
Reagen mengatur pernikahannya dengan Tania, dia ingin pernikahannya di adakan di Venezuela. Reagen menghubungi Nyonya Sonia dan meminta Nyonya Sonia untuk mengatur pernikahannya dengan Tania.
Seminggu lagi pernikahannya dengan Reagen akan di langsungkan. Tania dan Reagen menemui Carlos dan Jessica. Tania ingin membicarakan pernikahannya dengan Carlos dan Jessica.
Tania dan Reagen tiba di kediaman Carlos, mereka masuk dan langsung menumui Carlos dan Jessica.
Mereka berbincang bincang di teras belakang
"Oh ya mam pap, Minggu depan aku dan Reagen akan menikah." Kata Tania kepada Carlos dan Jessica
Jessica terkejut lalu dia menatap Carlos. Tapi Carlos hanya mengangkat kedua bahunya.
“Ohh.. kalian akan menikah dimana?” Tanya Carlos kepada Tania
“Kami akan menikah di Venezuela, dan aku ingin papa dan mama hadir di pernikahan aku dan Reagen. Aku juga ingin papa dan papiku mendampingi aku.” Kata Tania lagi
“Baiklah, kami akan hadir dipernikahanmu.” Jawab Carlos, dia terlihat sedikit kecewa.
“Terima kasih pap.” Ucap Tania. “Oh ya Ezer mana?” Tanya Tania
“Dia sedang tidur Tania.” Jawab Jessica.
Mereka berbincang bincang lalu handphone Tania berbunyi, dia melihat aunty Joly yang menelepon. Tania berdiri lalu dia menjawab telepon dari aunty Joly.
“Hallo aunty, apa kabar?” Tanya Tania sambil berjalan menjauh dari Jessica Carlos dan Reagen
Terdengar suara aunty Joly begitu khawatir
“Tania papi kamu.”
Mendengar suara aunty Joly Tania menjadi Cemas
“Ada apa, kenapa dengan papi?” Tanya Tania dengan cemas
“Tania papi kamu di rumah sakit, dia dalam keadaan kritis.” Jawab aunty Joly sambil menangis.
“Kenapa papi bisa di rumah sakit? papi sakit apa?” Tanya Tania lagi
“Papi kamu terjatuh dari atas Gedung saat meninjau proyek.” Kata Aunty Joly dari seberang telepon.
Tania menutup telepon lalu dia menemui Jessica dan Carlos juga Reagen
“Pap mam. Aku harus ke seattle, papiku sedang kritis di rumah sakit.” Kata Tania sambil menangis
Reagen berdiri lalu memeluk Tania
“Apa yang terjadi dengan papi kamu Tania?” Tanya Jessica sambil berdiri dan menghampiri Jessica
“Papi terjatuh dari atas Gedung saat meninjua proyek.” Kata Tania lalu dia memeluk Reagen
Carlos langsung berdiri
“Kita ke seattle sekarang, aku akan menelpon pilot untuk menyiapkan pesawat.” Kata Carlos kemudian dia mengeluar handphonenya dan menghubungi pilot.
Jessica pergi ke kamar dan menyiapkan pakaian dia dan Carlos juga pakaian Ezer. Begitu juga dengan Tania dia langsung pergi ke kamar Kairos dan mengambil sebagian pakaiannya kemudian dia masukan ke dalam tas, kemudian dia turun kembali menemui Reagen
“Honey apakah kamu akan ikut ke seattle?” Tanya Tania
“Tentu saja sayang, aku akan ikut ke seattle, aku akan pergi ke apartemen mengambil pakaianku dan kembali kesini.” Kata Reagen kemudian dia meninggalkan Tania dan pergi ke apartemennya.
Tania duduk dan memikirkan papinya, dia sangat khawatir. Carlos keluar dari kamar sambil menggendong Ezer kemudian dia menemui Tania
“Kamu sudah siap Tania?” Tanya Carlos
“Iya pap, tapi aku lagi menunggu Reagen. Dia lagi pergi mengambil pakaiannya.” Kata Tania sambil mengambil Ezer dari Carlos dan menggendongnya
Tidak lama kemudian Reagen datang lalu mereka langsung pergi ke landasan. Mereka masuk ke dalam pesawat lalu persawat take off.
Indonesia
Kairos mendapat kabar dari Acel kalau papi Tania sedang kritis di rumah sakit. Kairos mencari tiket, dia ingin kembali ke America. Dia ingin pergi ke Kota Seattle.
Terlihat Kairos sedang memasukan pakaiannya di dalam kopern kemudian dia menemui mama Jessica.
“Oma aku akan kembali ke America, papi Tania lagi kritis di rumah sakit.” Kata Kairos kepada mama Jessica.
“Baiklah Kairos, kapan kamu akan berangkat ke America?” Tanya Mama Jessica
Angel mendengar pembicaraan Kairos dengan mama Jessica.
“Dia akan kembali ke America, aku tidak akan mengijinkan dia untuk kembali.” Kata Angel dalam hati kemudian dia masuk kedalam kamarnya.
“Nanti sore aku akan berangkat ke Jakarta, besoknya aku berangkat ke America.”
“Apakah kamu akan kembali lagi kesini?” Tanya Mama Jessica lagi
“Tidak Oma.”
“Lalu bagaimana dengan putrimu?”
“Umm.. nanti papa dan mama yang akan menjemputnya.” Kata Kairos kemudian dia pergi ke kamarnya.
Lalu Angel menemui Kairos, dia mengetuk pintu kamar Kairos lalu terdengar suara Kairos dari dalam menyuruhnya masuk. Angel membuka pintu lalu dia masuk, Angel menghampiri Kairos
“Apakah kamu akan kembali ke America.” Tanya Angel sambil memperhatikan Kairos yang lagi memasukan pakaiannya kedalam koper.
“Iya Angel, aku akan kembali ke America.” Jawab Kairos
“Apakah kamu akan kembali lagi kesini?” Tanya Angel lagi
“Tidak Angel, aku tidak akan kembali kesini.”
“Lalu bagaimana dengan Chantiq?”
Kairos menatap Angel
“Papa dan mamaku yang akan menjemput Chantiq, Kamu tidak usah khawatir.” Kata Kairos
“Aku ingin kamu yang membawa Chantiq.” Kata Angel lagi
“Aku tidak bisa membawanya.” Kata Kairos
__ADS_1
“Kalau begitu Chantiq tidak akan pergi ke America.” Kata Angel dengan ketus
Kairos menjadi kesal.
Terserah kamu, kalau dia tidak ke America silahkan kamu biayai sendiri kehidupan Chantig dan kamu silahkan angkat kaki dari rumah ini.” Kata Kairos dengan menatap marah kepada Angel, kemudian dia keluar dari kamarnya dan masuk ke dalam mobil.
Angel kembali ke kamarnya kemudian dia duduk di sisi tempat tidur dan menatap Chantiq yang lagi tidur.
“Aku pikir dia akan menjadi milikku, ternyata dia hanya menggunakan aku untuk menyakiti Tania.” Kata Angel dalam hati.
Seattle
“Akhirnya mereka tiba di kota Seattle, dari Airport mereka langsung menuju ke rumah sakit. Reagen memeluk Tania.
Tiba di rumah sakit Tania langsung mencari Aunty Joly. Tania melihat Aunty Joly sedang berdiri di depan ruang perawatan kemudian dia berlari menghampiri Aunty Joly.
"Bagaimana keadan papi?" Tanya Tania sambil memeluk Aunty Joly
"Papi kamu belum sadar." Jawab Aunty Joly sambil menangis
"Apakah sudah bisa melihat papi? Tanya Tania lagi.
"Sebentar lagi kamu bisa melihaymt papi kamu." Jawab Aunty Joly sambil membelai rambut Tania.
Tania duduk di kursi kemudian Reagen memeluk Tania. Carlos dan Jessica ikut duduk di kursi. Carlos memberikan Ezer kepada Jessica lalu dia berdiri dan menemui Dokter
Carlos berbincang bincang dengan Dokter.
"Bagaimana keadaan Tuan Arnold?" Tanya Carlos kepada Dokter
"Keadaannya sangat kritis. Mudah mudahan saja dia bisa bertahan hidup." Kata Dokter kepada Carlos.
"Tolong Dok berikan dia perawatan yang baik, masalah biaya biar aku yang akan menanggungnya." Kata Carlos lagi.
"Kami akan terus berusaha Tuan."
"Terima kasih Dok." Ucap Carlos kemudian dia menemui Jessica dan Tania.
Carlos duduk kemudian dia berbincang bincang dengan Jessica
"Papi Tania sangat kritis." Kata Carlos dengan suara pelan.
"Apakah tidak bisa sembuh?" Tanya Jessica sambil berbisik.
"Sulit, tapi Dokter akan berusaha." Jawab Carlos lalu handhone Jessica berbunyi.
Jessica memberikan Ezer kepada Carlos kemudian dia mengambil handhonenya di dalam tas. Jessica melihat Kairos yang menelepon.
Jessica berdiri dan memjauh dari mereka lalu Jessica menjawab telepon Kairos.
"Hallo Kairos, ada apa?" Tanya Jessica
"Mama lagi dimana?"
"Mama dan papa lagi di rumah sakit." Jawab Jessica
"Mam, bagaimana keadaan papi Tania?" Tanya Kairos lagi
"Kalian di rumah sakit mana mam?" Tanya Kairos lagi
"Kami di Kindred Hopital." Jawab Jessica.
"Oh.. Baiklah mam." Kata Kairos kemudian dia menutup telelonnya.
Akhirnya mereka sudah bisa melihat Tuan Arnold. Mereka masuk lalu Tania langsung berdiri di samping temoat tidur. Tania membelai rambut Tuan Arnold dan menangis.
Reagen berdiri di samping Tania dan menenangkan Tania.
Carlos dan Jessica berdiri di samping tempat tidur dan memperhatikan Tuan Arnold.
Tidak lama kemudian Jessica dan Carlos keluar lalu duduk.
"Sebentar lagi kita akan ke hotel." Kata Carlos sambil membelai rambut Ezer
"Apakah Ezer akan ikut dengan kita?" Tanya Jessica.
"Kita lihat saja nanti." Kata Carlos.
Tania dan Reagen keluar lalu duduk dekat dengan Jessica dan Carlos.
Carlos berdiri lalu menghampiri Tania
"Papa dan mama akan ke hotel." Kata Carlos
"Iya pap. Sebaiknya papa dan mama beristirahat, apalagi ini sudah malam." Kata Tania
"Iya, aku akan membawa Ezer." Kata Carlos lagi
"Baik pap, Terima kasih." Kata Tania sambil menyeka air matanya.
Carlos dan Jessica berpamitan kepada Aunty Joly Juga Reagen kemudian mereka meninggalkan rumah sakit lalu pergi ke hotel.
Kairos tiba di Jakarta kemudian dia keluar dari Airport dan mencari hotel dekat Airport.
Kairos tiba di hotel kemudian dia Chek in. Petugas hotel mengantar Kairos ke kamarnya, Kairos masuk ke dalam kamar kemudian dia berdiri depan kaca Jendela.
Matanya memandang keluar, dia memikirkan Tania juga papi Tania.
"Tuan Arnold sangat baik padaku." Kata Kairos dalam hati. Kemudian dia berbaring di tempat tidur.
Keesokan harinya Kairos kembali ke America, dia tiba di kota Seattle. Kairos masuk di salah satu hotel di Kota Seattle kemudia dia check in. Kairos meletakan kopernya kemudian dia langsung pergi ke rumah sakit.
Sedangkan Jessica dan Carlos sudah kembali di Kota Torramce.
Kairos tiba di rumah sakit, dia masuk lalu Kairos mencari ruang tempat papi Tania di rawat.
Kairos melihat Reagen yang sedang menggendong Ezer di depan ruang perawatan.
Kairos menghampiri Reagen lalu dia menyapanya.
"Hi, bagaimana keadaan papi Tania."
__ADS_1
Reagen terkejut melihat Kairos
"Oh.. Tuan Arnold masih kritis." Jawab Reagen sambil tersenyum
Kairos melihat Ezer lalu dia menggendongnya.
"Ayo sayang papi gendong." Kata Kairos kepada Ezer sambil menggendong Ezer kemudian dia mencium kedua pipi Ezer. "Aku ingin ke dalam." Kata Kairos kepada Reagen
"Oh.. Iya silahkan." Kata Reagen sambil berdiiri kemudian mereka berdua masuk ke dalam ruangan.
Tania terkejut melihat Kairos, rasanya dia ingin memeluk Kairos tapi dia menahan diri karena ada Reagen.
Kairos menatap Tania kemudian dia menghampiri Tania.
"Aku turut prihatin dengan apa yang menimpah k papi kamu." Kata Kairos kepada Tania
"Terima kasih." Ucap Tania.
Kairos melingkarman tangan satunya di punggung Tania lalu dia mengecup kening Tania.
"Maafkan aku." Bisik Kairos di kuping Tania.
Tania menganggukan kepala sambil menyeka air matanya. Kairos melepaskan pelukannya kemudian dia duduk dekat Reagen sambil memangku Ezer.
Tania duduk kembali di samping tempat tidur, dia terus mengusap pipi papinya.
Kairos meletakkan Ezer di sofa.
"Sayang sebentar ya, papi mau ke kamar mandi." Kata Kairos lalu Ezer menganggukan kepala
Ezer duduk di pangkuan Reagen sambil bermain robot.
Kairos keluar dari kamar mandi kemudian terdengar bunyi beb panjang.
Kairos langsung berdiri di sisi tempat tidur dan melihat di monitor. Kairos berlari keluar dan memanggil dokter.
Tania menjadi khawatir melihat di monitor denyut jantung papinya tidak ada lagi, grafik sudah menjadi garis lurus.
Kairos dan dokter masuk ke dalam ruangan. Mereka memeriksa Tuan Arnold
Kairos langsung memeluk Tania yang sedang menangis. Sedangkan Reagen dia berdiri dan menggendong Ezer.
Tania menangis di pelukan Kairos, dia memperhatikan Dokter yang sedang berusaha dengan alat pacu jantungnya.
Dokter akhirnya menyerah, dia menggelengkan kepala. Melihat dokter melepaskan alat pacu jantung, Tania langsung berteriak menangis. Dia memeluk papinya.
Mendengar Tania menangis Ezer ikut menangis. Reagen langsung membawa Ezer keluar ruangan.
Kairos memeluk Tania dan menenangkan Tania. Tania memeluk Kairos dengan erat.
"Aku sangat meyayangi papi, aku sangat menyayanginya." Kata Tania sambil menangis.
"Iya aku tahu sayang." Kata Kairos sambil membelai rambut Tania.
Tania menangis terus di pelukan Kairos. Tania melepaskan pelukannya kemudian dia memeluk dan mencium papinya.
Akhirnya Jenasah papi Tania di pulangkan di Kota Santa Barbara. Kairos dan Reagen mengurus kepulangan jenasah papi Tania.
Mereka tiba di santa barbara disana sudah berkumpul kerabat maupun keluarga Tania, adik dan mommy Tania juga sudah di rumah Santa Barbara. Carlos dan Jessica menyambut kedatangan Jenasah.
Mereka membawa jenasah digereja.
Reagen terus mendampingi Tania, sedangkan Ezer bersama terus dengan Kairos.
Akhirnya papi Tania di kuburkan terlihat Tania sedang berbincang bincang dengan mommynya.
"Sayang mommy sudah harus kembali ke philipin." Kata mommy Tania sambil membelai rambut Ezer.
"Iya mom, terima kasih sudah datang." Kata Tania kepada mommynya.
"Tania sering seringlah memberi kabar kepada kami." Kata adik Tania.
"Iya tentu saja." Kata Tania sambil berusaha tersenyum.
Kairos datang lalu dia mengambil Ezer dari mommy Tania. Mommy Tania tersenyum kepada Kairos.
"Dia mirip sekali denganmu." Kata mommy Tania sambil tersenyum
"Iya, dia mirip sekali denganmu Kairos." Sela adik Tania lalu Kairos tersenyum
"Terima kasih." Ucap Kairos.
Akhirnya mommy dan adik Tania kembali ke philipin. Dan Tania dia mengurung terus di kamar.
Reagen masuk ke dalam kamar membawa makanan untuk Tania. Dia menarik kursi lalu duduk di samping tempat tidur.
"Sayang ayo makan dulu." Kata Reagen sambil membelai rambut Tania.
Tania bangun kemudian dia duduk dan bersandar di tempat tidur. Reagen berdiri lalu dia pindah duduk di sisi tempat tidur.
"Aku suapin kamu ya." Kata Reagen sambil membelai rambut Tania.
"Aku makan sendiri saja honey." Kata Tania sambil mengambil makanan yang ada di tangan Reagen.
Sementara itu Kairos sedang bermain main dengan Ezer di rumah Jessica di santa barbara. Setiap malam Ezer tidur bersama Kairos. Kairos kembali mencurahkan kasih sayang kepada Ezer.
"Papi kai ayo mall." Kata Ezer kepada Kairos.
Kairos tersenyum lalu mencium pipi Ezer.
"Sayang mau bermain di mall?" Tanya Kairos sambil membelai rambut Ezer lalu Ezer menganggukan kepala.
"Iya.." Jawab Ezer sambil tersenyum
"Baiklah sayang, kita ke mall." Kata Kairos kemudian dia menggendong Ezer.
Kairos mendudukan Ezer di booster seat kemudian dia memakaikan safety belt kepada Ezer.
Kairos masuk ke dalam mobil kemudian dia langsung menjalankan mobilnya menuju ke mall. Kairos membawa Ezer ke Arena bermain.
Selamat membaca
__ADS_1
Maaf kemarin tidak up karena seharian tidak di rumah.