
Di kediaman orang tua Cella, terlihat semua sedang sibuk, kecuali Cella dia sedang santai di kamar sambil memikirkan pria itu. Hari ini ke dua orang tuanya bersama Acel dan Sheren juga adik kecilnya serta Ezer akan berangkat ke Spain. Sedangkan Kairos dia sudah berada di Mexico dari beberapa minggu yang lalu bersama Tania.
Cella terus memikirkan Logan, dia sudah benar-benar jatuh cinta kepada bodyguardnya itu. Sering dia mengintip di balik jendela hanya untuk melihatnya. Terdengar kamarnya di ketuk, Cella bangun kemudian pergi membuka pintu dan menyapa Carlos yang sedang berdiri di hadapannya.
“Hi, Pap. Kalian akan berangkat sekarang?” tanya Cella sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang ayah.
“Iya, Sayang. Ayo turun, mama sedang menunggumu,” jawab Carlos dengan meremas hidung Cella.
“Sakit, Pap,” rintih Cella lalu Carlos tertawa. Mereka berdua turun menemui Jessica di ruang santai.
“Hi, Mam,” sapa Cella, dia melepaskan tangannya dari pinggang Carlos kemudian dia memeluk Jessica
“Kamu ingin tinggal sendiri di rumah?” tanya Jessica sambil membelai rambut putrinya.
“Iya, Mam. Aku tidak apa-apa sendiri, lagipula di rumah ada Logan, Bane, Alex dan Mauricio. Mama tidak usah khawatir.” Cella meyakinkan meyakinkan mamanya.
Sedangkan Jessica menginginkan dia untuk tinggal di rumah ayahnya atau mertuanya karena dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada putrinya, tapi Cella bersih keras ingin tinggal di rumah. Dia ingin bebas bersama Logan.
“Baiklah sayang, tapi kalau kamu bosan di rumah, kamu pergi saja ke rumah opa Federico atau Jeremmy ya,” ujar Jessica di ikuti anggukan kepala Cella lalu Jessica memeluk dan mencium kening putrinya itu.
“Baiklah, kita berangkat sekarang. Mereka sudah menunggu kita di landasan,” sela Carlos kemudian dia memeluk Cella dengan erat. “Papa sangat menyayangimu, kalau ada apa-apa langsung hubungi papa ya.” Cella menganggukkan kepala lalu memeluk Carlos dan berbisik.
“Aku juga menyayangi papa.” Carlos tersenyum kemudian dia melepaskan pelukannya dan mencium kening Cella. Acel menghampiri Cella, dia memeluk adik kembarnya dengan erat.
“Aku akan merindukanmu kembarku,” canda Acel lalu Cella tertawa dan membalas pelukan kembarnya.
“Aku juga akan merindukanmu,” balas Cella kemudian dia melepaskan pelukan Acel dan mencubit kedua pipi pria itu.
“Sakit, Cella,” rintih Acel sambil memegang pipinya. Cella tertawa kemudian dia memeluk Isabell adiknya yang paling kecil.
“Adikku yang paling cantik, apakah kamu akan merindukanku?” tanya Cella dengan suara gemas.
“Tentu saja, Cella.” jawab Isabell sambil mencium pipi Cella.
“Aku juga akan merindukanmu, Sayang,” Cella mencium kedua pipi Isabell lalu dia tersenyum melihat Ezer yang sibuk dengan mainannya, Cella menurunkan Isabell kemudian dia langsung mengangkat Ezer dari belakang dan menggendongnya. Dia mencium kedua pipi keponankannya kemudian dia menurunkannya kembali.
Carlos mengajak mereka untuk pergi, semua naik kedalam mobil dan pergi menuju ke landasan. Sedangkan Cella, dia kembali ke kamar kemudian berdiri di teras kamarnya. Cella melihat Logan lagi duduk di dekat kolam renang berbincang dengan Mauricio.
__ADS_1
Cella masuk ke dalam kamar kemudian dia mengambil buku dan kembali ke teras, dia duduk lalu berpura-pura membaca, matanya mengintip Logan dari balik buku.
Apakah aku akan memilikinya? tanya Cella dalam hati sambil memperhatikan wajah Logan, saat Logan berdiri dia kembali pura-pura membaca buku. Cella kembali mengintip pria itu dari balik bukunya, dan melihat Logan sudah tidak ada.
Dia berdiri kemudian masuk ke dalam kamar, dia melempar buku di atas tempat tidur dan menghempaskan tubuhnya di ranjang. Pikirannya tertuju kepada Logan, dia benar-benar sudah jatuh cinta kepada bodyguardnya itu.
Malamnya Cella turun untuk makan, dia pergi ke dapur dan membuka kulkas. Cella mengeluarkan sup yang di buat Jessica lalu di masukkan ke dalam oven pemanas. Sambil menunggu makanannya hangat dia duduk dan mengutak-atik ponsel.
“Hi …” Suara laki-laki menyapanya, Cella terkejut lalu dia mengangkat kepala. Jantungnya berdebar, dia sangat mengenal suara itu. Cella menengok ke belakang dan melihat Logan sedang tersenyum padanya. Cella menjadi gugup, dia membalas sapaan pria itu.
“Hi …” Cella tidak tahu harus bicara apa, dia kembali memutar tubuhnya membelakangi pria itu sambil mengkerutkan kening dan melengkungkan bibirnya. ‘Shit, kenapa setiap kali bertemu dengannya jantung harus berdebar?’ gumam Cella dalam hati.
“Apakah kamu sudah makan?” tanya Logan sambil menarik kursi di samping Cella kemudian duduk.
“Oh .. um .. aku sedang memanaskan sup yang di buat mama tadi pagi.” jawab Cella, dia berusaha tenang di depan pria itu.
Alarm oven berbunyi, Cella berdiri lalu dia mengeluarkan makanan dari pemanas kemudian duduk di meja makan, diikuti oleh Logan.
“Kamu sudah makan?” tanya Cella untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Jantung Cella langsung berdegub dengan cepat, dia tidak menyangka Logan akan menyentuh bibirnya. Cella menatap Logan, lalu pria itu tersenyum. Mereka berdua saling tatap mata, lama ke lamaan wajah Cella dan Logan semakin dekat.
Nafas Cella tidak beraturan, dia menatap bibir Logan yang semakin dekat dengan bibirnya. Cella memegang leher pria itu, lalu mereka berdua berciuman. Dia teringat film yang ditonton waktu itu, Cella membalas ciuman bodyguardnya.
Logan menarik Cella duduk di pangkuannya kemudian mereka kembali berciuman. Logan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Cella dan memainkannya sambil tangan mulai menggerayangi tubuh gadis itu. Cella menghentikan ciumannya kemudian dia berdiri.
“Maaf,” ucap Cella kemudian dia berlari masuk ke kamarnya. Sedangkan Logan, dia menjadi bingung sendiri,
“Apa yang sudah aku lakukan? Mengapa aku menciumnya?” Dia berdiri kemudian naik ke atas menuju kamar gadis itu. Logan juga tidak tahu bagaimana dia bisa mencium Cella dan sudah berlaku lancang kepada putri Carlos itu.
“Aku harus minta maaf, aku sudah berlebihan kepadanya.” Logan mengetuk pintu kamar lalu terlihat Cella berdiri di hadapan Logan dengan menatap pria itu.
Logan bingung mau bicara apa, dia hanya menatap mata gadis itu dan melangkah perlahan masuk ke dalam kamar.
Cella melangkah mundur, dia juga menatap mata pria itu, Cella membiarkan Logan masuk ke dalam kamarnya.
Awalnya ingin minta maaf tapi entah kenapa bibir pria itu menjadi keluh dan ingin mencium kembali gadis itu. Logan menutup kembali pintu kamar kemudian mereka berdua saling bertatap mata kembali.
__ADS_1
Logan menarik Cella ke pelukannya lalu mencium kembali bibir gadis itu. Cella melingkarkan kedua tangannya di punggung Logan dan membalas ciuman bodyguarnya. Dia menarik Logan ke tempat tidur dan membiarkan pria itu menindih tubuhnya.
Kembali dia teringat film yang dia tonton, Cella membiarkan tangan pria itu menyentuh tubuhnya. Terdengar desahaan dari bibir Cella saat tangan Logan menyentuh daerah intinya. Dia meremas rambut Logan, sambil badannya menggeliat.
“Kamu suka?” bisik Logan di kuping Cella, gadis itu menjawab dengan anggukan kepala.
“Aku mencintaimu,” bisik Cella lalu Logan menghentikan jarinya kemudian menatap gadis itu.
“Benarkah? Mengapa kamu mencintaiku? Aku bukan orang kaya.” Sambil berucap, Logan menatap mata Cella. Dia ingin tahu apakah gadis itu sungguh-sungguh dengan perkataannya.
“Iya, aku tidak tahu mengapa aku jatuh cinta padamu. Setiap melihatmu, jantungku selalu berdebar.” Pria itu mengangkat kedua alisnya sehingga membentuk kerutan di dahi mendengar ungkapan hati Cella.
“Oh ya?” Logan menanggapinya dengan bercanda lalu gadis itu tertawa.
“Aku serius,” ujar Cella dengan wajah cemberut dan memalingkan wajahnya menatap ke arah lain. Cella terlihat kesal karena pria itu hanya menanggapinya dengan bercanda, lalu Logan tersenyum kemudian membelai wajah Cella.
“Aku juga sudah jatuh cinta padamu, tapi itu tidak mungkin. Orang tuamu pasti akan marah padaku,” Wajah Logan terlihat berubah sedih, dia sudah berpikir Carlos pasti akan menentang hubungan mereka berdua.
“Kita sembunyi-sembunyi saja dulu, kalau sudah waktunya aku akan mengatakan kepada papa dan mama,” ujar Cella sambil membelai wajah pria itu.
“Bagaimana kalau orang tuamu tidak setuju?” tanya Logan lagi kemudian dia turun dari atas tubuh gadis itu. Cella langsung memutar tubuhnya menghadap Logan dan menyanggah kepala dengan tangannya.
“Aku akan memilihmu,” jawab Cella lalu Logan ikut memutar tubuhnya menghadap gadis itu dan mencium bibir Cella .
Dia kembali menindih tubuh Cella dan menyentuh tubuh gadis itu. Terdengar desahaan dari bibir Cella, dia mulai merasakan suatu kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. Cella meremas rambut Logan lalu terdengar erangan dari bibirnya saat jemari itu menyentuh inti yang sudah basah itu.
Tubuhnya tersentak saat mengalami pelepasan lewat jari pria itu. Logan menghentikan jemarinya kemudian dia turun dari tubuh Cella dan berbaring di samping sang kekasih.
Kembali Logan memeluk Cella kemudian mencium bibir merah itu. Dia tersenyum melihat Cella yang sedang memejamkan mata, Logan menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
Cella meletakkan kepalanya di dada Logan, dia terus berpikir tentang kenikmatan yang baru saja dia rasakan. Kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. Sementara Logan, pikirannya tertuju kepada Carlos.
‘Kalau Carlos tahu, aku pasti di bunuh,’ kata Logan dalam hati.
Jangan lupa like dan komentar
Oh ya, Jangan lupa juga baca Novel terbaruku dengan judul AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG)
__ADS_1