
Akhirnya pernikahan Vania dan Pedro selesai di langsungkan. Pedro dan Vania pergi berbulan madu di Brasil, Pedro menyewa salah satu pulau di Brasil. Sedangkan Carlos selesai perkawinan Vania dan Pedro, keesokannya di langsung kembali ke America
Seminggu sudah Vania dan Pedro di Brasil, mereka sudah berkeliling Kota kota yang ada di Brasil. Walaupun sudah seminggu mereka berbulan madu tapi Pedro belum menyentuh Vania.
“Sayang, kapan kita berdua akan melakukannya?” Tanya Pedro sambil memeluk Vania
“Ahh.. Pedro nanti saja ya, aku takut.” Jawab Vania dengan suara manja.
“Takut kenapa Vania sayang, apakah kamu tidak kasihan padaku? Aku sangat tersiksa sayang.”
“Pedro sayang, aku juga ingin melakukannya tapi aku takut sakit.” Kata Vania dengan suara pelan.
“Sayang aku akan melakukannya dengan pelan, aku janji.”
“Pedro bagaimana kalau besok saja?”
Pedro menarik nafas panjang
“Baiklah sayang, besok kita akan melakukannya.”
“Iya Pedro.”
“Kamu janji sayang?” Tanya Pedro
“Iya Pedro aku janji, besok kita melakukannya.”
America
Kairos mendapat kabar dari Jose kalau Tania berada di Santa Barbara, dia langsung membeli tiket pesawat. Dia ingin sekali bertemu dengan Tania, dia inging menyelesaikan kesalah pahaman ini.
Di Santa Barbara Tania tidak tinggal di rumahnya tapi dia menginap di rumah temannya. Teman kerja sewaktu Tania bekerja di restaurant. Tania datang ke Santa Barbara karena ingin menghadiri undangan ulang tahun temannya.
Keesokan siang Kairos pergi ke Aiport, dia masuk ke dalam Airport lalu dia chek in dan boarding. Tidak lama kemudian dia masuk kedalam pesawat dan pesawat Take Off.
Kairos menarik nafas panjang, matanya menatap awan dan langit biru dari balik kaca jendela pesawat.
“Mudah mudahan Tania mau mendengrakanku.” Kata Kairos dalam hati, dia menyandarkan kepalanya di sandaran kurss lalu memejamkan matanya. Sore hari Kairos tiba di Lax, dia memanggil taxi dan meminta taxi untuk mengantarnya ke Santa Barbara. Taxi mengantar Kairos ke Santa Barbara, tiba di rumah Kairos turun dan membayar taxi kemudian Kairos masuk kedalam rumah.
Dia melihat jam sudah menunjukan 17:30, Kairos bergegas masuk ke dalam kamarnya kemudian dia pergi mandi. Selesai mandi dia memakai pakaiannya kemudian dia keluar dari kamar dan pergi memanaskan motornnya.
Torrance
Jessica baru saja tiba dari kantor, mereka berdua masuk kedalam rumah. Carlos langsung menuju ke kamarnya sedangkan Jessica, dia masuk ke kamar Isabell. Jessica langsung menggendong Isabell lalu membawa ke kamarnya, mereka berdua masuk kedalam kamar dan Isabell langsung berlari menghampiri Carlos yang lagi duduk di sofa.
“Papa.” Panggil Isabell
Carlos melihat Isabell dan tersenyum, dia berdiri dan menggendong Isabell
“Kesayangan papa.” Kata Carlos lalu dia mencium kedua pipi Isabell
Pintu kamar terbuka Jessica dan Carlos melihar Cella yang masuk.
“Mam, apakah Kairos sudah ada kabar?” Tanya Cella
Jessica melingkarkan tangannya di punggung Cella.
“Sayang dia lagi berada di suatu tempat, dia tidak mengatakan kepada mama dan papa dia ada dimana. Kairos hanya memberitahukan kalau dia baik baik saja, dia hanya ingin menyendiri saja sayang.” Kata Jessica kepada Cella.
Cella duduk di sofa dan memeluk Carlos
__ADS_1
“Papa aku sangat merindukan Kairos, aku ingin meneleponnya.” Kata Cella lagi
“Sayang, biarkan Kairos sendiri. Jangan dulu di ganggu.” Kata Carlos lalu dia mengecup kening Cella.
“Hi mam, pap.” Terdengar suara Acel menyapa Carlos dan Jessica.
Acel mencium kedua pipi Jessica dan Carlos, dia melihat Isabell dan tersenyum
“Hallo adikku yang paling kecil dan cerewet.” Kata Acel sambil menggendong Isabell kemudian dia mencium kedua pipi Isabell. “Mam, aku mau pergi ke tempat teman.” Kata Acel
“Sayang kamu boleh pergi tapi salah satu anak buah Charlie harus ikut denganmu.” Kata Jessica
“Baiklah mama kusayang.” Kata Acel sambil melingkarkan tangan satunya ke punggung Jessica lalu mencium pipi Jessica. “Mam aku akan mengajak Hank untuk ikut bersamaku.”
“Itu bagus sayang.” Kata Carlos sambil tersenyum
“Tentu saja papa, aku tidak ingin membuat kalian berdua khawatir.” Kata Acel kemudian dia memeluk Carlos. “Baiklah mam, pap. Aku pergi ya.”
“Iya sayang, hati hati!” Kata Jessica kepada Acel
“Ok.. mam.”
“Acel, jangan pulang larut malam ya!” Kata Carlos
“Iya papa, jangan khawatir jam sepuluh aku sudah pulang.” Jawab Acel sambil tersenyum kemudian dia keluar dari kamar Jessica dan Carlos.
Acel memanggil Hank untuk ikut bersamannya. Acel dan Hank pergi ke pinggir Kota, sebelum pergi ke pinggir Kota Acel mampir dan membeli begitu banyak makanan. Kemudia dia dan Hank pergi kepinggir Kota, mereka berdua membagikan makanan disana, lalu Acel duduk dan berbicang bincang dengan mereka.
Santa Barbara
Kairos melihat jam sudah pukul 21:30 dia keluar dan naik ke atas motor, dia menuju ke alamat rumah yang di berikan Jose kepadanya. Kairos melajukan motornya dan akhirnya dia tiba di rumah teman Tania. Kairos menghentikan motornya sedikit jauh dari rumah teman Tania, dia duduk di atas motor dan mengamati dari jauh. Kairos menunggu Tania keluar dari rumah temannya.
“Jadi Tania kamu dan Kairos sudah putus?
“Iya Falisa, Kairos mengkhinatiku.” Jawab Tania dengan wajah yang sedih
“Tania mengapa kamu tidak beri kesempatan lagi kepada Kairos?”
“Untuk apa Devan, aku tidak ingin memberi kesempatan kepada pengkhianat.” Kata Tania lagi
Falisa dan Devan tahu Tania dan Kairos saling mencintai.
“Oh ya Falisa sudah larut malam, sebaiknya kita pulang.” Kata Tania kepada Falisa. Tania akan menginap di rumah Falisa. “Devan sebaiknya kami pergi.” Kata Tania sambil memeluk Devan. “ Sekali lagi Happy Birthday.” Bisik Tania di kuping Devan
“Terima kasih Tania.” Balas Devan kemudian dia mengantar Tania dan Falisa sampai di depan.
Sementara itu Kairos melihat Tania keluar dari rumah Devan, dia langsung berjalan menghampiri Tania.
Melihat Kairos berjalan menghampirinya,Tania memeluk Devan dan mencium Devan. Raut wajah Kairos langsung berubah marah.
Dia menarik tangan Tania
“Aku ingin bicara denganmu.” Kata Kairos sambil menarik tangan Tania menjauh dari Devan dan Falisa
“Lepaskan aku Kairos, tidak ada yang perlu di bicarakan.” Kata Tania sambil berusaha melepaskan tangannya dari Kairos.
“Kita haris bicara Tania.” Teriak Kairos pada Tania.
“Sudah aku katakan tidak ada yang perlu di bicarakan. Kamu bukan siapa siapa aku lagi.” Kata Tania sambil memandang Kairos dengan marah.
__ADS_1
“Aku mencintaimu Tania, aku ingin menjelaskan semuanya padamu. Berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya.” Pinta Kairos pada Tania.
‘Tidak ada yang perlu di jelaskan, semuanya sudah jelas. Kamu dan aku tidak ada hubungan apa apa lagi.” Kata Tania dengan tegas.
Kairos memegang bahu Tania dengan kedua tangannya
“Aku mencintaimu, aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Kata Kairos dengan emosi.
“Lepaskan aku Kairos, lenganku sakit. Aku tidak mencintaimu lagi.
Kairos tidak melepaskan tangannya di bahu Tania
“Kamu bohong Tania, aku tahu kamu masih mencintaiku. Katakan padaku kalau itu bohong.” Kata Kairos sambil mengguncang bahu Tania.
“Kairos lepaskan, aku tidak bohong, rasa cintaku hilang semenjak kamu mengkhianatiku.” Kata Tania sambil menangis
“Aku tidak pernah mengkhinatimu Tania.” Teriak Kairos dan mobil patroli lewat, mereka melihat Kairos dan Tania lalu mereka menghentikan mobilnya kemudian dua polisi turun dari mobil. Mereka melihat Kairos mengguncag guncang bahu Tania dan Tania menangis. Mereka menghampiri Kairos dan Tania
“Hei lepaskan tangganmu darinya.” Perintah Opsir
“Dia itu pacarku, aku sedang menyelesaikan masalahku dengannya.”
“Iya tapi lepaskan tanganmu dari bahunya.”
“Kairos lepaskan, aku merasa sakit.” Pinta Tania pada Kairos tapi Kairos tidak mau melepaskan tangannya.
“Katakan kalau kamu masih mencintaiku.” Kata Kairos
Tania menatap Kairos
“Aku tidak mencintaimu lagi.”
Kairos marah pada Tania lalu berteriak pada Tania sambil mengguncang tubuh Tania.
“Kamu bohong.” Kata Kairos lalu Opsir menarik Kairos dan menghempaskan tubuh Kairos ke tanah.
Kairos merontah ingin melepaskan diri
“Lepaskan aku, aku pacarnya.” Teriak Kairos
Kedua opsir menindih belakang Kairos dengan lutut mereka dan memborgol tangan Kairos.
“Tania katakan kepada mereka kalau kamu itu pacarku.” Teriak Kairos pada Tania tapi Tania hanya menangis.”
Kedua opsir menarik Kairos berdiri dan mereka memasukan Kairos kedalam mobil patroli.
“Opsir aku tidak bisa meninggalkan motorku disana.” Kata Kairos kepada salah satu opsir.
“Dimana kunci motormu?’
“Disaku Celanaku.” Jawab Kairos.
Opsir mengambil kunci motor di saku celana Kairos lalu pergi mengambil motor Kairos.
Kairos melihat dari dalam mobil Tania sedang menangis lalu Kairos memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin melihat Tania. Kairos di bawah ke kantor polisi.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya.
__ADS_1
Terima kasih