
Jessica mencoba tidur tapi dia tidak bisa tidur, dia masih terbayang Carlos tidur di paha seorang perempuan. Jessica merasa sakit hati dia memeluk kairos dan memejamkan matanya dan akhirnya dia tertidur.
Pagi pagi Kairos bangun dan melihat Jessica di sampingnya, dia mencium pipi jessica dan memeluknya. Jessica membuka matanya dan menatap Kairos, Kairos tersenyum pada Jessica.
“Good morning mama.”
“Good morning kesayangan mama.” Jessica mencium pipi Kairos dan Jessica menguap.
“Mama masih mengantuk?”
“Iya sayang, mama masih mengantuk. Kairos mau keluar?”
“Tidak mama, Kairos ingin memeluk mama.”
“Sayaangg.... Mama sangat menyayangimu.” Jessica memeluk Kairos dan Kairos memegang pipi Jessica, Jessica tersenyum melihat Kairos. “Sayang mama tidur lagi ya.”
“Iya mama.”
Jessica memejamkan matanya dan tertidur sedangkan kairos bermain sendiri di tempat tidur.
Carlos terbangun dan melihat Jessica tidak ada di sampingnya, kepalanya masih terasa pusing tapi dia berusaha berdiri dan pergi ke kamar mandi. Dia membasuh mukanya dan melihat wajahnya di cermin. “Jessica pasti marah besar padaku, dia pasti akan diam lagi.” Carlos menarik nafas panjang dan mengambil handuk lalu mengeringkan wajahnya.
Dia keluar kamar dan menuju ke kamar Kairos, dia membuka pintu kamar Kairos tapi pintu terkunci dari dalam.
“Jessica pasti tidur di kamar kairos.” Carlos kembali ke kamar dan berbaring.
Kairos membangunkan Jessica. “Mama.” Kairos menepuk pipi Jessica. “Mama bangun!”
Jessica membuka matanya dan melihat Kairos. “Kenapa sayang?”
“Mama Kairos mau keluar.”
“Iya sayang.” Jessica bangun dan turun dari tempat tidur kemudian dia membuka pintu kamar dan Kairos turun dari tempat tidur. “Sayang pelan pelan turun tangganya ya!”
“Iya mama.” Jessica mencium Kairos dan Kairos langsung keluar dan turun ke bawah, Jessica kembali berbaring dan tidur.
Kairos turun kebawah dan melihat Liliana.
“Good mornig oma.
“Good morning sayang, sini sama oma!” Kairos memegang tangan Liliana dan berjalan menuju ruang makan, Liliana mendudukkan Kairos di kursi. “Sayang sebentar ya, oma buatkan susu buat Kairos.
“Iya oma.”
Carlos mendengar suara Kairos. “Kairos sudah bangun, berarti Jessica juga sudah bangun.”
Carlos bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar Kairos, dia membuka pintu dan melihat Jessica masih tidur. Carlos masuk dan menutup pintu kembali, dia berbaring di samping Jessica dan memeluknya.
Jessica terbangun dan melepaskan pelukan Carlos, tapi Carlos kembali memeluk dan menciumnya. Jessica mendorong Carlos.
“Jangan sentuh aku, sentuh saja perempuan yang ada di club itu!!”
Carlos berusaha memeluk Jessica tapi Jessica mendorongnya.
“Sayang aku tidak berbuat apa apa di club, aku memang mabuk tapi aku tidak menyentuh perempuan disana.”
Carlos menarik tangan Jessica dan berusaha memeluknya.
“Aku tidak percaya padamu, bagaimana kamu tahu kalau kamu tidak menyentuh perempuan sedangkan kamu mabuk. Kamu pembohong..!! Lepaskan tanganku Carlos.!!”
“Aku tidak berbohong padamu sayang, aku tidak menyentuh perempuan disana.”
Carlos memeluk Jessica dengan erat, Jessica berusaha melepaskan pelukan Carlos tapi tidak bisa.
“Kamu berbohong, aku melihat kamu tidur di paha perempuan itu. “Lepaskan aku Carlos!!!” Jessica menatap marah pada Carlos.
“Aku tidak akan melepaskanmu, sekali lagi aku katakan padamu aku sama sekali tidak menyentuh perempuan di club.”
“Buktinya kamu tidur di paha perempuan, sudah lepaskan aku.!!” Jessica meronta dan akhirnya pelukan Carlos terlepas, Jessica bangun dari tempat tidur tapi Carlos dengan cepat memeluknya dari belakang.
Jessica tidak bisa bergerak lagi dan dia menangis.
“Sayang please jangan menangis, aku tahu aku salah. Maafkan aku, maafkan aku sayang. Aku janji tidak akan melakukannya lagi, aku janji sayang.”
“Sudahlah Carlos tidak usah berjanji padaku, kamu sudah sering berjanji tapi kamu masih melakukannya. Kamu selalu mengingkari janjimu.”
“Sayang kali ini aku akan menepati janjiku, tolong jangan menangis lagi. Aku tidak bisa melihat kamu menangis.” Carlos memeluk erat Jessica dan mencium leher Jessica.
Tiba tiba kairos masuk dan melihat Jessica menangis. “Mama kenapa menangis?”
Jessica cepat cepat menghapus air matanya. “Tidak sayang, mama tidak menangis.” Jessica tersenyum pada kairos. “Sayang sudah minum susu?”
“Sudah mama.”
“Bagus, anak mama pintar ya. Kairos sama papa dulu ya, mama mau mandi.”
“Iya mama.” Jessica keluar dari kamar Kairos dan masuk ke kamarnya, Carlos menggendong Kairos dan mengikuti Jessica masuk ke kamar mereka. Carlos menurunkan Kairos dan Kairos langsung naik ke tempat tidur. Jessica mengambil handuk dan Carlos memeluknya dari belakang.
“Sayang maafkan aku, please.” Jessica melepaskan pelukan Carlos dan masuk ke kamar mandi, dia mengunci pintu kamar mandi dari dalam.
“Carlos mendekati Kairos dan berbisik. “Sayang bermain dengan oma dulu ya.” Dan Kairos menganggukan kepala, Carlos mengangkat Kairos dan membawanya pada Liliana kemudian dia kembali ke kamar. Dia mengunci kamar.
Carlos membuka pintu kamar mandi tapi terkunci dari dalam, akhirnya dia duduk di sofa dan menunggu Jessica sampai selesai mandi. Tidak lama kemudian Jessica keluar dari kamar mandi dan membuka lemari, dia mengambil pakaiannya.
Carlos menatap Jessica, dia berdiri dan memeluk Jessica dari belakang tapi Jessica menepis tangan Carlos. Jessica keluar dari kamar dan masuk ke kamar Kairos, dia mengganti pakaiannya di kamar Kairos kemudian dia kembali ke kamarnya dan mengambil tas.
Carlos melihat Jessica sudah rapi, Jessica hendak keluar kamar dan tangan Carlos menahan Jessica.
__ADS_1
“Kamu mau kemana sayang?”
Jessica hanya diam dan menepis tangan Carlos, dia keluar dan turun kebawah dan melihat Liliana dan Kairos.
“Mom, aku titip Kairos sebentar ya.”
“Kamu mau kemana sayang?”
“Aku mau ke kampus mom.” Bohong Jessica pada Liliana.
“Baiklah, hati hati ya sayang!”
Carlos turun dan menatap Jessica tapi Jessica tidak memperdulikannya.
“Sayang mama pergi sebentar ya.”
Kairos memeluk Jessica dan mencium pipi Jessica.
“Iya mama, bye mama. I love you.”
“Bye sayang, i love you too.” Jessica keluar dan Carlos mengikuti Jessica dari belakang, sampai di luar Carlos menahan tangan Jessica dan Jessica menatap Carlos dengan dingin.
“Kamu mau kemana sayang? bicaralah padaku!”
Jessica menarik tangannya dan membuka pintu mobil dan dia masuk, Jessica menghidupkan mesin mobil dan Carlos masih menatap Jessica.
Jessica menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan Carlos.
Carlos menarik nafas panjang. “Hmmm… Dia benar benar marah padaku.” Carlos masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamarnya. dia berbaring dan berpikir. “Entah berapa lama lagi dia akan diam padaku?”
Sementara di mobil Jessica menelepon Cayla dan Cayla menjawab telepon Jessica, terdengar suara Cayla di seberang telepon.
“Hi Jessi, kenapa meneleponku?”
“Tidak kenapa kenapa Cay, memang tidak boleh aku meneleponmu?”
“Tentu saja boleh Jess, kamu lagi di mana Jess?”
“Aku lagi di mobil Cay, tidak tau mau kemana. Kamu di kampus Cay?”
“Tidak Jess, aku lagi di rumah. Jess kalau kamu tidak tahu mau kemana, lebbih baik kerumahku saja!”
“Baiklah Cay, aku ke rumahmu sekarang.”
“Ok Jessi aku tunggu ya!”
Jessica langsung meluncur ke rumah Cayla. Sampai di depan rumah, terlihat Cayla sudah menunggunya. Jessica keluar dari mobil dan Cayla menyambutnya.
“Hi Jessi, mobilmu di masukin saja di garasi!”
“Baiklah Cay.” Jessica masuk kembali kedalam mobil dan Cayla membuka garasi kemudian Jessica memasukkan mobilnya kedalam garasi. Jessica turun dari mobil dan Cayla memeluknya.
“Kamu sendiri saja Cay?”
“Iya Jess, kedua orang tuaku pergi kerja.”
“Kalau saudara kamu?”
“Kaka tertuaku sudah menikah dan mereka tidak tinggal disini.”
“Oh begitu.”
“Iya, ayo ke kamarku!” Mereka masuk ke dalam kamar dan Jessica langsung duduk di tempat tidur.
Cayla pergi mengambil minuman dan tidak lama kemudian dia kembali dan duduk di tempat tidur juga. Mereka berdua berbincang bincang tentang hal dewasa dan bersenda gurau, terdengar tawa mereka berdua.
“Berarti Jessi saat kamu melakukan hubungan itu kamu berusia enam belas tahun dan Carlos tiga puluh satu tahun ya?”
“Iya Cay.” Jawab Jessica sambil tersenyum
“Beruntung sekali ya Carlos mendapatkan perawanmu.” Jessica langsung tertawa. “Itu yang membuat kamu menikah dengan Carlos?”
“Aku menikah dengan Carlos bukan karena perawanku hilang, tapi karena aku hamil.”
“Ohh begitu ya.”
Terdengar bunyi klatson mobil di depan rumah Cayla, Cayla mengintip dari balik jendela.
“Jessi itu mobil Alice, mereka pasti ingin aku jalan sama mereka.”
“Kamu mau pergi?”
“Ahh, tidak Jessi. Aku lagi malas keluar rumah.”
“Ya sudah kamu temui Alice dan beritahu dia!”
“Tidak usah Jess nanti juga dia pergi kalau aku tidak keluar, untung mobilmu di dalam garasi Jessi.”
“Iya ya.” Mereka berdua tertawa, Cayla mengintip lagi di balik jendela dan melihat mobil Alice sudah tidak ada.
Hari menjelang sore akhirnya Jessica berpamitan pada Cayla.
“Cay aku pulang dulu, aku kangen pada anakku.”
“Kangen anak atau kangen papanya?” Canda Cayla dan Jessica tertawa.
“Kangen dua duanya Cay.” Cayla langsung tertawa. “Baiklah Cay, aku pergi dulu ya.”
__ADS_1
“Ok Jess, hati hati ya!”
“Iya, terima kasih ya Cay.” Mereka berpelukan kemudin Jessica masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah Cayla. Dia langsung meluncur pulang ke rumah.
Sampai dirumah dia turun dari mobil dan langsung menuju ke kamarnya, dia membuka pintu kamar dan melihat Carlos lagi berbaring di tempat tidur. Jessica masuk dan Carlos menatapnya, Jessica hanya diam dan mengambil handuk kemudian masuk ke kamar mandi dan mandi.
Selesai mandi dia keluar dan memakai pakaiannya, Jessica keluar dari kamar dan pergi ke kamar Kairos. Jessica membuka pintu dan melihat Kairos lagi bermain, Jessica masuk dan menghampiri Kairos.
“Mama..” Kairos berdiri dan memeluk Jessica. “Mama sudah pulang?”
“Iya sayang, Kairos lagi bermain apa?”
“Bermain robot sama mobil ma.”
“Oh, kalau begitu Kairos bermain lagi ya! Mama mau tidur sebentar.”
“Iya mama.” Jessica mencium Kairos dan membiarkan Kairos bermain kembali, dia berbaring di tempat tidur Kairos dan tertidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sudah empat hari Jessica tidak bicara pada Carlos bahkan tidurpun tidak Bersama Carlos dan ini membuat Carlos sangat tersiksa, Carlos melihat Jessica sudah rapih.
“Pasti dia mau pergi lagi.” Carlos berdiri dari tempat tidur dan menghampiri Jessica.
“Sayang kamu mau pergi lagi?” Jessica hanya diam. “Sayang bicaralah padaku, jangan diam seperti itu! Aku sangat tersiksa kalau kamu diam padaku.” Jessica hanya diam dan keluar dari kamar.
Jessica mengajak Kairos ikut dengannya.
“Sayang, kamu pamit dulu sama papa ya.” Kairos mengangguk dan pergi menemui Carlos, Carlos melihat Kairos dan menggendongnya.
“Anak papa sudah rapi, Kairos mau kemana?”
“Kairos mau ikut mama.”
“Ohh.... Mau pergi kemana sayang?”
“Mau jalan jalan papa.”
“Baiklah sayang.” Carlos mencium pipi Kairos dan menurunkannya kemudian Kairos kembali menemui Jessica.
“Ayo mama.” Kairos sangat senang di ajak jalan jalan oleh Jessica, mereka keluar rumah dan masuk ke dalam mobil, Kairos duduk di booster seatnya.
Jessica menjalankan mobilnya meninggalkan rumah, Carlos melihat mereka dari teras kamar. Ada perasaan sedih karena dia tidak ikut bersama Kairos dan Jessica, dia masuk ke kamar dan berbaring.
Sementara Jessica dan kairos mampir di Pets Shop, mereka masuk dan melihat lihat Puppy , Kairos melompat lompat melihat Puppy yang lucu.
“Mama, puppy aku mau puppy!”
“Kairos mau puppy?”
“Iya mama, Kairos mau yang ini.” Kairos menunjuk Puppy jenis Pomeranian dan Jessica membayarnya.
Mereka memasukkan Puppy kedalam keranjang dan keluar dari Pets Shop, Jessica meletakkan Puppy di kursi belakang dan kairos duduk di booster seatnya. Mereka langsung pulang ke rumah.
Jessica menurunkan Kairos dari mobil dan Kairos melompat lompat tidak sabar ingin memeluk Puppynya.
“Mama mana Puppy Kairos.”
“Iya sayang, sabar!”
Jessica mengeluarkan Puppy dari keranjang dan memberikan pada Kairos, Kairos menggendong Puppy dan Puppy menjilat pipi Kairos.
Jessica membukakan pintu pada Kairos dan Kairos masuk ke dalam sambil memanggil Liliana.
“Oma.. Oma, Kairos punya Puppy.”
Liliana keluar dari kamar dan melihat Kairos memeluk Puppy.
“Sayang Puppynya cantik sekali.”
“Iya oma, mama belikan Kairos Puppy.” Kairos terlihat sangat bahagia dia bermain main dengan puppy.
Jessica naik ke atas dan membuka pintu kamar, dia masuk dan mengambil handuk kemudian dia masuk ke kamar mandi. Carlos melihat Jessica masuk ke kamar mandi, dia mengunci pintu kamar dan masuk ke kamar mandi.
Dia melihat Jessica lagi mandi, dia melepaskan pakaiannya dan masuk ke tempat mandi. Dia memeluk Jessica dari belakang dan mengecup punggung Jessica, tapi Jessica hanya diam. Carlos tidak menyerah, dia mencium leher Jessica dan menghembuskan nafasnya di telinga Jessica. Jari Carlos mulai berksi dan akhirnya terdengar desahan Jessica. Jessica membalikkan badannya menghadap Carlos dan langsung mencium bibir Carlos, mereka saling membalas ciuman. Dan akhirnya mereka melakukan hubungan itu di kamar mandi
Carlos memeluk erat Jessica. “Sayang jangan marah lagi padaku, aku akan buktikan janjiku padamu.” Jessica hanya diam dan membersihkan tubuhnya dan kemudian dia keluar dari kamar mandi lalu memakai pakainnya dan dia berbaring di tempat tidur. Carlospun ikut berbaring dan memeluknya.
“Sayang kamu tidak marah lagi padakukan?”
“Jangan pernah ulangi lagi, kalau kamu ulangi lagi aku berjanji akan meninggalkanmu!”
“Iya sayang aku tidak akan mengulanginya lagi.” Carlos mencium bibir Jessica, mereka berciuman lagi. Carlos berada di atas tubuh Jessica, mereka saling memainkan lidah. Tangan Carlos memegang dada Jessica, kemudian mencium leher Jessica. Carlos berbisik di kuping Jessica.
“Sayang aku masih ingin.”
“Beb...”
“Kenapa sayang?”
“Aku mau makan, aku lapar.” Carlos berhenti dan turun dari atas tubuh Jessica.
“Baiklah sayang aku juga mau makan.” Carlos berdiri dan menarik tangan Jessica.
Mereka berdua keluar dari kamar dan turun menuju ke ruang makan, mereka berdua makan bersama.
Carlos terlihat bahagia karena Jessica sudah bicara padanya.
__ADS_1
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komen ya