
Dua hari lagi Jessica, Carlos dan anak anak akan berlibur ke Indonesia. Jessica ingin memberitahukannya pada Tuan Jeremmy. Jessica keluar dari kantor dan menuju ke perusahaan tuan Jeremmy. Sampai di perusahaan Tuan Jeremmy, Jessica langsung menuju ke ruangan Tuan Jeremmy. Jessica mengetuk pintu dan terdengar suara Tuan Jeremmy menyuruh Jessica masuk.
“Selamat siang tuan.”
“Ahh Jessica, selamat siang. Silahkan duduk!” Jessica duduk di depan meja kerja Tuan Jeremmy. “Ada apa Jessica?”
“Begini tuan, dua hari lagi sekolah anakku akan libur. Aku dan suamiku berencana ingin berlibur ke Indonesia, jadi aku datang kesini ingin memberitahukannya pada Tuan.
“Tidak apa apa Jessica, berapa lama kalian di Indonesia?”
“Hanya dua minggu Tuan, soalnya anak tertuaku dia harus mendaftar sekolah di Junior High School.”
“Baiklah Jessica, berliburlah dengan anak anakmu. Kamu tidak perlu khawatir dengan perusahaan Well’s.
“Terima kasih tuan.”
“Oh ya Jessica, ada yang aku ingin bicarakan padamu.”
“Apa itu tuan?”
Tuan Jeremmy berbincang bincang dengan jessica di ruangannya, terlihat raut wajah Jessica berubah.
Tuan Jeremmy memberikan 2 lembar surat pada Jessica dan Jessica membacanya. Terlihat Jessica menggeleng gelengkan kepala, dia meletakkan surat itu di atas meja dan dia berdiri. Tuan Jeremmy memegang tangan Jessica tapi Jessica menepis tangan Tuan Jeremmy dengan pelan. Saat dia akan meninggalkan ruangan, Tuan Jeremmy menahannya dan berusaha memeluknya Tapi Jessica menahan Tuan Jeremmy. Jessica langsung keluar dari ruangan dengan raut wajah yang sedih.
Jessica langsung keparkiran mobil, dia masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya pulang kerumah. Sampai di rumah dia melihat Carlos juga baru sampai, dia turun dari mobil dan menghampiri Carlos.
“Hi beb.” Jessica memeluk Carlos, Carlos membalas pelukan Jessica dan mencium kening Jessica. Kamu belum menjemput anak anak?”
“Belum sayang, kamu sudah makan?”
“Aku belum makan beb, di rumah tidak ada makanan.”
“Kalau begitu kita makan di rumah mommy saja, sekalian jemput anak anak disana!”
“Baiklah beb, ayo kita kesana.” Jessica dan Carlos kembali masuk kemobil dan pergi kerumah orang tuanya, Jessica diam di mobil.
“Sayang kamu baik baik saja?”
“Iya beb, aku baik baik saja.” Jessica memegang tangan Carlos dan Carlos tersenyum pada Jessica.
Sampai di rumah orang tuanya mereka berdua turun dan masuk kedalam rumah, Liliana menyambut mereka berdua.
“Kalian sudah datang? Anak anak lagi bermain di kamar.”
“Mereka sudah makan mom?”
“Sudah Carlos, mereka sudah makan. Oh ya kalian sudah makan?”
“Belum mom, aku dan Jessica belum makan.”
“Kalau begitu makanlah dulu, makanan masih di meja!”
“Baiklah mom.”
Carlos dan Jessica berjalan kemeja makan, mereka berdua duduk dan Jessica mengambilkan makanan buat Carlos. Mereka berdua makan Bersama, sesekali Carlos menyuapi Jessica.
Selesai makan mereka berbincang bincang dengan Liliana.
“Mom besok lusa kami akan berlibur ke Indonesia sekalian berkunjung kerumah orang tua Jessica.
“Iya Carlos sekali kali kalian berlibur, kalian terlalu sibuk dengan pekerjaan. Ini saatnya kalian berlibur dengan anak anak.
“Iya mom, aku juga sudah rindu dengan orang tuaku.”
“Iya sayang sudah belasan tahun kamu tidak mengunjungi orang tuamu.”
“Iya Mom.”
Jessica melihat anak anak berlari turun di tangga menuju ke arahnya. “Awas nanti kalian jatuh!”
Kairos lebih dulu sampai dan langsung memeluk Jessica dan dia duduk di pangkuan Jessica. Acel melihat Kairos duduk di pangkuan Jessica.
“Kairos kamu seperti anak kecil saja, masih duduk di pangkuan mama.”
“Acel bilang saja kalau kamu juga ingin duduk di pangkuan mama.”
“Tentu saja Kairos.”
Acel mendekati Jessica dan memeluknya, Jessica tertawa melihat Acel dan Kairos. Jessica memeluk mereka berdua dan mencium mereka.
“Kalian tidak memeluk papa? Masa mama saja yang di peluk?”
“Biar aku saja yang peluk papa.” Cella memeluk Carlos dan duduk di pangkuan Carlos. “Kalian jangan peluk papa ya, papa hanya milikku.” Carlos tertawa melihat Cella.
__ADS_1
“Ok Cella, berarti mama hanya milik aku dan Kairos.”
“Tidak bisa, itu mamaku juga!”
“Sudah sudah, kalian semua anak papa dan mama. Jangan bertengkar! Kairos Acel duduk saja di kursi! Kalian berdua berat, kaki mama sakit memangku kalian berdua.”
Acel dan Kairos berdiri dan duduk di kursi.
“Anak anak, besok lusa kita akan ke Indonesia. Kita akan berlibur di Indonesia.”
“Benar pa?”
“Iya Kairos.”
“Tapi bagaimana dengan sekolahku? Aku harus mendaftar di Junior High School.”
“Kita hanya dua minggu di Indonesia.”
“Papa kita akan kerumah opa dan oma di Indonesia?”
“Tentu saja Acel, kita akan berkunjung ke rumah opa dan oma.”
“Yes, aku ingin melihat opa dan oma.” Jessica tersenyum dan membelai rambut Acel.
“Ayo kita pulang.”
Mereka semua berdiri dan berjalan keluar rumah. “Mom kami pulang dulu ya.” Jessica memeluk Liliana.
“Iya sayang, sebelum ke Indonesia kalian kesini dulu ya.”
“Iya mom.”
Mereka naik ke mobil dan meninggalkan kediaman orang tua Carlos. Sampai di rumah mereka turun dari mobil dan Carlos memasukkan mobilnya di garasi. Mereka masuk ke dalam rumah.
“Kairos Acel istirahat ya, jangan bermain ps!”
“Iya mama.”
“Cella kamu juga istirahat ya.”
“Iya mama.” Cella memeluk Jessica kemudian dia naik ke atas dan masuk ke kamar.
“Kamu juga istirahat sayang!” Jessica menyandarkan kepalanya di dada Carlos dan melingkarkan tangannya di pinggang Carlos. “Kamu kenapa sayang? Ada apa?”
“Aku tidak kembali kekantor sayang, aku ingin bersamamu.”
“Baiklah beb kita kekamar, kamu masih mampu menggendongku?”
“Tentu saja istriku yang mana.”
Jessica tertawa dan Carlos menggendong Jessica kemudian masuk ke dalam kamar. Dia membaringkan Jessica di tempat tidur dan dia duduk di sisi tempat tidur.
“Kamu tidak mengganti pakaianmu?”
“Aku akan mandi dulu beb.”
“Bagaimana sayang, kalau kita berendam di bathup atau whirlpool?”
“Baiklah beb kita berendam di whirlpool saja!”
“Ok sayang, aku akan mengisi air dulu.”
Carlos membuka pintu samping kamar dan mengisi air di whirlpool, dia membuka kran whirlpool. Jessica melihat Carlos dari balik dinding kaca kemudian dia melepaskan pakaiannya dan memakai kimono. Jessica duduk di sofa sambil melihat Carlos yang sedang memperhatikan whirlpool. Mulai terlihat gelembung gelembung air di whirlpool.
Jessica berdiri dan mengunci pintu kamar dan pergi mendekati Carlos.
“Sayang coba kamu raba kalau airnya terlalu panas!” Jessica memainkan tangannya di air.
“Panasnya sudah cukup beb.”
Jessica melepaskan kimononya dan turun ke whirlpool. Dia duduk dan menyandarkan kepalanya di tempat sandaran lalu dia memejamkan matanya.
Carlos memandang Jessica dan tersenyum, dia melepaskan pakaian dan underwearnya lalu turun dan duduk di samping Jessica. Jessica membuka matanya dan memandang Carlos, Carlos memegang tangan Jessica.
“Relax sayang!”
“Iya beb, gelembung gelembung ini membuat aku relax.”
“Baguslah sayang.”
Carlos tersenyum pada Jessica, mereka berdua memejamkan mata dan berpegangan tangan.
Tidak lama kemudian Jessica melepaskan tangan Carlos, dia membuka matanya dan menatap Carlos yang masih menutup matanya, mata Jessica tertuju ke junior yang lagi tegak.
__ADS_1
Jessica berdiri dan duduk di paha Carlos. Carlos membuka matanya dan menatap Jessica. Jessica meraba bibir Carlos dan Carlos memegang tangan Jessica dan menciumnya.
Jessica mencium bibir Carlos dan memasukan lidahnya ke dalam mulut Carlos. Mereka saling memainkan lidah didalam mulut.
Carlos mengangkat Jessica dan keluar dari whirlpool. Dia meletakkan Jessica di matras dan mereka melakukan hubungan itu. Mereka saling berpelukan erat. Nafas mereka berdua tidak beraturan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jessica terlihat sibuk mengatur pakaian anak anaknya, Carlos masuk dan membantu Jessica.
“Beb tolong ambil pakaian Kairos! Aku sudah letakkan di atas tempat tidur.”
“Baik sayang.”
Carlos pergi ke kamar Kairos dan mengambil pakaian yang ada di tempat tidur dan membawanya pada Jessica. Jessica mengambil dan mengaturnya di dalam koper.
“Beb pesawatnya jam berapa?”
“Jam 21:00 sayang, ini baru jam enam.”
“Anak anak sudah selesai beb?” Carlos memeluk Jessica.
“Sudah sayang, mereka sudah menunggu kita di bawah.”
“Baiklah kalau begitu, kamu bawah turun saja kopernya.”
“Kamu tidak bawa pakaian sayang?”
“Tidak beb, pakaianku masih banyak di apartemen.”
“Baiklah.” Carlos mengangkat koper dan membawanya ke bawah.
Jessica turun ke bawah dan melihat ketiga anaknya lagi duduk di sofa, dia tersenyum melihat mereka.
“Beb Marco sudah datang?”
“Sudah sayang, dia lagi di depan.”
“Kalau begitu masukkan saja barang barangnya ke mobil beb!”
“Iya sayang.”
Carlos menarik koper dan membawanya keluar, Marco melihat Carlos, dia langsung mengangkat koper dan memasukan kedalam mobil.
Jessica memberikan travel bag pada Marco dan Marco mengaturnya di dalam mobil.
“Sayang periksa semua jangan sampai ada yang tertinggal!”
Jessica masuk kedalam rumah dan memeriksanya, dia melihat ketiga anaknya masih duduk disofa.
“Ayo anak anak naik ke mobil! Kairos jangan lupa tas punggung kamu!”
“Iya mama.”
Mereka keluar dan masuk ke dalam mobil, Jessica juga masuk kedalam mobil. Acel dan Kairos duduk paling belakang.
Carlos mengunci rumah dan memberikan kuncinya pada Marco kemudian dia masuk ke dalam mobil, dia duduk di samping Marco. Marco langsung menjalankan mobilnya menuju Airport Lax.
Tiba di Airport mereka turun dan Carlos mengambil troli kemudian meletakkan barang barang di troli lalu mereka masuk dan check in. Selesai check in mereka boarding dan pergi ke imigrasi. Selesai di imigrasi mereka masuk ke ruangan tunggu.
Carlos membeli ticket bussines class, tidak lama kemudian mereka masuk kedalam pesawat. Pramugari mengantar mereka ke tempat bussines class. Carlos memasukan tas punggung Kairos dan Acel di kabin kemudian dia duduk.
Akhirnya pesawatnya Take off. Setelah Take off Carlos berdiri dan mengatur tempat tidur buat Kairos dan Acel.
“Tidur sayang perjalanannya delapan belas jam!”
“Papa kenapa lama sekali?”
“Indonesia jauh Acel, makanya tidur.” Carlos memakaikan selimut pada Acel dan Kairos.
Jessica mengatur tempat tidur dia dan Cella kemudian mereka berbaring. Jessica memakaikan selimut pada Cella.
“Sayang tidur ya!”
“Iya mama.”
Carlos menatap Jessica dan tersenyum. “Sayang kamu juga tidur!”
“Iya beb.”
Jessica memejamkan matanya dan tertidur, begitu juga dengan Carlos dia juga tertidur.
Selamat Membaca
__ADS_1