
Flashback kematian Kairos dan penculikan Ezer
Akhirnya Jasad Palsu itu akan di makamkan, mereka memasukan peti jenasah ke dalam mobil jenasah. Jack dan Osvaldo ikut masuk kedalam mobil jenasah. Mereka berangkat ke tempat pemakaman.
Sementara di dalam mobil Jenasa Jack dan Osvaldo mengeluarkan jasad itu dan memasukkan beberapa balok di dalam peti. Mereka menutup jasad itu dengan kain hitam.
Tiba di tempat pemakaman mereka mengangkat peti itu dan di bawah ke tempat pemakaman. Mobil jenasah meninggalkan area pemakaman. Mereka berhenti dan memindahkan jasad itu ke mobil jenasah lain lalu mereka memasukan jasad itu kedalam peti kemudian mereka membawanya ke Airport. Di dalam mobil mereka melepaskan topeng Kairos dari jasad itu.
Charlie sudah mengurus semua dokumen dokument untuk membawa keluarga pemilik jasad serta jasad itu ke Mexico. Tiba di airport mereka menurunkan peti itu dan menyerahkannya kepada keluarganya.
Sementar di pemakaman, peti itu di kuburkan dekat dengan makam Tania palsu. Terlihat kesedihan di wajah mereka semua.
Akhirnya mereka kembali ke rumah. Jessica langsung masuk ke dalam kamar dan menangis, dia masih belum percaya dengan kepergian Kairos. Kairos adalah kesayangan Jessica.
Carlos masuk lalu dia memeluk Jessica
“Aku tidak percaya semuanya ini, aku tidak percaya mengapa Kairos pergi dengan cara seperti itu. Aku pikir dia sudah menerima kepergian Tania, tetapi ternyata tidak.” Kata Jessica sambil menangis di pelukan Carlos
“Sayang kamu harus menerimanya, ini sudah terjadi.” Ujar Carlos
Dia membelai rambut Jessica dan mengusap airmata Jessica.
“Kamu istirahat ya, sudah beberapa malam kamu tidak tidur.”
Jessica menganggukan kepala kemudian dia masuk kedalam kamar mandi dan mandi. Selesai mandi dia berbaring di tempat tidur. Pikirannya masih tertuju kepada Kairos.
Akhirnya Kairos dan Tania pergi ke Mexico, mereka tiba di airport. Kairos dan Tania berjalan keluar menemui teman Jack.
Terlihat seseorang menghampiri Kairos dan Tania
"Apakah Anda Kairos?"
"Iya benar sekali, kamu pasti Mauritio?"
"Benar sekali, aku Mauritio." Jawab Mauritio sambil tersenyum.
"Senang bertemu denganmu Mauritio, oh ya ini Tania dia istriku." Ujar Kairos
Mauritio tersenyum kepada Tania dan menyapa Tania
"Hi Tania, senang bertemu denganmu." Kata Mauritio sambil berjabat tangan dengan Tania
"Sama-sama Mauritio." Ucap Tania
"Oh ya, kalian berdua tunggu saja disini. Aku akan mengambil mobilku." Ujar Mauritio lalu dia meninggalkan Kairos dan Tania.
Kairos menatap Tania lalu dia tersenyum.
"Apakah kamu bahagia sayang." Tanya Kairos sambil meletakkan tangannya di punggung Tania
"Iya honey, aku sangat bahagia bisa bersatu lagi denganmu." Jawab Tania sambil tersenyum
Kairos tersenyum kemudian dia mengecup kening Tania.
"Aku juga sangat bahagia sayang."
Terdengar bunyi klatson mobil, Kairos mengangkat koper milik dia dan Tania kemudian dia memasukkannya ke dalam bagasi.
Tania dan Kairos masuk ke dalam mobil. Kemudian Mauritio menjalankan mobilnya menuju ke dermaga.
Kairos dan Tania akan tinggal di pulau kecil milik dari teman Jack.
Sebulan sudah berlalu, Jessica dan Carlos akhirnya kembali hidup normal, mereka kembali dengan kegiatan mereka. Jessica kembali bekerja begitu juga Carlos.
Sementara di kediaman Mike. Sonia terlihat mondar mandir di dalam rumah.
“Apakah Mike sudah mendapatkan perusahaan yang di German atau belum?” Tanya Sonia dalam hati
Dia melihat mobil Mike masuk kemudian dia pergi membuka pintu. Sonia menyambut Mike
"Sayang, apakah kamu dari kantor Carlos?"
"Iya Sonia, aku dari kantor Carlos." Jawab Mike sambil membuka kancing kemejanya.
"Emm ... terus, apakah kamu sudah mendapatkan tanda tangan Carlos atau Federico?" Tanya Sonia
"Ahh ... Sonia, tidak semudah itu mendapatkan tanda tangan Carlos dan Federico. Mereka sangat teliti, apalagi sekarang ada Acel. Dia bersikap dingin padaku." Jawab Mike sambil duduk di sofa
Sonia menarik napas panjang.
"Mengapa Acel bersikap dingin padamu? Lalu bagaimana rencanamu?" Tanya Sonia
"Aku tidak tahu sonia, dia mengawasi terus aku dan Carlos. "Sepertinya aku harus melenyapkan Acel. oh ya tadi aku dan Carlos bertemu dengan Reagen. Dia jalan bersama perempuan itu, lalu aku menamparnya."
"Kenapa kamu menampar Reagen?"
"Itu hanya sandiwaraku di depan Carlos, aku tidak ingin dia curiga terhadap kita Sonia." Ujar Mike
"Sayang, kamu harus secepatnya mengambil alih perusahaan minyak yang ada di Ecuador dan perusahaan yang ada di German. Kamu harus ingat, kamu memiliki anak laki laki."
"Iya, kamu tenang saja Sonia. Aku lagi memikirkan keselamatan aku dan Reagen. Kamu tahu Sonia, sebenarnya Reagenlah yang ingin mereka tembak tapi Tania melindungi Reagen."
Sonia terkejut lalu dia menatap Mike
"Benarkah sayang? Siapa yang ingin menembak Reagen?" Tanya Sonia dengan cemas
"Aku juga tidak tahu Sonia, makanya aku meminta Charlie untuk mencari orang yang akan mengawal aku dan Reagen."
"Sayang, jangan sampai terjadi sesuatu pada Reagen. Dia anak kita satu-satunya."
"Tentu saja Sonia, kamu tidak usah khawatir. Besok Charlie akan mengantar orang-orang itu." Kata Mike kemudian dia berdiri dan pergi ke kamar mandi.
Sedangkan di kantor, terlihat Acel sedang duduk di kursi kerjanya. Dia memainkan pulpen di jarinya.
"Aku akan terus mengawasi paman Mike, aku tidak akan membiarkan dia menyentuh keluargaku. Semenjak dia bersama Sonia, paman Mike berubah. Untung saja sebelum mati Kairos menceritakan tentang paman Mike, kalau tidak dia pasti akan mengambil kesempatan atas kematian Kairos." Kata Acel sambil menggerak gerakkan kursi kerjanya.
Acel berdiri kemudian dia keluar dari ruang kerjanya. Acel menuju keparkiran lalu dia masuk ke dalam mobil.
Mexico
Sementara itu, Kairos menghubungi Paul.
"Hi Paul, apakah paspor Ezer sudah selesai?"
"Iya Kairos temanku sudah selesai membuatnya, sekarang kami hanya menunggu kabar darimu Kairos." Jawab Paul
"Baiklah Paul, aku akan menghubungi Jack. Aku akan meminta dia untuk bicara dengan Hank agar kalian bebas mengambil Ezer.
"Ok Kairos, aku tunggu kabar darimu." Ujar Paul dari seberang telepon
__ADS_1
"Baik Paul, terima kasih ya kalian sudah banyak membantuku."
"Sama-sama Kairos. Beri kabar secepatnya kepada kami!"
"Tentu saja Paul." Kata Kairos lalu dia menutup teleponnya.
Kairos masuk kedalam rumah, dia menemui Tania yang lagi berada di dapur. Kairos memeluk Tania dan mengecup leher Tania.
"Sayang, sebentar lagi Ezer akan bersama kita." Bisik Kairos di kuping Tania
Tania memegang tangan Kairos yang melingkar di perutnya lalu dia tersenyum
"Aku tidak sabar lagi ingin melihat Ezer, aku sangat rindu padanya."
Kairos memutar tubuh Tania menghadapnya lalu dia membelai wajah Tania
"Aku juga sangat merindukan Ezer." Kata Kairos kemudian dia mencium bibir Tania.
Mereka berdua saling berciuman.
Torrance
Charlie pergi ke kantor Mike, dia membawa beberapa bodyguard untuk Mike.
Charlie mengetuk pintu lalu terdengar suara Mike dari dalam menyuruhnya masuk.
Charlie membuka pintu kemudian dia masuk, dia melihat Mike sedang berbincang-bincang dengan Reagen. Charlie menghampiri Mereka berdua dan menyapanya
"Hi Mike, Reagen." Sapa Charlie sambil tersenyum
Mike dan Reagen berdiri menyambut Charlie.
"Hi Charlie, ayo silahkan duduk." Kata Mike
"Terima kasih Mike." Ucap Charlie sambil duduk di kursi.
"Bagaimana Charlie apakah kamu sudah menemukan orang untuk aku dan Mike?" Tanya Reagen sambil duduk di depan Charlie.
"Iya Charlie, apakah kamu sudah menemukannya?" Sela Mike
Charlie tersenyum melihat mimik wajah Mike dan Reagen
"Iya Mike, aku datang bersama mereka. Mereka lagi di luar." Jawab Charlie.
"Suruh saja mereka masuk Charlie, aku ingin melihat mereka." Pinta Mike kepada Charlie
Charlie berdiri lalu dia pergi memanggil ke empat rekannya. Charlie dan ke empat rekannya masuk ke dalam ruangan menemui Mike.
"Oh ya Mike, ini James, Erick, Cliff dan Robby. Mereka adalah orang-orang yang hebat, mereka mantan US Army." Kata Charlie kepada Mike.
Mike tersenyum lalu menepuk punggung Charlie.
"Terima kasih Charlie, kamu sangat hebat." Ujar Mike lalu Charlie tertawa.
"Kamu dan Carlos sudah seperti keluargaku, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kalian." Kata Charlie.
"Sekali lagi terima kasih Charlie." Ucap Mike
"Sama-sama Mike, kalau begitu aku permisi dulu." Pamit Charlie
"Ok kalau begitu. Hati-hati ya!" Kata Mike kepada Charlie lalu Charlie menganggukan kepala.
Charlie meninggalkan ruang kerja Mike.
"Apakah kalian bisa setia kepada kami berdua?" Tanya Mike
"Tentu saja, Anda yang membayar kami jadi kami harus setia kepada Anda." Jawab Robby. "Bukankah begitu Eric, James Cliff?" Ujar Robby
"Iya Mike, kamu yang membayar kami, sudah pasti kami akan setia padamu." Kata Cliff meyakinkan Mike
"Baiklah, terima kasih kalau begitu." Ucap Mike.
"Um ... aku ingin melihat kesetiaan kalian terhadap aku dan Mike." Kata Reagen.
"Ok, silahkan. Apa yang kamu ingin kami lakukan untuk membuktikan kesetiaan kami kepada kalian berdua?" Tanya James
"Bunuh Colby!" Sela Mike begitu cepat. " Aku ingin kalian membunuh Colby, karena dia salah satu penghalang bagiku." Kata Mike lagi.
"Aku juga ingin kalian membunuh Acel" Ujar Reagen
Erick, James, Robby dan Cliff saling pandang. Lalu Cliff memberikan isyarat kepada Erick
"Baik, kami akan ikut perintahmu untuk membunuh Colby dan Acel." Kata Erick kepada Mike dan Reagen.
"Bagus." Kata Mike sambil bertepuk tangan. "Aku sangat suka, aku akan membayar kalian dua kali lipat dari gaji kalian."
"Terima kasih Mike." Ucap Erick
"Sama-sama Erick, oh ya kamu dan Cliff ikut dengan Reagen. Nanti James dan Robby bersamaku.
"Baik kalau begitu." Ujar James.
"Ok kalau begitu, laksanakan dengan cepat perintahku!" Kata Mike
"Baiklah Mike, kami akan melaksanakan perintahmu. Apakah masih ada yang ingin kamu katakan?" Tanya James lagi
"Emm ... sudah cukup, kalian boleh pergi." Ujar Mike.
Erick, James, Robby dan Cliff meninggalkan kantor Mike.
Seperginya mereka, Mike dan Reagen langsung tertawa.
"Charlie terlalu bodoh memberikan orang-orang yang hebat padaku." Kata Mike
"Aku ingin segera melihat Acel mati Mike." Ujar Reagen
"Tunggu saja Reagen, mereka pasti akan melakukannya. Setelah Acel mati maka perusahan Minyak di Ecuador akan menjadi milikmu."
"Bagaimana perusahan yang ada di German?"
"Kamu tenang saja, kalau Acel dan Colby mati aku dengan mudah bisa mendapatkan tanda tangan Carlos, Carlos dan Federico sangat percaya padaku. Selama Acel dan Colby masih hidup, sulit aku mendapatkan tanda tangan Carlos karena mereka berdua selalu bersama Carlos." Kata Mike sambil duduk di kursi kerjanya.
"Mudah-mudahan mereka cepat melenyapkan Acel dan Colby."
"Iya Reagen, aku harap begitu." Ujar Mike
Sementara diluar terjadi percakapan antara Erick, James, Cliff dan Robby
"Apa yang harus kita lakukan? Mereka ingin menguji kita."
__ADS_1
"Erick, sebaiknya kita bicarakan dengan Charlie. Kita minta petunjuk kepada Charlie." Kata James kepada Erick
"Kamu benar James, lebih baik kita bertemu dengan Charlie." Sela Robby.
Sementara di depan kediaman Carlos, sebuah mobil sedan sedang mengawasi rumah Carlos. Mereka lagi menunggu saat yang tepat untuk mengambil Ezer.
Tiba-tiba salah satu suruhan Paul melihat Ezer keluar dari rumah. Orang suruhan Paul itu langsung menutup wajahnya lalu dia keluar dari mobil dan mengangkat Ezer.
Dia membawa Ezer ke dalam mobil, di dalam mobil Ezer menangis lalu orang itu memberikan mainan kepada Ezer lalu Ezer diam.
Ezer bermain mobil mobilan di dalam mobil
"Ayo cepat jalan sebelum mereka tahu Ezer hilang." Perintah orang yang mengambil Ezer.
Rekannya langsung menjalankan mobilnya menuju ke tempat yang sudah di tunjuk Paul.
Mereka tiba di tempat itu lalu Pria itu menggendong Ezer dan membawanya ke dalam.
Paul melihat Ezer lalu dia mengambil Ezer dari Pria itu.
Ezer tersenyum kepada Paul. Ezer sudah mengenal Paul, Kairos sering membawa Ezer bertemu dengan Paul,Ralph dan Jose.
"Ayo sayang dengan Uncle." Kata Paul kepada Ezer.
Jose dan Ralph datang
"Paul apakah kita akan berangkat sekarang?" Tanya Jose
"Iya Jose, kita harus berangkat sekarang. Pesawat yang Kairos sewa sudah menunggu di landasan." Jawab Paul.
"Oh ya paspor Ezer mana?" Tanya Jose lagi.
"Sudah ada padaku." Jawab Ralph
"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang." Ujar Paul
Mereka keluar dari tempat itu dan langsung pergi ke landasan. Tiba di landasan mereka masuk ke dalam pesawat.
Akhirnya pesawat take off.
Sementara di kediaman Carlos, semua orang mencari Ezer, tapi mereka tidak menemukannya. Jessica menangis di kamar
"Siapa yang sudah menculik Ezer? Kairos dan Tania sudah pergi dan sekarang Ezer menghilang. Cobaan apalagi ini." Kata Jessica sambil menangis.
Carlos memeluk Jessica dan menenangkan Jessica.
"Sayang, polisi pasti akan menemukannya." Ujar Carlos sambil membelai rambut Jessica.
"Beb, kalau Ezer tidak di temukan, aku ingin mati saja."
"Sayang, jangan berkata begitu. Percaya saja, polisi pasti akan menemukan Ezer." Kata Carlos menenangkan Jessica
Mexico
Akhirnya Paul, Ralp dan Jose tiba di mexico. Paul menggendong Ezer dan turun dari pesawat. Di dekat pesawat sudah menunggu sebuah mobil.
Mereka masuk ke dalam mobil lalu sopir mengantar mereka ke dermaga.
Mereka tiba di dermaga lalu mereka menuju ke salah satu boat yang ada di dermaga. Merekan naik ke atas boat, nahkodanya langsung menjalankan boatnya menuju ke pulau.
Akhirnya mereka tiba di pulau. Paul menggendong Ezer lalu mereka turun dari boat.
Ezer melihat Kairos dan Tania lalu dia membelalakan matanya. Dia menatap Paul kemudian kembali menatap Tania dan Kairos.
"Hah ... mommy, papi Kai." Kata Ezer
Paul tersenyum, dia menurunkan Ezer dan membiarkan Ezer berlari ke arah Kairos dan Tania
"Mommy ... papi Kai ..."
Ezer berlari kemudian Kairos memeluk Ezer, dia memeluk Ezer dengan erat. Tania mengambil Ezer dari Kairos lalu memeluknya dengan Erat.
"Mommy sangat merindukanmu sayang."
Tania menangis, dia sangat bahagia melihat Ezer. Mereka bertiga saling berpelukan.
Ralph, Paul dan Jose menghampiri Kairos dan Tania. Mereka bertiga tersenyum melihat Ezer yang sangat senang bertemu dengan Kairos dan Tania.
Kairos melepaskan pelukannya dari Tania dan Ezer kemudian dia memeluk Paul, Ralph dan Jose.
"Terima kasih, kalian bertiga sudah banyak membantuku. Aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa." Kata Kairos kepada mereka bertiga.
"Hei ... kita berteman ok." Kata Ralph sambil menepuk punggung Kairos
"Iya, kamu adalah teman kami. Kita harus saling membantu." Ujar Jose
Kairos tersenyum kemudian dia kembali memeluk mereka bertiga.
Tania menghampiri mereka dan berterima kasih kepada Paul, Ralph dan Jose.
Kairos mengajak mereka pergi ke villa. Mereka berbincang bincang di teras. Lalu Kairos meminta Ralph untuk mengambil foto dia Tania dan Ezer.
Ralph mengambil handphone dari tangan Kairos lalu dia mengambil foto Tania Kairos dan Ezer dengan latar belakang laut.
Ralph memberikan kembali handphone kepada Kairos.
"Sayang, aku akan mengirim foto ini kepada mama." Kata Kairos kepada Tania
"Tapi honey, bagaimana kalau paman Mike dan Reagen tahu kalau kita masih hidup?" Tanya Tania dengan cemas
"Sayang, mama tidak akan memberitahukan kepada mereka. Mama pasti akan menyimpan rahasi kita. Kamu jangan khawatir." Kata Kairos
Kairos mengirim foto mereka bertiga dengan caption
"Mam jangan beritahu siapapun, termasuk papa."
Kairos mengirim foto itu lewat wa.
Di kediaman Carlos, terlihat Jessica sedang berdiri di depan jendela kamar, dia memikirkan Ezer. Sedangkan Carlos sedang berbaring di tempat tidur.
Tiba tiba handphone Jessica berbunyi, Jessica mengambil handphonya lalu dia melihat ada pesan masuk di wa-nya.
Jessica membuka pesan itu lalu dia tersenyum, airmata menetes di pipinya. Dia memandang foto Ezer bersam Kairos dan Tania.
"Ternyata kalian masih hidup." Kata Jessica dalam hati.
Dia menyeka airmatanya lalu dia menutup handphone dan berbaring di samping Carlos.
Jessica memeluk Carlos, dia tersenyum lalu Jessica memejamkan matanya. Pikirannya menjadi tenang.
__ADS_1
Flashback selesai.
Selamat membaca