SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Mencoba hubungan


__ADS_3

Tok... Tok.. Tok..


Terdengar pintu ruangan Jessica di ketuk.


“Masuk saja, aku tahu kamu itu Pedro.” Kata Jessica.


Pintu terbuka dan terlihat Pedro lagi tersenyum pada Jessica.


“Kenapa kamu tahu kalau itu aku?” Tanya Pedro sambil masuk dan langsung duduk di atas meja kerja Jessica.


Jessica tersenyum dan bersandar di kursi kerjanya.


“Tahu saja, hari ini aku tidak ada janjian dengan siapapun. Jadi aku pikir itu pasti kamu.”


“Oh begitu. Oh ya, nanti kamu pulang jam berapa?” Tanya Pedro.


Jessica melihat jam didinding kantor sudah pukul 15:00.


“Hmm..., sebentar lagi aku pulang.”


“Ehmm.., bagaimana kalau sebelum pulang kita minum coffee dulu.” Kata Pedro pada Jessica sambil mengangkat kedua keningnya.


Jessica tersenyum dan menatap Pedro.


“Baiklah, tapi sebentar aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu.”


“Ok.., aku tunggu.” Kata Pedro sambil berdiri dan merebahkan dirinya di sofa dan Jessica melanjutkan pekerjaannya.


Tidak lama kemudian Jessica mematikan komputernya dan melihat Pedro lagi tertidur di sofa kemudian dia tersenyum. Jessica melangkah perlahan lahan kemudian dia meniup kuping Pedro. dan Pedro terkejut.


“Aaahhhh... Jessi.., kamu membuatku terkejut.” Kata Pedro sambil duduk disofa, kemudian Jessica tertawa.


“Mau pergi minum kopi atau mau tidur saja?”


“Iya minum kopi, kalau tidur aku maunya ada kamu disampingku.” Canda Pedro dan Jessica tertawa sambil mendorong wajah Pedro dengan pelan dan Pedro langsung memegang tangan Jessica dan menciumnya lalu mengedipkan sebelah matanya pada Jessica.


Jessica hanya tersenyum.


“Mau jalan sekarang atau tidak?” Kata Jessica lagi.


“Iya jalan sekarang, ayo!” Kata Pedro sambil melingkarkan tangannya di punggung Jessica dan mereka berdua keluar dari kantor Jessica lalu menuju keparkiran. Jessica sempat melihat mobil Carlos lagi.


“Kenapa dia selalu mengikutiku?” Tanya Jessica dalam hati. kemudian dia melingkarkan tangannya di pinggang Pedro, sampai di samping mobil Jessica menarik tangan Pedro.


“Ada apa Jessi?” Tanya Pedro.


“Pedro, beberapa hari ini aku tidak tahu mengapa Carlos selalu mengikutiku. Aku tidak mengerti dengan Carlos.”


“Apakah hari ini dia juga mengikutimu?”


“Iya pedro, dia lagi mengawasi kita sekarang. Kamu jangan melihat ke mobilnya, biarkan saja dia.” Kata Jessica pada Pedro.


“Mungkin dia masih mencintaimu, makanya dia ingin tahu kamu jalan dengan siapa saja.” Kata Pedro. “Apakah kamu masih mencintainya?”


Jessica menarik nafas panjang

__ADS_1


“hemmm....., rasa cintaku padanya sudah hilang Pedro semenjak dia berselingkuh dengan ketiga temanku. Apalagi dia sengaja melakukannya dan sering mengirim video dia dengan perempuan lain. Hmm.., dia pikir aku akan sakit hati Pedro. Padahal setiap kali dia mengirim video dia dengan perempuan, aku semakin tambah jijik dengannya. Bertemu saja dengannya aku tidak sudi.


Pedro membelai rambut Jessica.


“Sudah tidak usah pikirkan dia lagi.” Kata Pedro.


Jessica melingkarkan tangannya di pinggang Pedro dan tersenyum.


“Aku sudah tidak pernah memikirkan dia lagi pedro, justru dia yang selalu mengganggu aku.”


Pedro tersenyum dan memegang wajah Jessica kemudian dia mendekatkan wajahnya pada Jessica. Jessica menatap mata Pedro, dia membiarkan Pedro mendekatkan wajahnya.


Jessica memejamkan matanya dan merasakan bibir Pedro menempel di bibirnya. Pedro mencium bibir Jessica dan Jessica membalasnya. Mereka berdua saling berciuman.


Sementara Carlos di mobil memperhatikan Jessica dan Pedro berciuman.


“Sekarang dengan Pedro entah berikutnya dengan siapa lagi.” Kata Carlos dalam hati.


Dia merasa cemburu atas kedekatan Jessica dan pedro dan akhinya Carlos menjalankan mobilnya. Dia tidak ingin melihat Jessica dan Pedro berciuman.


Jessica mendorong pelan badan Pedro dan Pedro berhenti mencium Jessica. Jessica menyandarkan kepalanya didada Pedro.


“Kita pergi sekarang?” tanya Jessica


“Iya kita pergi sekarang. Ayo!” Kata Pedro sambil membukakan pintu mobilnya pada Jessica, kemudian Jessica masuk dan duduk di dalam mobil. Pedro masuk dan langsung menyalakan mobilnya. Pedro menatap Jessica dan memegang tangan Jessica. “Maaf Jessi.”


Jessica tersenyum dan menganggukan kepala.


“Ayo jalan!” Kata Jessica lalu Pedro menjalankan mobilnya dan mereka berdua pergi minum coffee bersama.


“Hi Alice kamu lagi dimana?” Tanya Carlos.


“Aku lagi di rumah Carlos, ada apa?” Tanya Alice dari seberang telepon.


“Aku tunggu kamu di hotel ya, aku ingin kamu datang sendiri saja!”


“Baiklah Carlos aku segera ke hotel sekarang.” Kata Alice lagi


“Ok, aku tunggu ya.” Carlos menutup telepon dan langsung mengarahkan mobilnya hotel. Sampai di hotel dia langsung memesan kamar dan tidak lama kemudian dia masuk kedalam kamar dan langsung melepaskan kaos dan celananya kemudian dia berbaring di tempat tidur.


Terdengar pintu kamar hotel di ketuk


“Tok.. Tok.. Tok..”


Carlos berdiri dan mengintip di lubang pintu dan di membuka pintu. Dia langsunng menarik tangan Alice dan menutup pintu kembali. Carlos langsung mencium bibir Alice dan melepaskan pakaian Alice. Dia menghempaskan badan Alice di ranjang dan menindiih tubuh Alice dan mereka berdua melakukan hubungan itu. Mereka saling berpelukan erat dan Carlos berbaring di samping Alice.


Carlos memberikan uang pada Alice dan meminta Alice untuk meninggalkan dia sendiri. Alice mengambil uang dari tangan Carlos dan pergi. Carlos berbaring di tempat tidur dan memikirkan Jessica dan Pedro yang lagi berciuman.


“Sepertinya dia ingin balas dendam padaku. Aku tahu dia masih mencintaiku.” Kata Carlos dalam hati. “Kita lihat saja Jessi.”


Sementara itu Jessica dan Pedro lagi asik minum kopi, mereka berdua terlihat sangat akrab. Mereka minum kopi sambil bersenda gurau.


“Jessica setelah bercerai dengan Carlos, apakah kamu masih memberikan kesempatan laki laki lain untuk memilikimu?” Tanya Pedro.


“Ehmm..., kalau laki laki itu kamu aku akan beri kesempatan.” Canda Jessica dan mereka berdua tertawa.

__ADS_1


“Jessi aku bertanya serius padamu.” Kata Pedro lagi sambil memegang tangan Jessica.


“Iya.., aku juga serius Pedro.” Kata Jessica lagi. “Ini kesempatan aku untuk menggunakan Pedro untuk membalas dendam pada Carlos. Pedro masih mudah dan tampan, umurku dan umunya hanya berbeda empat tahun. Pedro lebih tua empat tahun dariku, ini kesempatanku ” Kata Jessica dalam hati sambil memandang Pedro dan tersenyum.


“Hei Jessi apa yang kamu pikirkan?” Tanya Pedro dan Jessica tersadar dari lamunannya.


“Uumm.., tidak ada Pedro.”


Pedro tersenyum menatap Jessica.


“Apakah kamu masih memikirkan Carlos.”


jessica tertawa sinis pada Pedro.


“Heh.., memikirkan Carlos? Untuk apa aku memikirkan dia. Dia bukan lagi yang terutama dalam hidupku. Bagiku dia sudah mati Pedro.”


Pedro memegang tangan Jessica.


“Bagaimana kalau kamu beri aku kesempatan untuk mengisi kekosongan hatimu.” Tanya Pedro sambil mengedipkan mata sebelahnya dan Jessica tertawa sambil menggeleng gelengkan kepala.


“Jangan menggodaku dengan kedipan matamu itu Pedro.” Canda Jessica dan Pedro tertawa.


“Kenapa kamu tidak mencari wanita lain, di sini banyak wanita yang masih mudah dan cantik cantik. Kalau aku, anakku saja sudah empat, dan aku seorang janda.”


“Iya banyak yang masih mudah dan cantik, tapi aku tidak tertarik. Aku tidak perduli anakmu empat , lima maupun enam. Aku tidak perduli Jessi, aku menyukaimu. Bagaimana kalau kita coba?”


“Baiklah, tapi kalau aku tidak bisa jatuh cinta padamu, jangan marah ya!”


“Tentu saja Jessi, aku tidak akan memaksakan hubungan kalau kamu tidak bisa jatuh cinta padaku.” Kata Pedro.


“Bagus Pedro. Ok just try!” Kata Jessica sambil tersenyum. “oh ya Pedro aku harus kembali. Kamu antar aku kembali kekantor ya, mobilku masih di kantor.”


“Baik Jessi, ayo!”


Jessica dan Pedro meninggalkan cafe dan kembali kekantor. Sampai di kantor Jessica langsung masuk kedalam ruangannya dan mengambil kunci mobilnya lalu keluar kembali. Dia masuk kedalam mobil dan langsung pulang ke rumahnya di Santa Barbara. Pedro mengikuti Jessica dari belakang. Sampai di rumah, Jessica dan Pedro langsung masuk kedalam rumah dan Jessica langsung menggendong Isabell.


“Hem… Kesayangan mama sudah minum susu?” Isabell tersenyum pada Jessica dan memegang pipi Jessica. Jessica duduk di sofa di ikuti Pedro dan Pedro ikut bermain dengan Isabell. Pedro menggendong Isabell dan menciumnya.


“Pedro sebentar aku ganti pakaian dulu ya.”


“Iya Jessi.” Balas Pedro lalu kembali bermain dengan Isabell.


Jessica berdiri dan pergi kekamarnya dia mengambil handuk, dia langsung masuk kamar mandi dan mandi. Selesai mandi dia memakai pakainnya dan keluar menemui Pedro, dia mengambil Isabell dari pedro dan membawanya kekamar lalu Jessica meletakkan Isabell di box kemudian dia keluar lagi dan mengajak Pedro duduk di kolam renang.


Mereka berdua bersenda gurau di kolam renang dan sesekali terdengar tawa Jessica.


Kairos keluar dari kamarnya dan melihat Jessica sedang bercanda dengan Pedro. Dia merasa senang karena bisa mendengar Jessica tertawa lepas.


“Mama terlihat bahagia bersama Pedro.” Kata Kairos dalam hati kemudian dia kembali masuk kedalam kamar.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2