
Logan
Seminggu sebelum ulang tahun putri mereka keluarga Cella dan Logan datang ke Rio de Janeiro, mereka ingin ikut memeriahkan ulang tahun putri Cella dan Logan.
Terlihat di kediaman Logan semua orang sibuk, mereka sedang mempersiapkan pesta ulang tahun Sabrina yang ke satu. Nampak kembar Cella dan istrinya bermain-main dengan Sabrina di halaman belakang.
Sedangkan kakak tertua Cella bersama istrinya membantu Logan merias tempat yang akan di langsungkan pesta. Tampak kebahagiaan di wajah mereka.
Jessica dan Carlos tersenyum melihat kekompakan anak-anaknya. Pasangan suami istri itu membiarkan cucu-cucu mereka bermain-main di taman.
Pesta di mulai Logan menggendong Sabrina sedangkan Cella berdiri di samping Logan dan memperhatikan anak-anak yang duduk di kursi kecil.
Logan menurunkan Sabrina dan membiarkan dia berjalan tertatih-tatih ke arah Carlos dan Jessica, tapi dia mengikutinya dari belakang. Carlos langsung menggendong Sabrina dan mencium pipi yang mungil itu.
Anak-anak bernyanyi dan bertepuk tangan mengikuti irama gitar. Terlihat Sabrina begitu senang dan ikut bertepuk tangan. Mereka membuat acara ulang tahun Sabrina begitu meriah.
Acara usai putri mereka terlihat kelelahan bermain, Cella membawa Sabrina ke kamarnya dan meletakkan Sabrina di box dan membiarkan dia tidur sendiri.
Cella kembali keluar lalu dia menuju ke taman, dia bergabung kembali dengan mereka. Acel dan Cella menjadi dekat kembali. Mereka saling bercanda, terdengar tawa Cella saat Logan bercanda kepada Acel.
“Acel, kapan kamu hamili Sheren?” canda Logan sambil matanya melirik kepada Sheren.
“Ah .. Logan setiap malam aku melakukannya tapi Sheren tidak hamil-hamil juga.” Acel balik bercanda lalu mereka semua tertawa.
Kembalinya akrab kembar itu membuat kedua orang tua mereka terlihat sangat bahagia, seminggu setelah ulang tahun Sabrina akhirnya keluarga Cella kembali ke Amerika dan Mexico. Begitu juga paman dan bibi Logan mereka kembali ke perkebunan.
Setiap tahun, ulang tahun putri mereka dirayakan di rumah dengan mengundang anak-anak yatim piatu. Dia ingin membuat putrinya bahagia.
Tanpa terasa kini putri Logan dan Cella berumur empat tahun kali ini mereka tidak merayakan ulang tahunnya tapi berencana untuk mengajak Cella dan putrinya berlibur ke London.
Rumah tangga Cella dan Logan semakin harmonis, wanita itu banyak belajar dari Jessica. Kelembutan sang mama dia terapkan kepada suami dan putrinya.
Walau’pun dia dalam kelelahan tapi Cella selalu melayani suaminya, begitu juga dengan Logan. Kecintaanya kepada wanita itu membuat dia selalu mengikuti keinginan Cella.
Saat ini Logan sedang berada di kantor, dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan karena sudah merencanakan berlibur bersama istri dan putrinya, terdengar ruangannya di ketuk. Logan menyuruhnya masuk.
Pintu terbuka dan terlihat seorang asisten berjalan menghampiri Logan dengan wajah yang tersenyum.
“Sir, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan Anda.” Logan mengerutkan dahi menatap sang asisten.
“Siapa?” tanya Logan.
“Dia hanya mengatakan kalau teman lama Anda.” Kembali pria itu mengernyitkan dahi dan berpikir siapa wanita itu.
“Baiklah, suruh saja dia masuk.” Sang asisten bernama Sarah meninggalkan Logan menemui wanita itu.
Tidak berselang lama, dia kembali bersama wanita itu dan menyuruhnya masuk. Logan terpekun melihatnya.
__ADS_1
“Dylla?” Wanita itu tersenyum ternyata Logan masih mengingat dirinya.
“Apa kabarmu?” tanya Dylla seraya berjalan menghampiri suami Cela.
“Baik,” jawab Logan seraya berdiri dan menyuruh Dylla untuk duduk.
“Senang mendengarnya.” Sambil berucap wanita itu duduk dan memperhatikan wajah tampan pria yang sudah menjadi suami Cella.
Logan ikut duduk dan menatap Dylla dari ujung kaki sampai kepala, dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan wanita ini. Dylla adalah mantan kekasih Logan, dia adalah cinta pertama yang diceritakannya kepada Cella.
“Tahu darimana kantorku?” tanya Logan lagi dengan berusaha tersenyum kepada wanita itu.
“Gampang, kamu sudah bergabung dengan organisasi pengusaha di kota ini tentu saja namamu dan perusahanmu ada di list.” Logan hanya menganggukan kepala mendengar jawaban wanita itu.
“Ada yang bisa aku bantu?” Kembali Logan bertanya dengan dingin kepada wanita itu.
“Tidak ada, aku hanya ingin bertemu denganmu saja. Sudah lama aku tidak melihatmu dan ternyata kamu sangat sukses sekarang.” Logan terkekeh mendengar penuturan Dylla.
“Kalau tidak ada yang penting, bisahkah Anda meninggalkan aku sekarang? Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Logan sengaja menunjukkan sikap tidak suka atas kehadiran mantannya agar wanita itu tidak seenaknya datang ke kantornya.
“Kamu mengusirku?” tanya Dylla dengan wajah terlihat kecewa.
“Bukan begitu, tapi aku sangat sibuk.” Dylla menganggukkan kepala kemudian berdiri.
“Aku hanya bercanda, um … aku mendengar perusahaanmu bergerak di bidang logistik,” jawab wanita itu.
“Begini, Logan. Aku dan ayahku pengeskport kopi dan gula jagung ke Amerika, Eropa dan Asia. Aku ingin menggunakan perusahaanmu.” Logan mengangguk-anggukkan kepala kemudian dia berdiri dan pergi membuka pintu dan memanggil asistennya.
“Kamu langsung berhubungan saja dengan asistenku nanti dia akan mengantar kamu ke bagian yang mengurusnya.” Nampak wajah Dylla berubah dia berpikir Logan akan senang dengan kedatangannya di kantor.
“Ehm, Sarah tolong kamu antarkan nyonya Dylla bertemu dengan manager.” Sarah sang asisten mengajak Dylla untuk pergi.
Saat Sarah dan Dylla akan meninggalkan ruang kerja, Cella masuk dan langsung tersenyum kepada Logan yang sedang duduk di kursi kerjanya.
Melihat istrinya datang Logan langsung berdiri dan menyambut wanita itu dengan memeluk dan mengecup dahi pujaan hatinya, sengaja Logan menunjukan kemesraannya di depan Dylla.
“Oh ya, Sayang. Kenalkan ini Dylla, dia ingin menggunakan jasa perusahanku.” Cella tersenyum lalu mengulurkan tangan kepada Dylla.
“Senang bertemu denganmu,” ucap Cella.
“Terima kasih,” balas Dylla dengan menyambut tangan Cella untuk bersalaman.
“Baiklah, Sarah. Tolong kamu antarkan nonya Dylla bertemu dengan manager pemasaran.” Dengan senyum paksa wanita itu berdiri dan meninggalkan ruangan,
Logan langsung menutup pintu ‘Dia pikir aku akan tertarik kepadanya’, gumamnya lalu mengajak sang istri untuk duduk.
Sementara itu Dylla diantar oleh sang asisten bertemu manager tapi baru saja di depan pintu, wanita itu membatalkannya. Dia berpamitan kepada Sarah dan meninggalkan kantor.
__ADS_1
Di dalam mobil dia berpikir bagaimana untuk meluluhkan hati Logan, Dylla berpikir kalau pria itu masih mencintainya. ‘Aku harus mendapatkannya kembali, kalau dia tidak jatuh ke dalam tanganku itu bukan Dylla namanya.’ Dia tersenyum lalu dia melajukan mobilnya.
Sementara di sebuah gedung perkantoran seorang pria sedang mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan bisnisnya, tiba-tiba pintu terbuka. Seorang wanita dengan wajah cemberut masuk tanpa mempedulikan kalau di dalam ruangan ada tamu dari ayahnya.
Pria itu menggeleng-gelengkan kepala kemudian meminta para tamu untuk menunggunya di ruang meeting, dia ingin berbincang dengan putrinya.
“Tidakkah kamu melihat kalau aku sedang ada tamu?” ujar pria itu dengan menutup pintu dan kembali duduk.
“Dad, aku merasa kesal dengannya. Dia begitu sombong kepadaku.” Pria itu tidak mengerti siapa yang dimaksud putrinya.
“Daddy tidak mengerti.” Dylla menarik napas kemudian dia berdiri dan duduk di hadapan pria itu.
“Dad, tadi aku pergi ke kantor temanku. Aku ingin mengajak dia kerja sama tapi dia malah menyuruh asistennya membawa aku bertemu dengan manager.” Wajah pria itu berubah, selama ini tidak ada satupun yang memperlakukan putrinya seperti itu.
“Siapa dia?” tanya pria itu kepada putrinya.
“Dia teman lamaku, juga mantan pacarku saat aku masih kuliah. Dia pengusaha baru di kota ini, daddy ingat saat ulang tahun organisasi pengusaha. Dia juga hadir di sana. Namanya Logan.” Pria itu mengangkat kedua keningnya dan berdiri.
“Oh, pria yang datang bersama istrinya itu?” Dylla menganggukkan kepala. “Jadi dia mantan pacarmu?” Kembali wanita itu menganggukkan kepala.
“Baiklah serahkan saja kepadaku, besok kamu ikut aku bertemu dengannya.” Wajah wanita itu terlihat begitu senang, dia tahu pengusaha-pengusaha di kota ini begitu segan dan takut kepada ayahnya.
“Terima kasih, Dad.” Dia berdiri kemudian dia memeluk dan mencium kedua pipi ayahnya.
Dia sudah berpikir kalau Logan akan jatuh kembali kepelukkannya, dia meninggalkan perusahan ayahnya dan kembali ke kantornya.
Sementara di kantor lain, terlihat Logan sedang mendengarkan Cella bercerita tapi pikirannya kepada Dylla.. Dia tidak menyangka wanita itu bisa menemukkannya, dia menggeleng-gelengkan kepala kemudian melihat jam di dinding.
“Sayang, sudah waktunya makan siang. Ayo pulang, Sabrina pasti sedang menunggu kita.” Logan dan Cella berdiri lalu meninggalkan kantor dan kembali ke rumah.
Pasangan suami istri itu tiba di rumah, Cella dan Logan langsung menuju ke kamar Sabrina. Mereka berdua masuk dan melihat Sabrina sedang bermain dengan pengasuh.
Sabrina melihat Logan dan Cella, dia berdiri dan berlari menyambut Cella. Dia langsung meminta sang mommy untuk menggendongnya.
Cella mengangkat Sabrina dan menggendongnya kemudian menciun kedua pipi putrinya. Logan juga mencium kedua pipi Sabrina.
“Kita makan ya, Sayang,” ajak Cella kepada Sabrina.
Sabrina menganggukan kepala dan melingkarkan kedua tangannya di leher Cella dan mengecup pipi mommynya. Logan dan Cella tertawa lalu mereka keluar dari kamar Sabrina menuju ke ruang makan.
Cella meletakkan Sabrina di kursi bayi kemudian dia dan Logan duduk. Cella mengambilkan makanan untuk suami dan putrinya.
“Mommy suap ya?”
“Nao,” sahut Sabrina dengan menggelengkan kepala.
“Baiklah kalau begitu,” ujar Cella dan membiarkan Sabrina makan sendiri.
__ADS_1
Walau masih berantakan tapi Sabrina sudah bisa makan sendiri. Logan dan Cella makan, sedikit-sedikit mereka berdua memperhatikan Sabrina dan tersenyum melihat putri mereka.