
Carlos tersontak dari tidurnya dan dia duduk, dia meraba dadanya dan melihat kesekelilingnya. Dia melihat Jessica masih di tempat tidur, dia menyandarkan badannya di sofa. “Ahhh.. Ternyata aku hanya bermimpi.” Kata Carlos. Dia berdiri dan mengambil air putih dan minum, dia menghampiri Jessica dan memandang Jessica kemudian dia duduk dan memegang tangan Jessica. Carlos melihat jam yang ada di dinding sudah pukul empat subuh. Dia meletakkan kepalanya di atas tempat tidur dan dia tertidur kembali.
Pagi pagi Carlos merasakan ada yang meraba pipinya dengan pelan, Carlos membuka matanya dan melihat jari Jessica sedang merabah pipinya. Carlos memegang tangan Jessica dan menempelkannya di pipinya, air mata Carlos menetes. Dia berdiri dan mencium kening Jessica,
“Sayang kamu sudah sadar.” Kata Carlos pada Jessica, dia sangat senang melihat Jessica sudah sadar. Carlos kembali mencium kening Jessica.
Jessica ingin mengatakan sesuatu pada Carlos tapi dia merasakan sakit di dadanya, Carlos mendekatkan telinganya pada Jessica dan Jessica berbisik. “Kairos.” Bisik Jessica pada Carlos.
Sayang Kairos ada dengan mommy kamu jangan khawatir.” Kata Carlos pada Jessica, tapi Jessica menggelengkan kepalanya dengan pelan. Carlos kembali mendekatkan telinganya kepada Jessica dan Jessica kembali berbisik. “Kairos”. Carlos tidak mengerti maksud Jessica dan Carlos bertanya pada Jessica.
“Sayang kamu ingin Kairos di bawah kesini?” Tanya Carlos pada Jessica dan Jessica menganggukan kepala dengan pelan. “Baik sayang aku akan menyuruh mommy untuk membawa Kairos kesini.” Jessica memegang tangan Carlos dan Carlos mengambil tangan Jessica dan menciumnya lagi.
Carlos berdiri dan keluar dari ruangan dan menemui petugas dan memberitahukan kalau Jessica sudah sadar. Dan mereka memanggil dokter, kemudian dokter masuk keruangan dan memeriksa Jessica. selesai memeriksa Jessica dokter berbincang dengan Carlos, setelah itu dokter meninggalkan ruangan. Carlos mengambil handphonenya dan menghubungi Federico. Terdengar suara Federico disana
“Nak bagaiman dengan Jessica?” Tanya Federico pada Carlos, suaranya masih terdengar khawatir.
“Dadd Jessica sudah sadar dan dia ingin Kairos di bawa kesini.”
“Ahhh.. Daddy senang mendengarnya, baiklah daddy dan mommy akan segera kesana membawa Kairos.” Kata Federico pada Carlos dengan perasaan senang.
“Baiklah dadd, aku tunggu.” Kata Carlos, kemudian Carlos menutup teleponnya. Carlos kembali berdiri di samping tempat tidur Jessica. Jessica memegang tangan Carlos dan Carlos mengusap wajah Jessica kemudian dia duduk di samping tempat tidur. dia kembali mencium tangan Jessica.
Tidak lama kemudian Federico dan Liliana datang membawa Kairos, Carlos langsung mengambil Kairos dari Federico dan membawanya dekat pada Jessica. jessica menatap Kairos dan air mata mengalir dari sudut matanya. Liliana menghapus air mata Jessica. Kairos menangis minta di gendong Jessica tapi Jessica tidak bisa menggendongnya, Carlos mendudukan Kairos disisi tempat tidur.
Jessica memegang tangan Kairos, ingin sekali dia menggendong Kairos tapi dadanya masih sakit bergerak saja dia masih sulit. Dia hanya bisa menggerakkan tangannya, Liliana membelai rambut Jessica dan mencium kening Jessica. Jessica menatap Liliana kemudian dia memegang tangan Liliana dan Liliana tersenyum pada Jessica, Federico juga datang mendekat pada Jessica dan mencium kening Jessica.
__ADS_1
“Cepat sembuh sayang.” Kata Federico pada Jessica dan Jessica menjawab dengan menggenggam tangan Federico, dia masih sulit berbicara karena masih menggunakan alat bantu pernapasan. Jessica masih sulit untuk bernafas makanya masih di bantu dengan alat pernapasan, ada juga selang yang di masukan lewat hidungnya berfungsi untuk memasukan makanan ke tubuh Jessica.
Petugas masuk dan menyuntikkan obat di kantung infus dan menyuntikkan makanan lewat selang yang sudah terpasang lewat hidung Jessica. Carlos sangat tersiksa melihat keadaan Jessica seperti itu.
Carlos memegang terus tangan Jessica dan Jessica menatap mata carlos, dia terus menatap mata Carlos dan air mata mengalir dari sudut matanya.
Carlos menghapus air mata Jessica. “Jangan menangis sayang, aku dan Kairos akan terus bersamamu disini.” Dan Jessica memegang kuat tangan Carlos. Carlos kembali mencium tangan Jessica, Jessica memperhatikan Kairos yang duduk disisi tempat tidur. Carlos mengambil tangan Kairos dan mendekatkan ke tangan Jessica, Jessica menggenggam tangan Kairos dan dia menutup matanya. Jessica tertidur lagi.
Carlos menurunkan Kairos dari tempat tidur dan Kairos berjalan mendekati Federico dan Federico menggendongnya.
Empat hari kemudian selang dan alat bantu pernapasan di lepaskan. Jessica sudah bisa berbicara dan tersenyum, dia sudah bisa bermain dengan Kairos walau hanya di tempat tidur tapi Carlos selalu mengawasi Kairos karena Jessica belum bisa banyak bergerak. Carlos sangat bahagia melihat Jessica sudah bisa berbicara dan tersenyum. Dan Mike masuk, dia langsung mengambil Kairos dan menciumnya.
“Keponakanku yang ganteng dan pintar.” Kata Mike pada Kairos sambil mencium pipi Kairos. Dia menghampiri Jessica dan mencium kening Jessica. “Kamu sudah mulai terlihat sehat.” Kata Mike pada Jessica dan Jessica tersenyum pada Mike.
“Benar Mike dia mulai terlihat sehat karena ada aku disini.” Kata Carlos pada Mike sambil duduk di sisi tempat tidur dan menggenggam tangan Jessica.
“Lihat Mike bahkan dia sekarang sudah bisa tertawa juga, itu karena aku.” Canda Carlos sambil melirik pada Jessica dan Jessica mencubit pinggang Carlos dan Carlos tertawa.
“Iya Mike aku sudah merasa sehat, karena kedua penyemangatku selalu mendampingiku disini.” Kata Jessica pada Mike.
“Benarkan Mike apa yang aku katakan.” Canda Carlos lagi. Mike dan Jessica tertawa.
Mereka berbincang bincang dan bersenda gurau. Sesekali terdengar tawa Jessica. Sedangkan kairos bermain dengan mainannya dan berlarian di dalam ruangan. Tidak lama kemudian Mike berpamitan pulang.
“Baiklah Jessi, Carlos aku pulang dulu.” Kata mike. “Jessi istirahatlah supaya cepat pulang.”
__ADS_1
“Iya Mike, aku sudah bosan di rumah sakit ingin cepat cepat pulang.” Kata Jessica pada Mike dan Mike tersenyum. Mike menggendong Kairos dan menciumnya. Kemudian Mike meninggalkan mereka dan pergi. Carlos mengangkat Kairos dan di letakkan di tempat tidur, mereka berdua bermain dengan Kairos.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhirnya Jessica sudah di isinkan pulang, Carlos membereskan semua barang barang mereka. Dan mereka pulang kerumah, sampai di rumah Kairos langsung berlari mendekati Jessica dan meminta di gendong tapi Jessica belum bisa menggendongnya. Jessica duduk dan Carlos meletakkan Kairos di pangkuan Jessica dan Carlos duduk di samping Jessica. Carlos ingin mencium Jessica tapi Kairos mendorong wajah Carlos, dia tidak mengijinkan Carlos mencium Jessica dan Jessica tertawa Carlospun ikut tertawa.
Carlos mengantar Jessica ke kamar, sampai di kamar Jessica langsung berbaring. Dia masih merasa sakit di dadanya. Kemudian Liliana dan Kairos datang, Kairos naik di tempat tidur kemudian Liliana meninggalkan mereka. Dan Kairos melompat lompat di tempat tidur.
“Sayang jangan melompat lompat ya, mama mau istrahat.” Kata Carlos pada Kairos sambil memegang tangan Kairos. Kairos menarik tangannya dari Carlos. “No.. No..” Kata Kairos sambil melompat lompat lagi di tempat tidur. Jessica tersenyum melihat Kairos, Carlos memeluk Kairos dan Kairos meronta ingin turun. “No.. Papa..” Kata Kairos lagi sambil mendorong wajah Carlos. dan Jessica tertawa
“beb biarkan saja dia bermain di tempat tidur, aku tidak apa apa.” Kata Jessica pada Carlos.
“Tapi sayang kamu harus istirahat.” Kata Carlos sambil menahan Kairos yang ingin turun ke tempat tidur.
“Tidak apa apa beb, letakkan saja dia di tempat tidur.” Kata Jessica dan akhirnya Carlos meletakkan Kairos di tempat tidur dan Kairos langsung berbaring dan memeluk Jessica kemudian dia tertawa. Jessica dan Carlos tertawa melihat tingkah Kairos.
Carlos berbaring di samping Jessica dan melingkarkan tangannya di perut Jessica, Kairos melihat tangan Carlos di perut Jessica. Dia mendorong tangan Carlos dan dia letakan kepalanya di perut Jessica. Carlos dan Jessica tertawa melihatnya, saat Carlos mencium bibir Jessica dengan cepat Kairos mendorong kepala Carlos, sambil jari telunjuknya menunjuk pada Carlos. “Noo.. Papa.. “ kemudian Kairos mencium bibir Jessica dan dia tertawa sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sontak Carlos dan Jessica tertawa sampai Jessica merasa sakit di dadanya.
Mereka bertiga bermain di tempat tidur dan akhirnya Kairos tertidur. Jessicapun istirahat dan tidur.
Carlos mengangkat Kairos dan membawa dia kekamarnya, Carlos meletakkan kairos di box dan menutup pintu kamar Kairos. Carlos kembali kekamar dan berbaring kembali di samping Jessica.
Dia merasa bahagia karena Jessica sudah sembuh.
“Selamat membaca”
__ADS_1
Dan terima kasih bagi yang masih setia membaca dan like juga komen.