SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS3 Episode 6


__ADS_3

Mereka tiba di rumah sakit Carlos, Kairos dan Acel langsung berlari ke dalam rumah, Carlos melihat Reagen yang sedang menangis juga Charlie lalu dia menghampiri Charlie.


“Bagaimana dengan Tania Charlie?” Tanya Carlos kepada Charlie


“Charlie apakah Tania baik baik saja?” Tanya Kairos sambil mengedipkan matanya kepada Charlie


“Umm.. Carlos, nyawa Tania tidak dapat di selamatkan.” Jawab Charlie dengan berpura pura memperlihatkan wajah sedih.


“Apa maskudmu Charlie?” Tanya Kairos lagi


“Kairos, Tania tertembak dan nyawanya tidak dapat di selamatkan.” Jawab Charlie kepada Kairos


“Tidak mungkin.” Kata Kairos lalu dia masuk kedalam ruangan, kemudian dia berdiri di sisi tempat tidur sambil menangis


Kairos langsung memeluk jasad yang menyerupai Tania dan dia berpura pura menangis.


“Sayang jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintaimu.” Tangis Kairos. “Kamu tidak boleh meninggalkan aku dan Ezer. Ayo bangun sayang, banguun.” Kairos berteriak


Carlos berdiri di samping tempat tidur lalu dia membelai rambut Tania,


“Siapa yang melakukan ini padamu? Papa akan mencarinya.” Kata Carlos sambil menangis


Acel dan Cella juga berdiri di sisi Jasad lalu Cella memeluk Tania dan menangis.


“Mengapa kamu begitu cepat pergi Tania?” Kata Cella sambil menangis. “Kami semua sangat menyayangimu.”


Carlos memeluk Cella dan menangis. Acel keluar lalu dia menatap Reagen, rasa rasanya dia ingin memukul Reagen. Sedangkan Kairos dia berpura pura menangis, dia membelai wajah Tania kemudian Kairos keluar menemui Reagen.


Dia melampiaskan kekesalannya kepada Reagen lalu Jessica Nyonya Sonia dan Mike datang


Mereka langsung menghampiri Reagen dan Kairos.


“Kairos ada apa ini? Mengapa kalian semua menangis?” Jessica dengan rasa khawatir


Kairos memeluk Jessica dan dia mengatakan kepada Jessica kalau Tania tertembak. Jessica terkejut lalu dia berlari masuk kedalam ruangan, dia melihat Acel Cella dan Carlos sedang menangis.

__ADS_1


Jessica melihat tubuh yang menyerupai Tania, Jessica memeluknya dan menangis. Dia membelai wajah dari jasad palsu Tania kemudian dia mencium keningnya. Dia terus menangisi jasad palsu Tania.


Hank membawa Ezer masuk lalu Kairos mengambil Ezer dari hank kemudian dia membawanya kedalam. Mike dan nyonya Sonia masuk kdalam, mereka berdua memeluk Jasad palasu Tania dan menangis.


Sementara di dalam ambulance Tania dan Jack berbincang bincang


“Jack, aku takut kalau mereka mengetahui jasad itu bukan aku.” Kata Tania lalu Jack tertawa


“Tania kamu tenang saja, mereka tidak akan mengetahui kalau jasad itu bukan kamu. Temanku sangat ahli.” Kata Jack meyakinkan Tania.


“Lalu kita akan kemana sekarang?” Tanya Tania.


“Aku akan membawamu ke tempat persembunyian sementara, tempat ini milik temanku. Tapi kamu tidak usah khawatir, dia tidak tinggal di sini. Dia sedang berada di Thailand.”


“Oh begitu.” Gumam Tania.


“Iya Tania, sebentar lagi kita sampai.” Kata Jack lagi lalu Tania menganggukan kepala.


Di rumah sakit, petugas meminta mereka untuk meninggalkan ruangan kemudian petugas memasukan jasad Tania palsu kedalam peti. Para petuga menemui Carlos dan Mike


“Bawah saja kerumahku, aku ingin dia di semayamkan di rumahku.” Kata Carlos kepada petugas


“Tapi paman, dia istriku.” Kata Reagen kepada Carlos.


“Ooo… dia istrimu?” Kata Carlos dengan ketus kepada Reagen. “Dia akan di semayamkan di rumahku, karena dia putriku.”


Mereka semua dia


“Bawah dia kerumahku.” Kata Carlos kepada Petugas


“Baik tuan Carlos.”


Akhirnya mereka semua pergi kekediaman Carlos, Jasad palsu Tania juga di bawah dengan mobil jenasah ke kediaman Carlos.


Tiba di rumah Kairos langsung masuk kedalam kamar kemudian dia mengunci kamarnya. Dia masuk kedalam kamar mandi kemudian dia menelepon Tania. Panggilan terhubung lalu terdengar suara Tania dari seberang telepon

__ADS_1


“Hallo honey, bagaimana?”


“Sayang kamu sudah sampai?” Tanya Carlos


“Iya honey, aku sudah di rumah teman Jack. Kamu belum jawab pertanyaanku.” Kata Tania kepada Kairos. “Apakah mereka curiga?”


“Sayang kamu tenang saja, mereka tidak tahu kalau itu jasad palsu. Nanti kalau semua ini sudah selesai aku akan menemuimu.” Kata Kairos lagi.


“Baiklah honey, beri aku kabar terus ya.” Kata Tania dari seberang telepon.


“Tentu saja sayang, aku akan memberi kabar padamu. Sudah ya, aku harus ke ruang tempat jasad akan di semayamkan.” Kata Kairos kemudian dia menutup telepon dan keluar dari kamar mandi.


Kairos keluar dari kamarnya kemudian dia menunjukan wajah sedih lalu dia duduk di dekat peti jenasa. Reagen berdiri dekat peti jenasah dan membelai wajah jasad palsu Tania.


“Maafkan aku sayang.” Kata Reagen sambil menangis


Kairos melihat Reagen menangis lalu dia tersenyum sinis


“Dasar munafik.” Kata Kairos dalam hati. Kemudian dia berdiri dan pergi ke kemarnya. Kairos berbaring di tempat tidur lalu Acel masuk sambil membawa Ezer.


“Hi, apakah kamu baik baik saja Kairos?” Tanya Acel sambil menurunkan Ezer.


Kairos memeluk Ezer dan menciumnya.


“Iya Acel, aku baik baik saja.” Jawab Kairos


“Baguslah.” Kata Acel kemudian dia menarik napas panjang. “Ingin rasanya aku menghajar Reagen.” Kata Acel sambil duduk di sisi tempat tidur.


“Biarkan saja Acel, tidak ada gunanya kalau kamu memukulnya.” Kata Kairos kepada Acel


“Iya Kairos, baiklah aku ingin ke kamarku.”


“Oh ya sheren mana?”


“Sebentar lagi dia datang.” Jawab Acel sambil berdiri kemudian dia meninggalkan Kairos dan masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2