
Carlos menemui Mike di kediaman Mike, dia ingin melihat keadaan Mike. Carlos di awasi terus oleh Osvaldo.
Carlos tiba di kediaman Mike, dia turun dari mobil kemudian dia mengetuk pintu.
Pintu terbuka
"Apakah Mike di rumah?" Tanya Carlos kepada pelayan rumah.
"Iya Tuan Carlos, Tuan Mike lagi di kamarnya." Jawab pelayan rumah, kemudian Carlos masuk, dia langsung menuju ke kamar Mike.
Carlos mengetuk pintu lalu terdengar suara Mike dari dalam menyuruh Carlos masuk. Carlos membuka pintu kamar, lalu dia melihat Mike lagi berbarimg di kasur. Carlos tersenyum lalu berjalan menghampiri Mike.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Carlos sambil mengambil kursi dan duduk di dekat tempat tidur.
Mike bangun lalu duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur.
"Kakiku sudah mulai membaik." Jawab Mike sambil tersenyum. "Bagaimana keadaan orang tuamu?"
"Mereka baik baik saja Mike, dan sekarang mereka tinggal bersama aku dan Jessica."
Mike menarik nafas panjang.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana takutnya mommy kamu Carlos. Aku harus mencari mereka Carlos."
"Iya Mike, aku juga akan mencari mereka. Tapi aku memberi kesempatan kepada polisi, kalau mereka tidak bisa menemukan dalang atas penyerangan di rumah, maka aku sendiri yang akan turun langsung untuk mencari mereka." Kata Carlos dengan geram.
"Berani sekali mereka mengusik keluargaku. Aku sudah berubah, tapi mereka ingin melihat aku seperti dulu lagi. Maka aku akan tunjukan kepada mereka siapa aku yang dulu." Kata Carlos dengan raut wajah menahan emosi.
""Kita berdua akan mencari mereka Carlos."
"Iya Mike, tunggu saja. Aku memberikan kesempatan kepada polisi untuk mencari mereka. Dalam seminggu mereka tidak menemukan dalangnya, maka kita berdualah yang akan mencari mereka. Dengan tanganku sendirilah mereka akan ku habisi.
Mike menepuk punggung Carlos,
"Kita harus bekerja sama seperti dulu."
"Iya Mike, kita akan gabungkan anak buah kita. Anak buah daddy juga anak buahmu akan bergabung dengan anak buahku. Aku tidak perduli dengan kepala polisi sekarang."
"Carlos kita akan memakai Swan untuk membantu kita." Kata Mike sambil memegang bahu Carlos.
"Iya Mike, aku juga akan memakai Charlie." Kata Carlos sambil berdiri. "Baiklah Mike, aku harus ke kantor."
"Baiklah Carlos, terimah kasih sudah berkunjung kesini."
"Sama sama Mike. Oh ya Mike sudah waktunya kamu mencari wanita. Kamu terlalu sibuk dengan bisnis sampai sampai kamu tidak memikirkan wanita lagi. Menikahlah supaya ada yang bisa merawatmu." Canda Carlos lalu Mike tertawa.
"Ahhh... Carlos dengan umurku sekarang mana ada wanita yang mau padaku." Canda Mike
"Hei kita hanya berbeda satu tahun, masih ada wanita yang suka padamu, tapi kamu saja yang tidak bisa merasakannya." Canda Carlos lalu Mike tertawa lagi.
"Siapa wanita itu Carlos?" Tanya Mike dengan penasaran.
"Tanyakan kepada Author, ada readers yamg tergila gila padamu.."
Wkwkwkwkwkw..
"Baiklah Mike, aku pergi dulu ya."
"Ok Carlos, hati hati ya."
"Terima kasih Mike." Ucap Carlos kemudian dia meninggalkan kediaman Mike dan pergi ke kantor.
__ADS_1
Sementara itu Jessica di kantor sedang mengurus Ezer. Dia membuatkan susu untuk Ezer dan memberikannya kepada Ezer. Setiap hari Jessica membawa Ezer ke kantor. Dia sangat menyayangi Ezer. Dia tidak mau jauh dari Ezer. Sambil bekerja dia memperhatikan Ezer.
Dia menatap Ezer dan tersenyum,
"Sebentar lagi usiamu satu tahun. Aku akan merayakannya." Kata Jessica kemudian dia berdiri dan menggendong Ezer lalu mendudukan Ezer di sofa. Jessica bermain dengan Ezer.
Portugal
Vania sedang bermain main dengan Chatarine, dia memggelitik perut Chaterine lalu terdengar tawa Chatarine
"Putri mommy pinter." Kata Vania sambil menggelitik perut Chaterine.
Pedro melihat Vania dan Chatarine lalu dia tersenyum. Pedro menghampiri Vania lalu dia berbaring dekat Chaterine sambil melihat Vania bermain dengan Chatarine
"Vania sayang, bagaimana kalau bulan depan kita ke America?"
"Mengapa ke America Pedro?" Tanya Vania sambil membelai pipi Chatarine
"Sayang, aku bulan depan ada janji dengan rekan bisnis. Jadi aku harus ke America. Aku ingin kamu dan putriku ikut bersamaku ke America."
"Baiklah Pedro sayang, kemanapun kamu pergi aku akan ikut." Canda Vania lalu Pedro tertawa. Dia menarik Vania ke dalam pelukannya dan mencium bibir Vania. "Vania sayang, apakah kamu masih period?" Tanya Pedro sambil membelai wajah Vania.
"Iya Pedro, aku masih period. Kenapa?"
"Umm... Aku lagi ingin." Kata Pedro sambil tersenyum.
"Ohh... Kamu lagi ingin?" Kata Vania lalu Pedro menganggukan kepala. "Kamu ingin cepat keluar?" Tanya Vania lagi lalu Pedro menganggukan kepala lagi. "Kamu mau tahu caranya?"
"Iya sayang. Bagaimana carannya?"
Vania tersenyum lalu membelai wajah Pedro
"Pedro sayang, supaya kamu cepat keluar, milikmu itu kamu jepit saja di pintu." Canda Vania.
Torrance
Carlos tiba di kantor, dia masuk kedalam ruangannya kemudian dia langsung menghidupkan komputernya. Tiba tiba hanphonenya berbunyi. Dia melihat panggilan dari Charlie, Carlos langsung menjawabnya.
"Hallo Charlie, apakah sudah ada kabar?"
"Carlos, kamu lagi dimana?" Tanya Charlie
"Aku baru saja tiba di kantor." Jawab Carlos
"Baiklah Carlos, lebih baik aku ke kantormu. Ada yang aku bicarakan denganmu."
"Ok Charlie, aku tunggu kamu di kantor." Kata Carlos kemudian dia menutup teleponnya.
Sambil menunggu Charlie, Carlos mengamati pergerakan saham lewat komputernya.
Tidak lama kemudian pintu di ketuk. Lalu Carlos menyuruhnya masuk.
Pintu terbuka lalu Carlos melihat Charlie yang masuk, Carlos tersenyum kemudian dia berdiri dan menyambut Charlie.
"Ayo duduk Charlie." Kata Carlos kepada Charlie lalu mereka berdua duduk di sofa. "Oh ya Charlie apa yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Carlos membuka pembicaraan.
"Begini Carlos, sampai saat ini polisi belum mendapatkan informasi siapa yang menyerang kediaman orang tuamu. Dan aku ingin memberi saran padamu."
Carlos menatap Charlie
"Saran apa Charlie?"
__ADS_1
"Umm... Begini Carlos, kalau seandainya polisi tidak menemukan dalang dari penyerangan di rumah orang tuamu dan kamu yang menemukannya, aku ingin kamu jangan bertindak sendiri. Tunggu kabar dariku, karena aku sudah punya rencana. Kemarin aku dan Swan sudah berbincang bincang mengenai hal itu."
"Hal apa Charlie?" Tanya Carlos penasaran.
"Carlos apabila kamu menemukan dalang di balik penyerangan di kediaman orang tuamu, kamu jangan bertindak sendiri. Serahkan kepada aku dan Swan, kami berdua sudah berbincang bincang dengan bagian penyimpanan barang bukti. Disana ada ratusan kilo heroin, aku dan Swan akan mengambil beberapa kilo heroin dan kami ingin menjebak mereka. Di situ kamu bebas membunuh mereka. Aku dan Swan akan memberikan senjata kami. Jadi saat kamu membunuh mereka kepala polisi akan berpikir kalau polisilah yang menembak mereka.
"Aku mengerti Charlie. Jadi seolah olah kalian sedang menggerebek dan terjadi saling baku tembak?"
"Benar sekali Carlos." Kata Charlie sambil tersenyum
"Kamu hebat Charlie. Pemikiranmu sangat luar biasa." Puji Carlos dan Charlie tersenyum
Indonesia
Kairos dan Tania sedang di dapur, Tania sedang membuatkan kopi untuk Kairos. Di dapur juga ada mama Jessica. Lalu Angel datang, dia melihat Kairos lalu tersenyum.
"Kairos bagaiman kalau kamu temani aku jalan jalan di kompleks." Kata Angel sambil memegang lengan Kairos.
Kairos melirik Tania, Tapi Tania hanya diam.
"He Angel, kalo ngana mo bajalang musti pagi bukang jam bagini. Ngana bangun stenga anam kong bajalang, bukang jam lapan kong ngana mo pangge Kairos bajalang. Beso pagi pagi skali jo kong bajalang." Kata mama Jessica (Hei Angel, kalau kamu mau jalan harus pagi, bukan jam begini. Kamu bangun stengah enam lalu jalan. Bukan jam delapan lalu kamu mau panggil Kairos jalan. Besok pagi pagi saja jalannya.)
"Tapi oma, Kairos salalu bangun jam bagini." Kata Angel (Tapi oma Kairos selalu bangun jam begini)
"Angel kalo Kairos nda ta bangun pagi nanti oma yang bajalang deng ngana" Kata mama Jessica lagi. (Angel kalau Kairos tidak bisa bangun pagi nanti oma yang jalan sama kamu)
Angel hanya diam kemudian dia meninggalkan Kairos dan Tania Juga mama Jessica di dapur. Dia kembali ke kamarnya.
Kairos berdiri lalu dia menghampiri mama Jessica.
"Oma bicara apa sama Angel, kenapa dia terlihat seperti marah?"
"Oma hanya beri tahu dia, kalau mau jalan jam stengah enam pagi bukan jam delapan. Tapi dia bilang kamu tidak bisa bangun pagi." Kata mama Jessica sambil menyalakan kompor.
"Terus oma bilang apa lagi?" Tanya Kairos penasaran.
" Ya oma bilang saja, kalau kamu tidak bisa bangun pagi oma yang akan temani dia jalan pagi."
" Oh... " gumam Kairos kemudian dia duduk kembali di kursi. Lalu Tania memberikan kopi kepada Kairos.
"Honey ini kopinya." Kata Tania sambil meletakan kopi di atas meja.
"Terima kasih sayang." Kata Kairos sambil memegang pinggang Tania. "Kamu tidak minum kopi?"
"Nanti saja honey, aku akan membantu oma menyiapkan sarapan. Oh ya nanti kamu mengantarkan sarapan Angel, tapi tidak boleh lama lama di kamar Angel." Kata Tania dengan wajah cemberut.
Kairos tersenyum lalu menarik Tania duduk di pangkuannya.
"Iya sayang, aku hanya akan meletakkan makanannya terus aku keluar." Kata Kairos kemudian dia mengecup pipi Tania.
"Baiklah honey, aku akan membantu oma." Kata Tania kemudian dia berdiri lalu membantu mama Jessica.
Selamat membaca
Oh ya aku ucapkan banyak banyak terima kasih atas koin yang di berikan oleh
Christina Purba NyonyaSijabat, Moon Arr chie, Gagad Restu Pratiwi, Yenni Laundry, Zahro.
Maaf aku baru lihat di laporan penghasilan ternyata ada koin atau tip dari kalian. Sekali lagi terima kasih ya. 😘😘😘❤❤❤
Juga terima kasih yanh setia memberi like komen dan Vote
__ADS_1
I love you all..