
Akhirnya Jessica bisa menyelesaikan pekerjaannya, Jessica memberikan hasil pekerjaannya pada Larry dan Larry langsung mengirim pekerjaan itu pada bos besar.
Tidak lama kemudian Larry masuk ke ruangan Jessica.
“Jessica siap siap bos besar akan datang, dia ingin bertemu denganmu!”
“Baik Larry, Terima kasih.”
Larry keluar dari ruangan Jessica dan kembali keruangannya. Tidak lama kemudian bos besar datang, Larry langsung berlari ke ruangan Jessica.
“Jessica bos besar datang, ayo kita langsung keruang meeting!”
“Iya Larry. ”
Jessica dan Larry pergi keruang meeting dan tuan besar masuk.
“Tuan ini yang saya ceritakan pada Tuan.”
Jessica terkejut melihat bos besar.
“Tuan Jeremmy?”
“Oh.... Ternyata kamu Jessica yang di bicarakan Larry? Ahhh... Aku sangat senang sekali kamu telah membereskan kekacauan di perusahaan ini.”
Larry menjadi bingung.
“Jadi tuan sudah mengenal Jessica?”
Tuan Jeremmy tertawa.
“Tentu saja aku mengenalnya, Ayo Jessica ikut aku keruanganku!”
“Baik Tuan.”
Jessica mengikuti tuan Jeremmy ke ruangannya.
“Silahkan duduk Jessica.
“Terima kasih Tuan, jadi perusahaan ini milik tuan?”
“Benar Jessica, sebenarnya aku bekerja sama dengan temanku tapi mereka mempermainkan perusahaan ini dan aku masukkan mereka ke penjara dan semua kaki tangan mereka aku pecat.
“Oh begitu ya Tuan?”
“Iya Jessica.”
Mereka berbincang bincang di ruangan tuan Jeremmy dan Jessica memberikan ide idenya pada tuan Jeremmy.
“Jessica idemu itu sangat bagus, kalau begitu aku serahkan perusahaanku padamu. Aku percaya padamu Jessica, buatlah perusahaan ini maju!”
“Baik Tuan, dan Terima kasih sudah mempercayakan perusahaan ini padaku. Aku akan menjaga kepercayaan yang Tuan berikan padaku.
“Bagus Jessica, baiklah kalau begitu. Larry kamu kembali mengawasi perusahaanku yang satunya lagi, perusahaan ini serahkan saja pada Jessica. Aku percaya dia bisa memajukan perusahaan ini.”
“Baik Tuan.”
“Oh ya, Larry belikan mobil untuk operational Jessica!”
“Baik tuan Jeremmy.”
“Dan kamu Jessica, pakailah ruangan ini untuk tempat kerjamu. Karena sekarang kamu yang memimpin perusahaan ini.
“Baik tuan Jeremmy, Terima kasih.”
“Baiklah Jessica aku harus kembali ke kantorku, kalau ada apa apa langsung hubungi aku!”
“Iya Tuan.”
Tuan Jeremmy meninggalkan perusahaan Well's Group dan Jessica memindahkan pekerjaannya di ruangan baru. Larry kembali menemui Jessica.
“Jessica aku akan segera membeli mobil untukmu, dua tiga hari mobil akan dikirim kesini. Kamu hebat Jessica, bisa langsung di percaya sama bos besar.”
__ADS_1
Jessica tersenyum pada Larry. “Terima kasih Larry.”
Larry meninggalkan ruangan Jessica dan Jessica kembali bekerja.
Saat jam makan siang tiba Jessica mematikan komputernya dan dia pulang kerumah, sampai di rumah dia melihat Carlos berdiri di depan pintu dan tersenyum padanya. Jessica menghampiri Carlos dan mereka berpelukan, Carlos mencium bibir Jessica.
“Aku pikir kamu tidak akan makan siang di rumah.”
“Beb akukan sudah bilang aku akan makan siang di rumah.”
“Iya sayang, aku lupa. Ayo masuk!”
Mereka berdua masuk ke dalam dan menuju keruang makan. Cella melihat Jessica, dia langsung berlari memeluk Jessica.
“Mama, aku senang mama pulang.”
“Mamakan sudah janji mau makan siang bersama, ayo kita makan!” Jessica melihat Liliana dan Federico, dia memeluk Federico dan Liliana.
“Bagaimana pekerjaanmu di tempat baru Jessica?”
“Bagus dad, aku malah di angkat sebagai direktur di perusahaan tersebut.”
“Itu kabar bagus sayang, daddy sangat senang mendengarnya. Daddy bangga kamu bisa mandiri.”
“Iya sayang, mommy juga bangga padamu.”
“Terima kasih mom dad.
Carlos menggenggam tangan Jessica.
“Selamat ya sayang.” Jessica terseyum pada Carlos.
“Terima kasih beb.”
Jessica mengambilkan makanan untuk Carlos dan memberikannya pada Carlos.
Carlos mengambil makanannya dari tangan Jessica. “Terima kasih sayang.”
“Aku mau chicken buatan oma mama.”
“ok bu boss.” Jessica bercanda pada Cella.
“Bukannya mama yang bos disini sekarang.”
“Acel, yang bos disini bukan mama tapi opa Federico.” Jessica bercanda lagi dan mereka tertawa.
Mereka makan Bersama, mereka terlihat sangat bahagia. Selesai makan ketiga anak mereka langsung naik ke atas dan bermain.
Jessica dan Carlos masih berbincang bincang dengan Federico dan Liliana.
“Carlos sudah saatnya kalian memiliki rumah sendiri.”
“Itu yang aku pikirkan dad, sudah lama aku ingin membeli rumah tapi Jessica merasa berat meninggalkan kalian berdua. Mom dan dad sudah terbiasa dengan anak anak, kalau kita pindah kalian pasti akan kesepian.
“Iya daddy mengerti, kalian bisa membeli rumah di sekitar sini. Daddy melihat ada yang mau di jual, tidak jauh dari rumah ini.
“Oh ya? Dimana dad?”
“Hanya dekat dari sini, kira kira jaraknya 100 meter. Kalau kalian mau kita bisa melihatnya sekarang.
“Iya dad lebih bagus kita lihat sekarang, bagaimana sayang?”
“Terserah kamu beb.”
“Kalau begitu kita kesana saja Carlos!”
“Iya dad, ayo sayang kita lihat rumahnya.”
‘Iya beb.”
Mereka pergi keluar dan masuk kedalam mobil, Carlos langsung menjalankan mobil menuju kerumah tersebut.
__ADS_1
Mereka tiba dan langsung turun dari mobil, Carlos menghubungi marketing propertynya dan tidak lama kemudian markertingnya datang. Dia membuka pintu rumah dan mereka masuk.
Rumahnya sangat besar, Jessica dan Carlos naik ke lantai dua dan melihat lihat kamar yang ada di lantai dua.
“Bagaimana sayang? Kamu suka rumah ini?”
“Iya aku suka beb tapi sepertinya rumah ini sangat mahal.”
Carlos tersenyum pada Jessica, mereka berdua turun dan langsung menuju ke halaman belakang.
“Halamannya luas ya beb, ada kolam renang juga.”
“Iya sayang.”
Mereka masuk kedalam dan menuju kamar utama, mereka masuk dan melihat kamarnya besar. Jessica membuka pintu kamar mandi dan melihat kamar mandinya juga besar, ada bathup disana. Jessica keluar dari kamar mandi dan melihat Carlos lagi berdiri di samping kamar, dinding samping kamar semuanya kaca.
Jessica mendekati Carlos dan melihat disana ada whirlpool jacuzzi.
“Sayang kamu suka rumah ini?”
“Iya beb aku suka, cocok untuk anak anak lagipula tidak jauh dari rumah daddy.”
Federico masuk dan melihat Carlos dan Jessica.
“Bagiaman Carlos? Kalian suka rumah ini?”
“Iya dad kami suka, anak anak pasti juga suka dad.”
“Bagus kalau begitu.”
Carlos menanyakan harga rumah itu pada marketing dan marketing memberitahukan harga rumah tersebut dan Carlos langsung mengangkat kedua keningnya sambil bersiul. Jessicapun langsung tertawa.
“Akukan sudah bilang beb, pasti mahal.”
Carlos menarik Jessica dan memeluknya.
“Kamu tenang saja sayang, aku akan membeli rumah ini untuk kamu dan anak anakku. Ok!”
Carlos mengecup bibir Jessica.
“Baiklah, aku ingin membeli rumah ini.”
“Baik Tuan, kami akan segera mengaturnya. Mengenai transaksinya Tuan yang atur saja.”
“Transaksi sekarang juga bisa, kalian atur saja transaksinya di bank mana.”
“Baik tuan kami akan segera mengaturnya.”
Carlos menatap Jessica dan tersenyum
“Kenapa kamu senyum senyum sendiri?”
“Tidak kenapa kenapa beb.”
Carlos menarik tangan Jessica dan mereka masuk ke kamar utama.
“Carlos memeluk Jessica dari belakang, sayang ini akan menjadi kamar kita berdua. Kalau kita sudah tinggal disini kita bisa melakukan hubungan dengan bebas. Bisa di jacuzzi, bisa di bathup dan kamu bisa merintih dengan bebas saat kita bermain. Jessica langsung tertawa.
“Beb, pikiranmu nakal terus.” Carlos tertawa.
“Tidak apa apa, aku nakal hanya padamu sayang.”
Jessica membalikkan badannya menghadap carlos dan mereka berciuman.
“Aku sangat mencintaimu sayang.”
“Aku juga mencintaimu beb, oh ya beb aku harus kembali ke kantor.”
“Iya sayang kita pulang sekarang.”
Mereka kembali kerumah dan Jessica langsung pamit kembali ke kantor.”
__ADS_1
Selamat Membaca