
Seminggu sudah Tania meninggal, terlihat Kairos mondar madir di kamarnya sesekali dia berdiri di depan jendela. Kairos keluar dari kamarnya kemudian dia masuk ke kamar Cella, dia menghampiri Cella yang sedang duduk di meja belajar.
Kairos berdiri di belakang Cella lalu dia melingkarkan kedua tangannya di leher Cella, kemudian dia mengecup pipi Cella. Cella merasa aneh dengan sikap Kairos
“Apakah kamu baik baik saja?” Tanya Cella sambil memutar tubuhnya kemudian dia memegang pipi Kairos
Kairos tersenyum kepada Cella
“Iya aku baik baik saja, aku hanya ingin memelukmu saja.” Kata Kairos sambil membelai rambut Cella.
“Ohh..” Gumam Cella. “Oh ya Ezer mana?”
“Dia sedang tidur di kamarku, nanti kamu lihat Ezer ya.” Kata Kairos kepada Cella
“Kamu mau kemana Kairos?”
“Aku hanya ingin ke Santa Barbara, aku ingin bertemu dengan Paul Ralp dan Jose.”
“Tapi kamu akan pulangkan?” Tanya Cella lagi
“Tentu saja Cella, aku akan pulang. Aku titip Ezer ya.” Kata Kairos lalu Cella menganggukan kepala.
Kairos kembali mencium kedua pipi Cella kemudian dia meninggalkan kamar Cella. Kairos kembali ke kamarnya lalu dia mencium kedua pipi Ezer.
Kairos keluar dari kamarnya kemudian dia masuk kedalam mobil, Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke Santa Barbara.
Sementara itu Cella pergi ke kamar Kairos, dia berbaring di samping Ezer dan membelai pipi Ezer. Tak terasa air mata Cella menetes, dia mencium Ezer dan memeluk Ezer. Sedikit sedikit dia membelai rambut Ezer. Cella sangat menyayangi Ezer.
“Aku yang akan membesarkanmu sayang.” Kata Cella sambil membelai pipi Ezer kemudian Acel masuk ke dalam kamar Kairos.
“Cella Kairos kemana?” Tanya Acel sambil berjalan dan duduk di sisi tempat tidur.
“Dia lagi pergi ke Santa Barbara, dia ingin bertemu dengan teman temannya.” Jawab Cella sambil memegang tangan Ezer dan menempelkan di pipinya.
Acel memegang pipi Ezer
“Aku masih belum percaya dengan kepergian Tania.” Kata Acel
“Aku juga Acel, aku kasihan melihat Kairos dan Ezer.”
“Iya, aku juga. Oh ya apakah Kairos akan menginap di Santa Barbara?” Tanya Acel sambil berbaring di samping Ezer
“Tidak Acel, Kairos akan pulang.” Jawab Cella.
Sementara itu di kediaman Mike terlihat Reagen sedang menggendong Claude, Nyonya Sonia datang menghampiri Reagen dan mengambil Claude dari Reagen.
“Sudah malam sayang, sudah waktunya Claude tidur.” Kata Nyonya Sonia
“Iya mom.” Kata Reagen sambil memberikan Claude kepada Nyonya Sonia.
“Kamu juga istirahat ya.” Kata Nyonya Sonia kepada Reagen kemudian dia meninggalkan Reagen di kamar.
Reagen melihat handphonenya berbunyi lalu dia menjawabnya.
“Hi ada apa menelponku?” Tanya Reagen
“Kamu lagi di mana?”
“Aku lagi di rumah. Ada apa?” Tanya Reagen lagi
“Aku tunggu kamu di apartemenmu.”
“Baiklah aku segera kesana.” Kata Reagen kemudian dia menutup teleponnya dan pergi ke apartemenya.
Reagen tiba di apartemen kemudian dia masuk, Reagen tersenyum lalu wanita itu berdiri dan menyambut Reagen dia memeluk Reagen
“Aku sangat rindu padamu?” bisik wanita itu di kuping Reagen
“Aku juga rindu padamu.” Kata Reagen kemudian dia mencium bibir wanita itu.
__ADS_1
Mereka saling berciuman lalu Reagen membawa dia ke dalam kamar. Mereka melepaskan pakaian mereka berdua lalu mereka melakukan hubungan itu berulang kali.
Akhirnya Kairos tiba di Santa Barbara, dia langsung menuju kerumah Jose. Kairos menghentikan mobilnya tepat di depan Rumah Jose kemudian dia turun dan pergi mengetuk pintu, pintu terbuka lalu Kairos tersenyum
“Hi Jose, apakah Ralp dan Paul sudah datang?” Tanya Kairos sambil berjalan masuk.
“Iya Kairos, mereka sudah di kamarku.” Jawab Jose.
Mereka berdua masuk kedalam kamar, lalu Kairos tersenyum kepada Ralp dan Paul. Mereka berbincang bincang di kamar Jose.
Hari semakin larut malam akhirnya Kairos berpamitan kepada Ralph Paul dan Jose. Kairos meninggalkan kediaman Jose dan kembali ke Kota Torrance. Kairos tiba di rumah, dia masuk dan menuju ke kamarnya. Kairos membuka pintu dan melihat Cella dan Acel sedang tertidur di samping Ezer. Kairos duduk di sofa dan memperhatikan mereka bertiga yang lagi tertidur.
Keesokan harinya Kairos bersiap siap pergi kekantor, dia melihat Ezer sudah bangun.
“Good mornig sayang.” Kata Kairos sambil duduk di sisi tempat tidur dan mencium pipi Ezer.
“Papi susu.” Pinta Ezer sambil duduk di tempat tidur.
Kairos tersenyum
“Ayo sini sayang, kamu belum mencium papi.” Kata Kairos sambil memegang tangan Ezer.
Ezer berdiri dan memeluk Kairos kemudian dia mencium pipi Kairos. Kairos menurunkan Ezer dari tempat tidur kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ke dapur.
Kairos memegang tangan Ezer mereka berdua berjalan kedapur kemudian Ezer naik ke kursi dan duduk. Kairos membuatkan susu untuk Ezer, lalu Jessica datang sambil menggendong Chantiq
Ezer melihat Jessica dan Chantiq
“Gema sini.” Kata Ezer kepada Jessica lalu Jessica duduk di samping Ezer.
“Ezer belum cium Chantiq ya.” Kata Jessica lalu Ezer menganggukan kepala.
Ezer memegang pipi Chantiq lalu menciumnya.
“Kamu akan ke kantor sayang?” Tanya Jessica kepada Kairos.
“Iya mam, nanti aku titip Ezer dan Chantiq ya.” Kata Kairos sambil memberikan botol susu kepada Ezer.
Kairos menurunkan Ezer dari kursi dan membiarkan Ezer berjalan di samping Jessica. Kairos tersenyu kemudian dia pergi ke kamarnya. Kairos memakai kemejanya dan mengambil sepatu kemudian dia memakainya.
Kairos keluar dari kamarnya lalu dia pergi mengetuk pintu kamar Jessica. Terdengar suara Jessica dari dalam menyuruh Kairos masuk. Kairos membuka pintu kemudian dia masuk, dia melihat Carlos dan menyapanya
“Selamat pagi pap.” Sapa Kairos kemudian dia memeluk Carlos
“Selamat pagi Kairos. Apakah kamu akan ke kantor?” Tanya Carlos sambil menepuk pelan pipi Kairos.
“Iya pap, oh ya papa akan ke kantor juga?”
“Tidak, papa ingin bertemu dengan Mike di kantornya.” Kata Carlos sambil duduk di tempat tidur.
“Ohh.. baiklah, aku ke kantor dulu.” Kata Kairos sambil mencium Chantiq. “Kamu dengan grandma dulu ya.”
Ezer melihat Kairos lalu dia minta untuk di gendong, Kairos menggendong Ezer dan mencium kedua pipi Ezer.
“Sudah sayang, papi harus ke kantor.” Kata Kairos sambil menurunkan Ezer. “Mam aku pergi dulu ya.” Kata Kairos sambil memeluk Jessica dengan Erat. “Aku sangat menyayangi mama.” Bisik Kairos
“Mama juga sangat meyayangimu.” Kata Jessica sambil membelai rambut Kairos.
Kairos melepaskan pelukannya kemudian dia mencium kedua pipi Jessica.
“Pap, aku pergi ya.” Pamit Kairos kepada Carlos sambil memeluk Carlos.
“Hati hati Ya!”
“Terima kasih pap.” Ucap Kairos kemudian dia meninggalkan kamar Jessica dan masuk kedalam mobil. Kairos langsung meluncur ke kantor.
Carlos mengajak Jack dan Colby untuk menemaninya menemui Mike, mereka tiba di kantor Mike. Carlos langsung masuk menuju ke ruangan Mike. Carlos masuk lalu dia menyapa Mike.
“Hi Mike, apakah kamu sibuk?” Tanya Carlos sambil duduk di depan meja kerja Mike.
__ADS_1
“Hi Carlos, umm.. aku tidak sibuk. Ada apa?’
“Ehm.. Mike aku ingin mencari tahu siapa yang menembak Tania.” Kata Carlos
“Aku juga Carlos, aku ingin mencari siapa yang menembak Tania.” Kata Mike sambil bersandar di kursi kerjanya.
“Sepertinya ada yang mulai mengusik kita lagi.” Kata Carlos
“Iya benar Carlos, kita harus berhati hati.”
“Benar Mike, nanti kalau kamu mendapatkan informasi segera memberi kabar kepadaku.” Kata Carlos sambil berdiri.
“Tentu saja Carlos, aku akan memberi kabar padamu.” Kata Mike
“Baiklah kalau begitu, aku ingin melihat Kairos di kantornya.”
“Ok Carlos, hati hati ya!”
“Terima kasih Mike.” Ucap Carloe kemudian dia meninggalkan ruang kerja Mike. Carlos langsung menuju ke kantor Kairos.
Sementara di kantor terlihat Kairos sedang memegang foto dia dan Tania, dia membelai foto Tania lalu dia tersenyum.
“Kita akan bersama kembali sayang.” Kata Kairos sambil mencium foto Tania.
Tiba tiba pintu terbuka, Kairos melihat Carlos yang datang. Kairos langsung meletakkan foto dia dan Tania di laci meja kemudian dia berdiri dan menyambut Carlos
“Hi pap.” Sapa Kairos sambil memeluk Carlos. “Papa sudah dari kantor paman Mike?”
“Iya Kairos. papa dari kantor paman Mike.” Jawab Carlos sambil duduk di sofa. “Apakah kamu baik baik saja?”
Kairos tersenyum kepada Carlos.
“Aku baik baik saja pap.” Jawab Kairos sambil duduk di depan Carlos
Carlos menarik nafas panjang
“Papa senang mendengarnya, oh ya nanti kita makan siang di rumah ya.” Kata Carlos kepada Kairos.
“Iya pap.” Jawab Kairos
“Baiklah kalau begitu Kairos papa pergi dulu, entah mengapa perasaan papa tidak enak.” Kata Carlos sambil berdiri
“Papa mungkin terlalu lelah, lebih baik papa pulang dan beristirahat.” Kata Kairos
“Iya Kairos, papa akan pulang. Oh ya jangan lupa makan siang di rumah.”
“Tentu saja pap.” Jawab Kairos sambil tersenyum. Kairos memeluk Carlos dengan erat. “Aku sangat menyayangi papa.” Bisik Kairos di kuping Carlos.
Carlos membalas pelukan Kairos, dia memeluk Kairos begitu erat.
“Papa juga sangat menyayangimu.” Kata Carlos lalu dia melepaskan pelukannya kemudian dia memegang kedua pipi Kairos. “Papa sangat menyayangi kalian.” Kata Carlos lagi kemudian dia mencium kening Kairos. “Baiklah papa pergi dulu.”
“Iya pap, hati hati ya!” Kata Kairos lalu Carlos menganggukan kepala.
Carlos meninggalkan ruangan Kairos dan Kairos kembali duduk di meja kerjanya. Kairos mengambil kembali foto Tania lalu dia menciumnya.
“Kita akan bersama untuk selamanya, tidak ada yang dapat memisahkan kita berdua.” Kata Kairos kemudian dia membuka laci meja kerjanya, Kairos mengambil pistol lalu terdengar bunyi tembakan di ruang kerja Kairos.
Mendengar suara tembakan di dalam kantor, Carlos langsung berlari masuk kedalam kantor. Jack dan Colby juga berlari mengikuti Carlos masuk kedalam kantor.
“Dimana bunyi tembakan itu berasal?” Tanya Carlos kepada karyawan yang sedang berkumpul
“Di lantai empat Tuan.” Jawab salah satu karyawan lalu Carlos Jack dan Colby berlari menuju lift
Lift terbuka lalu mereka bertiga masuk kedalam lift, Carlos langsung menekan tombol angka empat. Mereka sampai di lantai empat, mereka keluar dari lift dan melihat karyawan sedang berkumpul di depan ruang kerja Kairos.
Carlos langsung berlari masuk ke dalam ruang kerja Kairos, dia melihat Kairos tergeletak di lantai lalu dia berteriak
“Tidaaaakkkk….” Carlos langsung memeluk Kairos dengan erat. “Mengapa kamu lakukan ini sayang. mengapaaa?” Kata Carlos sambil menangis dan memegang pipi Kairos. “Kamu tidak boleh mati, kamu tidak boleh matiiii… Teriak Carlos lagi di dalam ruang kerja. Carlos berteriak menangis sambil memeluk Kairos yang sudah bersimbah darah.
__ADS_1
Selamat membaca
Ahh… ternyata belum tamat juga.