
Kairos mendorong Pedro begitu kuat sampai Pedro terjatuh dan kepalanya terbentur di mobil. Kairos juga terjatuh. Dia berusaha bangkit berdiri ingin melindungi Pedro tapi dia merasakan sakit di perutnya. Dia melihat darah di kaosnya, dia bangkit berdiri dan berjalan ke arah Carlos. Dia menatap Carlos penuh dengan kebencian.
Carlos melihat perut Kairos berdarah.
“Mengapa kamu menghalangiku untuk membunuhnya?” Carlos melihat Pedro dan mengarahkan pistolnya pada Pedro
Hank dan Colby mengeluarkan pistol mereka dan mengarahkannya kepada Carlos.
Carlos menatap Colby. “Jadi kamu sudah bekerja padanya Colby.”
“Iya Carlos, aku bekerja pada Nyonya Jessica.” Kata Colby pada Carlos dan Carlos tersenyum sinis.
“Dasar pengkhianat.” Kata Carlos dalam hati.
Charlie melihat Kairos tertembak dan dia berlari menghampiri Kairos. Charlie memegang Kairos.
“Kairos kita kerumah sakit.” Kata Charlie.
Kairos melihat pistol yang ada di pinggang Charlie dan dia langsung mengambil pistol itu.
“Mundur kamu Charlie.” Kata Kairos sambil mengarahkan pistolnya pada Carlos. Kairos melangkah ingin melindungi Pedro yang masih terduduk disamping mobil.
“Kamu ingin membunuh Pedro? Langkahi mayatku dulu, bunuh aku terlebih dahulu.” Kata kairos dengan nada kebencian pada Carlos. Dia mengarahkan pistolnya pada Carlos, Pedro bangkit berdiri dan dia berdiri di belakang Kairos.
“Kairos jangan lakukan itu. Dia itu papamu.” Kata Pedro pada Kairos
“Pedro dia bukan papaku. Siapapun yang ingin menyakiti mama, maka dia akan berhadapan denganku.” Kata Kairos sambil menatap Carlos.
Carlos merasa sakit mendengar Kairos berbicara begitu.
“Jadi kamu lebih memilih mati untuk laki laki ini.” Kata Carlos sambil mengarahkan pistolnya pada Kairos.
“Iya, aku akan pertaruhkan nyawaku untuk orang yang mama cintai.” Kata Kairos pada Carlos.
Colby dan Hank juga mengarahkan pistolnya pada Carlos.
“Carlos apakah kamu akan menembak anakmu sendiri?” Kata Charlie pada Carlos.
Sementara di dalam ruangan, Jessica mendengar suara tembakan dan dia langsung berdiri.
“Pedro.., jangan jangan Pedro tertembak.” Jessica langsung berlari keluar dan dia melihat Kairos sedang mengarahkan pistolnya pada Carlos begitu juga Carlos sedang mengarahkan pistolnya pada Kairos. Dia juga melihat Colby dan Hank sedang mengarahkan Pistolnya pada Carlos dan Pedro sedang berdiri di belakang Kairos.
Jessica melihat kaos Kairos berdarah, dia langsung berteriak.
“Kairos..” Jessica berlari menghampiri Kairos dan memeluk Kairos. “Apa yang terjadi padamu sayang?” Kata Jessica sambil menangis.
Jessica menatap Carlos, dia berdiri di depan kairos. Dia berjalan ke arah Carlos dan Carlos melangkah mundur sambil pistolnya masih terarah pada kairos dan Pedro.
“Kamu ingin membunuh Pedro, kamu pikir dengan membunuh Pedro aku akan kembali padamu? Kamu pikir aku masih mencintaimu? Jessica yang mencintaimu sudah lama mati. Dia sudah mati saat kamu mengkhiantinya dan Jessica yang berdiri di hadapanmu adalah Jessica yang lain. Jessica yang tidak mengenal siapa kamu.” Teriak Jessica pada Carlos.
“Sebelum kamu membunuh Pedro, kamu harus membunuh aku dulu.” Kata Jessica pada Carlos dengan nada penuh kebencian. “Sekarang tembak aku! Ayo tembak aku!! Teriak Jessica lagi pada Carlos.
Carlos menatap Jessica. Hatinya terasa sakit mendengar perkataan Jessica. Dia menurunkan pistolnya dan dia menunduk kemudian dia melangkah mundur dan membalikkan badannya kemudian dia berjalan kearah mobilnya. Dadanya terasa sesak. Charlie mengikuti Carlos dari belakang.
Dan Kairos terjatuh, dia sudah banyak mengeluarkan darah. Melihat Kairos terjatuh Pedro langsung memeluk Kairos.
“Kairos kita kerumah sakit”
Jessica melihat Kairos, dia langsung memeluk Kairos.
“Sayang kita ke rumah sakit.” Kata Jessica sambil menangis.
“Mam jangan menangis aku tidak apa apa.” Kata Kairos pada Jessica.
“Sayang ayo kita ke rumah sakit. Hank, Colby tolong angkat Kairos dan bawa mobil. Pedro ayo kita kerumah sakit.”
“Iya ayo!” Kata Pedro kemudian mereka masuk kedalam mobil, Jessica memeluk Kairos dan menangis. Hank melajukan mobilnya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Pedro dan Hank langsung turun dan mengangkat Kairos. Petugas rumah sakit langsung membantu Pedro dan Hank meletakkan Kairos di tempat tidur lalu mereka mendorongnya kedalam. Dokter langsung menangani kairos. Mereka menghentikan pendarahan.
Jessica dan Pedro menunggu di luar. Pedro memeluk Jessica.
“Maafkan aku dear, karena ingin melindungiku akhirnya kairos yang tertembak.”
“Pedro itu bukan salahmu. Kamu jangan menyalahkan dirimu. Itu karena papanya terlalu egois.” Kata Jessica pada Pedro.
__ADS_1
Sementara itu
Charlie mengajak Carlos ke café dan mereka berbincang bincang sambil minum coffee.
“Carlos aku hanya ingin katakan padamu, kalau Jessica sama sekali sudah tidak mencintaimu lagi. Biarkan Jessica dengan Pedro, Jessica sangat mencintai Pedro Carlos. Apalagi anak anakmu, mereka yang meminta Pedro untuk menikahi Jessica. Carlos lepaskan Jessica.
Carlos hanya diam, dia memikirkan perkataan Jessica dan Kairos padanya. Dia merasa sakit.
“Aku ingin kembali ke rumah Charlie.” Kata Carlos pada Charlie.
“Baiklah Carlos dan tolong Carlos, jangan ganggu kehidupan Jessica lagi.” Kata Charlie pada Carlos dan Carlos menganggukan kepala, lalu dia meninggalkan Charlie dan pergi ke mobilnya.
Dia masuk ke dalam mobil dan langsung pulang kerumah. Sampai di rumah dia langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Dia pergi ke kamarnya dan berbaring di tempat tidur, dia menangis dan menyesali semua perbuatannya.
Sementara di rumah sakit.
Jessica dan Pedro masih menunggu Kairos yang masih di ruang operasi. Dan tidak lama kemudian Dokter keluar dan menemui Jessica.
“Pelurunya sudah berhasil di keluarkan dan sebentar lagi pasien akan di pindahkan.” Kata Dokter pada Jessica dan Pedro.
“Baik Dokter terima kasih.” Ucap Jessica. Kemudian dia duduk kembali di samping Pedro dan melihat jam di tangannya. “Pedro Acel dan Cella sedikit lagi akan pulang dan tidak ada yang akan menjemput mereka.”
“Biar aku saja yang menjemput mereka.” Kata Pedro pada Jessica.
“Baiklah Pedro, kamu dan Hank saja yang menjemput Acel dan Cella.”
“Iya dear, aku pergi sekarang.” Kata Pedro lalu dia meninggalkan Jessica dan memanggil Hank untuk ikut dengannya. Mereka berdua masuk kedalam mobil dan Hank langsung menjalankan mobil ke sekolahan Acel dan Cella.
Akhirnya Kairos di pindahkan di ruangan Vip, Jessica duduk di samping tempat tidur dan membelai wajah Kairos. Dia meneteskan air mata, Jessica sangat menyayangi Kairos.
Kairos membuka matanya dan menatap Jessica.
“Mam jangan menangis, aku tidak suka melihat mama menangis.” Kata Kairos dan Jessica tersenyum kepada Kairos sambil menghapus air matanya.
“Mama hanya takut saja melihat kamu tertembak sayang. Kamu tahu mama sangat menyayangimu.” Kata Jessica dan dia memeluk Kairos. “Mama takut kamu pergi sayang.” Kata Jessica lagi sambil menangis.
“Mam sudah jangan menangis, mama sudah lihatkan aku tidak apa apa. Jangan menangis lagi. Oh ya Pedro mana mam?” Tanya Kairos.
“Pedro lagi menjemput Acel dan Cella di sekolah.”
“Tidak sayang, Pedro pergi bersama Hank.” Jawab Jessica
“Oh ya sayang, kenapa kamu datang ke kantor mama?”
“Mam aku ada tugas dan aku ingin mengerjakan di kantor mama, sekalian aku ingin belajar dari mama. Oh ya mam, tolong telepon Tania suruh dia kesini.”
“Baiklah sayang mama akan telepon Tania.”
Jessica mengambil handphone Kairos dan mencari nomor Tania, kemudian Jessica menelpon Tania.
Terdengar suara Tania dari seberang telepon.
“Hallo Kairos, ada apa menelponku?” Tanya Tania dari seberang telepon, dia pikir Kairos yang menelponnya.
“Maaf Tania, ini mamanya Kairos. Kamu bisa datang ke rumah sakit sekarang?”
“Ada apa Nyonya? Apakah terjadi sesuatu dengan Kairos?” Tanya Tania dari seberang telepon. Dia menjadi khawatir mendengar Jessica menyuruhnya kerumah sakit.
“Uumm.., kamu datang saja Tania.” Kata Jessica lagi.
“Baiklah Nyonya aku segera kesana.”
“Terima kasih Tania.” Ucap Jessica lalu dia menutup telepon dan duduk di samping tempat tidur. “Tania akan segera kesini sayang.” Kata Jessica pada Kairos.
“Terima kasih mam.” Ucap Kairos dan Jessica tersenyum lalu dia membelai rambut Kairos.
Dan tidak lama kemudian Pedro masuk kedalam ruangan, dia memeluk Jessica dan mengecup kening Jessica kemudian dia berdiri di samping tempat tidur.
“Maafkan aku kairos. Karena aku kamu tertembak.” Kata Pedro dengan penuh rasa bersalah.
“Ahh.. Pedro jangan bicara seperti itu. Kalau kamu tertembak lalu mama bagaimana?” Kata Kairos kepada Pedro sambil matanya menatap Jessica dan Jessica menunduk, dia meneteskan airmata. “Pedro aku ingin melihat mama bahagia.”
Jessica memegang tangan Kairos dan menangis. “Dia rela korbankan nyawanya untuk melihat aku bahagia.” Kata Jessica dalam hati.
__ADS_1
Pedro melihat Jessica menangis, dia memeluknya dan mengecup kening Jessica.
“Maafkan aku.” Bisik Pedro di kuping Jessica sambil membelai rambut Jessica.
Jessica memeluk Pedro dengan erat.
“Pedro ini bukan salahmu. Berhenti untuk minta maaf.” Kata Jessica sambil menangis.
“Mam sudah jangan menangis lagi, mama sudah lihatkan aku baik baik saja.”
Jessica melepaskan pelukan Pedro dan memegang tangan kairos.
“Iya sayang mama tidak akan menangis lagi.” Kata Jessica kemudian dia mencium kening Kairos.
Dan Tania masuk, dia terkejut melihat Kairos.
“Kairos apa yang terjadi padamu?” Tanya Tania dengan rasa khawatir.
Kairos memegang tangan Tania.
“Aku tidak apa apa Tania, hanya tertembak saja.”
Jessica dan Pedro meninggalkan Tania dan Kairos. Mereka pergi mencari coffee.
“Kairos siapa yang menembakmu? Tanya Tania.”
“Aku tidak tahu Tania.” Bohong Kairos pada Tania.
Dia tidak ingin Tania tahu kalau Carlos yang menembaknya. Kairos memegang tangan Tania dan menarik Tania agar lebih mendekat padanya.
“Kairos sakit ya.” Tanya Tania pada Kairos dengan wajah yang sedia.
“Sakit Tania, tapi lebih sakit kalau kamu meninggalkan aku.” Canda kairos pada Tania. Dan Tania memukul lengan Kairos.
“Kamu sudah sakit masih saja bercanda.” Kata Tania pada Kairos kemudian dia mencium kening Kairos.
Kairos tersenyum.
“Tania apakah kamu mencintaiku?”
Tania menatap mata kairos.
“Iya Kairos, aku mencintaimu.” Kata Tania sambil memegang tangan Kairos. “Apakah kamu mencintaiku juga Kairos?”
“Uummm…, tidak Tania.” Kata Kairos sambil menahan tawa.
Tania menatap Kairos.
“Benar kamu tidak mencintaiku?”
“Iya Tania aku tidak mencintaimu.”
“Ohh begitu. Baiklah, kalau begitu aku pergi sekarang.” Kata Tania sambil berdiri dan Kairos tertawa dan dia merasakan sakit di perutnya.
“Aaauuchhh….” Rintih Kairos dan Tania duduk kembali.
“Kamu kenapa Kairos.” Tanya Tania.
“Aku tidak apa apa. Hanya merasa sedikit sakit di perutku.” Kata Kairos pada Tania sambil memegang perutnya.
“Kairos, benar kamu tidak mencintaiku.”
Kairos tersenyum dan memegang tangan tania.
“Aku juga mencintaimu Tania.” Kata Kairos.
“Benarkah Kairos?”
“Iya Tania aku mencintaimu.” Kata Kairos lagi lalu dia menarik tangan Tania. “Ayo berbaring disampingku.”
Tania naik ke tempat tidur dan berbaring di samping kairos, dia memeluk Kairos dan Kairos mengecup kening Tania.
Selamat Membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan Komentar ya
Terima kasih