SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 35


__ADS_3

Kairos dan Tania sedang berbincang bincang di kamar, Tania merebahkan kepalanya di dada Kairos dan memainkan jarinya di dada Kairos.


“Sayang aku harus ke Indonsesia, aku sudah berjanji untuk kembali.” Kata Kairos sambil memegang tangan Tania yang bermain di dadanya.


“Apakah perlu kamu ke Indonesia?” Tanya Tania sambil melepaska pelukan Kairos lalu dia duduk di tempat tidur dan meyandarkan badannya di sandaran tempat tidur. Dia tidak suka kalau Kairos ke Indonesia.


“Iya sayang, aku harus bertanggung jawab walaupun dia yang menjebakku. Tapi anak yang di kandungnya itu adalah anakku juga. Aku tidak ingin di kemudian hari ada masalah.” Kata Kairos sambil bangun lalu dia duduk menghadap Tania dan membelai wajah Tania. “Kamu percaya padaku?”


Tania menatap mata Kairos


“Aku tidak tahu honey.” Jawab Tania. “Apakah kamu sungguh sungguh ingin ke Indonesia?”


“Iya sayang, aku harus ke Indonesia. Bagaimana kalau kamu ikut denganku sayang? Nanti kalau Angel selesai melahirkan, kita kembali lagi kesini.” Kata Kairos sambil memegang tangan Tania


“Lalu Ezer bagaimana? Tanya Tania


“Sayang, kita akan membawa Ezer juga.” Kata Kairos lagi


“Apakah papa dan mama akan mengijinkannya?”


“Ezer anak kita berdua, mereka pasti akan mengijinkannya. Kamu ikut aku ke Indonesia ya.” Pinta Kairos kepada Tania.


“Tapi Ezer harus ikut.” Kata Tania sambil memegang tangan Kairos


“Iya sayang, Ezer akan ikut dengan kita.”


“Baiklah Honey.” Kata Tania lalu dia memeluk Kairos.


“Minggu depan kita berangkat ke Indonesia.” Kata Kairos lalu Tania menganggukan kepala. “Baiklah sayang kita tidur sekarang.” Kata Kairos kemudian dia merebahkan dirinya di tempat tidur.


Tania meletakkan kepalanya di dada Kairos lalu dia memejamkan matanya.


Di rumah sakit terlihat Jessica sedang duduk di sisi tempat tidur, tangannya membelai pipi Acel. Acel mengangkat tangannya lalu memegang pipi Jessica, Jessica berdiri lalu mencium kening Acel


“Mama sangat menyayangimu sayang.” Kata Jessica sambil memegang tangan Acel dan mencium tangan Acel


Carlos berdiri lalu dia menghampiri Acel dan Jessica, dia mencium kening Acel.


“Sayang sebentar lagi kamu akan di pindahkan ke rumah. Papa dan mama ingin kamu di rawat di rumah saja, nanti ada perawat dan Dokter yang akan selalu mengawasimu di rumah.” Kata Carlos sambil memegang pipi Acel lalu Acel tersenyum


“Kamu ingin melihat anak Kairos dan Tania bukan?” Tanya Jessica lalu Acel memegang pipi Jessica.


Jessica tersenyum lalu memegang tangan Acel yang menempel di pipinya dan menciumnya.


Dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan.


“Apakah Acel sudah siap untuk di pindahkan?” Tanya Dokter kepada Jessica dan Carlos


“Iya Dokter, dia sudah tidak sabar lagi untuk di pindahkan kerrumah.” Kata Carlos sambil tersenyum.


Kedua perawat mendorong tempat tidur Acel keluar dari ruangan lalu mereka memasukannya ke dalam Ambulance. Jessica dan Carlos ikut dalam Ambulance, mereka ingin menemani Acel. Sepanjang jalan Jessica memegang terus tangan Acel dan menciumnya.


“Akhirnya mereka tiba di rumah, mereka mengeluarkan Acel dari Ambulance lalu membawanya ke dalam rumah. Jessica menyuruh mereka untuk membawa Acel ke kamarnya.


Kedua perawat mendorong tempat tidur Acel lalu mereka masuk ke dalam kamar Jessica. Jessica dan Carlos masuk ke dalam kamar lalu tersenyum kepada Acel.


Lalu Tania Cella dan Kairos masuk. Tania menggending Ezer sedangkan Kairos menggendong Isabell.


Acel melihat Ezer lalu dia tersenyum. Tania membawa Ezer kepada Acel lalu dia mendudukan Ezer di samping Acel. Acel memegang tangan Ezer dan memainkan jemari Ezer.


Carlos mengambil Isabell lalu dia mendudukan Isabell dekat dengan Acel

__ADS_1


“Papa kenapa leher Acel?” Tanya Isabell


“Sayang leher Acel lagi sakit.” Jawab Carlos sambil tersenyum


Acel tersenyum lalu dia membelai rambut Isabell.


“Acel kapan kita akan bermain lagi, aku sudah lama tidak bermain denganmu.” Kata Isabell sambil memegang tangan Acel, tapi Acel hanya tersenyum dan memegang pipi Isabell.


Carlos memeluk Isabell dan menciumnya.


“Sayang nanti kalau Acel sudah sembuh, baru Isabell bermain dengan Acel dan Ezer.” Kata Carlos sambil membelai rambut Isabell. kemudian Carlos menurunkan Isabell lalu Isabell naik ke tempat tidur Jessica dan Carlos. Tania mengangkat Ezer lalu meletakkan Ezer di tempat tidur dan membiarkan Ezer bermain dengan Isabell.


Cella berdiri di sisi tempat tidur lalu dia mencium kedua pipi Acel.


“Cepat sembuh ya, aku rindu candamu.” Kata Cella sambil memegang pipi Acel lalu Acel tersenyum dan memegang tangan Cella.


Jessica dan Carloe tersenyum melihat Acel dan Cella. Kairos menarik kursi lalu dia duduk di dekat tempat tidur. Kairos berbisik kepada Acel


“Hei sebentar lagi keponakanmu akan bertambah.” Bisik Kairos lalu Acel menepuk pipi Kairos. Kairos memegang tangan Acel lalu dia tertawa.


“Kairos kamu hebat juga.” Kata Acel dalam hati ini. “Sayang saja aku lagi begini, kalau tidak aku akan menggoda Tania dan pasti Tania akan kesal padamu.” Kata Acel lagi. “Aku ingin sekali bercanda dengan mereka tapi lehetku masih sakit, bahkan bicarapun masih sulit.”


Acel mengacungkan jempol kepada Kairos lalu Kairos tertawa.


Jessica menghampiri Kairos


“Apa yang kamu bisikan kepada Acel?” Tanya Jessica


“Umm…. Rahasia mam.” Kata Kairos sambil tersenyum. “Rahasia aku dan Acel.” Kata Kairos lagi,


“Ohh.. begitu ya.” Kata Jessica sambil mencubit pipi Kairos lalu Kairos tertawa.


“Sudah, biarkan Acel istirahat.” Kata Carlos lalu mereka meniggalkan Acel dan perawat di kamar.


“Hmm.. grandpa sudah lama tidak menggendongmu.” Kata Carlos sambil mencium pipi Ezer.


Isabell turun dari pangkuan Jessica lalu dia bermain dengan Carlos dan Ezer.


“Oh ya mam, beberapa hari lagi aku dan Tania akan ke Indonesia.” Kata Kairos membuka pembicaran


Jessica menatap Kairos


“Apakah Kalian akan membawa Ezer?” Tanya Jessica kepada Kairos.


“Iya mam, aku dan Tania akan membawa Ezer bersama kami.” Kata Kairos


“Tidak bisa.” Kata Jessica dengan tegas. “Kalian tidak bisa membawa Ezer.”


“Kenapa mam?” Tanya Kairos dengan heran.


“Ezer harus tinggal, kalian saja yang pergi.” Kata Jessica lagi


“Tapi mamm..


“Kairos pokoknya tidak bisa,” Sela Jessica


“Mam Ezer anakku, aku harus membawanya bersama kami.” Kata Kairos lagi.


“Kairos, mama bilang tidak ya tidak.”


Carlos tertawa melihat Jessica dan Kairos.

__ADS_1


“Kairos mama mana bisa jauh dari Ezer.” Kata Carlos sambil tertawa.


“Tapi pap, Tania juga tidak bisa jauh dari Ezer.” Kata Kairos lagi


Tania hanya diam saja, dia sudah tahu Jessica pasti tidak akan mengijinkan Ezer ikut dengan mereka.


“Honey tidak apa apa, biarkan Ezer bersama mama.” Kata Tania kepada Kairos


“Tapi sayang bukannya kamuu…


“Honey tidak apa apa.” Kata Tania lagi


“Tapi kamu akan tetap pergi bersama akukan?” Tanya Kairos sa “mbil memegang tangan Tania


“Iya, aku akan tetap pergi bersamamu, lagipula kita tidak akan lama di Indonesia. selesai angel melahirkan kita kembali kesinikan?”


“Iya sayang, setelah Angel melahirkan kita langsung kembali kesini.”


Carlos terlihat senang karena Tania bisa menerima penjelasan Kairos.


“Bagus kalau begitu, nanti kalau bayi itu sudah lahir nanti oma dan tante titin yang akan mengurusnya. Setelah enam bulan papa dan mama akan menjemput bayi itu.” Kata Carlos kepada Kairos.


“Biar mama yang akan mengurus anakmu dari Angel. Kalian berdua focus saja sama Ezer.” Kata Jessica kepada Kairos dan Tania.


“Tidak apa apa mam, biar aku saja yang mengurusnya.” Kata Tania


Kairos menatap Tania, lalu dia memegang tangan Tania.


“Terima kasih sayang.” Ucap Kairos lalu dia mencium tangan Tania.


Tania memandang Kairos lalu dia tersenyum


“Baiklah kalau begitu, papa mau istirahat. Beberapa hari ini papa kurang tidur.” Kata Carlos sambil memberikan Ezer kepada Kairos. “Sayang grandpa istirahat dulu ya.” Kata Carlos kemudian dia mencium pipi Ezer. “Ayo Isabell, kamu mau tidur dengan papa?” Tanya Carlos kepada Isabell


“Iya papa, aku ingin tidur denganmu.” Kata Isabell sambil memegang tangan Carlos kemudian mereka berdua berjalan masuk ke dalam kamar.


Jessica juga berdiri dan mengikuti Carlos dan Isabell masuk kedalam kamar. Kairos dan Tania juga berdiri lalu naik ke atas. Mereka masuk kedalam kamar lalu meletakkan Ezer di dalam box.


Kairos memeluk Tania dan mencium bibir Tania.


“Terima kasih sayang, kamu mau menerima anakku dengan Angel.” Kata Kairos tapi Tania hanya tersenyum dan memeluk Kairos.


Sementara di kamar Jessica,


Jessica menghampiri Acel yang lagi tertidur pulas, sedangkan kedua perawat mereka langsung keluar dari kamar Jessica. Jessica tersenyum lalu dia mengecup kening Acel, dia memakaikan selimut kepada Acel dan mengecup kembali kening Acel.


Jessica melihat Carlos dan Isabell masih bermain di tempat tidur lalu dia menghampiri mereka berdua. Jessica naik ke tempat tidur lalu dia berbaring. Isabell langsung melingkarkan tangannya di leher Jessica lalu mencium pipi Jessica


“I love you mama.” Kata Isabell sambil memegang pipi Jessica


“I love you too sayang.” Kata Jessica kemudian memeluk Isabell


Isabell di antara Carlos dan Jessica, mereka betiga tidur saling berpelukan.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya.


Dan terima kasih buat yang setia memberi like dan komentar.


Terima kasih juga bagi mereka yang setia memberi vote :

__ADS_1


Een fe, Aan Anisa Hasana, Neng Aaz, Lisa Rumetor, Puput Novianti, Nur Aini, Lidya Listiani Harlan Syahputri, Merry Wibowo, Lina Wiena, Moonlight, Sary Maulidyah, isma, Lina Nopiana, Aluh Cm, Celli, Nasyah Nay, Wirda Rifka, Ikfan James Sullivan,


Terima kasih banget buat bunda Nia Sarmila atas Boom Votenya sampai akhirnya masuk rank 90.


__ADS_2