SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Terserah kamu saja


__ADS_3

Logan melajukan motornya kemudian dia tiba di tempat dia dan teman-teman dari Brazil berkumpul. Dia turun dari motor dan  menyapa mereka.


“Hi, Bruno, Luan. Apa kabar?” Logan bersalaman dengan mereka.


“Hei, Logan. Kemana saja kamu? Kenapa baru kelihatan?” tanya Bruno kepada Logan dengan memeluknya.


“Aku sibuk, menjadi bodyguard. Tapi sekarang aku sudah diberhentikan alias di pecat,” jawab Logan dengan tertawa lalu Bruno dan Luan saling pandang.


“Kenapa kamu dipecat?” tanya Luan dengan heran.


“Karena aku jatuh cinta kepada bossku,” jawab Logan dengan santai kemudian dia mengeluarkan rokok dan duduk.


“Aku tidak mengerti Logan,” ujar Bruno sambil menatap Logan lalu pria itu tertawa.


“Begini, Bruno ….” Logan menceritakan kepada Bruno dan Luan awal mula dia bertemu dengan Cella sampai dia jatuh cinta kepada gadis itu dan dipecat oleh orang tuanya. Bruno dan Luan tertawa mendengar cerita Logan.


“Kamu gila, jatuh cinta pada boss sendiri. Jadi sekarang kamu tidak ada pekerjaan lagi?” tanya Bruno dengan meletakkan tangan satunya di punggung Logan.


 “Iya, aku tidak ada pekerjaan,” jawab Logan sambil menyemburkan asap rokok dari mulutnya. “Apakah kalian bisa berikan pekerjaan padaku?”


“Aku ada pekerjaan untukmu, temanku sedang mencari orang untuk mengawal anak perempuan bossnya,” info Luan kepada Logan, terlihat Logan langsung bersemangat.


“Kamu serius?” tanya Logan sambil menatap temannya itu.


“Iya, aku serius. Kalau kamu mau, aku bisa pertemukan kamu dengannya,” sahut Luan dengan wajah serius.


“Baiklah, bagaimana kalau kamu pertemukan aku dan temanmu sekarang. Aku sangat membutuhkannya,” pinta Logan dengan wajah memohon kepada temannya.


“Baiklah. Aku akan mengantarmu sekarang, ayo!” ajak Luan lalu mereka bertiga berdiri dan masuk ke dalam mobil Bruno.


Bruno langsung mengantar Logan dan Luan pergi menemui teman Luan. Mereka tiba di sebuah rumah yang sangat mewah. Bruno menghentikan mobilnya kemudian mereka bertiga turun, Luan langsung menghubungi temannya.


Tidak lama kemudian terlihat seorang pria berbadan besar menghampiri mereka bertiga. Luan langsung menyapa temannya dan memperkenalkan Logan.


Teman Luan langsung mengajak mereka masuk ke dalam menemui bossnya. Ketiga pria itu ikut lalu duduk kemudian temannya menemui boss di ruang kerja.


Terlihat pria separuh baya keluar dari ruang kerja menemui Logan Bruno dan Luan. Mereka bertiga berdiri dan bersalaman. Pria itu menyuruh mereka duduk, lalu dia mulai berbicara.


“Jadi siapa dari kalian yang akan menjadi bodyguard anakku?” tanya tuan itu seraya memperhatikan Logan beserta kedua temannya.


“Aku, Tuan,” jawab Logan seraya mengembangkan senyumnya lalu tuan itu menatap Logan kemudian dia tersenyum.


“Tapi putriku tidak disini, dia tinggal di San Jose. Jadi kamu harus tinggal disana,” jelas tuan itu kepada Logan.


“Baik, Tuan. Aku akan tinggal di sana tapi apakah setiap hari aku harus mengawal putri Anda?” tanya Logan lagi.

__ADS_1


“Iya tentu saja, setiap hari kamu harus mengawalnya. Putriku sangat sibuk, dia mengurus perusahaanku di San Jose,” ujar tuan itu dengan wajah serius.


“Baiklah, Tuan,” ucap Logan kemudian tuan itu mengajak Logan pergi ke ruang kerjanya.


Mereka berdua membicarakan soal gaji Logan dan akhirnya Tuan itu setuju dengan gaji yang diminta Logan. Kekasih Cella keluar dari ruang kerja, dia menemui Bruno dan Luan. Dia tersenyum kepada mereka berdua dan mengajak kedua temannya itu untuk pergi.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil lalu kembali ke tempat mereka berkumpul. Ketiganya tiba lalu Logan langsung berpamitan kepada kedua temannya, dia langsung kembali ke condominium.


Wajahnya terlihat ceria, Logan tiba di condominium kemudian dia masuk. Dia melemparkan kunci motornya di atas meja kemudian  masuk ke kamar dan melepaskan celana jeans lalu menghempaskan tubuhnya di ranjang.


Dia sangat senang mendapatkan pekerjaan lagi, walaupun dia harus berjauhan dengan Cella dan akan jarang bertemu dengan gadis itu.


“Cella pasti akan mengerti, itu untuk aku dan dia juga,” gumamnya sambil memejamkan mata.


****


Sementara itu Cella masih menemani Chico, mereka berkeliling kota Torrance lalu kedua orang itu pergi duduk di pinggir pantai, Cella dan Chico berbincang-bincang dan bersenda gurau. Sesekali terdengar tawa kekasih Logan saat Chico menggodanya.


Mereka berdua terlihat sangat akrab, sampai-sampai gadis itu lupa menghidupkan ponselnya kembali. Sedikit-sedikit Chico mengatur rambut Cella yang berantakan di tiup angin.


Cella menatap Chico dan tersenyum, dia berdiri kemudian pamit kepada Chico untuk ke toilet, begitu sampai dia menyalakan ponsel kemudian menguhubungi Logan. Tapi sang kekasih tidak dapat dihubungi, Cella menjadi cemas. Dia tidak ingin Logan salah paham lagi dengannya


Cella menemui Chico dan mengajak pria itu untuk kembali ke hotel. Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu Cella langsung menjalankan mobilnya,  Akhirnya Cella dan Chico tiba di hotel.


“Oh ya, Chico. Sebentar aku jemput kamu untuk makan malam ya,” ujar Cella sambil menekan tombol pintu.


Cella melambaikan tangan kepada Chico kemudian dia langsung meninggalkan hotel menuju ke condominium. Tidak lama kemudian Cella tiba, dia langsung turun dari mobil kemudian berlari masuk ke dalam gedung.


Cella masuk ke dalam lift dan menekan angka 8, pintu tertutup dan naik. Cella tiba di lantai yang dia tuju, Kekasih Logan keluar dari lift dan berlari menuju ke condominium yang mereka sewa.


Dia memasukkan kunci dan membukanya, beruntung pintu tidak terkunci dari dalam. Cella masuk kemudian dia langsung menuju ke kamar, dan melihat kekasihnya lagi tertidur pulas. Cella menghampiri pria itu dan duduk di sisi tempat tidur, dia membelai wajah Logan. Cella memperhatikan wajah yang berkumis dan berjenggot itu lalu  tersenyum.


Merasa wajahnya di sentuh, Logan membuka mata dan menatap Cella. Dia tersenyum kemudian bangun dan menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.


“Uhm … sudah selesai dengan Chico?” tanya Logan dengan memegang tangan gadis itu.


“Iya, tadi aku makan siang bersamanya dan aku sudah mengantar dia kembali ke hotel,” jawab Cella sambil menatap mata Logan. “Mengapa ponselmu tidak aktif?”


“Oh, tadi aku matikan karena aku kesal kamu mematikan ponselmu,” jawab Logan dengan suara pelan dan menarik nafas panjang.


“Aku mematikan ponsel karena aku tidak suka dengan kalimat yang kamu kirimkan padaku, mengapa kamu tidak percaya padaku? Mengapa kamu berkata begitu padaku?” Nampak  wajah gadis itu sedih, dia kecewa kepada pria itu karena tidak percaya kepadanya.


“Maafkan aku, aku hanya cemburu saja. Oh ya, aku sudah mendapatkan pekerjaan.” Logan mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin membahas Chico.


“Sungguh? Pekerjaan apa?” tanya Cella dengan penasaran.

__ADS_1


“Bodyguard, tapi tidak di kota ini. Aku harus tinggal di San Jose,” jawab Logan, dia menatap mata Cella dan memegang pipi gadis itu dengan kedua tangannya.


“Untuk sementara kita akan berjauhan.” Cella menundukkan kepalanya, dia merasa berat berjauhan dengan kekasihnya, dia takut pria itu tertarik kepada wanita lain.


“Apakah dia perempuan?” tanya Cella lagi, dia ingin tahu siapa yang akan di kawal kekasihnya.


“Perempuan,” jawabnya dengan memegang tangan Cella. “Orang tuanya tinggal di kota ini tapi putrinya di San Jose mengurus bisnis keluarganya.” Wajah gadis itu langsung berubah, mendengar yang akan di kawal kekasihnya adalah perempuan.


“Oh …,” gumam Cella, “Jadi kita tidak akan bertemu lagi?” Wajahnya tertunduk, dia tidak ingin menatap kekasihnya.


“Mengapa kamu berkata begitu, kalau aku cuti aku bisa datang kesini,” sahut Logan meyakinkan gadis itu.


“Ya, kalau ada cuti. Kalau tidak, kita tidak akan bertemu,” jawab Cella dengan sedih.


“Ini hanya sementara, aku ingin mengumpul uang untuk kita berdua. Selesai kamu kuliah aku akan membawamu ke negaraku, kita menikah dan tinggal di Brazil. Kita buka usaha disana,” bujuknya kepada Cella. Dia juga merasa berat berjauhan dengan gadis itu.


“Terserah kamu saja,” sahut gadis itu  sambil mengusap airmatanya lalu Logan menarik Cella dan memeluk tubuh mungil itu.


“Percaya padaku, aku hanya mencintaimu. Aku tidak tertarik dengan wanita lain,” bisiknya tapi gadis itu hanya diam dan menghapus airmatanya kembali.


“Kamu percaya padaku?” tanya Logan sambil melepaskan pelukkannya dan memegang kedua pipi gadis itu.


“Aku tidak tahu,” jawab Cella dengan menundukkan kepalanya.


“Aku harus bagaimana? Aku sangat membutuhkan pekerjaan, aku tidak mau hanya berdiam diri saja di tempat ini dan tidak melakukan apa-apa.  Aku butuh kerja, Cella. tolong mengerti aku.” Dia terus membujuk gadis itu agar mengijinkannya untuk bekerja.


“Terserah kamu saja, aku mau pulang,” ujar Cella kemudian dia melepaskan tangan pria itu dan berdiri kemudian dia keluar dari kamar. Logan langsung turun dari tempat tidur dan memeluk gadis itu dari belakang.


“Maafkan aku, aku harus ke San Jose. Aku berharap kamu bisa mengerti dan menunggu aku,” bisiknya lagi tapi gadis itu hanya diam dan menghapus kembali airmatanya. Dia merasa pria itu akan meninggalkannya, Cella melepaskan pelukan Logan dan berusaha tersenyum kepadanya.


“Aku janji tidak akan mengkhianatimu dan selalu menghubungimu lewat video call, supaya kita bisa saling lihat,” bujuk Logan tapi gadis itu tetap diam.


“Aku pergi sekarang,” pamit Cella kemudian dia meninggalkan condominium. Logan tertunduk kemudian pergi ke teras dan menyalakan rokok.


“Aku harus bagaimana?” Dia menjadi pusing di lain pihak dia butuh pekerjaan itu.


Sedangkan Cella, dia menyetir mobil sambil menangis, dia tidak ingin jauh dari kekasihnya. Dia khawatir Logan akan tertarik kepada wanita yang akan dia kawal. Tiba di rumah dia langsung masuk menuju kamarnya.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Oh ya, mampir juga di karya terbaruku dengan judul ;


AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG)

__ADS_1


Jangan khawatir novel ini sudah aku tulis sampai tamat jadi tidak akan ada yang namanya putus bab. Setiap hari pasti up 2-3 Bab.


Terima kasih


__ADS_2