SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS3 Episode 10


__ADS_3

Flashback kematian Kairos


Akhirnya Charlie mendapatkan informasi dari temannya kalau di rumah sakit ada mayat laki laki persis dengan kriteria yang Charlie cari.


Charlie langsung bergegas pergi ke rumah sakit, dia ingin melihat mayat laki laki itu. Charlie tiba di rumah sakit, dia langsung mencari temannya itu. Charlie melihat temannya masuk di kamar mayat, dia langsung berlari dan memanggil temannya itu.


“Dirk sebentar.” Panggil Charlie


Dirk berhenti lalu dia menghampiri Charlie


“Hi Charlie, kamu ingin melihat nayat itu?” Tanya Dirk


“Tentu saja Dirk.” Jawab Charlie


Dirk mengajak Charlie masuk ke dalam lalu dia menunjukan mayat itu kepada Charlie.


“Ini Charlie, bagaimana?”


“Um … apakah ada keluarganya?” Tanya Charlie sambil mengamati mayat itu


“Iya Charlie, keluarganya sementara menyelesaikan administrasi.” Jawab Dirk


“Apakah dia meninggal karena sakit?” Tanya Charlie lagi


“Iya, dia terkena sakit kanker.”


“Oh … kalau begitu aku hubungi Kairos, aku ingin memberi informasi kepadanya.” Kata Charlie lalu dia keluar dari kamar mayat.


Charlie mengeluarkan handphonenya, dia ingin menghubungi Kairos tapi dia melihat sepasang suami istri sedang menangis. Charlie menghampiri mereka berdua.


“Maaf Tuan, apa yang terjadi?”


“Anak kami sudah meninggak tapi kami tidak mempuyai uang untuk meyelesaikan administrasinya.”


“Em … apakah anak kalian yang berada di kamar mayat itu?” Tanya Charlie lagi


“Iya benar Tuan, itu anak kami.”


Charlie menatap mereka dan menawarkan bantuan.


“Aku akan membantu kalian untuk menyelesaikan administrasinya.”


“Benarkah?” Tanya Tuan itu


“Iya.” Jawa Charlie dengan tersenyum. “Asalkan kalian bisa membantuku.”


“Em … apa yang bisa kami bantu?”


Charlie melihat ke kiri dan ke kanan lalu dia berkata dengan suara pelan kepada suami istri itu


“Begini Tuan, Nyonya …


Charlie menceritakan rencananya kepada mereka berdua, terlihat mereka berdua mengangguk anggukan kepala.


“Bagaimana? Apakah kalian mau menerima penawaraku?”


“Kami mau Tuan, yang penting kami dan anak kami bisa kembali ke Mexico.”


“Tentu saja, aku janji padamu.” Kata Charlie lagi


Akhirnya mereka setuju, Charlie langsung menghubungi Kairos. Panggilan terhubung lalu terdengar suara Kairos dari seberang telepon


“Hallo Charlie, apakah sudah ada kabar?”


“Hi Kairos, aku punya kabar gembira untukmu.” Kata Charlie


“Oh ya? Kabar apa Charlie?” Tanya Kairos dari seberang telepon


“Um … begini Kairos, aku sudah mendapat mayat laki laki untukmu. Sekarang kamu harus mengatur rencana bagaimana caranya kamu akan mati dan kamu harus membeli pakaian yang sama. Yang satu untuk kamu dan satunya lagi untuk mayat itu.” Jelas Charlie kepada Kairos


“Bagus Charlie, baiklah aku akan mengatur kematianku. Mungkin lebih bagus dengan cara bunuh diri Charlie.” Kata Kairos lagi


Charlie langsung tertawa


“Kamu atur saja Kairos.”

__ADS_1


“Ok Charlie,kalau begitu terima kasih. Kamu sudah banyak membantuku.”


“Tidak apa apa Kairos.” Ujar Charlie lalu dia menutup teleponnya. “Sebentar lagi rencana menjebak Mike dan Reagen akan di mulai. Setelah kematian Kairos semua rencanaku harus di jalankan.” Kata Charlie dalam hati sambil tersenyum sinis.


Charlie menyelesaikan semua administrasi kemudian dia menemui Dirk


“Dirk, tolong kamu simpan mayat ini. Satu dua hari kami akan mengambilnya.”


“Baik Charlie, jangan lewat dari tiga hari ya.” Kata Dirk kepada Charlie


“Ok Dirk, terima kasih ya.” Ucap Charlie kemudian dia meninggalkan Dirk


Charlie masuk kedalam mobil lalu dia menghubungi Jack lewat handphonenya, panggilan Terhubung.


“Hallo Jack, aku telah mendapat mayat pria untuk menggantiak Kairos.”


“Oh ya? Bagus itu Charlie, kalau begitu aku dan Kairos harus pergi ke tempat temanku untuk membuat topeng Kairos, dan temanku harus mengukur juga wajah dari mayat itu.” Kata Jack


“Iya Jack, kalau begitu kamu secepatnya hubungi Kairos dan ajak dia untuk pergi bersamamu.”


“Baik Charlie, aku hubungi Kairos dulu.” Kata Jack lalu telepon di tutup.


Sementara itu di rumah Carlos terlihat Jessica dan Carlos sedang berbincang bincang di kamar


“Beb, perusahaan daddy yang di German bagaimana?” Tanya Jessica sambil duduk di sisi tempat tidur


Carlos memegang tangan Jessica


“Mike yang mengurusnya dan aku berpikir itu akan aku berikan perusahaan itu kepada Mike. Kita sudah banyak usaha disini, belum perusahanku yang ada di Spain.”


“Iya beb, aku pikir juga begitu. Mike sudah terlalu banyak membantu daddy jadi lebih bagus perusahaan di German di berikan kepada Mike.”


“Iya sayang, oh ya Ezer dimana?” Tanya Carlos sambil berdiri dari tidurnya


“Dia masih tidur, Chantiq juga masih tidur.”


“Oh … aku ingin melihat Ezer.” Ujar Carlos kemudian dia keluar dari kamar dan masuk ke dalam kamar Kairos.


Carlos berdiri dekat box lalu dia tersenyum melihat Ezer yang lagi tertidur. Carlos membelai pipi Ezer.


Jessica masuk lalu dia melingkarkan tangannya di pinggang Carlos


“Dia semakin lucu ya.” Kata Jessica sambil tersenyum melihat Ezer


“Iya sayang, dan badannya semakin berat.”


Carlos menatap Jessica lalu dia tersenyum


“Ayo kita biarkan dia tidur, aku ingin bermesraan denganmu.” Canda Carlos lalu Jessica tertawa dan mencubit perut Carlos


Carlos tertawa lalu dia memeluk Jessica dan mencium Kening Jessica. Mereka berdua meninggalkan Kamar Kairos dan masuk ke kamar mereka.


Jessica berbaring di tempat tidur, begitu juga dengan Carlos dia berbaring di tempat tidur kemudian dia menindih tubuh Jessica.


Jessica melingkarkan tangannya di punggung Carlos kemudian dia mengecup pipi Carlos. Carlos tersenyum dan membalas mengecup Kening Jessica


“Kamu ingin melakukannya?” Tanya Carlos sambil membelai wajah Jessica


“Iya beb, sudah seminggu kita tidak melakukan hubungan.” Jawab Jessica


“Baiklah sayang, sebentar aku kunci pintu dulu.” Kata Carlos sambil turun dari atas tubuh Jessica kemudian dia pergi mengunci pintu.


Carlos melepaskan pakaiannya, begitu juga Jessica. Dia melepaskan pakaiannya kemudian dia tidur terlentang di atas tempat tidur.


Carlos naik ke atas tempat tidur lalu dia mencium bibir Jessica, Jessica membalas ciuman Carlos dan memainkan lidahnya di dalam mulut Carlos.


Carlos menggigit dengan lembut lidah Jessica kemudian dia menatap Jessica yang sedang memejamkan mata. Carlos memasukan lidahnya kedalam mulut Jessica sambil menggesek gesekkan miliknya di antara paha Jessica.


Jessica menggeliat dan membelai dada Carlos yang berbulu, tangannya turun kebawah dan memegang milik Carlos, dia mengelus milik Carlos lalu tersedengar desahan dari mulut Carlos


“Ahh … sayang, aku suka.” Bisik Carlos di kuping Jessica.


Jessica mendorong tubuh Carlos lalu Carlos berbaring di samping Jessica, Jessica bangun kemudian dia memegang milik Carlos dan memainkan dengan jarinya. Dia memasukkan milik Carlos ke dalam mulutnya dan memainkan lidahnya di ujung milik Carlos


“Ahh … sayang aku bisa keluar.” Canda Carlos lalu Jessica tertawa.

__ADS_1


Carlos menarik Jessica naik ke atas tubuhnya. Kepala Carlos berada di antara paha Jessica, dia memegang kedua paha Jessica dan memainkan lidahnya di milik Jessica.


Jessica menengadahkan kepalanya ke atas dan memejamkan matanya, dia sangat menikmati permainan lidah dari Carlos. dia menggerak gerakkan pinggangnya. Carlos memainkan lidahnya dengan cepat lalu badan Jessica tersentak


“Ahhh … beb, aku tidak tahan lagi. Jessica turun dan berbaring di samping Carlos.


Carlos memutar tubuh Jessica membelakanginya, Carlos memiringkan badannya kemudian dia mengangkat kaki Jessica dan meletakkannya di atas pahanya, dia melingkarkan tangan satunya di leher Jessica sedangkan tangan satunya menuntun miliknya masuk ke dalam milik Jessica.


“Ahh … sayang, milikmu sudah basah. Aku suka.” Kata Carlos sambil menggerakkan pinggangnya maju mundur. Dia menghisap dada Jessica lalu Jessica meraih kepala Carlos dan meremas rambut Carlos.


Carlos menggerakkan pinggangnya dengan cepat, dia melingkarkan tangannya di perut Jessica lalu dia memacu gerakannya.


“Ohh … beb, aku suka. Lebih cepat lagi!” Pinta Jessica


Carlos lebih memacu gerakannya dan terdengar rintihan kenikmatan dari bibir Jessica. Carlos semakin memacu, tiba tiba badan Jessica tersentak. Jessica mengalami pelepasan.


Carlos mengeluarkan miliknya kemudian dia memutar tubuh Jessica, Carlos langsung mengarahkan miliknya masuk ke dalam milik Jessica lalu dia menyanggah kedua tangannya di atas tempat tidur.


Carlos kembali memacu gerakannya, Jessica membelai dada Carlos. Dia melihat milik Carlos masuk keluar di miliknya lalu dia memejamkan matanya, dia menikamati permainan Carlos yang mulai liar. Carlos mulai bermain kasar tapi Jessica sangat menikmatinya, rintihan dan desahan keluar dari mulut mereka berdua


Carlos berhenti lalu dia berbisik kepada Jessica


“Aku ingin melakukannya dari belakang.”


Jessica tersenyum kemudian dia bangun, Jessica membelakangi Carlos sambil kedua sikutnya bertumpu di atas tempat tidur.


Carlos memasukan miliknya secara perlahan lahan. Dia mencium punggung Jessica dan menggerakan pinggangnya.


“Uhmm … beb … ohh …


Jessica mendesah saat Carlos memasukan miliknya begitu dalam. Dia kembali memacu gerakannya, Jessica menyandarkan kepalanya di Kasur, dia tidak tahan dengan permainan Carlos


“Beb aku mau keluar lagi.”


“Iya sayang, keluar saja.” Kata Carlos sambil memacu gerakannya.


Terdengar Cairan milik mereka berdua dan badan Jessica tersentak. Jessica tidur tengkurap lalu Carlos memeluknya dari belakang.


“Sayang aku belum keluar.” Bisik Carlos


“Teruskan beb, aku belum lelah.”


“Baiklah sayang.”


Carlos duduk di belakang paha Jessica lalu dia menuntun miliknya masuk ke dalam milik Jessica. Carlos memegang pingginga Jessica lalu dia menggerakan pinggannya dengan cepat. Sesekali dia menghentakkan pinggangnya. Dia melingkarkan Tanganya di leher Jessica, Dia menggerakan pinggangnya dengan cepat sambil mencium bibir Jessica.


Jessica meraih rambut Carlos dan meremasnya, dia tidak tahan lagi


“Beb … ahh …


“Iya sayang, aku mau keluar.” Kata Carlos kemudian dia memeluk Jessica. “Ahh .. sayang, aku mau keluar.


Carlos menyentakkan pinggangnya dan mengeluarkan cairannya di dalam milik Jessica. akhirnya Carlos terbaring di belakang Jessica.


“Ternyata kamu masih hebat beb.” Canda Jessica lalu Carlos tertawa


“Ahh … sayang, kamu yang selalu membuat aku hebat.” Kata Carlos sambil berbaring di samping Jessica.


Sementara itu di tempat teman Jack, terlihat Jack dan temannya sedang mengukur wajah Kairos.


“Jangan sampai mereka curiga Jack.” Kata Kairo kepada Jack


“Kamu tenang saja Kairos, dia sudah ahli. Kamu sudah lihat sendiri Taniakan?” Kata Jack sambil tertawa.


“Oh ya, nanti selesai ini kalian akan pergi kerumah sakit?” Tanya Kairos


“Iya Kairos, kami harus mengukur wajah mayat itu.” Jawab Jack


“Baguslah kalau begitu. Oh ya apakah sudah selesai mengukur wajahku?”


“Sudah Kairos.” Jawab Jack


“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.” Kata Kairos kemudian dia meniggalkan Jack dan temannya.


Kairos masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya menuju ke tempat perssembuyian Tania.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2