SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Cari masalah


__ADS_3

Jessica sedang bersiap siap ke kantor dan pedro memeluk Jessica dari belakang.” Aku akan mengantarmu kekantor jessi.


“Ah.., tidak usah Pedro. Kamu dirumah saja terus istirahat. Lenganmu belum sembuh. Aku pergi sendiri saja kekantor.” Kata Jessica pada Pedro sambil membalikan badannya dan menghadap Pedro.


“Tapi Jessi aku khawatir kalau Carlos juga mengincarmu.”


“Pedro kamu tidak usah khawatir, Carlos tidak mungkin akan menyakitiku. Dia masih mencintaiku, jadi tidak mungkin dia akan melukaiku atau membunuhku.”


“Baiklah Jessi, tapi anak buah Charlie akan bersamamukan?” Tanya Pedro


“Iya Pedro, anak buah Charlie akan bersamaku. Kamu tidak usah khawatir. Kamu di rumah saja terus istirahat ya.”


“Iya Jessi. Kamu sudah mau pergi?”


“Hem.. Hem..” Jawab Jessica dengan menganggukan kepala.


“Baiklah kalau begitu, hati hati ya!” Kata Pedro pada Jessica sambil mengecup kening Jessica dan Jesica tersenyum.


“Aku pergi sekarang ya Pedro, nanti siang aku akan pulang untuk makan siang bersamamu dan anak anakku.”


“Iya Jessi, aku menunggumu untuk makan siang di rumah.” Kata Pedro pada Jessica dan Jessica menganggukan kepala. “Aku mencintaimu Jessi.”


“Terima kasih Pedro. Aku pergi sekarang.” Kata Jessica pada Pedro kemudian dia keluar di ikuti Pedro dari belakang. Sampai depan pintu Pedro menarik Jessica kedalam pelukannya dan langsung mencium bibir Jessica dan mereka berdua berciuman. Pedro menghentikan ciumannya dan menatap mata Jessica. “Aku sangat mencintaimu.” Kata Pedro pada Jessica lagi dan Jessica hanya tersenyum. Jessica masih malu untuk mengatakan pada Pedro kalau dia juga sudah mencintai Pedro.


Jessica masuk kedalam mobil dan dia langsung mengarahkan mobinya ke kantor. Emil dan Hank mengikuti Jessica dari belakang. Sampai di kantor Jessica langsung masuk ke ruangannya dan dia duduk di kursi kerjanya. Dia menyandarkan badannya di sandaran kursi dan dia memejamkan mata. Dia memikirkan pedro.


“Hmmm…, aku sudah jatuh cinta pada Pedro. Tapi aku masih malu untuk mengatakannya pada Pedro.” Kata Jessica dalam hati.


Sementara di rumah Jessica, terlihat Pedro sedang bersiap siap untuk pergi. “Aku harus menemui Carlos, aku ingin tahu kenapa dia ingin membunuhku. Aku tidak ingin ada masalah dengan dia.”


Selesai memakai sepatu Pedro keluar dan menuju ke mobilnya dan Alex mencegah Pedro.


“Tuan Pedro mau kemana?” Tanya Alex.


“Uumm.., aku akan ke apartemenku Alex.” Bohong Pedro pada Alex, dia tidak ingin mereka tahu kalau dia akan pergi kekantor Carlos.


“Baiklah tuan, aku akan mengantar Anda Tuan Pedro.”


“Ah…, tidak usah Alex aku pergi sendiri saja.”


“Maaf tuan nanti Nyonya Jessica marah pada kami.”


“Kamu jangan khawatir Alex, kalau Jessica marah nanti aku yang akan menjelaskan padanya. Ok!”


“Tapi Tuan….


“Alex.., kamu tenang saja, tidak akan terjadi apa apa padaku. Ok!” Kata Pedro pada Alex kemudian dia masuk kedalam mobilnya dan langsung menjalankan mobilnya ke kantor Carlos.


Marcio dan Alex tidak tinggal diam, mereka mengikuti Pedro dari belakang. Mereka melihat Pedro berhenti di kantor Carlos dan Marcio langsung menghubungi Jessica.


Sementara di kantor, Jessica sedang memantau pergerakan saham perusahaan miliknya dan handphonenya berbunyi, Jessica melihat panggilan dari Marcio. Jessica langsung menjawab telepon itu dan terdengar suara Marcio dari seberang telepon.

__ADS_1


“Hallo Nyonya Jessi. Maaf mengganggumu.” Kata Marcio dari seberang telepon.


“Tidak apa apa Marcio. Ada apa kamu menelepon, apakah semuanya baik baik saja?” Tanya Jessica.


“Begini Nyonya, Tuan Pedro saat ini ada di kantor Tuan Carlos.”


“Apa?? Pedro ada di kantor Carlos? Kenapa kalian tidak menahannya?”


“Kami sudah menahannya Nyonya, tapi kata Tuan Pedro dia hanya ingin pergi ke apartemenya, tapi kami mengikuti Tuan Pedro dan ternyata Tuan Pedro pergi ke kantor Tuan Carlos.”


“Baiklah Marcio aku segera kesana.” Kata Jessica pada Marcio dan dia menutup teleponnya.


Jessica langsung mengambil kunci mobilnya dan dia berlari ke parkiran lalu masuk kedalam mobil. Dia langsung meluncur ke kantor Carlos.


Sementara itu Pedro masuk kekantor Carlos lalu bertanya pada security ruangan Carlos dan mereka memberitahukannya pada Pedro. Pedro langsung menuju keruangan Carlos, dia mengetuk pintu dan terdengar suara Carlos menyuruhnya masuk. Pedro membuka pintu ruangan Carlos dan dia masuk.


“Selamat siang Carlos.” Sapa Pedro pada Carlos sambil tesenyum.


Carlos terkejut dengan kedatangan Pedro di kantornya. “Oh.., selamat siang Pedro.” Balas Carlos kemudian dia berdiri dan menghampiri Pedro. “Apa kabarmu? Lama kita tidak bertemu.” Kata Carlos pada Pedro sambil memeluk Pedro.


“Aku baik baik saja Carlos, seperti yang kamu lihat. Hanya lenganku saja yang tertembak kemarin.” Kata Pedro pada Carlos. Pedro ingin menunjukan pada Carlos kalau rencana Carlos untuk membunuhnya tidak berhasil.


“Oh.., begitu ya. Silahkan duduk Pedro. Oh ya ada apa kamu kesini?” Tanya Carlos pada Pedro sambil duduk di sofa bersama Pedro.


“Uumm.., begini Carlos aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”


“Apa itu pedro? Katakan saja!” Kata Carlos pada Pedro.


“Oh ya? Siapa yang menembakmu Pedro?” Carlos pura pura tidak tahu.


“Carlos aku ingin kamu berkata jujur padaku. Orang yang menembakku mengatakan kalau kamu yang menyuruhnya untuk membunuhku. Apakah itu benar?” Pedro juga berbohong pada Carlos, Pedro ingin memancing Carlos.


“Pedro, tidak mungkin aku menyuruh orang untuk membunuhmu, apalagi kamu tidak ada masalah denganku. Aku kalau ingin membunuh seseorang, tidak pernah menyuruh orang lain. Kalau aku tidak suka, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri Pedro.” Bohong Carlos lagi pada Pedro.


“Hemmm.., kamu masih mau berbohong lagi Carlos.” Kata Pedro dalam hati. “Jadi orang itu berbohong Carlos?”


“Tentu saja Pedro dia berbohong padamu. Tidak mungkin aku menyuruh orang untuk membunuhmu.” Kata Carlos lagi. “Dasar manusia bodoh kamu Arlie, berani beraninya kamu mengatakan kalau aku yang menyuruhmu untuk membunuh Pedro. Aku akan mencarimu dan memberimu pelajaran.” Kata Carlos dalam hati.


Dan pintu ruangan Carlos terbuka, Pedro dan Carlos terkejut melihat Jessica di depan pintu. Pedro dan Carlos langsung berdiri.


Jessica melihat Pedro dan langsung memeluk Pedro.


“Kenapa kamu kesini Pedro? Kamu membuat aku khawatir.” Kata Jessica sambil memeluk Pedro.


“Jessi aku tidak apa apa, aku hanya ingin bertemu dengan Carlos saja.” Kata pedro sambil melepaskan pelukan Jessica. Jessica menatap Pedro.


“Tapi untuk apa Pedro? Tolong jangan cari masalah Pedro, aku Lelah.”


Carlos menatap Jessica dan Pedro, hatinya terasa sakit saat Jessica memeluk Pedro dan mengkhawatirkan Pedro. Dadanya terasa sesak.


“Jessi aku minta maaf tidak mengatakannya padamu kalau aku ingin bertemu dengan Carlos, kalau aku memberitahumu kamu pasti tidak akan mengijinkanya.” Kata Pedro lagi.

__ADS_1


“Kalau begitu sekarang kita pulang Pedro.” Kata Jessica pada Pedro. Jessica tidak mau melihat Carlos.


“Baiklah Jessi kita pulang sekarang.” Kata Pedro pada Jessica. “Carlos aku pergi dulu ya.” Pamit Pedro pada Carlos. sedangkan Jessica memilih cuek pada Carlos.


“Iya Pedro, hati hati ya.” Kata Carlos pada Pedro, Carlos menatap Jessica. “Melihat wajahku saja dia tidak mau." Kata Carlos dalam hati.


Jessica dan Pedro meninggalkan ruangan Carlos dan Jessica berpapasan dengan Federico.


“Hi dad, apa kabar?” Sapa Jessica pada Federico sambil memeluk dan mencium Federico


“Hallo sayang, daddy baik baik saja. Bagaimana dengan cucu cucuku, apakah mereka baik baik saja? Daddy sangat rindu pada mereka.”


“Mereka baik baik saja dad, nanti akhir pekan aku akan mengantar mereka kerumah daddy.”


“Ah.., Terima kasih sayang. Kamu juga nanti menginap di rumah ya.”


“Iya daddyku sayang aku akan menginap di rumah daddy nanti.” Kata Jessica pada Federico dan Federico memeluknya. Oh ya dad aku harus kembali kekantor sekarang.”


“Baiklah sayang, hati hati ya!” Kata Federico pada Jessica.


“Iya dad. Terima kasih.” Jessica mencium kedua pipi Federico dan meninggalkan kantor Federico.


Carlos hanya melihat Jessica dan Pedro pergi dari balik kaca jendelanya. Hatinya terasa sakit melihat kedekatan Jessica dan Pedro. “Arlie kamu memang bodoh. Membunuh Pedro saja kamu tidak bisa.” Kata Carlos dalam hati. Carlos duduk di kursi kerjanya dan menyandarkan badannya di sandaran kursi. Dia membayangkan wajah Jessica yang begitu khawatir pada Pedro. “Hhmm.. Jessica tidak mencintaiku lagi.” Kalau dia tidak bisa menjadi milikku lagi maka Pedropun tidak bisa memilikinya. Aku harus tetap membunuh Pedro.” Kata Carlos lagi dalam hati.


Sementara di mobil Jessica memarahi Pedro.


“Untuk apa kamu menemui Carlos pedro? Kamu ingin mencari masalah dengannya?”


“Tidak Jessi, aku hanya ingin menanyakan padanya kenapa dia ingin membunuhku. Aku hanya ingin tahu apa salahku padanya Jessi. Itu saja.”


“Percuma Pedro. Apakah dia mengakui kalau dia ingin membunuhmu?”


“Tidak Jessi, dia tidak mengakauinya.”


“Pedro aku mohon padamu untuk tidak menemui Carlos lagi. Kamu tidak tahu siapa Carlos Pedro.”


“Iya Jessi aku janji, aku tidak akan menemui Carlos lagi.


“Sekarang kamu harus lebih waspada lagi, karena dia melihatmu baik baik saja. Dia pasti akan menyuruh orang lain lagi untuk membunuhmu.”


“Iya Jessi, apa yang kamu katakan itu benar.”


“Makanya Pedro kamu tinggal saja terus di rumahku. Kalau kamu di rumah aku merasa tenang Pedro.”


“Baik Jessi aku akan tingaal di rumahmu.” Kata Pedro pada Jessica.


Dan akhirnya Jessica dan Pedro sampai di rumah, mereka berdua masuk kedalam kamar. Pedro memeluk Jessica dan mencium bibir Jessica. Jessica membalas ciuman Pedro dan mereka berdua saling berciuman. Perlahan lahan Pedro melepaskan pakaian Jessica dan Pedro membaringkan Jessica di tempat tidur dan mereka berdua berciuman kembali. Pedro dan Jessica melakukan hubungan itu dan akhirnya Jessica terbaring di samping Pedro. Pedro memeluk Jessica lalu mencium kening Jessica.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2