
Hari menjelang sore terlihat Carlos sedang mondar mandir di dalam rumahnya, dia sangat merindukan anak anaknya. Dia ingin bertemu dengan Kairos karena besok pagi dia sudah harus berangkat ke Indonesia. Sedangkan anak buah Mike tetap berjaga di luar. Mike memerintahkan mereka untuk mengawasi Carlos.
Carlos mengambil handphonenya lalu menelepon Kairos dan terdengar suara Kairos.
“Hallo pa, apa kabar kabar?”
“Hallo Kairos, papa baik baik saja. Apakah kamu sudah di Portugal?” Tanya Carlos.
“Belum pap, aku masih di Santa Barbara. Kenapa pa?”
“Tidak apa apa kairos, kamu sedang sibuk?” Tanya Carlos lagi.
“Tidak pap, aku tidak sibuk. Ada apa?” Tanya Kairos dari seberang telepon
“Uumm kamu bisa ke rumah papa sekarang?”
“Iya pap, aku akan kerumah papa.” Kata Kairos.
“Terima kasih Kairos, papa tunggu ya.” Kata Carlos lalu dia menutup teleponnya kemudian dia pergi ke halaman belakang dan duduk disana.
Sambil menunggu Kairos, dia menuang wine di gelasnya dan meminumnya. Kemudian dia menyalakan rokok.
Sementara di Santa Barbara Kairos lagi bersiap siap untuk pergi bertemu dengan Carlos.
“Sayang kamu tidak ingin ikut denganku.” Tanya Kairos pada Tania.
“Iya honey, aku pulang saja ya.”
Kairos melingkarkan tangannya di pinggang Tania.
“Sayang aku ingin kamu tidur disini.” Kata Kairos pada Tania.
“Tapi honey besok aku harus kerja.”
“Lalu kenapa? Kamu bisa berangkat kerja dari sini dan aku yang akan mengantarmu. Aku ingin kamu tidur disini sayang.” Kata Kairos sambil membelai wajah Tania.
“Hhmm. Baiklah honey.” kata Tania. “Kenapa aku selalu tidak bisa menolak permintaan Kairos? Apakah karena aku terlalu mencintainya?” Kata Tania dalam hati.
“Sayang kamu ikut denganku ya.”
“Iya honey, sudah mau pergi sekarang?” Tanya Tania.
“Iya sayang, ayo!” Ajak Kairos pada Tania lalu mereka berdua keluar dari kamar. Kairos mengambil kunci mobil dan mereka berdua masuk kedalam mobil.
“Aauhh…” Rintih Tania saat duduk dan Kairos menatap Tania.
“Kamu kenapa sayang?” Tanya Kairos sambil membelai rambut Tania.
“Honey aku seperti duduk di atas jarum.” Kata Tania dan kairos langsung tertawa. Melihat kairos tertawa Tania mencubit perut Kairos.
“Ahhh.. sayang sakit.”
“Aku kesakitan kenapa kamu tertawa?” Kata Tania dengan kesal pada Kairos.
Kairos memeluk Tania dan tertawa.
“Iya maaf sayang.” Kata Kairos lalu dia mengecup bibir Tania. “Jangan marah sayang.” Kata Kairos lagi sambil membelai rambut Tania.
“Ayo kita pergi, papa kamu sudah menunggumu.”
“Iyaa.. sayang.” Kairos menghidupkan mesin mobil dan langsung menuju ke rumah Carlos.
Sepanjang perjalanan ke rumah Carlos, Kairos memegang terus tangan Tania. Sesekali dia menatap Tania dan tersenyum. Akhirnya mereka tiba di rumah Carlos.
Kairos dan Tania turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah.
“Pa…, papa dimana?” Panggil Kairos dan terlihat Carlos berjalan kearah Kairos.
Kairos memeluk Carlos.
“Papa baik baik saja?” Tanya Kairos.
__ADS_1
“Iya Kairos papa baik baik saja.” Jawab Carlos dan dia menyapa Tania. “Hallo apa kabar?” Sapa Carlos pada Tania sambil memeluk Tania dan mencium kedua pipi Tania.
“Baik Tuan.” Jawab Tania sambil tersenyum.
“Ayo kita ke halaman belakang.” Ajak Carlos pada Kairos dan Tania.
Mereka bertiga pergi ke halaman belakang dan Kairos langsung mengambil kursi dan menyuruh Tania duduk.
“Kairos papa kedalam sebentar” Kata Carlos pada Kairos kemudian dia masuk dan menuju ke dapur. Dia mengambil dua gelas dan kembali ke halaman belakang kemudian dia duduk dan menuang wine kedalam gelas lalu memberikannya pada Kairos dan Tania.
“Oh ya Kairos, besok pagi papa akan ke Indonesia.”
Kairos menatap Carlos.
“Kenapa papa pergi ke Indonesia? Papa ingin menjauh dari kami?” Tanya Kairos.
“Bukan begitu Kairos. Papa bukan akan menjauh dari kalian, papa hanya ingin menenangkan diri papa dan mencoba menjalani hidup dengan normal sekaligus mengurus bisnis papa di Indonesia.”
“Papa akan tinggal selamanya di sana?”
“Ehmm.., papa tidak tahu Kairos.” Jawab Carlos sambil meminum wine yang ada di gelas.
“Papa menyayangi kami?”
“Tentu saja Kairos, papa sangat menyayangi kalian.” Jawab Carlos.
“Kalau begitu tinggalah di sini dekat dengan kami.”
Tania berdiri dan menjauh dari Carlos dan Kairos, dia tidak ingin mendengar percakapan mereka berdua. Tania pergi berkeliling di halaman belakang.
“Kairos kamu tahu papa sangat mencintai mama kalian, papa takut kalau papa disini papa akan kembali mengganggu mama kalian. Jadi lebih baik papa tinggal di Indonesia untuk melupakan mama kalian. Papa ingin menjalani hidup papa.”
Kairos berdiri dan memeluk Carlos. Mereka berdua saling berpelukan.
“Aku akan merindukanmu.” Kata Kairos sambil memeluk Carlos dengan erat
“Papa juga akan merindukanmu.”
Kairos lebih memeluk Carlos dengan erat.
“Papa juga sangat menyayangi kalian. Maafkan papa sudah menyakiti kalian.”
“Lupakan semua pap. Aku sudah memaafkan papa.” Kata Kairos sambil menangis.
Carlos melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Kairos.
“Terima kasih Kairos. Kalau kamu punya waktu, kunjungi papa di Indonesia?”
“Tentu saja pap, aku akan mengunjungi papa.”
Carlos tersenyum pada Kairos dan menyeka air mata Kairos.
“Oh ya, pacarmu cantik sekali.” Kata Carlos dan Kairos tersenyum.
“Tentu saja pap, anak papakan tampan jadi harus mendapatkan wanita yang cantik.” Canda Kairos dan mereka berdua tertawa.
“Apakah kamu mencintainya.”
“Iya pap, aku sangat mencintainya.” Kata Kairos sambil memperhatikan Tania yang sedang berjalan di halaman.
“Bagus sayang. Kalau kamu mencintainya pertahankan cinta itu. Jangan seperti papa yang selalu menyakiti mama kalian.” Kata Carlos sambil menunduk dan meminum wine yang ada di genggamannya.
“Pap, sudah jangan di ingat lagi. semua sudah terjadi.”
“Iya kairos.” Sambil menganggukan kepala. “Oh ya sudah berapa lama kamu dengan Tania?” Tanya Carlos sambil memperhatikan Tania.
“Uumm.., baru sebulan pap.” Jawab Kairos.
“Ohh…, ehmm… Apakah kamu sudah menyentuhnya.” Tanya Carlos sambil tersenyum dan Kairos tertawa.
“Papa, kenapa papa bertanya begitu?”
__ADS_1
“Kairos, papa juga pernah muda.” Canda Carlos. “Jujur saja sama papa. Kita sama sama laki laki.” Kata Carlos dengan suara pelan dan Kairos tertawa lagi.
“Iya pap, aku baru menyentuhnya tadi siang. Aku melakukannya karena aku tidak ingin dia menjadi milik laki laki lain. Aku sangat mencintainya pap.” Kata Kairos lagi.
Dia melihat Tania sedang tersenyum padanya dan dia membalas senyum Tania sambil melambaikan tangan pada Tania.
“Saat kamu melakukakannya apakah dia masih…
“Masih virgin pap? Sela Kairos
“hem, hem.” Kata Carlos sambil mengangguk.
“Iya pap, saat aku melakukannya dia masih virgin.”
“Apakah kamu memaksanya untuk melakukan hubungan itu?”
“Tidak pap, aku tidak memaksanya. Dia juga mau karena dia mencintaiku juga.”
Carlos tersenyum pada kairos.
“Sama seperti mama kamu, papa laki laki pertama yang menyentuhnya. Oh ya Kairos apakah dia sementara kuliah?”
“Uumm.., tidak pap. Dia tidak kuliah tapi bekerja di restoran.”
“Kenapa dia tidak kuliah?” Tanya Carlos.
“Orang tuanya tidak mampu untuk kuliahkan dia pap.”
“Ohh begitu.” Carlos menatap Tania yang sedang mondar mandir di halaman. “Aku ingin membiayai kuliahnya, aku ingin dia seperti Jessica.” Kata Carlos dalam hati. “Kairos tahun ini kan ada penerimaan mahasiswa baru, bagaimana kalau kamu daftarkan dia di universitas yang ada di Santa Barbara.
“Pap, kan aku sudah bilang orang tuanya tidak mampu membiayai dia.”
“Kairos papa yang akan membiayai kuliahnya.”
Kairos menatap Carlos.
“Papa serius?”
“Iya Kairos papa sangat serius.”
“Baiklah pap, nanti aku akan bicarakan dengan Tania.”
“Iya Kairos, masalah biaya kuliah semuanya papa yang tanggung.”
“Terima kasih pap.” Ucap Kairos lalu dia memeluk Carlos. Oh ya pap sudah larut malam, kami pulang dulu ya.”
“Iya Kairos, hati hati ya!”
“Iya pap.”
Kairos memanggil Tania dan Tania juga berpamitan pada Carlos.
Carlos mengantar Kairos dan Tania sampai di depan. kemudian Kairos dan Tania masuk kedalam mobil lalu meninggalkan kediaman Carlos dan menuju ke Santa Barbara. Sampai di rumah Kairos dan Tania masuk kedalam lalu menuju kekamar Kairos, mereka masuk kekamar dan Tania langsung berbaring di tempat tidur.
“Sayang kamu tidak mengganti pakaianmu?” Tanya Kairos.
“honey, aku tidak membawa pakaian.”
“Oh iya aku lupa.” Kata Kairos kemudian dia membuka lemarinya dan mengambil kaos lalu dia memberikan pada Tania. “Pakai kaosku saja.”
Tania mengambil Kaos dari tangan kairos lalu dia melepaskan pakaiannya dan memakai Kaos yang di berikan Kairos, kemudian dia kembali berbaring di tempat tidur.
Kairos melepaskan kaos dan celananya dan dia berbaring di samping tania. Dia hanya menggunakan underwear boxer.
“Kita tidur ya sayang. Sudah larut malam.” Kata Kairos pada Tania.
“Iya, good night honey. I love you."
“Good night sayang, I love you too.” Ucap Kairos lalu dia mengecup bibir Tania. Dia memutar tubuh Tania membelakanginya dan dia memeluk tania dari belakang. Tania memegang tangan Kairos yang melingkar di perutnya kemudian dia memejamkan.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih.