
Akhirnya Jessica berhasil memindahkan ketiga anaknya bersekolah di Santa Barbara. Hari ini Jessica mengajak Kairos ke showroom mobil dan menyuruh Kairos untuk memilih mobil yang di sukai Kairos. Tapi Kairos menolak.
“Mom belikan saja aku motor jangan mobil.” Kata Kairos pada Jessica.
“Sayang mama ingin membelikan kamu mobil supaya kamu bisa pakai kesekolah sekaligus mengantar kedua adikmu kesekolah. Lagipula sebentar lagi kamu akan lulus sekolah dan kuliah, jadi kamu perlu mobil sayang. Nanti kalau adik adikmu pulang mama yang akan menjemputnya.
“Baiklah mam, tapi mama yang pilih saja. Apapun yang mama beli pasti aku suka.”
Akhirnya Jessica memili mobil Audi ** coupe untuk Kairos. Jessica memberikan Debit cardnya pada sales marketing, kemudian Jessica masuk kedalam ruangan dan mengisi lembaran lembaran yang diberikan sales marketing padanya.
Selesai dari showroom mobil Jessica mengantar Kairos pulang dan dia langsung keluar kembali. Jessica menuju kota Torrance, dia ingin bertemu dengan Federico dan Liliana. sampai di kediaman Federico, Jessica langsung masuk kedalam rumah dan dia berpapasan dengan Marco.
“Marco mommy dimana?” Tanya Jessica.
“Nyonya lagi berbincang dengan tuan Federico di halaman belakang.” Jawab Marco.
Jessica pergi ke halaman belakang dan melihat Liliana dan Federico lagi duduk di halaman belakang. Jessica menghampiri mereka berdua.
“Hi mom, dad. Apa kabar.?” Tanya Jessica pada Liliana dan Federico sambil memeluk mereka.
“Baik baik saja sayang, sudah lama kamu tidak kesini Jessi.” Kata Liliana.
“Iya mom, aku sangat sibuk akhir akhir ini.”
“Jessi daddy mendengar papamu meninggal, kami turut berduka.” Kata Federico pada Jessica.
“Iya dad, terima kasih. Oh ya mom dad, ada yang ingin aku katakan pada kalian berdua!”
“Ada apa Jessi? Katakanlah!” Kata Federico.
“Uumm… Jessica agak ragu ragu untuk mengatakannya. “Begini dad, tapi daddy juga mommy jangan marah ya.”
“Jessi katakanlah! Ada apa?” Tanya Liliana penasaran.
“Begini mom dad.” Jessica memegang tangan Liliana. “Ehmm.. Mom aku sementara mengurus perceraianku dengan Carlos.” Kata Jessica sambil menunduk.
Federico dan Liliana terkejut mendengar apa yang baru saja Jessica sampaikan.
“Sayang kenapa kamu ingin menceraikan Carlos? Apa yang telah dia perbuat padamu?” Tanya Liliana.
“Mom Carlos sudah mengkhianatiku.” Kata Jessica sambil menangis. “Carlos selingkuh dengan temanku mom.”
Federico terkejut. “Apa? Carlos selingkuh? Jessi apakah kamu melihatnya langsung?” Tanya Federico.
Jessica mengeluarkan handphonenya dan memperlihatkan pada Federico dan lilian video carlos bersama temannya. Federico dan Liliana terkejut.
“Dan bukan hanya itu saja dad, aku dan anak anak memergoki Carlos bersama perempuan di kamar kami dan anak anak melihatnya dad.” Kata Jessica sambil menangis.
Federico memeluk Jessica. Liliana membelai rambut Jessica dan ikut menangis. Jessica menangis di pelukan Federico.
“Daddy akan bicara dengan Carlos, daddy tidak ingin kalian berpisah.” Kata Federico.
__ADS_1
“dad aku sudah tidak bisa bersama sama dengan Carlos lagi. Kalau aku hanya mendengar dari orang tentang Carlos mungkin aku bisa memaafkannya, tapi ini dad aku melihatnya bahkan anak anak sangat terpukul dad. Aku tidak bisa lagi bersama Carlos, biarkan saja dia dengan kehidupannya. Aku hanya ingin anak anakku bahagia, aku tidak ingin mental mereka rusak melihat Carlos seperti itu.
Liliana memegang pipi Jessica.
“Sayang kalau keputusanmu sudah begitu, lakukan saja. Kami tidak bisa memaksamu.” Kata Liliana sambil mengusap air mata jessica. “Tapi kamu harus ingat, kamu tetap bagian dari keluarga ini. Tidak ada satupun yang dapat mengganti posisi kamu di rumah ini.
“Iya benar Jessi, kamu tetap anak kami. Tidak ada satupun yang bisa menggantikanmu disini, ini juga rumahmu.”
Jessica memeluk kembali Federico.
“Terima kasih dad, kalian sangat baik padaku.” Kata Jessica sambil melepaskan pelukannya.
“Dad aku sudah pindah ke Santa Barbara, aku membeli rumah disana dan anak anak sekarang tinggal bersamaku. Nanti setiap akhir pekan aku akan datang kesini bersama anak anak.
“Iya Jessi sering sering berkunjunglah pada kami. Kami sudah tua dan ingin bersama dengan cucu cucuku.”
“Iya dad, nanti setiap libur maupun akhir pekan aku akan datang kesini bersama anak anak. mommy dan daddy jangan khawatir di masa tua, aku janji akan mengurus mommy dan daddy.
Liliana memeluk Jessica.
“Terima kasih sayang, kamu baik sekali.” Kata Liliana sambil menangis.
“Mom aku sudah menganggap kalian orang tuaku.” Jessica memeluk Liliana dan mencium kedua pipi Liliana. Baiklah mom dad, aku pergi sekarang, aku akan kembali ke Santa Barbara.”
“Baiklah sayang, kamu hati hati ya!” Kata Liliana sambil mencium kening Jessica.
Federico memeluk Jessica dengan erat. “Hati hati Nak!” Kata Federico, dia juga mencium kening Jessica.
Jessica meninggalkan kediaman Federico. Sementara di dalam rumah, federico dan liliana duduk dan berbincang.
“Federico tenangkan dirimu, nanti kamu sakit. Biar semua pengacara kita yang mengurusnya dan biarkan saja Carlos itu. Dia memang sudah keterlaluan.” Kata Liliana sambil berjalan kekamar.
Sementar di kediaman Carlos terlihat carlos sedang mabuk dia menghancurkan semua barang yang ada di dalam rumah. “Kamu tidak bisa menceraikanku Jessi, kamu tidak bisa. Kamu milikku.” Teriak Carlos di dalam rumah.
Sementara di mobil, Jessica sedang memikirkan perceraiannya dan handphonenya berbunyi, dia melihat Dixon yang menelponnya. Jessica tidak ingin menjawabnya, dia masih malas berbincang dengan orang. Dia ingin menenangkan pikirannya.
Jessica mengarahkan mobilnya ke kantor Mike. Sampai di kantor mike Jessica masuk dan langsung menuju keruangan Mike. Dia mengetuk pintu dan terdengar suara Mike dari dalam menyuruhnya masuk, Jessica membuka pintu dan masuk. Mike melihat Jessica, dia langsung berdiri dan menyambut Jessica.
“Apa kabar adikku yang cantik.” Kata Mike sambil memeluk Jessica.
“Seperti yang kamu lihat Mike, aku baik baik saja. Walaupun hati lagi terluka.” Canda Jessica pada Mike.
Mike menatap Jessica.
“Siapa yang melukai hatimu adikku? Katakan padaku!”
Jessica terenyum pada Mike dan dia duduk di depan meja kerja Mike dan Mike duduk di kursi kerjanya.
“Oh ya Mike, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”
“Apa yang ingin kamu katakan adikku?”
__ADS_1
“Begini Mike, aku akan bercerai dengan Carlos, pengacaraku sedang mengurusnya. Aku juga sudah mengatakannya pada Federico dan Liliana.
Mike terkejut dan menatap Jessica.
“Kenapa kamu ingin menceraikan Carlos? Bukannya kamu sangat mencintainya? Apa yang telah di lakukan Carlos padamu?”
“Mike dia sudah mengkhianatiku, bahkan anak anakku juga melihatnya. Makanya aku ingin menceraikannya.”
Mike terdiam mendengar Jessica mengatakan Carlos telah mengkhianatinya. “Kenapa Carlos melakukan itu? Dasar laki laki bodoh.” Kata Mike dalam hati.
“Jessi apakah tidak ada kesempatan lagi untuk Carlos?”
“Tidak ada Mike, tidak ada kesempatan lagi untuknya. Apalagi anak anak yang memintanya.”
“Hmmm....” Mike menarik nafas panjang. “Aku turut prihatin Jessi, aku tidak menyangka Carlos berbuat seperti itu. Kalau itu jalan terbaik untukmu lakukan saja.”
“Terima kasih Mike. Oh ya Mike, aku juga sudah pindah di Santa Barbara. Anak anakku juga tinggal bersamaku, nanti kalau kamu punya waktu berkunjunglah kerumahku.”
“Tentu saja Jessi, aku akan berkunjung kerumahmu.”
“Baiklah kalau begitu Mike, aku pamit dulu. Aku meninggalkan anak anak di rumah.”
“Baiklah adikku, hati hati ya!” Kata Mike sambil berdiri lalu dia memeluk Jessica dan mencium kening Jessica.
Jessica meninggalkan kantor Mike dan langsung menuju ke Santa Barbara. Sampai di rumah dia langsung masuk kedalam rumah dan Kairos menyambut jessica. Kairos memeluk Jessica dan mencium pipi Jessica.
“Mama dari kantor?” Tanya Kairos.
“Tidak sayang, mama dari rumah opa dan oma.” Kata Jessica sambil pergi kedapur dan Kairos mengikuti Jessica dari belakang.
“Bagaimana kabar oma dan opa mam?”
“Mereka baik baik saja sayang. Oh ya sayang, kamu kalau lulus mau kuliah dimana?” Tanya Jessica.
“Aku kuliah di santa barbara saja mam.”
“Baiklah kalau begitu, oh ya satu lagi. Apakah kamu masih sering menghubungi Bella?”
“Iya mam, tapi aku tidak suka cara pergaulan Bella mam.” Kata Kairos pada Jessica.
Jessica menatap Kairos. “Kenapa dengan pergaulan Bella sayang?”
“Mam Bella hampir tiap malam di diskotik, terkadang dia menelepon aku dalam keadaan mabuk. Padahal diakan masih sekolah mam.”
“Oh ya? Nanti mama tanyakan sama tante Fanya, mama mau istirahat dulu ya.”
“Iya mam, aku tidur dengan mama ya?”
Jessica menganggukan kepala dan Kairos tersenyum pada Jessica lalu memeluk Jessica
Selamat membaca
__ADS_1
kairos