SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Melampiaskan amarah


__ADS_3

Semenjak bersama Pedro, Jessica selalu di antar dan di jemput Pedro ke kantor. Walaupun Jessica belum bisa jatuh cinta pada Pedro tapi Pedro dengan sabar dan setia menunggu Jessica.


Hari ini juga Pedro menjemput Jessica. Mereka berdua terlihat mesra saat keluar dari kantor, mereka selalu berpegangan tangan. Tanpa mereka sadari Carlos sedang mengawasi mereka berdua.


“Tidak mungkin Jessi akan mencintai Pedro, dia hanya mencintaiku.” Kata Carlos dalam hati.


“Dia hanya ingin menggunakan Pedro untuk membalas dendam padaku.” Kata Carlos lagi.


Dan dia melihat Pedro dan Jessica berciuman sebelum masuk kedalam mobil, hatinya menjadi panas. Untuk melampiaskan amarahnya dia menghubungi Cayla, dia mengambil handphonenya dan langsung menelepon Cayla. Terdengar nada panggil dan tidak lama kemudian terdengar suara Cayla.


“Iya Carlos ada apa kamu meneleponku?” Tanya Cayla dari seberang telepon.


“Cay, aku tunggu kamu di rumahku. Sekarang!” Kata Carlos.


“Baiklah Carlos aku segera kesana.”


“Ok Cay, aku tunggu!” Carlos menutup teleponnya dan langsung menjalankan mobil kerumahnya. Sampai di rumah dia langsung masuk ke kamar, dia mengambik camera dan mengaturnya ke arah ranjang. Dia juga mengambil rantai dan di letakkan di kursi kemudian di duduk di sofa sambil menunggu Cayla.


Tidak lama kemudian Cayla sampai di rumah Carlos, dia langsung masuk kedalam rumah. Carlos melihat Cayla dan langsung menarik tangan Cayla masuk kedalam kamarnya. Mereka berdua berciuman dan Carlos melepaskan pakaian Cayla kemudian dia merekamnya. Carlos merantai tangan dan kaki Cayla, kemudian dia mengambil ikat pinggangnya dan memukulkannya di badan Cayla.


“Carlos apa yang kamu lakukan?” Tanya Cayla dengan heran. Dia merasakan sakit di badannya.


Tapi Carlos tidak menjawab, dia kembali memukul badan cayla dengan ikat pinggangnya. Dia melampiaskan amarahnya pada Cayla.


“Carlos sakit.” Teriak Cayla.


“Ya Cayla berteriak lagi, buat aku terangsang.” Kata Carlos sambil memukulkan ikat pinggangnya di badan Cayla dan Cayla merintih kesakitan.


Selesai memukul Cayla, Carlos melakukan hubungan itu dengan Cayla. Carlos melepaskan rantai di tangan dan kaki Cayla dan dia memberikan uang pada Cayla lalu meminta Cayla untuk meninggalkannya sendiri.


Cayla mengambil uang dari tangan Carlos dan meninggalkann Carlos seorang diri di kamarnya.


Carlos berdiri dari tempat tidur dan pergi kekamar mandi, di membersihkan tubuhnya dan kemudian dia memakai pakaiannya lalu mengambil rekaman itu lalu dia pergi keruang kerjanya. dia mengedit video itu dan mengirimnya pada Jessica lewat email.


Sementara itu Jessica dan Pedro pergi kerumah Jessica di Santa Barbara. Jessica ingin Pedro makan siang bersama anak anaknya. Sampai di rumah Jessica dan Pedro langsung masuk kedalam rumah. Jessica melihat kairos dan dia langsung memeluk Kairos.


“Kedua adikmu sudah pulang sayang?” Tanya Jessica pada Kairos.


“Sudah mam, mereka lagi di kamar.” Kairos melihat Pedro dan menyapanya. “Hi Pedro apa kabar?” Tanya Kairos sambil memeluk Pedro.


“Seperti yang kamu lihat Kairos, aku baik baik saja.”


Jessica tersenyum melihat Kairos dan Pedro.


“Sayang panggil kedua adikmu untuk makan!” Kata Jessica pada Kairos.


“Iya mam.” Kairos pergi memanggil Acel dan Cella.

__ADS_1


Jessica mengajak Pedro pergi keruangan makan dan mereka berdua duduk berdekatan di ruang makan. Pedro memegang tangan Jessica dan meciumnya.


“Aku akan terus menunggumu Jessi sampai kamu mencintaiku.” Kata Pedro sambil membelai wajah Jessica.


Jessica tersenyum.


“Semoga kamu sabar pedro, karena untuk jatuh cinta lagi aku sangat sulit. Tapi mudah mudahan kalau kamu sabar aku bisa membuka hatiku dan bisa mencintaimu.”


“Aku akan sabar menunggumu Jessi.” Kata Pedro sambil mengecup bibir Jessica dan anak anak Jessica datang. Mereka langsung duduk di meja makan.


Jessica mengambilkan makanan untuk Pedro dan anak anaknya lalu mereka makan bersama.


Pedro sudah mulai akrab dengan anak anak Jessica. Apalagi Isabell, dia sering memanggil Pedro dengan papa Pedro.


Jessica sangat senang melihat Isabell dekat dengan pedro, apalagi Pedro memberikan kasih sayang pada Isabell seolah olah Isabell anak kandungnya.


“Sampai kapanpun aku tidak akan memberitahukan pada carlos kalau Isabell anaknya.” Kata Jessica dalam hati sambil memperhatikan Pedro dan Isabell bermain. Jessica meninggalkan Pedro dan Isabell kemudian Jessica masuk kedalam ruang kerjanya dan langsung menyalakan komputernya, sambil menunggu komputernya menyala Jessica membaca buku. Komputernya menyala Jessica langsung membuka emailnya dan dia melihat banyak email yang masuk, salah satu email dari Carlos. Dan Jessica membuka email dari Carlos dan melihat ada beberapa video yang masuk.


Jessica membuka video itu dan dia melihat Carlos dan Cayla sedang melakukan hubungan, Jessica hanya tersenyum. “ Kasihan kamu Cay, hanya tempat pelampiasan nafsu dan amarah Carlos.” Kata Jessica dalam hati. “Ahh.. Carlos kamu pikir aku akan sakit hati.” Kata Jessica lagi dalam hati. “Aku justru semakin tambah jijik melihatmu, rasa cintaku sama sekali sudah tidak ada. Sekarang kamu akan lihat pembalasanku Carlos. Kamu akan merasa sakit kalau melihatnya.


Jessica melihat jam yang ada di dinding sudah menunjukan pukul empat sore. Dia keluar dari ruang kerjanya dan menemui Pedro.


Jessica mengambil Isabell dari Pedro lalu membawanya ke kamar dan meletakkan Isabell di box dan Jessica kembali keluar dan mengajak Pedro duduk di dekat kolan renang. Jessica dan Pedro berbincang bincang di pinggir kolam renang.


“Oh ya Pedro sebentar malam kamu mau kemana?” Tanya Jessica pada Pedro


“Hmmm.., aku tidak kemana mana Jessi.” Kata Pedro sambil menatap Jessica dan tersenyum.


Jessica menatap Pedro.


“Begini Pedro, kalau kamu tidak sibuk aku ingin mengajakmu pergi nanti malam.”


“Pergi kemana Jessi?”


“Hmm.., aku ingin mengunjungi Club temanku. Bagaimana Pedro?”


“Boleh juga Jessi, nanti pergi jam berapa?” Tanya Pedro lagi.


“Bagaimana kalau jam sepuluh?”


“Hmmm… Baiklah, aku akan menjemputmu jam sepuluh nanti. Kalau begitu aku pergi dulu ya.” Kata Pedro pada Jessica.


Jessica tersenyum.


“Baiklah Pedro, hati hati ya! Dan jangan lupa nanti malam jemput aku!”


Pedro melingkarkan tangannya di pinggang Jessica dan berbisik di kuping Jessica. “Tentu saja dear, aku pasti akan menjemputmu.”

__ADS_1


Jessica tersenyum dan mencubit perut Pedro dan Pedro tertawa.


“Ok, aku pergi sekarang ya. Sampai nanti malam.” Kata Pedro sambil mengecup bibir Jessica.


“Baik Pedro, hati hati ya!” Kata Jessica pada Pedro dan Pedro menganggukan kepala. Jessica mengantar Pedro sampai depan rumah. Pedro masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan kediaman Jessica.


Jessica masuk kedalam rumah dan langsung menuju kekamar Kairos. Jessica membuka pintu kamar Kairos dan melihat Kairos lagi berbaring di tempat tidur sambil bermain handphone. Jessica masuk dan duduk di sisi tempat tidur.


“Sayang jangan bermain handphone sambil tiduran, nanti matamu rusak!”


Kairos menatap Jessica sambil tersenyum, kemudian dia bangun dan duduk di atas tempat tidur.


“Iya mamaku sayang.” Kata Kairos sambil mencubit pipi Jessica. Oh ya mam, Pedro sudah pulang?”


“Iya sayang, Pedro sudah pulang. Oh ya sayang nanti malam kamu mau pergi?”


“Hmm.., nanti malam aku tidak kemana mana mam. Ada apa?”


“Uum.., begini sayang. Nanti malam mama dan Pedro mau pergi, kamu bisa menjaga Isabell?” Tanya Jessica.


“Tentu saja mam, pergilah bersenang senang dengan pedro. Isabell nanti aku yang jaga.”


“Sayang, kamu baik sekali.” Kata Jessica sambil memeluk Kairos.


“Mam, aku ingin melihat mama bahagia. Apalagi aku melihat Pedro sepertinya mencintai mama.” Kata Kairos sambil memeluk erat tubuh Jessica. “Apakah mama mencintai pedro?”


Jessica melepaskan pelukan Kairos dan menatap Kairos.


“Entahlah sayang, mama belum tahu apakah mama mencintai Pedro atau tidak. Tapi selama mama jalan bersama Pedro, mama merasa nyaman.”


Kairos tersenyum menatap Jessica, dia memegang tangan Jessica.


“Apakah mama masih mencintai papa?”


Jessica menarik nafas panjang dan menatap Kairos.


“Hmmm…. Sayang, mama sama sekali sudah tidak mencintai papa kalian. Hati mama sudah tertutup. Mama sudah menganggap papa kalian sudah mati. Maafkan mama sayang, mama hanya ingin berkata jujur padamu.”


“Mama tidak perlu meminta maaf. Kalau mama memang sudah tidak mencintai papa, itu tidak apa apa. Lagipula mama seperti itu karena ulah papa sendiri. Oh ya dengan Andrew bagaimana mam?”


“Mama sudah meminta Andrew untuk mengurus perceraian kami dan Andrew sudah setuju. Dia sementara mengurus perceraian mama dengannya. Mama tidak bisa bersamanya karena kami tidak cocok, terlalu banyak perbedaan.” Jelas Jessica pada Kairos.


“Oh begitu ya mam.”


“Iya sayang.” Balas Jessica pada Kairos dan dia berdiri. “Baiklah sayang mama mau kekamar dulu.”


“Iya mam istirahatlah.” Kata Kairos pada Jessica dan Jessica tersenyum kemudian dia meninggalkan Kairos dan pergi kekamarnya lalu dia berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


__ADS_2