
Terlihat Cella masih berbincang-bincag dengan Logan di kamar. Pasangan kekasih itu sedang membicarakan kelanjutan hubungan mereka berdua, Logan masih ragu untuk menjalin cinta dengan Cella, dia menyadari siapa dirinya.
“Tapi Cella, umur kita berbeda sangat jauh. Kamu tahu sendiri umurku sekarang sudah 30 tahun sedangakan kamu ...." Logan terhenti dan menatap gadis itu.
“Aku tidak perduli, Logan. Sekalipun umur kamu seperti papa, aku tetap akan bersamamu,” sela Cella, “Aku mencintaimu.”
Logan duduk di tempat tidur kemudian memeluk Cella, pria itu ingin Cella benar-benar tahu siapa dia dan bagaimana dia dulunya.
“Aku tidak ingin di kecewakan lagi. Sebelumnya aku mempunyai pacar, tapi dia meninggalkanku karena aku tidak memiliki apa-apa," ujar Logan sambil melepaskan pelukannya dan berbaring di tempat tidur. Dia memegang tangan gadis itu dan meletakkan di dadanya.
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, sekalipun orang tuaku menentang hubungan kita, aku akan tetap bersamamu,” kata Cella, kemudian dia memeluk Logan, “Asalkan kamu tidak mengkhianatiku,” ujar Cella dengan mendongakkan kepala ke atas menatap Logan.
Logan menarik Cella tidur di dadanya kemudian dia memejamkan mata dan membelai rambut coklat gadis itu. “Aku tidak akan pernah mengkhianatimu.” Dia mengeratkan pelukkannya kemudian mengecup ubun kepala Cella.
“Terima kasih,” ucap Cella lalu dia membenamkan wajahnya di dada bidang itu.
“Iya, baiklah kamu tidur sekarang ya. Ini sudah larut malam.” Dia melepaskan pelukannya dan membaringkan gadis itu.
“Kamu tidur di sini juga ya,” pinta Cella dengan memegang jenggot Logan lalu dia tersenyum. “Jenggot kamu seperti papa,” ujar Cella lalu Logan tertawa.
“Kamu tidak suka?” tanya Logan sambil menempelkan jenggotnya di leher gadis itu.
“Logan, geli.” Logan berhenti dia mengernyittkan keningnya dan menatap Cella.
“Tadi waktu aku menciummu, kamu tidak merasa geli. Sekarang mengapa kamu berkata begitu?" canda Logan dengan mencolek pinggang gadis itu.
“Kalau tadi gelinya lain.” Cella mulai bercanda nakal kepada pria itu.
Logan membelalakan mata lalu Cella tertawa, kembali dia mencolek pinggang Cella sehingga badan gadis itu tersentak, mereka berdua bercanda di tempat tidur.
“Maksudmu geli lain itu apa?” tanya Logan sambil menarik gadis itu naik ke atas tubuhnya. Cella duduk di atas perut Logan dan kembali bercanda.
“Um .…” Dia berhenti dan pura-pura berpikir.
“Ayo, jawab!” Logan kembali mencolek pinggang Cella lalu gadis itu tersentak kemudian Cella tertawa.
“Em, kalau yang tadi itu membuat aku menjadi gelisah.” Candaan Cella membuat Logan tertawa terbahak-bahak dia menarik gadis itu dan memeluknya dengan erat. Dia memutar tubuhnya sehingga menindih tubuh Cella, kembali Logan mencium leher gadis itu tapi Cella mendorong dengan pelan kepala Logan sambil tertawa.
__ADS_1
“Geli, Logan,” ujar Cella lagi. Logan menempelkan miliknya yang masih terbungkus dengan celana jeans ke daerah ke wanitaan Cella yang masih juga terbungkus dengan pakaian dalam
“Kalau ini apakah geli juga?” tanya Logan dengan bercanda sambil menggerakkan pinggangnya.
“Ah ... Logan, kamu nakal,” desah Cella sambil mengerutkan dahinya. Dia mulai merasakan kembali kenikmatan itu. Cella membuka pahanya dan membiarkan pria itu menggerakkan pinggangnya.
“Apakah kamu ingin aku melakukan lebih?” tanya Logan sambil berpura-pura melepaskan pakaian dalam gadis itu. Dia ingin melihat apakah Cella akan melarangnya atau tidak.
Cella tidak menjawab pertanyaan Logan, dia hanya tersenyum saat pria itu mulai melepaskan pakaian dalamnya.
Melihat Cella hanya tersenyum, Logan langsung melepaskan pakian dalam milik gadis itu. Pemandangan yang menarik di mata pria itu, dia melihat milik Cella yang belum terjamah oleh laki-laki lain, bulu di sekitar area inti sudah di cukur habis.
Logan memperhatikan milik Cella yang berwarna merah delima, daerah yang belum pernah tersentuh oleh lidah lelaki. Dialah laki-laki pertama yang akan menyentuh area itu.
‘Ah .. alangkah beruntungnya, aku laki-laki pertama yang menjamah tubuhnya.’ Logan kembali membelai area nikmat itu dengan jari telunjukknya sehingga membuat Cella memejamkan mata menahan kenikmatan itu.
Kembali Logan mencium bibir Cella dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut sang kekasih sambil jemari tidak berhenti bermain di bawah sana. Logan merasakan daerah itu semakin basah, dia berhenti mencium bibir Cella dan membenamkan kepalanya di antara kedua paha gadis itu.
Cella meremas rambut Logan dan merasakan lidah yang lembut itu bermain di bawah sana, desahaan kenikmatan kembali terdengar dari bibir mungil Cella. Pinggulnya bergerak ke kanan dan ke kiri saat Logan memainkan dengan cepat.
Cella menekan kepala Logan sambil mengangkat pinggangnya saat dia akan mengalami pelepasan, napasnya semakin tidak teratur. Cella memejamkan mata dan meremas rambut Logan, pria itu benar-benar membuat Cella ingi gila. Lidahnya bekerja lebih cepat lalu tubuh Cella tergunjang.
Cella membuka matanya dan menatap mata Logan, tangannya mulai turun kebawah dan membelai benda yang masih bersembunyi di balik celana jeans pria itu.
Logan berbaring di samping Cella dan membuka kancing serta resleting celana jeansnya agar tangan Cella bisa leluasa memainkan miliknya. Cella memasukkan tangannya dan memainkan milik Logan yang sudah sangat keras itu.
Dia memejamkan mata dan merasakan jemari lembut itu menyentuh miliknya, dia mencium bibir Cella sambil tangannya tidak diam memainkan salah satu dada yang menggantung di depan dada Cella.
Pria itu tidak tahan lagi, dia menindih tubuh Cella dan mencium leher jenjang gadis itu. Dia turun ke bagian dada dan memainkan dengan lidah salah satu puncu yang sudah keras milik Cella. Logan ingin melangkah lebih jauh lagi tapi tiba-tiba saja dia berhenti dan turun dari atas tubuh sang kekasih.
Logan turun dari tempat tidur dan memakai pakaiannya kembali, tadi dia terhenti karena pikirannya langsung tertuju kepada Carlos, Logan tahu Cella adalah putri kesayang Carlos. Sementara Cella menatap pria itu dengan wajah heran.
“Kenapa?” tanya Cella dengan wajah kecewa, dia berharap malam ini bisa melakukan dengan pria yang dicintainya.
“Cella, aku tidak bisa,” sahut Logan, dengan menindih tubuh Cella dan mengecup kening gadis itu.
“Mengapa kamu tidak bisa?” tanya Cella seraya membelai pipi yang tertutup dengan jenggot itu.
__ADS_1
“Kalau papa kamu tahu, dia pasti akan membunuhku,” kata Logan dengan meremas dada Cella lalu gadis itu tertawa dan memasukkan tangannya di dalam celana Logan.
“Apakah papaku ada di sini?” canda Cella sambil memainkan milik Logan.
“Ah …” Logan mendesah kemudian dia duduk dan mengeluarkan tangan Cella dari dalam celananya.
“Nanti saja kita lakukan, sekarang kamu tidur saja. ini sudah larut malam.” Logan berdiri dan merapikan celana jeansnya.
“Kamu akan tidur bersamaku?” tanya Cella lagi seraya bangun dan duduk di tempat tidur.
“Em, sebaiknya aku tidur di ruangan lain. Kalau di kamar ini nanti Bane dan yang lainnya bisa melihatku.” Dia duduk di sisi tempat tidur dan memegang tangan gadis itu.
“Tidurlah bersamaku, nanti besok kamu bangun pagi dan keluar dari kamarku,” pinta Cella sambil membelai dada bidang itu. Logan tidak bisa menolak permintaan Cella, akhirnya dia tidur bersama dengan sang kekasih.
****
Pagi Cella terbangun, dia melihat Logan tidak ada di sampingnya. Gadis itu bangun kemudian pergi ke dapur, dia membuka kulkas dan mengambil susu kemudian di tuangkan ke dalam gelas.
Cella duduk di ruang makan kemudian tersenyum sendiri saat mengingat kejadian semalam. Dia meminum susu itu lalu merasakan tangan Logan melingkar di lehernya, Cella tersenyum kemudian berdiri dan memutar tubuhnya menghadap pria itu.
“Selamat pagi.” Wajahnya sangat ceria saat melihat pria itu. Logan tersenyum kemudian dia mengecup kening Cella.
“Selamat pagi, apakah semalam kamu tidur pulas?” tanya Logan sambil matanya melihat ke sana ke kemari, dia tidak ingin Bane dan lainnya melihat mereka berdua.
“Iya, aku tidur pulas,” jawab Cella kemudian melepaskan gelas di atas meja dan kembali melingkarkan kedua tangannya di punggung pria itu.
“Cella, nanti saja. Disini ada Bane juga yang lainnya,” ujar Logan sambil melepaskan tangan gadis itu dari punggungnya. “Apakah kamu kuliah hari ini?”
“Iya, aku masuk pagi. Aku mandi dulu.” Cella tersenyum dan mengecup bibir sang kekasih lalu mereka berdua berciuman. Logan menghentikan ciumannya kemudia dia membelai rambut coklat itu.
“Baiklah, aku tunggu di depan ya.” Cella menganggukan kepala kemudian dia meninggalkan pria itu.
Cella pergi ke kamarnya lalu mengambil handuk dan mandi. Sedangkan Logan, dia pergi memanaskan mesin mobil, pria itu tersenyum sendiri saat mengingat wajah Cella yang begitu bahagia.
Jangan lupa komentar dan like ya.
Oh ya baca juga Novel terbaruku dengan judul :
__ADS_1
AMOR PROHIBIDO ( CINTA TERLARANG )