
Dua minggu lagi Jessica dan Pedro akan melangsungkan pernikahan mereka. Dan hari ini Jessica Pedro dan anak anak akan pergi ke Portugal, pesawat mereka malam hari. Jessica mengambil koper lalu memasukkan pakaian miliknya dan Isabell ke dalam koper. Dia juga pergi ke kamar Acel dan merapikan pakaian pakaian Acel ke dalam koper. Hanya Kairos yang tinggal karena dia masih ada jadwal kuliah.
Malamnya Kairos mengantar mereka ke Aiport Lax. Tiba di Airport Lax mereka turun dan Kairos membantu Pedro mengangkat barang barang mereka. Jessica memeluk Kairos.
“Sayang nanti pulang hati hati ya!” Kata Jessica pada Kairos
“Iya mam, sudah masuk saja nanti terlambat”
“Iya sayang.” Jessica memeluk Kairos dan menciumnya. “Mama menyayangimu.” Bisik Jessica di kuping kairos.
“Aku juga menyayangi mama.” Balas Kairos sambil memeluk Jessica
Acel dan Cella juga memeluk Kairos. “Hei jangan macam macam di rumah.” Goda Acel pada Kairos dan Kairos tertawa.
“Kakaku yang tampan aku akan merindukan.” Canda Cella pada Kairos dan Kairos memeluk Cella
“Hmmm… Adikku yang Cantik kakakmu yang tampan ini juga akan meridukanmu.” Canda Kairos pada Cella dan memeluk Cella dengan erat. Lalu mereka berdua tertawa.
Acel tertawa melihat Kairos dan Cella. Kemudian dia juga memeluk Kairos.
“Hei jangan macam macam di rumah.” Goda Acel dan Kairos tertawa.
“Kamu tenang saja. Aku akan menjemput Tania dan mengajaknya tidur di rumah.” Canda Kairos pada Acel dan Acel tertawa.
“Tidak apa apa Kairos, yang penting kamu bisa tahan saja.” Balas Acel lalu mereka berdua tertawa.
Kairos melingarkan tangan yang satunya keleher Acel dan dia mengacak rambut Acel.” Kalau aku tidak tahan aku bisa minta padanya.” Canda Kairos lagi sambil tertawa.
“Mudah mudahan kamu berhasil kakaku.” Kata Acel pada Kairos.
“Tentu saja aku akan berhasil.” Canda kairos lagi dan mereka berdua tertawa.
“Ok kabari aku ya kalau kamu berhasil.” Canda Acel lagi sambil tertawa.
“Sudah masuk saja kedalam.” Kata Kairos pada Acel, kemudian mereka berdua berpelukan.
“Ehmm.., aku akan merindukanmu.” Kata Kairos lagi pada Acel.
“Aku juga akan merindukanmu.” Kata Acel kemudian dia melepaskan pelukan Kairos dan berjalan kedalam.
Jessica tersenyum melihat ketiga anaknya, dia sangat senang karena ketiga anaknya saling menyayangi.
Kairos melihat Isabell dan memeluknya.
“Hemm… Aku akan merindukan adikku yang cantik ini.” Kata Kairos sambil mencium kedua pipi Isabell. Dan Isabell tertawa lalu dia mencium kedua pipi Kairos, kemudian Jessica mengambil Isabell dari tangan Kairos.
Pedro memeluk Kairos.
“Kami masuk dulu ya Kairos.” Kata Pedro pada Kairos.”
“Iya Pedro. Jaga mama dan adik adikku ya.”
“Tentu saja Kairos, kami masuk dulu ya.” Kata Pedro lalu dia masuk kedalam menyusul Jessica dan ketiga anak Jessica.
Kairos kembali ke mobil, dia masuk dan langsung meninggalkan Airport. Dia langsung pergi ke rumah Tania. Sampai di rumah Tania dia turun dari mobil dan pergi mengetuk pintu.
Tania membukakan pintu pada Kairos.
“Ayo masuk kairos.” kata Tania pada Kairos lalu Kairos masuk kedalam dan dia duduk di ruang tamu.
“Papi kamu dimana Tania?” Tanya Kairos pada Tani
“Ohh.., papi lagi pergi ke rumah kakaknya. Dia akan menginap di rumah kakaknya dan dia akan kembali besok.”
“Terus kamu tidur sendiri disini?” Tanya Kairos lagi.
“Iya Kairos, aku tidur sendiri. Aku sudah terbiasa kairos.”
__ADS_1
“Ohh.., begitu. Bagaimana kalau kamu tidur saja di rumahku?” Pinta Kairos pada Tania.
“Ahh.., tidak usah Kairos. Aku tidur disini saja.”
Kairos berdiri dan duduk disamping Tani, dia membelai rambut Tania.
“Ayolah tidur saja di rumahku. Please.”
Tania menatap Kairos.
“Baiklah Kairos.” Kata Tania
Kairos tersenyum lalu mencium bibir Tania dan Tania membalas ciuman Kairos. Mereka berdua saling berciuman, kairos memeluk Tania dengan erat.
“Ok, kalau begitu ayo kita pergi sekarang aku masih akan mengerjakan tugas.”
“Baiklah Kairos, ayo!”
Tania dan Kairos berdiri lalu keluar dari rumah Tania. Tania mengunci pintu rumah dan berjalan bersama Kairos ke mobil, Kairos membukakan pintu mobil pada Tania lalu Tania masuk. Begitu juga dengan Kairos, dia masuk ke dalam mobil dan langsung menjalankan mobil kerumahnya.
Sampai di rumah mereka berdua turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah. Kairos langsung menarik tangan Tania masuk ke kamarnya.
“Kalau kamu sudah mengantuk tidur saja.” Kata Kairos pada Tania sambil mengambil laptopnya dan menghidupkannya.
“Iya Kairos.” Kata Tania kemudian dia berbaring di tempat tidur. Kairos membawa laptopnya ke tempat tidur lalu dia duduk di tempat tidur sambil mengerjakan tugas. Sesekali matanya menatap Tania dan tersenyum pada Tania.
“Tidur saja Tania tidak usah menungguku.” Kata Kairos pada Tania.
“Aku belum mengantuk kairos.” kata Tania sambil memutar badannya sambil melihat Kairos yang sedang mengerjakan tugas.
Kairos mengambil tangan Tania dan meletakkan di pahanya lalu dia mengerjakan tugas. Selesai mengerjakan tugas dia mematikan laptopnya dan meletakkanya di atas meja kemudian dia berbaring di samping Tania.
Mereka berdua saling berhadapan lalu Kairos membelai wajah Tania dan Tania tersenyum padanya.
“Aku mencintaimu Tania.” Kata Kairos pada Tania.
“Aku juga mencintaimu Kairos.” Balas Tania pada Kairos.
Kairos mencium bibir Tania lalu Tania membalasnya. Mereka saling berciuman dan memainkan lidah. Kairos mencium bibir Tania dengan lembut, dia mengigit bibir Tania. Tangannya meremas dada Tania dan memasukan kakinya di antara paha Tania.
Tania memegang pipi Kairos dan membalas permainan lidah Kairos. Tangan Kairos mulai masuk kedalam kaos Tania kemudian dia melepaskan bra Tania, kemudian dia meremas dada Tania. Terdengar desahan dari bibir Tania
Kairos berhenti mencium Tania lalu mereka berdua saking bertatap mata. Tania kembali mencium bibir Kairos. Kairos membalas ciuman Tania, lalu dia melepaskan kaos Tania. Kairos langsung menindih tubuh Tania, kemudian dia mencium leher Tania sambil tangannya memainkan dada Tania.
Tania mendesah dan meremas rambut Kairos, Kairos turun mencium dada Tania, dia menggigit dengan lembut ****** Tania. Kairos berhenti lalu dia melepaskan kaosnya, dia juga melepas rok Tania. Kemudian dia kembali menicum bibir Tania.
Jari jemari Kairos mulai bermain di antara paha Tania, Tania memejamkan matanya kemudian dia mendesah. Dia membuka pahanya dan membiarkan jari Kairos memainkan clitnya.
Tania memasukan tangannya ke dalam celana Kairos lalu dia memegang milik Kairos dan mengelusnya.
"Its hard?" Bisik Kairos di kuping Tania.
"Yes honey its hard." Balas Tania sambil mengelus ngelus milik Kairos.
Kairos membiarkan tangan Tania berada di dalam celananya dan memainkan miliknya
"You Like?" Bisik Kairos lagi di kuping Tania sambil memainkan **** Tania dengan jari tengahnya.
"Hem...Hemm... I like honey." Kata Tania sambil menikmati jari Kairos yang memainkan clitnya
"So wet sayang."
Kairos berhenti lalu dia melepaskan celananya dan celana Tania, kemudian dia membenamkan wajahnya di antara paha Tania. dia memainkan lidahnya di **** Tania. Tania menggeliat dan meremas rambut Kairos, sekali sekali pinggangnya terangkat saat Kairos memainkan lidahnya dengan cepat. tiba tiba tubuh Tania tersentak, dia mengalami pelepasan.
Kairos berhenti dan kembali mencium bibir Tania. Tania memegang milik Kairos dan mengelusnya. Kairos berbaring lalu Tania memegang milik Kairos dan memasukannya ke dalam mulutnya.
Kairos membelai rambut Tania, dia menikmati permainan Tania. Tania menjilat ujung milik Kairos lalu terdengar desahan dari bibir Kairos.
__ADS_1
Kairos menarik Tania
“Kamu mau melakukannya denganku?”
“Tapi Kairos seperti yang aku telah katakan padamu aku tidak pernah melakukannya.” Kata Tania sambil membelai wajah Kairos.
“Bagaimana kalau kita mencobanya?”
“Baiklah tapi kalau sakit, kamu berhenti ya.”
“Iya aku janji.” Kata Kairos pada Tania
Kairos menindih tubuh Tania
"kamu sudah siap?" Bisik Kairos di kuping Tania
"Iya, tapi ingat janji kamu."
"Iya, tentu saja." Kata Kairos kemudian dia mencobanya.
Kairos menempelkan miliknya di permukaan milik Tania lalu perlahan dia mendorongnya
"Ahh.. Kairos sakit sekali." Teriak Tania, lalu Kairos berhenti.
"Maaf Tania." Kata Kairos sambil memeluk Tania. "Sakit sekalai?" Tanya Kairos lagi
"Iya Kairos, sakit sekali." Jawab Tania.
"Milikku tidak bisa masuk karena terlalu sempit." Canda Kairos, lalu Tania mencubit perut Kairos dan Kiros tertawa
Dan akhirnya mereka berdua mencoba melakukan hubungan itu tapi Tania kesakitan dan Kairos berhenti melakukan hubungan itu. Dia berbaring di samping Tania dan memeluk Tania.
“Sakit sekali?” Tanya Kairos
“Iya Kairos sakit sekali.”
“Hmm.. milikmu terlalu sempit.” Canda Kairos dan Tania tertawa.
“Miliku yang sempit atau milikmu yang terlalu besar?” Canda Tania lalu mereka berdua tertawa.
“Bagaimana kalau kita coba lagi?” Tanya Kairos.
“Baiklah, tapi jangan di paksa ya.”
“Iya Tania.”
Mereka berdua berciuman dan melakukan foreplay dan Kairos mencoba melakukan lagi.
Kairos memegang kedua kaki Tania dan menekuknya sampai keperut Tania kemudian dia mencoba memasukkan miliknya
“Ahh.. Kairos sakit sekali.” Rintih Tania dan Akhirnya Kairos berhenti.
“Tidak bisa masuk.” Bisik Kairos di kuping Tania lalu dia berbaring di sampig Tania
Kairos memeluk Tania dan Tania meletakkan kepalanya di dada Kairos
“Maaf honey” Kata Tania pada Kairos.
“Hei its ok.. Kita tidur saja ya. Kita bisa mencobanya lain waktu kalau kamu sudah siap.” Kata Kairos pada Tania dan Tania mengangguk.
Kairos mengambil celanannya dan memakainya. Begitu juga Tania dia memakai kembali pakaiannya kemudian dia kembali berbaring. Begitu juga Kairos dia berbaring di samping Tania. Tania memeluk kairos lalu tidur di dada Kairos. Kairos memeluk Tania dan mengecup kening Tania.
“Good night sayang.” Bisik Kairos di kuping Tania.
“Good Night honey. I love you.” Balas Tania
“I love you too.”
__ADS_1
Selamat Membaca