
Semingu sudah Jessica berada di villa dan dia sudah mulai pulih, dia sudah bisa duduk dan makan sendiri. Opsir Charlie masih setia menjaga Jessica. Jessica sangat merindukan anak anaknya, ingin sekali dia menelepon Kairos tapi keadaan masih belum memungkinkan. Dia tidak ingin anak anaknya tahu apa yang terjadi padanya dan dia tidak ingin anak anaknya membenci Carlos.
Dokter masuk dan memeriksa Jessica.
“Dok berapa lama luka ini akan sembuh?”
“Sebenarnya sepuluh hari sudah sembuh, tapi aku harus disini karena Nyonya butuh extra perawatan. Saya harus tetap kontrol terus Nyonya, jangan sampai jahitan di usus Nyonya lepas. Nanti besok kami akan masukkan selang bersama camera untuk melihat usus nyonya. Tapi kami akan lakukan itu di rumah sakit, nanti setelah itu Nyonya kembali lagi ke villa.
“Baiklah Dokter.” Jessica kembali bersandar di tempat tidur dan opsir Charlie masuk. Dia tersenyum pada Jessica.
“Nyonya kalau sudah sembuh total, belajarlah ilmu bela diri supaya Nyonya tidak seperti ini. Kalau ada yang macam macam terhadap Nyonya, Nyonya bisa mengatasinya.” Canda Charlie pada Jessica.
Jessica tertawa. “Belajar padamu Charlie.” Jessica kembali bercanda pada Charlie dan Charlie tertawa.
“Kalau Nyonya mau, saya bisa ajarkan nyonya bela diri dan menembak.”
“Aku harus bayar berapa padamu untuk mengajariku bela diri juga menembak?” Canda Jessica pada Charlie.
Charlie tertawa. “Tidak mahal Nyonya cukup bayar dengan senyuman Nyonya saja.” Charlie bercanda lagi pada Jessica dan Jessica tertawa, Charlie membuat Jessica melupakan sejenak kesedihannya. Charlie melihat Jessica tertawa dan dia tersenyum. “Akhirnya kamu tertawa juga, dari hari pertama sampai kemarin kamu menangis terus.” Kata Charlie dalam hati.
Jessica menatap Charlie. “Charlie aku ingin bicara serius padamu.”
“Tentang apa Nyonya?” Tanya Charlie.
“Bagaimana kalau kamu berhenti dari polisi dan menjadi bodyguardku?”
“Nyonya serius?” Tanya Charlie lagi
“Iya aku serius Charlie, kamu mau minta gaji berapapun akan kuberi.”
Charlie tersenyum pada Jessica. “Akan aku pikirkan nyonya.” Kata Charlie. “Sekarang Nyonya istirahat dulu. Supaya cepat sembuh!”
“Terima kasih Charlie.” Jessica berbaring dan tidur. Opsir Charlie pergi ke teras kamar dan merokok.
Sementara itu Mike dan anak buahnya sedang mengintai rumah Adrian. mereka sudah menunggu beberapa hari tapi Adrian belum pulang juga.
Sedangkan Carlos dia menemui Ron di toko senjata. Dia masuk kedalam dan Ron menyambutnya
“Hi Carlos sudah lama kamu tidak kesini.” Kata Ron sambil memeluk Carlos.
“Iya Ron sudah lama kita tidak bertemu. Oh ya Ron aku ingin membeli pistol padamu, tapi untuk kali ini kamu harus menerima uangku.”
Ron tertawa. “ Carlos tenang saja, ayo kita masuk keruanganku.” Mereka masuk kedalam ruangan dan ron mengeluarkan pistol koleksinya. “Silahkan kamu pilih Carlos. Oh ya Carlos kenapa kamu ingin membeli senjata? Apakah kamu ada masalah Carlos?”
__ADS_1
Carlos duduk di depan meja kerja Ron.
“Iya ron, aku ingin mencari Adrian. aku ingin membunuhnya, dia bukan temanku lagi.” Kata Carlos pada Ron.
Ron menarik kursi dan duduk di depan Carlos. “Ada apa Carlos, apa yang telah Adrian perbuat padamu, sehingga kamu semarah ini padanya?”
“Ron dia telah merusak rumah tanggaku, bahkan di menikam istriku dan sekarang aku tidak tahu dimana istriku berada.” Carlos menatap Ron. “Makanya ron dia harus mati, dia harus mati di tanganku.” Kata cCrlos dengan emosi.
“Adrian itu memang tidak tahu balas budi, kamu sudah terlalu banyak membantu dia tapi dia membalasmu seperti itu.”
“Oh ya Ron, kamu tahu tempat biasanya dia berkumpul selain clubnya Peter?”
“Carlos besok aku akan beri kabar padamu, ada temanku yang sering berkumpul dengan Adrian. Aku akan membayar temanku itu untuk membawa Adrian padamu.”
“Terima kasih Ron, kamu memang temanku yang baik.” Kata Carlos sambil memeluk Ron.
“Carlos aku sangat berhutang budi padamu, aku tidak akan pernah lupa kebaikanmu padaku. Kalau bukan kamu, tidak mungkin aku akan memiliki usaha ini dan kalau bukan karena kamu, mungkin aku masih di penjara. Kamu membayar pengacara terkenal hanya untuk membebaskanku.”
“Hei Ron kita berteman, sudah selayaknya seorang teman membantu teman yang lagi kesusahan.”
“Tapi kamu Carlos sudah terlalu baik pada teman temanmu.”
Carlos tersenyum pada Ron. “Pistol yang waktu itu mana Ron? Aku ingin menggunakannya lagi.”
Ron berdiri dan mengambil pistol yang diminta Carlos kemudian dia memberikan pistol itu pada Carlos.
Carlos mengambil pistol dari tangan Ron dan memasukkan peluru di tempatnya.
“Baiklah Ron ini credit card ku, kamu tidak boleh menolaknya ok!”
Ron menatap Carlos. “Baiklah Carlos.” Ron mengambil credit card milik carlos dan menggeskannya di mesin kemudian dia memberikannya pada Carlos. “Carlos aku berjanji padamu, besok Adrian ada di depanmu dan aku akan ikut denganmu.
“Terima kasih Ron.” Kata Carlos sambil tersenyum. “Baiklah Ron aku pergi dulu, jangan lupa besok. Aku menunggumu.”
“Baik Carlos, aku pasti akan memberi kabar padamu.” Carlos meninggalkan Ron dan pergi ke danau.
Dan Ron langsung menghubungi temannya dan meminta temannya untuk datang ketokonya dan tidak lama kemudian teman Ron datang dan Ron langsung mengajaknya masuk keruangannya.
“Ada apa Ron kamu memanggilku?”
“Begini Arlie, aku butuh bantuanmu. Aku lagi mencari Adrian, kamu tahu dimana dia?”
“Aku tahu Ron, dia sering berkumpul denganku. Dia baru saja pulang dari tempatku dan dia lagi banyak uang ron makanya dia mentraktir kami semua.”
__ADS_1
“Kamu bisa membawa Adrian padaku besok, nanti aku akan membayarmu.”
“Ron kenapa kamu menginginkan Adrian? apa yang telah dia lakukan?”
“Dia telah menikam istri teman baikku.” Jawab Ron.
“Aku tahu itu Ron, dia menikam seorang perempuan di club dan polisi menangkapnya tapi keesokannya ada yang membebaskannya.”
“Aku akan membayarmu mahal kalau kamu dapat informasi siapa yang membebaskannya. Kamu tahu temanku itu kaya raya. Dia bisa memberikanmu apa saja, asalkan tugasmu berhasil.” Kata Ron lagi. “Bagaimana?”
“Baik Ron, aku akan membawa Adrian padamu. Tapi ingat bayaranku jangan lupa!”
“Kamu tenang saja. Kamu akan dibayar mahal.”
“Baiklah Ron, besok aku akan membawa Adrian padamu. Nanti kita bertemu di gudang pinggir kota. Aku akan memberikan alamatnya padamu, aku akan membawa Adrian kesana.”
“Bagus, kita bertemu besok.” Kata Ron lagi.
“Baiklah Ron, kalau begitu aku pergi dulu dan katakan pada temanmu itu aku ingin meminta sesuatu padanya!”
“Tenang saja, aku akan menyampaikannya.”
Arlie meninggalkan toko dan Ron langsung menelpon Carlos.
Sementara itu Carlos lagi duduk duduk di pinggir danau. “Sudah seminggu aku tidak melihatnya, aku tidak tahu dia dimana. Aku sangat merindukanmu sayang.” Air mata Carlos menetes. “Aku sangat merindukanmu, aku merindukan manjamu.” Carlos menghapus air matanya.
Dan handphone Carlos berbunyi, dia melihat Ron yang menelpon. Carlos langsung menjawab telepon dari Ron.
“Ada apa ron?” Tanya Carlos.
“Carlos besok temanku akan membawa Adrian padamu dan dia akan mencari informasi siapa yang telah membebaskan Adrian. Tapi Carlos dia ingin meminta sesuatu padamu.”
“Katakan pada temanmu, dia ingin minta apa padaku? Mau minta mobil, uang atau rumah. Aku akan berikan itu padanya, yang penting Adrian ada di depanku!”
“Baiklah Carlos aku akan sampaikan padanya.” Kata Ron dari seberang telepon
“Ok Ron Terimah kasih.” Carlos menutup teleponnya dan masuk ke dalam kamar dan dia tertidur.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen ya
Terima kasih juga bagi yang masih setia membaca dan memberi like juga komen..
__ADS_1
Salam
Author