Kairos tidak sadarkan diri. Celline memegang Kairos dan memberi isyarat kepada temannya. Teman Celline datang dan membantu Celline membawa Kairos ke dalam kemah milik Celline.


Mereka membaringkan Kairos kemudian meninggalkan Celline dan Kairos di dalam kemah. Celline melepaskan semua pakaian Kairos. Begitu juga dia melepaskan semua pakaiannya dan mengambil handphone miliknya lalu memasangkannya di tripod. Celline mengarahkan Kamera handphone kepada dia dan Kairos. Celline naik di atas Tubuh Kairos lalu dia duduk di atas perut Kairos dan meletakkan kedua tangan Kairos dipinggangnya seolah olah dia dan Kairos sedang melakukan hubungan. Dia juga memegang milik Kairos dan mendekatkan ke mulutnya lalu dia mengambil gambarnya. Dia merekam Kairos yang lagi telanjang lalu dia berbaring di samping Kairos dan meletakkan kepalanya di dada Kairos dan dia mengambil gambar juga.


Celline tidur bersama Kairos, dia memeluk Kairos dan mencium bibir Kairos. Dia tersenyum melihat Kairos yang tidak sadarkan diri, dia mengambil handphone Kairos dan mencari nomor Tania.


“Kamu pasti akan meninggalkannya.” Kata Celline dalam hati.


Celline membiarkan Kairos berada di dalam kemahnya. Dia tidur di samping Kairos dan memeluk Kairos.

__ADS_1


Pagi pagi Kairos terbangun, dia terkejut mendapati dirinya lagi telanjang. Dia melihat Celline ada di sampingnya dan dalam keadaan telanjang juga. Kairos cepat cepat bangun dan memakai pakaiannya lalu dia keluar dari kemah Celline.


“Shit, kenapa aku ada di kemah milik Celline? Dan kenapa juga aku telanjang?” Tanya Kairos dalam hati. Dia mengambil handphonenya lalu menghubungi Bane dan terdengar suara Bane dari seberang telepon.


“Hallo Kairos, ada apa?


“Bane tolong jemput aku sekarang!”


“Di mana Kairos?” Tanya Bane


“Nanti aku akan mengirim lokasinya padamu.” Kata Kairos kemudian dia menutup telepon lalu dia pergi ke kemahnya dan mengambil tas punggungnya. Kairos langsung berjalan meninggalkan lokasi perkemahan.


“Sialan mengapa aku ada di kemah Celline, dan apa yang sudah aku lakukan? Apakah aku sudah berhubungan dengan Celline?” Tanya Kairos sambil berjalan meninggalkan perkemahan.


Dia mencoba mengingat ingat saat dia berbincang bincang dengan Celline


“Tadi malam aku tidak minum alkohol, aku hanya minum minuman yang di berikan Celline padaku. Oh.. shit. Jangan jangan minuman itu sudah di campur dengan obat tidur, bangsaaatt kamu Celline.” Umpat Kairos dalam hati


Kairos sampai di jalan utama dan dia menunggu Bane


Indonesia


Terlihat Vania dan Pedro sedang bersiap siap. Hari ini mereka akan berangkat ke Portugal.


“Pedro kamu sudah selesai?” Tanya Vania


“Sudah sayang.” Jawab Pedro sambil memeluk Vania dari belakang dan meremas dada Vania. Vania menepuk tangan Pedro dan Pedro tertawa.


“Kalau begitu ayo kita berangkat!”


“Baiklah sayang, kamu sudah pesan taxi sayang?” Tanya Pedro


“Sudah Pedro.” Jawab Vania


Pedro mengangkat mengangkat koper milik Vania dan dia lalu membawanya ke depan. Tidak lama kemudian taxi datang, Pedro langsung mengangkat koper mereka dan memasukan ke dalam bagasi.


“Ayo naik sayang.” Kata Pedro pada Vania


“Iya Pedro.”


Vania masuk kedalam taxi di ikuti oleh Pedro


“Pak Kita ke Airport ya.” Kata Vania kepada sopir taxi.


“Baik Bu.”


Sopir menjalankan mobilnya menuju ke Airport. Tiba di Airport mereka berdua turun lalu Vania membayar taxinya kemudian mereka berdua masuk ke dalam. Mereka check in dan boarding. Vania dan Pedro pergi ke Imigrasi untuk mendapatkan stampel. Selesai di Imigrasi mereka masuk ke ruang tunggu. Tidak lama kemudian mereka masuk ke dalam pesawat dan pesawat take off.


Selamat membaca


Jangan bosan ya.


Kalau ada yang salah tolong di koreksi ya.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2